Kamis, 29 Desember 2011

Hewan ternyata mempunyai respon yang sangat baik dengan lingkungan sekitarnya

Foto Hewan Terbaik Sepanjang 2011

Hewan ternyata mempunyai respon yang sangat baik dengan lingkungan sekitarnya.

Selasa, 29 November 2011, 11:18 WIB
Muhammad Firman, Amal Nur Ngazis
Hewan ternyata mempunyai respon yang sangat baik dengan lingkungan sekitarnya. Sama halnya seperti manusia dalam berinteraksi dengan hewan, alam maupun dengan lingkungan. (Reuters/Sukree Sukplang)
VIVAnews - Hewan ternyata mempunyai respon yang sangat baik dengan lingkungan sekitarnya. Sama halnya seperti manusia dalam berinteraksi dengan hewan, alam maupun dengan lingkungan. Perilaku hewan juga menunjukkan cara berkomunikasi mereka dengan sesama makhluk hidup lainnya.

Sebagai contoh, misalnya adalah seperti yang dilakukan oleh seekor simpanse berusia 2 tahun bernama Do Do yang menyusui seekor harimau, maupun seekor anjing yang mengendus kostum salah satu artis.

Manusia juga mempunyai caranya sendiri dalam berkomunikasi dengan hewan. Bagaimanapun, hewan juga merupakan mahluk yang mempunyai nilai dalam kondisinya. Seperti terangkum dalam foto, seorang relawan mengambil gambar bangkai sapi. Atau bagaimana cara para relawan mengambil sampel darah seekor kuda.

Kondisi hewan dalam menjalani kehidupannya juga terekam dalam foto seekor banteng yang terluka setelah bertarung dan juga seekor gajah yang menyemprotkan pasir saat berada di kandang. Foto-foto tersebut diabadikan oleh fotografer-fotografer Reuters dan dirangkum menjadi foto hewan terbaik 2011. Foto-foto tersebut dapat disimak di tautan berikut. (Foto: Reuters)
• VIVAnews
»»   Selengkapnya...

Belajar Dari Nenek " Penjual Tempe"

Belajar Dari Nenek "Penjual Tempe"

Di Rantepao, sebuah kecamatan di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, hiduplah seorang nenek penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi, setelah shalat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atasmeja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian.

Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang kedelai, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.

Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Tuhan, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Tuhan, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Tuhan, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..." Dalam hati, dia yakin, Tuhan akan mengabulkan doanya.

Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacang kedelainya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Dia yakin, Tuhan pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.

Dia yakin, Tuhan tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. "Ya Tuhan, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Tuhan, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku..."

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tersebut. "Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya.

Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali dia yakinkan diri, Tuhan pasti mengabulkan doanya.

Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. "Pasti sekarang telah jadi tempe!" batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.

Kecewa, airmata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.

Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar... merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya.

Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan dapat makan.

Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya kian memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...

Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya. "Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya?"

Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan kedua tangannya. "Ya Tuhan, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe..." Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe..."

"Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi. Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya Tuhan, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat?

Pembaca, Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! "ya Tuhan!" pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli. Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?"

"Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Yudi, yang kuliah S2 di Makassar ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"

----------------------------------Selesai--------------------------------

Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan "memaksakan" Tuhan memberikan apa yang menurut kita paling cocok. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa, merasa hidup ini tidak adil. Padahal, Tuhan paling tahu apa yang paling baik untuk anda dan saya. Sungguh, semua rencana Tuhan adalah “sempurna”.
»»   Selengkapnya...

Rabu, 28 Desember 2011

Anda Wanita? Apakah arti Bibirmu?


Konon, mereka yang memiliki bibir tipis adalah sosok yang komunikatif, mudah bergaul dan cerewet. Sedangkan mereka yang berbibir tebal, cenderung tertutup dan agak pemalu. Hmm... mungkin memang benar, namun bentuk fisik bibir tidak hanya dibedakan menjadi dua, dan cukup kompleks.

Pada dasarnya bibir memang dibedakan antara tebal dan tipis, namun kelebaran bibir juga menambah perbedaan bentuk fisik bibir. Ada pula bibir yang simetris, dengan ukuran yang sama dan proporsional. Namun, ada pula yang asimetris, antara sudut kanan dan kiri agak berbeda.

Uniknya, masing-masing bentuk tersebut mengungkapkan kepribadian seseorang. Lantas apa kata bentuk bibir soal kepribadian Anda?

1. Bibir Penuh
Cirinya:
Bibir ini cukup tebal dan ukurannya penuh. Bentuknya juga padat berisi dan cenderung membentuk kurva, mereka yang memiliki bibir seperti ini, contohnya: Angelina Jolie, Titi Dj, Megan Fox.

Kepribadian:
Pada umumnya mereka yang berbibir penuh cenderung suka akan petualangan dan tantangan. Mereka suka memanjakan diri dan tergolong orang yang berani. Mereka tidak terlalu suka diatur, dan cenderung vokal. Mereka adalah sosok yang mandiri, aktif, dan seksi.

2. Bibir Tipis dan Lebar
Cirinya:
Bibir tipis, dan mengembang cenderung lebih lebar dari orang lain saat tersenyum. Mereka yang memiliki bibir seperti ini, contohnya: Luna Maya, Acha Septriasa, Anne Hathaway, Rossa.

Kepribadian:
Orang-orang seperti ini cenderung populer dan punya banyak teman. Perfeksionis dalam hal pekerjaan, punya banyak talenta, dan cenderung diiringi kesuksesan. Anda tak suka ditekan dan diatur, Anda percaya bahwa Anda bisa menentukan takdir sendiri dan tak bergantung pada orang lain.

3. Bibir Kecil dan tebal
Cirinya:
Ukurannya tergolong kecil, namun bibir ini cukup berisi dan tidak tipis. Bentuknya nyaris bulat menyerupai kancing. Mereka yang memiliki bibir seperti ini, contohnya: Drew Barrymore, Agnes Monica, Chelsea Olivia.

Kepribadian:
Rasa keingintahuan mereka akan sesuatu sangat besar, mereka juga sangat menarik secara fisik. Di antara yang lain, mereka punya sifat yang pemberontak. Mudah mencari teman dan selalu menjadi pusat perhatian.

4. Bibir Kecil dan tipis
Cirinya:
Ukurannya kecil dan tipis, terkadang bibir dengan ciri ini cenderung asimetris. Mereka yang memiliki bibir seperti ini, contohnya: Kate Hudson, Inneke Koesherawati, Reese Witherspoon, Nirina Zubir, Zora, Meychan.

Kepribadian:
Mereka adalah orang yang sangat teliti dan peduli akan hal-hal kecil. Sensitif, dan punya intuisi yang tajam. Cukup terbuka namun tak jarang di beberapa kesempatan tiba-tiba menjadi pemalu. Tak suka berpura-pura dan suka tampil apa adanya.

5. Bibir berbentuk busur
Bentuknya menyerupai hati dan mengembang bagaikan busur. ukurannya normal dan tidak terlalu lebar. Namun bibir bagian bawah cenderung sedikit lebih besar. Mereka yang memiliki bibir seperti ini, contohnya: Hayden Panettiere, Sandra Dewi, Asmirandah.

Kepribadian:
Mereka adalah sosok yang mandiri, ekspresif dan tak pernah menutupi apa yang mereka rasakan. Tidak takut akan masa depan dan cenderung vokal. Mereka berani bertanggung jawab dan tidak takut mengeluarkan kritikan tajam.

6. Bibir tebal
Bentuknya proporsional, namun tebal di kedua bagian (atas maupun bawah). Bentuk bibir normal dan tidak terlalu kurva. Mereka yang memiliki bibir seperti ini, contohnya: Natalie Portman, Julia Perez, Titi Kamal, Rianti Cartwright.

Kepribadian:
Mereka adalah sosok yang misterius, dan cenderung tertutup soal hal-hal yang pribadi. Cerdas dan sangat menarik, namun sulit untuk ditebak. Mereka tak mudah puas dan sulit untuk dirayu.

Sumber Artikel

Baca Selengkapnya : http://www.whooila.com/2011/12/6-bentuk-bibir-yang-mencerminkan.html#ixzz1htxULoMX
Whooila! - Gudang Fakta Unik dan Aneh
»»   Selengkapnya...

Abraham Samad: Saya yang Perintahkan Nunun Balik ke Rutan

Tribunnews.com - Rabu, 28 Desember 2011 14:07 WIB

Abraham Samad: Saya yang Perintahkan Nunun Balik ke Rutan
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ketua KPK baru periode 2011-2015, Abraham Samad, berbicara saat acara pisah sambut di kantor KPK, Jakarta Selatan, Senin (19/12/2011). Empat mantan Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto, Haryono Umar, M.Jasin, dan Chandra M.Hamzah mengakhiri masa tugasnya digantikan Wakil Ketua KPK yang baru.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua KPK Abraham Samad, mengaku dirinya lah yang memerintah Nunun Nurbaeti kembali dari rumah sakit ke Rutan Pondok Bambu Jakarta. Abraham tak ingin terbawa keinginan Nunun, si tersangka suap cek pelawat yang beberapa kali jatuh sakit.
Abraham juga tak terpengaruh keinginan pihak Nunun agar pemeriksaannya dilakukan di tempat nyaman dan di luar kantor KPK dengan alasan riwayat sakitnya. "Ya karena sebelumnya kan kalau Anda lihat sempat dikeluarkan. Saya ambil tindakan yang keras terhadap para penyidik, saya intruksikan, bahwa segera pulangkan ke rutan bahwa tidak ada kata lain Ibu Nunun harus diperiksa di KPK. Itu instruksi saya. Sehingga saya katakan, kami tidak boleh main-main," tegas Abraham di kantor KPK, Jakarta, Rabu (28/12/2011).
Sebagaimana diketahui, sepulang dari penangkapan di Thailand, Nunun telah dua kali dibawa ke rumah sakit karena mengalami gangguan kesehatan. Pada pemeriksaan pertama di kantor KPK, 12 Desember 2011 lalu, Nunun jatuh pingsan dan fisiknya melemah. Ia pun dilarikan ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, dan beberapa hari mendapat perawatan. Selanjutnya, pada 23 Desember 2011, ia kembali dibawa ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta, karena mengalami gangguan kesehatan.
KPK mengakui seringnya Nunun sakit membuat sulit penuntasan kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Justru pihak Nunun menyatakan pemeriksaannya perlu dilakukan di tempat yang nyaman.
Menurut Abraham, pemeriksaan Nunun di kantor KPK pada Selasa (27/12/2011) kemarin, membuktikan bahwa KPK tidak memberikan keistimewaan kepada istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu. "Dengan kejadian kemarin, bahwa Bu Nunun tetap diperiksa di KPK. Kami tidak memberikan privillege (keistimewaan). Semua orang sama kedudukannya di depan hukum," tandasnya.
Pimpinan KPK berlatarbelakang pengacara ini pun mengaku tidak tahu alasan Nunun sudah bisa tersenyum seusai pemeriksaan itu.

Penulis: Abdul Qodir  |  Editor: Yudie Thirzano
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
»»   Selengkapnya...

Dulu Sempat Dijamu SBY, Kini Kembali Menggembala Kambing

Dulu Sempat Dijamu SBY, Kini Kembali Menggembala Kambing
kompasiana
Eriyanto
 
TNO, JAKARTA – Dulu ia dipuja-puja sebagai bintang lapangan, bahkan sempat dijamu makan malam oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Ani di Istana Negara.
Setahun berselang, kondisinya berbalik 180 derajat. Bocah berusia 16 tahun itu tak lebih dari anak kampung seperti awal dia dulu. Sepulang sekolah di SMAN 1 Nagrak, ia mencari rumput untuk memberi makan domba-domba peliharaannya.
Begitulah nasib Eriyanto, kapten sempat yang membawa The All Star Team Milan Junior Camp menjuarai turnamen Milan Junior Camp Day Tournament di markas AC Milan, Italia, pada tahun 2010 silam. Tak hanya tim yang juara, ia pun terpilih sebagai kapten terbaik. Sebuah prestasi yang luar biasa.
Seusai membawa timnya mengharumkan nama Indonesia, Eriyanto dan kawan-kawannya disambut bak pahlawan. Ia juga sempat digadang-gadang oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, yang membawanya ke Istana Negara untuk bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan janji manis kepada The All Star Team Milan Junior Camp. "Presiden berjanji semua biaya sekolah ditanggung dan diberi kehidupan layak," ungkap Eriyanto yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, Senin (26/12/2011).
“Tanyakan ke mereka, apa harapan dan cita-cita. Mau menjadi pesepakbola atau karier lainnya. Bisa berhasil sebagai pemain bola, sekolah atau profesi lainnya” itulah sekelumit kata yang keluar dari President SBY saat memberikan pesan kepada Andi Mallarengeng agar memperhatikan masa depan remaja-remaja potensial ini.
Namun janji itu ternyata hanya sebatas janji. Setahun berselang, Eriyanto tak pernah merasakan realisasi janji yang dilontarkan Presiden.

Editor: Dodi Esvandi  |  Sumber: Kompas.com
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
»»   Selengkapnya...

Mahasiswa Gantung Diri karena Merasa Bohongi Orangtua

TNO, JAKARTA - Seorang mahasiswa, Adel Supriyadi, (24), diemukan tewas tergantung dengan sebuah dasi, di kusen kediamannya di kawasan Pisangan Lama, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2011).
Mahasiswa Gantung Diri karena Merasa Bohongi Orangtua
Kapolsek Pulogadung, Kompol Ary Purwanto mengatakan di dekat mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Bandung yang tengah liburan itu, ditemukan sebuah kursi. Lebih lanjut dijelaskan, pemicu kejadian tersebut belum bisa dijelaskan, namun korban meninggalkan sepucuk surat.
"Korban meninggalkan surat yang isinya minta maaf kepada kedua orang tuanya selama ini berbohong," katanya.
Petugas juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kini jenazah Adel telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk diotopsi. (int)



Tribunnews.com - Rabu, 28 Desember 2011 22:00 WIB
Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo  |  Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
»»   Selengkapnya...

TKW Indonesia Ternyata Kayak Begitu..

Astaghfirullah, TKW Indonesia Ternyata Kayak Begitu..

Posted by KabarNet
Terus terang selama ini selalu kita di beritakan tentang TKW TKW di saudi dari satu pihak saja dan tidak mendengarkan langsung dari pihak majikan di saudi, berikut ana kirimkan artikel yang ditulis oleh majikan di saudi asal Indonesia yang bersuamikan orang arab tentang kebiasaan kebiasaan TKW Indonesia di saudi arabia yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali saya membaca postingan rekan-rekan di Kompasiana, tentang kisah-kisah pilu dan menyedihkan para TKW yang bekerja di Saudi Arabia. Kisah-kisah itu diangkat berdasarkan cerita para TKW ataupun hanya sebatas pengamatan selintas tentang keadaan para TKW saat mereka bertemu di mall-mall, restaurant ataupun di Rumah Sakit.
Sebetulnya kalau kita mau jujur terhadap diri kita sendiri. Para TKW/PRT itupun sudah diperlakukan tidak layak dan tidak manusiawi sejak sebelum keberangkatan mereka ke Saudi. Pernahkah teman-teman melihat pemandangan di bandara Soeta (Soekarno-Hatta), bagaimana para petugas, baik petugas dari PJTKI-nya atau petugas bandara memperlakukan para ‘pahlawan devisa’ itu yang akan diberangkatkan ke Saudi Arabia khususnya..??
Mereka digiring-giring seperti ternak. Seringkali mereka dibentak-bentak bahkan dicaci maki. Saya sering melihat pemandangan seperti itu, karena setiap 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali saya pulang pergi Riyadh- jakarta, Jakarta-Riyadh. Pemandangan seperti itu, bukan pemandangan yang langka. Para TKW-TKW itu setelah digiring-giring seperti bebek, mereka biasanya duduk bergerombol di lantai. Ada pemandangan yang berbeda tentang kelakuan dan tingkah para TKW itu, dari mereka yang akan berangkat ke Saudi dengan tingkahnya mereka yang akan pulang ke Indonesia.
Para TKW yang bergerombol di bandara Soeta, kebanyakan mereka diam dan tidak banyak omong. Tapi coba perhatikan para TKW di bandara KKIA Riyadh yg mau pulang ke Jakarta. Berisiknya minta ampun! Kalau ngomong saja sampai teriak-teriak, bahkan pernah saya lihat ada yang joget-joget segala, sampai-sampai ditegur oleh satpam bandara KKIA.
Back to topic. Di bandara Soeta, dokumen-dokumen keberangkatan para TKW saya perhatikan semuanya sudah diurus oleh petugas dari PJTKI masing-masing. Setelah masuk ruang tunggu pesawat dan terbang ke Saudi, barulah para TKW itu bertanggung jawab atas dirinya masing-masing. Ketika mereka sudah ada dalam pesawat Saudia/GIA. Mulailah para pramugari yang di uji kesabarannya oleh para TKW. Saya memperhatikan, betapa seringnya para pramugari yang cantik-cantik itu membersihkan lavatory/wc. Sambil tidak henti-henti memberikan pengarahan kepada para TKW yang menggunakan lavatory. Coba lihat lantai lavatory yang menjadi penuh air, karena para TKW tidak tahu caranya cebok, tidak tahu caranya membuang tissue-tissue. Semuanya berceceran di lantai. Bahkan cara mengunci wc pun mereka tidak tahu..
Kalau kebetulan saya ingin menggunakan wc, tak jarang saya pun ikut-ikutan memberi tahu mereka. Bahkan setiap saya pulang atau pergi Riyadh – Jakarta, saya pasti dan selalu menjadi sekretaris dadakan para TKW untuk mengisi kartu-kartu kedatangan mereka. Tahukah teman …? kalau banyak para TKW yang buta huruf…?
Bahkan banyak dari mereka itu yang tidak bisa berbahasa Indonesia …??! Mereka hanya bisa bahasa dari daerahnya sendiri. Jangankan bisa bahasa Arab untuk berkomunikasi dengan majikan, bahasa Indonesia pun mereka banyak yang tidak tahu…? Apalagi bahasa Inggris…? Itu sih bisa dihitung dengan jari kelingking. Mungkin dari 1 juta TKW yang ke Saudi, cuma 1 yang bisa sedikit ngerti english … Itu kenyataan teman-teman.. Menyedihkan bukan..??
Terus apa yang mereka lakukan selama mereka ada di penampungan..???? Ternyata adanya balai latihan kerja itu sepertinya hanya formalitas saja. Kadang-kadang tidak ikut latihan kerja pun mereka sudah bisa punya sertifikatnya. Halahhhh …. tahu sendiri lah, di negara tercinta kita ini apapun bisa dibeli asal ada uang!
Level korupsinya sudah dari level paling rendah sampai level paling tinggi.
Berdasarkan sumber yang bisa dipercaya (para TKW-TKW khususnya yang ke Saudi) selama mereka berada di penampungan itu untuk mengurus dokumen-dokumen sambil menunggu datangnya visa, para TKW-TKW itu tidak belajar apa-apa.
Mereka hanya tidur-tiduran, makan, minum, ngobrol-ngobrol sampai malam, merokok (tentu saja tidak ketahuan para pengawas penampungan). Apalagi konon katanya, para TKW yang mau berangkat ke Saudi itu, diberi uang saku sekitar 1,5 jt-2 jt dari PJTKI. Banyak dari mereka itu yang menghabiskan uangnya untuk jajan, makan-makan dan merokok. Setelah mereka sampai di bandara King Khalid Riyadh. Karena tidak ada petugas dari PJTKI yang mengarahkan mereka, jadilah gerombolan para ‘pahlawan devisa’ itu seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Bagaimana tidak dibentak-bentak oleh petugas orang Saudi, kalau mereka disuruh berbaris di sebelah kanan, para TKW masih tetap bergerombol di sebelah kiri. Disuruh mengantri satu-satu, malah mereka saling berebut. Disuruh memperlihatkan paspor dan kartu kedatangan, mereka malah melongo bego. Ya iyalahhhh …. petugas mana yang tahann….?! Apalagi orang Saudi kebanyakan tidak sabaran, dan suaranya yang kenceng-kenceng. Habislah para TKW itu dibentak-bentak. Jangankan oleh petugas orang Saudi yang tidak bisa berbahasa Indonesia, wong oleh petugas orang Indonesia yang sebangsa saja, para TKW itu sering dibentak-bentak koq.
Setelah mereka selesai diproses di imigrasi dan selesai mengambil bagasi. Mereka semua dikumpulkan dan di data. Sementara paspor para TKW itu akan dipegang oleh petugas imigrasi. Setelah itu mereka akan dibawa ke ruangan tunggu khusus TKW, sambil menunggu dijemput oleh majikan masing-masing.
Para TKW-TKW itu tidak akan dikeluarkan dari ruangan tersebut, kecuali dijemput oleh majikannya yang nama majikannya tertera di paspor mereka. Bahkan kalau nama penjemput mereka itu tidak sesuai dengan nama yang ada dalam paspor TKW, penjemput tersebut harus memperlihatkan surat kuasa penjemputan dari calon majikan asli TKW itu. Itulah alasannya mengapa para TKW di bandara King Khalid dikumpulkan sebelum mereka dimasukkan ke ruang tunggu. Calon majikan berada di luar sambil memelototi screen tv monitor. Di sana akan disebutkan nama TKW lengkap nama majikan dan nomor urut TKW. Kalau nama-nama sudah cocok, para majikan akan lapor ke meja petugas sambil memperlihatkan kartu ID asli. Setelah itu mereka akan memanggil TKW yang bersangkutan dan memberikan paspornya. Setelah TKW dan majikannya menandatangani surat-suratan, barulah TKW itu bisa keluar mengikuti majikannya. Itu prosedur yang masih saya ingat.
Kenapa saya tahu tentang prosedur tersebut..? Karena saya pernah satu kali mengambil pembantu dari PJTKI Jakarta. Biaya yang dikeluarkan majikan untuk mengambil TKW, kurang lebih 28 jt. Bahkan ada yang membayar lebih dari itu..
Untuk teman-teman yang berada di Indonesia khususnya, ini sekedar informasi saja. Tidak semua TKW yang datang dan bekerja di Saudi Arabia itu semuanya mempunyai majikan WN Saudi. Di Arab Saudi ini semua warga negara tersedia di sini. Jadi para TKW itu ada yang punya majikan yang memang WN asli Saudi, tapi tidak sedikit majikan-majikan mereka itu warga negara lain yang mukim dan tinggal di Saudi Arabia. Soalnya masyarakat kita yang ada di Indonesia kan tahunya, kalau TKW bekerja di Saudi Arabia sudah pasti saja majikannya warga negara Saudi. Padahal tidak begitu… lho…!! Ada yang majikannya WN Turky, Mesir, Siria, Lebanon, Palestina, Jordan, USA, Pakistan, India dan lain-lain sebagainya… (capek kalau harus nyebutin satu satu mah … hehehe..).
Sudah hampir 10 tahun saya menetap di Saudi Arabia, mengikuti suami yang WN Saudi. Karena menetap di sini, tentu saja saya sering sekali menjumpai para TKW di luar rumah, baik di rumah-rumah para kerabat suami saya, ataupun di rumah-rumah teman saya yang orang Saudi, berjumpa di pesta-pestanya orang Saudi, bertemu di mall-mall, di rumah sakit (mengantar majikan-majikannya yang sakit), di restaurant, juga di tempat bermain anak-anak. Seringkali saya menjadi penerjemah dadakan karena para TKW tidak mengerti sama sekali perintah-perintah majikannya.
Kalau anda sudah lama tinggal di Saudi dan anda sering belanja di toko-toko Indonesia, seringkali kita akan melihat ada TKW-TKW yang memang sedang berbelanja atau TKW-TKW kaburan (melarikan diri dari majikan) yang menunggu dijemput seseorang. Tahukah anda …?? Kalau para TKW ilegal di sini jumlahnya hampir sama banyaknya atau mungkin lebih banyak jumlahnya daripada TKW yang legal. Para TKW kaburan kebanyakannya bukan karena disiksa majikan atau karena tidak digaji majikan. Tapi banyak dari mereka yang kabur itu karena keinginannya sendiri. Ada yang alasannya karena mereka ingin mendapatkan gaji yang lebih besar dari gaji yang didapat dari majikan asli. Bahkan banyak yang jadi TKW kaburan karena mereka ingin bebas hidup bersama pacar-pacarnya (para sopir-sopir Indonesia, atau pekerja asing lainnya seperti Pakistan, Bangladesh, India). Dan bukan rahasia lagi kalau di sini ada sindikat/mafia yang akan menampung para TKW kaburan.
Seringkali saya membaca di surat kabar lokal, kalau polisi telah merazia beberapa apartemen/rumah-rumah kontrakan yang penghuninya hampir 99% TKW ilegal asal Indonesia. Dan ternyata mereka melakukan praktek pelacuran! Tarifnya Cuma 50 sr (120 rb) sekali pakai. Germo wanitanya kebanyakan orang Indonesia asli, pasangan germo yang laki-laki seringkali orang Pakistan atau Bangladesh. Menurut pengakuan mereka, kostumernya kebanyakan sopir-sopir taxi orang Pakistan atau pekerja kasar orang Bangladesh dan India. Bahkan terkadang ada juga sopir-sopir orang kita sendiri.
Konon katanya di Jeddah, banyak TKW ilegal asal Indonesia yang diam-diam membuka praktek pelacuran. Para PSK asal negara kita itu bukan hanya TKW kaburan saja, bahkan banyak yang datang menggunakan visa umrah. Begitu sampai di Jeddah mereka tidak pulang lagi ke Indonesia, tapi mereka memilih menjadi TKW ilegal. Itu bukan menjadi rahasia umum lagi di sini… Sepertinya setiap orang yang sudah lama mukim di sini pasti sudah pada tahu soal itu.
Pemerintah Saudi Arabia sebetulnya terlalu baik terhadap para TKW ilegal tersebut. Kenapa ….?? Karena menurut pengakuan para TKW-TKW ilegal itu, kalau mereka sudah ingin menghentikan petualangannya sebagai TKW ilegal dan ingin secepatnya pulang ke Indonesia, maka mereka akan menyerahkan dirinya sendiri ke kantor polisi (jadi bukan polisi yang menangkap mereka, tapi seringkali TKW-TKW ilegal itu yang datang ke kantor polisi menyerahkan diri minta ditangkap). Karena dengan cara itulah para TKW akan dideportasi ke Indonesia dengan gratis (biaya tiket ditanggung oleh pemerintah Saudi Arabia).
Oleh polisi, para TKW itu akan dijebloskan dulu ke penampungan-penampungan khusus bagi TKW yang bermasalah atau bahkan banyak juga para TKW ilegal itu ditampung di penjara-penjara wanita, sebelum menunggu proses dipulangkan. Kalau mereka di interogasi, mereka akan memberi alasan kabur dari majikan karena dipukuli dan lain-lain sebagainya.., dan mereka memberi alasan tidak tahu alamat lengkap majikannya. Bagaimana polisi mau mencari majikan para TKW tersebut kalau si TKW memberi alasan tidak tahu alamat majikannya ….?? Akhirnya TKW-TKW itu ditempatkan di penampungan-penampungan dan sudah pasti akan dipulangkan ke Indonesia.
Wahhhh … teman-teman jangan berfikiran bahwa penampungan/penjara wanita di Saudi menakutkan…. Menurut sumber yang bisa dipercaya kebenarannya, penampungan/penjara wanita di Saudi Arabia itu tempatnya sangat bagus. Makanan berlimpah ruah, malah konon katanya mereka mendapat jatah uang bulanan untuk membeli perlengkapan mandi sekitar 60 sr (kurang lebih 140 rb) per bulannya. Sementara mereka cuma tidur, duduk-duduk, nyanyi-nyanyi dan menikmati hari-harinya sambil menunggu waktu mereka di deportasi ke Indonesia.
Kenapa saya tahu banyak tentang keadaan penampungan/penjara wanita itu? Karena saya pernah punya TKW yang menurut pengakuannya, ternyata dia sudah 7 kali bekerja di Saudi Arabia, dan dia pernah 3 kali menjadi TKW kaburan, dan 4 kali menjadi TKW sukses. Untungnya dia termasuk TKW kaburan yang baik, yang tidak pernah menjadi PSK, dan saya percaya itu. Selama bekerja pada saya selama 3 tahun, si mbak sebut saja namanya Sumi, dia sering menceritakan kisah-kisah petualangannya selama menjadi TKW kaburan, termasuk selama dia berada di penjara wanita.
Dia juga menceritakan kisah teman-temannya sesama TKW ilegal yang sama-sama di penampungan. Jadi kalau ada TKW yang pulang ke Indonesia dalam keadaan hamil, terus mengaku diperkosa oleh majikan laki-laki/anak majikan laki-laki. Kita tidak harus begitu saja mempercayai omongan TKW-TKW itu. Karena kenyataannya di sini, banyak sekali para TKW yang dihamili oleh pacar-pacarnya. Bukan diperkosa, tapi suka sama suka. TKW yang hamil karena diperkosa memang ada, tapi mereka yang hamil karena suka sama suka atau akibat karena melacurkan diri juga banyak. Itu sudah bukan rahasia lagi di sini.. Sebagai seorang WNI, terus terang saya malu juga dengan kelakuan sebagian mereka yang tidak bertanggung jawab itu.
Belum lagi di Saudi ini, para TKW dari Indonesia itu terkenal sekali dengan sihirnya. Sementara di negara Saudi hukuman untuk yang melakukan sihir sangat berat sekali. Jadi kalaupun ada TKW yang tidak pernah menyantet majikannya, tetep aja kadang-kadang jadi kena getahnya. Cerita ini bukan omong kosong belaka. Saya punya banyak rekan kerja orang Saudi. Hampir semua pembantu mereka pasti orang Indonesia. Pernah ada keluarga pamannya teman sekantor saya yang menjebloskan pembantunya yang orang Indonesia ke penjara, karena ketahuan TKW itu memasukkan air kencing ke dalam minuman majikan laki-lakinya. Bodohnya TKW tersebut, dia memasukkan air kencingnya ke dalam air putih, bukan ke dalam air teh/kopi. Terang saja majikannya itu curiga, kenapa air minumnya berwarna kekuning-kuningan. Karena disangka majikannya air itu mengandung racun, akhirnya air itu dibawa ke laboratorium. Hasilnya ketahuan, kalau air putih itu mengandung air kencing. Setelah di interogasi, TKW itu mengaku kalau dia memang sengaja memasukkan air kencing kedalam minuman majikannya, supaya majikannya tunduk atau menyayangi TKW itu. Bahkan katanya lagi dia pernah memasukkan darah menstruasi dia ke dalam masakan-masakan untuk disantap majikannya.
Menurut keterangannya, dia tidak sendirian melakukan hal-hal menjijikan tersebut, tapi hampir sebagian TKW yg datang ke Saudi melakukan hal seperti itu, karena mendengar cerita dari senior-seniornya yang eks Saudi selama di penampungan di Jakarta. Terus mempraktekannya. Akhirnya ketahuan dan dijebloskan ke penjara. Teman saya yang orang Saudi itu, sampai khusus datang kepada saya dan bertanya, kenapa banyak TKW yang melakukan perbuatan seperti itu..?? Bukankah dalam Islam itu merupakan dosa besar..?? Dan TKW-TKW itu beragama Islam..?? Saya sendiri bingung harus menjawab apa..?? Kenapa para TKW itu berbuat hal-hal menjijikan seperti itu, saya sendiri tidak tahu..?? Karena saya kan bukan TKW…. hahahahahahaha… Karena cerita itu berkembang dari mulut ke mulut, akhirnya saya dengar, banyak rekan-rekan orang Saudi yang punya pembantu orang Indonesia memulangkan pembantunya. Alasannya, mereka takut makanan mereka dicampur oleh air kencing atau dicampur darah menstruasi. Dan sekarang ini banyak orang Saudi yang mengambil pembantu dari Vietnam.
Pernah saya mendapat pertanyaan konyol dari seorang Saudi, “Di Indonesia ada listrik gak…?? Ada telpon gak..?? Ada Mac Donald gak…??” Saya jawab saja: ”Tidak ada….!!! Kami orang Indonesia masih hidup di gua-gua…!!” hahahahahahaha.. Ternyata orang itu punya alasan sendiri, kenapa mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Karena dia punya pembantu dari Indonesia yang tidak tahu caranya menggunakan setrika, mesin cuci atau alat-alat lainnya yang menggunakan listrik.. Mereka membandingkan dengan keadaan di sini. Semiskin-miskinnya orang Saudi, semua alat-alat rumah tangganya kan sudah modern dan menggunakan listrik. Dassarrrr… katro…!! Hahahahaha…
Sekitar 3 tahun yang lalu, ketika saya berkunjung ke rumah mertua di luar kota Riyadh. Saya diperkenalkan dengan pembantunya tetangga dari mertua saya. Sebut saja namanya Yuyun. Baru kenal saya satu hari, Yuyun sudah menceritakan kalau dia punya pacar orang Yaman yang berjanji akan menikahinya kalau Yuyun pulang cuti nanti (kebetulan, Yuyun janda dengan anak dua). Yuyun menceritakan betapa baik si Yaman pacarnya itu. Suka memberinya Indomie, pulsa, dan uang jajan. Oia, Yuyun juga menceritakan kalau si Yaman itu suka masuk diam-diam ke kamar Yuyun, kalau majikan-majikannya sudah tidur (majikan Yuyun cuma berdua, sepasang suami isteri yang sudah tua). Wahhhh…. ternyata si Yuyun ini nekat juga. Ngapain aja hayohh…?? Kalau sudah berduaan di dalam kamar..?? Tidak mungkin kan cuma
maen pasir… hehehehehe. Saya sudah wanti-wanti sama si Yuyun, supaya tidak melakukan hal-hal bodoh seperti itu. Di Saudi ini kan yang namanya pacaran tidak diperbolehkan. Kalau ketahuan bisa dihukum karena ada aturannya. Ternyata Yuyun mungkin sudah tak tahan juga. Setiap hari memasukkan si Yaman, lama-lama masuk angin… Ketika kandungannya menginjak 4 bulan, si Yamani kabur entah kemana.
Tinggallah Yuyun dengan perut buncitnya. Untung majikan Yuyun baik hati. Yuyun cepat-cepat dipulangkan ke Indonesia. Karena kalau sampai melahirkan di sini tanpa ada surat nikah resmi, Yuyun bersama bayinya bisa dijebloskan ke penjara. Selamatlah Yuyun dari hukuman cambuk karena kebaikan hati majikannya. Itu kalau pas kebetulan majikannya baik hati, pembantunya hamil cepat-cepat dipulangkan untuk menyelamatkan pembantunya. Coba kalau majikannya yang tidak mau mengerti. Mengetahui perut pembantunya yang tiba-tiba melendung tanpa ketahuan tukang pompanya, boro-boro dipulangkan, malah kalau gak diserahkan ke kantor polisi, bisa-bisa malah langsung dibuang di kolong jembatan layang. Dan waktu pulang ke Indonesia dengan membawa orok, untuk menutup malu biasanya para TKW itu akan mengarang cerita kalau oroknya itu hasil diperkosa atau hasil dipaksa.. Padahal setelah beberapa lama kemudian, TKW itu akan kembali daftar ke PJTKI untuk kembali bekerja sebagai TKW di Saudi Arabia. Itulah sebabnya, walaupun Saudi Arabia banyak dicaci maki di Indonesia oleh orang-orang yang tidak tahu kejadian sebenarnya, tapi tetap saja PJTKI selalu kebanjiran calon-calon TKW untuk minta diberangkatkan ke Saudi Arabia. Kalau teman-teman tidak percaya, coba temen-temen cek dan ricek ke PJTKI-PJTKI di Jakarta.
Teman-teman akan mengetahui.. ada berapa ribu TKW-TKW yang sedang menunggu mendapatkan visa untuk bekerja di Saudi Arabia. Dan saya yakin sekali kalau di Saudi Arabia, banyak sekali para TKW yang semodel dengan si Yuyun.. Pemerintah Saudi bukan tidak berusaha menekan serbuan datangnya para TKW ilegal. Khususnya yang datang dari Indonesia. Mulai dari 2 tahun yang lalu. Semua warga asing yang tinggal di Saudi Arabia, harus disidik jari lagi, diphoto lagi di imigrasi untuk disimpan di database mereka. Konon katanya untuk mencegah masuknya kembali TKW ilegal yang pernah dideportasi ke luar dari Saudi Arabia. Jadi para tenaga kerja asing yang pernah bermasalah di Saudi Arabia, tidak akan bisa mudah masuk begitu saja, walaupun mereka sudah mengganti paspor bahkan mengganti namanya.
Saya masih ingat pesan si mbak Sumi, bekas pembantu saya dulu, ”Ibu, kalau nanti saya sudah pulang, dan ibu mau mengambil TKW dari Jakarta lagi. Ibu harushati-hati. Jangan mengambil TKW yang asalnya dari T, P, B, L, S, C, M… karena banyak TKW-TKW dari sana yang jahat-jahat. Saya kasihan sama ibu kalau ibu mendapatkan TKW yang jahat. Karena ibu orangnya baik … (hehehehe saya disebut baik, padahal saya bawel sekali.. hahahaha ). Saya kasihan sama si putri kalau diasuh oleh TKW yang tidak baik. Kalau saja saya tidak akan menikah lagi, saya mau selamanya bekerja di rumah ibu. Ibu harus tahu, tidak semua TKW itu datang ke sini karena mereka mau menjadi TKW. Banyak lokalisasi pelacuran di Jawa Tengah dan di Jawa Timur yang di gerebek polisi, terus para bekas PSK-PSK itu larinya ke PT, melamar untuk menjadi TKW. Dan kebanyakan mereka milihnya menjadi TKW di Saudi Arabia. Ya … ibu bisa bayangkan, mereka tidak akan menjadi TKW yang baik karena menjadi pembantu itu susah, paling-paling begitu sampai di sini juga para bekas PSK itu akan kembali menjual diri. Jadi ibu harus hati-hati ya bu….!!” Itu pesan si mbak Sumi tercinta (hallo… mbak Sumi sayang…?? Sehatkah mbak…??).
Akhir bulan Mei kemarin, ketika saya sedang di ruang tunggu seorang dokter mengantar kakak saya yang sakit. Kebetulan bertemu dengan seorang TKW yang juga sedang mengantar majikannya berobat. Saya perhatikan majikannya, seorang perempuan Saudi yang sudah tua. Si majikan itu minta diambilkan air minum dari tas yang dibawa TKW itu. Saya mendengar jelas TKW itu ngomel-ngomel terus dalam bahasa Indonesia. ”Dasar babi, tadi ditawarin tidak mau, sekarang minta …!!” Saya yang mendengar omelan TKW itu, jadi gatal juga. ”Emang di mana ada babi mbak..??!!” Si TKW itu tampak terkejut melihat saya. ”Eh… ibu orang Indonesia..?!” tanyanya.. sambil lalu. Saya sedikit menasehati TKW tersebut untuk sekedar menjaga bahasanya. Ngomel sih ngomel, tapi masa babi sampai dibawa-bawa…. hahahaha. Kalau majikannya ngerti itu kata babi. Saya yakin tuh TKW sudah ditendang 10 kilometer oleh majikannya… hahahahaha…
Sekelumit kisah2 di atas itu murni berdasarkan pengalaman saya pribadi. Dengan tidak bermaksud mengambil kesimpulan bahwa para TKW/PRT dari Indonesia itu semuanya jahat-jahat. Orang-orang jahat itu ada di mana-mana. Tidak di Saudi Arabia, tidak di Indonesia, tidak di Amerika, tidak di Eropa, tidak di Afrika. Di semua tempat di belahan dunia ini, orang-orang jahat itu ada. Dan orang-orang yang baik pun ada. Tidak semua majikan-majikan orang-orang Saudi (khususnya) itu jahat. Yang baiknya juga banyak sekali (makanya banyak sekali para TKW yang betah bertahun-tahun kerja di Saudi Arabia). Majikan yang jahat pun banyak, itu bisa kita lihat dari banyaknya TKW-TKW yang pulang ke Indonesia dengan keadaan babak belur. Bahkan seringkali pulang hanya tinggal nama saja. Para TKW itu juga tidak semuanya orang-orang baik dan jujur. Banyak sekali mereka yang jahat yang penuh tipu muslihat. Makanya sering diberitakan di koran-koran lokal di sini, kejahatan-kejahatan yang pelakunya TKW/tenaga kerja Indonesia. Baik dan buruknya pengalaman seseorang, tidak menjadi tolok ukur baik dan buruknya satu bangsa/ras tertentu.
Marilah kita sama-sama dewasa dalam menyikapi permasalahan masalah para TKW ini (khususnya para TKW di Saudi Arabia), yang kadang-kadang tampaknya seringkali di dramatisir oleh pihak-pihak tertentu (khususnya orang-orang yang tidak suka dengan Islam/tidak suka bangsa Arab). Kalau kita mau jujur, negara kita punya andil besar dalam semua permasalahan TKW-TKW yang bermasalah ini. Negara Indonesia yang konon katanya dulu, gemah ripah loh jinawi, ternyata sampai sekarang tidak bisa menyejahterakan rakyatnya.
UUD 45 pasal 34 ayat 1, ”Fakir miskin dan anak anak terlantar dipelihara oleh negara,“ hanyalah kata-kata keramat yang tertera di atas kertas belaka. Pada kenyataannya para penguasa-penguasa di negara kita sampai saat ini belum ada
yang berpihak kepada rakyat miskin. Selama angka kemiskinan dan angka pengangguran semakin meningkat, selama itu pula keberadaan para TKW yang tidak berpendidikan pun tidak akan punah, malah akan semakin banyak dan meningkat. Dan selama itu pula, kita pun akan selalu mendapat suguhan berita, tentang nasib-nasib para TKW yang memilukan. Dan itu merupakan pekerjaan rumah untuk para pejabat penguasa negara Indonesia. Cq terutama bapak menteri tenaga kerja yang sejak tahun jebot sampai tahun 2010 mau segera berakhirpun, belum ada tanda-tanda kapan Pekerjaan Rumah yang satu ini akan segera bisa diselesaikan dengan baik. Cag dulu ahhhhhhh…..!!
Ditulis oleh: Nining
»»   Selengkapnya...

Imparsial: Pemerintah Gagal Tangani Konflik Agraria

Imparsial: Pemerintah Gagal Tangani Konflik Agraria



Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
Imparsial: Pemerintah Gagal Tangani Konflik Agraria
Petugas keamanan saat pembubaran unjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, NTB, pada Sabtu (24/12/2011)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang HAM, Imparsial menilai pemerintah gagal menjalankan Undang-Undang Agraria. Akibat, kekerasan dalam sektor agraria seperti di Mesuji dan Bima akan terus berlangsung sepanjang pembaharuan agraria dan reformasi agraria (landreform) yang menjadi mandat TAP MPR No 9 tahun 2001 tidak dijalankan pemerintah.
"Jika didata dari berbagai sumber, hingga tahun ini jumlah konflik agraria sudah berjumlah ratusan dan bahkan ribuan," kata Direktur Program Imparsial Al-Araf, di kantor Imparsial, Rabu (28/12/2011).
Al-Araf juga menyatakan bahwa kekerasan hanyalah hilir, dan hulu yang ada di negara yang gagal melakukan pembaharuan agraria, kepentingan elit politik, dan pengusaha atas sektor tambang atau perkebunan dan lainnya
"Kekerasan oleh aparat hanyalah akibat dari carut-marut negara dalam menata sektor agraria beserta kepentingannya," kata Al Araf.
Selain itu, menurut Al Araf, Presiden juga bertanggung jawab karena tidak menjalankan reformasi agraria sesuai mandat TAP MPR.
"Akar masalahnya ada di kementerian kehutanan, pertambangan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pemda itu sendiri serta presiden yang tidak menjalankan reformasi agraria sesuai mandat TAP MPR," ujarnya.

Penulis: Wahyu Aji  |  Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
»»   Selengkapnya...

Selasa, 27 Desember 2011

Gories Mere Disebut Ada di Balik Proyek Rp 526 Miliar

Posted by KabarNet pada 26/11/2011
 Terdakwa kasus korupsi pengadaan solar home system, Ridwan Sanjaya tak hanya menyebut nama anggota DPR RI, Sutan Bhatoegana. Dia juga menyebut nama Andri, Gories Mere, dan Wisnu Subroto.
TNO-jakarta. ANDRI disebut-sebut meminta agar Ridwan Sanjaya memenangkan perusahaan miliknya sebagai kontraktor proyek di salah satu provinsi. “Iya, katanya begitu. Tapi provinsi mana (yang ditunjuk), saya lupa,” kata Sofyan Kasim, kuasa hukum dari Ridwan Sanjaya, seusai sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI.
Sofyan mengaku tak mengetahui detail proses masuknya Andri ke dalam proyek senilai Rp 526 miliar itu. “Saya hanya tahunya dia (Andri) suka datang, marah-marah ke kantor (ESDM). Yang ditemui Pak Ridwan dan Panitia (Pengadaan). Makanya Pak Ridwan dan Panitia tertekan semua,” katanya.
Andri, menurut Sofyan, merupakan kemenakan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Proyek pengadaan solar home system diadakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2009.
Jaksa penuntut umum KMS Roni dalam dakwaannya menyebut DPR ‘bermain mata’ dengan Ridwan yang saat itu menjadi Pejabat Pembuat Komitmen. Ridwan pada Mei 2009 kemudian menyampaikan arahan kepada Panitia Pengadaan agar memenangkan sejumlah perusahaan titipan DPR, Kejaksaan, dan Kepolisian.
Selain Andri, Sofyan berupaya menyeret nama tokoh lain, yakni Sutan Bhatoegana, Gories Mere, dan Wisnu Subroto. Saat perkara terjadi, Sutan yang politikus Partai Demokrat adalah anggota Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat. Sedangkan Gories Mere adalah Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional.
Sofyan sempat mengaku lupa saat ditanya siapa pejabat Kejaksaan yang menitipkan perusahaan di proyek ini. Namun ia kemudian menyebut nama Wisnu Subroto, bekas Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung. “Iya, Wisnu yang dari Kejaksaan,” ucapnya.
Ridwan Sanjaya diancam hukuman maksimal 20 tahun kurungan karena terlibat kasus ini. Jaksa dalam dakwaannya menyebut Ridwan bersama Jacob Purwono mengarahkan Panitia Pengadaan barang untuk memenangkan rekanan tertentu dengan cara mengubah hasil evaluasi teknik dalam pelaksanaan pengadaan dan pemasangan SHS.
Namun sampai berita ini diturunkan, kecuali Sutan Bhatoegana, baik Andri, Gories Mere, maupun Wisnu Subroto belum mengkonfirmasi terkait keterlibatan mereka seperti yang disebutkan terdakwa.
Pada bagian lai, Wakil Jaksa Agung Darmono menegaskan akan mengecek keterlibatan mantan Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Wisnu Subroto. “Tentu kita akan cek ucapan yang mengatakan ada keterlibatan Pak Wisnu Subroto ini. Yang pasti saya belum menerima laporan tertulisnya,” kata Darmono.
Darmono menambahkan institusinya tidak akan memberikan perlakuan khusus apapun kepada sesama mantan rekan kerjanya itu. Ditegaskan bahwa Korps Adhyaksa akan menyerahkan seluruhnya ke ranah hukum yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani kasus ini. “Tentu, semua akan kita serahkan ke ranah hukum. Kita akan bertindak sesuai aturan hukum yang ada,” tambahnya.
Lebih lanjut, mengomentari adanya timbal balik antara Wisnu Subroto dengan mantan atasan terdakwa Ridwan Sanjaya yakni mantan Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi, Jacob Purnomo yang dikatakan pernah tersangkut perkara di Kejaksaan dan telah dihentikan (SP3) pada tahun 2009, Darmono mengaku akan mengecek dulu kasus tersebut. “Kita akan cek dulu apakah benar kasus tersebut memang pernah di SP3 di kejaksaan. Ini kan baru ucapan dari penasihat hukumnya, belum tentu sepenuhnya benar,” ujar Darmono. MONITOR

Sumber : KabarNet
»»   Selengkapnya...

Reuni SMP Kristen Gandangbatu Lahirkan Kepedulia

TNO-GANDASIL, Alumni SMP Kristen Gandangbatu Kecamatan Sillanan menggelar pertemuan akbar. Bertemunya para alumni yang kebanyakan datang dari angkatan lama diramu dalam sebuah reuni bertajuk'Sikamali Sola Siangkaran, Selasa (27/12/2011) di Gandangbatu. Sekira 200 Alumni yang datang dari berbagai wilayah diantaranya Jakarta, Kalimantan, Irian, Soroako berkumpul untuk mendorong peningkatan kualitas sekolah itu.
Kepala Sekolah (Kasek) SMP Kristen Gandangbatu Kalvin Inggu kepada kabar-toraja.com, mengungkapkan reuni yang digelar selama tiga hari, 26-28 Desember mendatang ditujukan untuk mendorong peran alumni berepran serta tingkatkan pendidikan di sekolah ini.
"Reuni ditujukan untuk mendorong keprihatinan para alumni untuk membantu tingkatkan kualitas sekolah ini," terang Kasek.
Selain itu, imbuh dia, setelah melakukan pertemuan, langkah selanjutnya adalah pembentukan struktur untuk merealisasikan kepedulian para alumni, kata kalvin Inggu yang telah menjadi Kasek selama 11 tahun.
Kalvin pun menceritakan para alumni telah bersepakat untuk membantu merenovasi gedung laboratorium sekolah, yang sudah tidak memenuhi syarat untuk digelarnya praktikum oleh siswa.
Ikut hadir anggota tim jejaring daerah Kementerian Riset dan TeknologiOphir Sumule DEA, Ir Konsultan teknik Ir Julianus Pallai MT, Mantan Kepala Balai Pertanian Sukabumi Ir Frederik Lantang serta Kepala Sekolah Perikanan di kabupaten Bone Ir Jip Regan, kesemuanya adalah alumnus SMP Kristen Gandangbatu.
Menurut rencana besok, 28 Desember hari terakhir Reuni akan dirangkai dengan peringatan natal bersama SMP Kristen Gandangbatu.

Sumber : kabartoraja.com
»»   Selengkapnya...

72 WNI Terancam Dideportasi


PDF Print
Tuesday, 27 December 2011 
WASHINGTON- Puluhan warga negara Indonesia (WNI) di negara bagian New Jersey dan New York, Amerika Serikat (AS) terancam dideportasi setelah masa tinggal mereka dicabut Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).


sekitar 72 imigran Indonesia yang telah habis masa tinggalnya menerima surat pemberitahuan untuk segera melapor ke kantor ICE, lembaga di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri di Newark,New Jersey.Sebagian besar dari mereka sudah menduga bahwa dideportasi pulang ke Indonesia adalah skenario paling buruk.

Sumber SINDO di New Jersey mengatakan, dua tahun lalu imigran Indonesia ini mendapat perlindungan dan bantuan dari Pendeta Seth Kaper- Dale yang berhasil melakukan negosiasi dengan pihak imigrasi agar mereka tidak dipulangkan ke Indonesia dengan alasan persekusi agama. Sebagian besar WNI ini masuk ke AS antara 1997-2002 dan izin tinggal mereka ini secara bertahap mulai dicabut dengan konsekuensi deportasi.

“Permintaan suaka tersebut harus sudah diajukan dalam waktu satu tahun setelah masuk ke negara ini.Tapi sebagian besar warga kita baru mengajukannya pada 2006 setelah terjadi operasi penangkapan besarbesaran warga Indonesia di sebuah apartemen di New Jersey. Jadi kami semua memang terlambat mengajukan proses ini,” ujar sumber tersebut.

Menurut dia, izin tinggal sementara 72 WNI ini telah habis sejak 9 Desember lalu dan mereka telah menerima surat perintah deportasi.“Jika memang kita semua akan dideportasi,itu berarti ada sekitar 120-180 orang Indonesia yang harus dipulangkan, termasuk istri dan anak-anak kita,”lanjut dia.

Saat ini berbagai upaya dilancarkan Pendeta Kaper-Dale dan para pengacara imigrasi untuk membantu para WNI gelap ini menunda kepulangan mereka ke Indonesia.Pendeta Dale-Karper dikabarkan telah melayangkan surat ke pengadilan imigrasi untuk meminta banding atas kasus ini. Lobilobi juga telah dilakukan kepada para anggota Kongres negara bagian setempat.

Mereka juga berharap bahwa para anggota Kongres AS dari New Jersey dan New York akan membantu mereka melalui rancangan undang-undang di Kongres. Pekan lalu anggota Kongres Carolyn B Maloney dari New York dan Frank Pallone Jr dari New Jersey, keduanya Demokrat, merencanakan mengajukan RUU yang memberikan kesempatan kepada para WNI ini untuk tinggal lebih lama di AS.

Sebagai upaya bertahan para WNI bahkan telah melayangkan surat langsung kepada Presiden Barack Obama meminta keringanan dan pertimbangan kemanusiaan. Surat deportasi yang diterima para WNI ini, menurut para pengacara imigrasi, bertentangan dengan rencana pemerintahan Obama untuk memfokuskan operasi imigran ilegal pada mereka yang memiliki catatan kriminal dan narkoba, sementara tetap mempertahankan imigran yang patuh pada hukum dan undang-undang.

Menurut sumber SINDOtersebut, sebagian besar WNI ini memang tidak memiliki catatan kriminal bahkan terlibat aktif dalam kegiatan masyarakat setempat di kota Highland Park,New Jersey. Harian New York Times melaporkan, DepartemenKeamanan Dalam Negeri, Juni lalu mengumumkan suatu kebijakan yang mendorong para petugas imigrasi dan pengacara untuk menggunakan pertimbangan penggugatan saat memutuskan untuk melakukan deportasi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene menyatakan, para WNI tersebut memasuki AS dengan paspor, visa,dan segala keperluan lainnya dengan ketentuan masa izin tinggal dan batas waktu yang telah ditentukan.Setelah masa waktu tersebut habis, mereka semestinya mengikuti hukum yang berlaku di sana.

”Kita harus menghormati hukum imigrasi di AS.Seperti jika itu terjadi di Indonesia dan masa izin tinggal telah habis,harus diproses sesuai prosedur yang berlaku,” kataTene kemarin. weny juanita Laporan Koresponden SINDO IRAWAN NUGROHO Washington
»»   Selengkapnya...

Senin, 26 Desember 2011

Sejarah Tanah Luwu

Sejarah Tanah Luwu


Makam Datu Luwu (1900-1940)
Sejarah Tanah Luwu sudah berawal jauh sebelum masa pemerintahan Hindia Belanda bermula. Sebelumnya Luwu telah menjadi sebuah kerajaan yang mewilayahi Tana Toraja (Makale, Rantepao) Sulawesi Selatan, Kolaka (Sulawesi Tenggara) dan Poso (Sulawesi Tengah). Hal sejarah Luwu ini dikenal pula dengan nama Tanah Luwu yang dihubungkan dengan nama La Galigo dan Sawerigading.
Setelah Belanda menundukkan Luwu, mematahkan perlawanan Luwu pada pendaratan tentara Belanda yang ditantang oleh hulubalang Kerajaan Luwu Andi Tadda bersama dengan laskarnya di Ponjalae pantai Palopo pada tahun 1905. Belanda selanjutnya mebangun sarana dan prasarana untuk memenuhi keperluan pemerintah penjajah diseluruh wilayah kerajaan Luwu mulai dari Selatan, Pitumpanua ke utara Poso, dan dari Tenggara Kolaka (Mengkongga) ke Barat Tana Toraja. Pada Pemerintahan Hindia Belanda, sistem pemerintahan di Luwu dibagi atas dua tingkatan pemerintahan, yaitu:
  • Pemerintahan tingkat tinggi dipegang langsung oleh Pihak Belanda.
  • Pemerintahan tingkat rendah dipegang oleh Pihak Swapraja.
Dengan terjadinya sistem pemerintahan dualisme dalam tata pemerintahan di Luwu pada masa itu, pemerintahan tingkat tinggi dipegang oleh Hindia Belanda, dan yang tingkat rendah dipegang oleh Swapraja tetapi tetap masih diatur oleh Belanda, namun secara de jure Pemerintahan Swapraja tetap ada. Menyusul setelah Belanda berkuasa penuh di Luwu, maka wilayah Kerajaan Luwu mulai diperkecil, dan dipecah sesuai dengan kehendak dan kepentingan Belanda, yaitu:
  • Poso (yang masuk Sulawesi Tengah sekarang) yang semula termasuk daerah Kerajaan Luwu dipisahkan, dan dibentuk satu Afdeling.
  • Distrik Pitumpanua (sekarang Kecamatan Pitumpanua dan Keera) dipisah dan dimasukkan kedalam wilayah kekuasaan Wajo.
  • Kemudian dibentuk satu afdeling di Luwu yang dikepalai oleh seorang Asisten Residen yang berkedudukan di Palopo.
Selanjutnya Afdeling Luwu dibagi menjadi 5 (lima) Onder Afdeling, yaitu:
  • Onder Afdeling Palopo, dengan ibukotanya Palopo.
  • Onder Afdeling Makale, dengan ibukotanya Makale.
  • Onder Afdeling Masamba, dengan ibukotanya Masamba.
  • Onder Afdeling Malili, dengan ibukotanya Malili.
  • Onder Afdeling Mekongga, dengan ibukotanya Kolaka.
Selanjutnya pada masa pendudukan tentara Dai Nippon, Pemerintah Jepang tidak mengubah sistem pemerintahan, yang diterapkan tentara Dai Noppon pada masa berkuasa di Luwu (Tahun 1942), pada prinsipnya hanya meneruskan sistem pemerintahan yang telah diterapkan oleh Belanda, hanya digantikan oleh pembesar-pembesar Jepang. Kedudukan Datu Luwu dalam sistem pemerintahan Sipil, sedangkan pemerintahan Militer dipegang oleh Pihak Jepang. Dalam menjalankan Pemerintahan Sipil, Datu Luwu diberi kebebasan, namun tetap diawasi secara ketat oleh pemerintahan Militer Jepang yang sewaktu-waktu siap menghukum pejabat sipil yang tidak menjalankan kehendak Jepang, dan yang menjadi pemerintahan sipil atau Datu Luwu pada masa itu ialah " Andi Kambo Opu Tenrisompa" kemudian diganti oleh putranya "Andi Patiware" yang kemuadian bergelar "Andi Jemma".
Pada bulan April 1950 Andi Jemma dikukuhkan kembali kedudukannya sebagai Datu/Pajung Luwu dengan wilayah seperti sediakala. Afdeling Luwu meliputi lima onder Afdeling Palopo, Masamba, Malili, Tana Toraja atau Makale, Rantepao dan Kolaka. Tahun 1953 Andi Jemma Datu Luwu diangkat menjadi Penasehat Gubernur Sulawesi, waktu itu Sudiro. Ketika Luwu dijadikan Pemerintahan Swapraja, Andi Jemma diangkat sebagai Kepala Swapraja Luwu, pada tahun 1957 hingga 1960.
Atas jasa-jasa beliau terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia, Andi Jemma telah dianugerahi Bintang Gerilya tertanggal 10 November 1958, Nomor 36.822 yang ditandatangani Presiden Soekarno. Pada masa periode kepemimpinan Andi Jemma sebagai Raja atau Datu Luwu terakhir, sekaligus menandai berakhirnya sistem pemerintahan Swatantra (Desentralisasi). Belasan tanda jasa kenegaraan Tingkat Nasional telah diberikan kepada Andi Jemma sebelum beliau wafat tanggal 23 Februari 1965 di Kota Makassar. Presiden Soekarno memerintahkan agar Datu Luwu dimakamkan secara kenegaraan di ‘Taman Makam Pahlawan’ Panaikang Makassar, yang dipimpin langsung oleh Panglima Kodam Hasanuddin.
Selanjutnya pada masa setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, secara otomatis Kerajaan Luwu berintegrasi masuk kedalam Negara Republik Indonesia. Hal itu ditandai dengan adanya pernyataan Raja Luwu pada masa itu Andi Jemma yang antara lain menyatakan "Kerajaan Luwu adalah bagian dari Wilayah Kesatuan Republik Indonesia".
Pemerintah Pusat mengeluarkan Peraturan Pemerintah No.34/1952 tentang Pembubaran Daerah Sulawesi Selatan bentukan Belanda/Jepang termasuk Daerah yang berstatus Kerajaan. Peraturan Pemerintah No.56/1951 tentang Pembentukan Gabungan Sulawesi Selatan. Dengan demikian daerah gabungan tersebut dibubarkan dan wilayahnya dibagi menjadi 7 tujuh daerah swatantra. Satu di antaranya adalah daerah Swatantra Luwu yang mewilayahi seluruh daerah Luwu dan Tana Toraja dengan pusat Pemerintahan berada di Kota Palopo.
Berselang beberapa tahun kemudian, Pemerintah Pusat menetapkan beberapa Undang-Undang Darurat, antara lain:
  • Undang-Undang Darurat No.2/1957 tentang Pembubaran Daerah Makassar, Jeneponto dan Takalar.
  • Undang-Undang Darurat No. 3/1957 tentang Pembubaran Daerah Luwu dan Pembentukan Bone, Wajo dan Soppeng. Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Darurat No. 4/1957, maka Daerah Luwu menjadi daerah Swatantra dan terpisah dengan Tana Toraja.
Daerah Swatantra Luwu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Darurat No.3/1957 adalah meliputi:
  • Kewedanaan Palopo
  • Kewedanaan Masamba dan
  • Kewedanaan Malili
Kemudian pada tanggal 1 Maret 1960 ditetapkan PP Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pembentukan Propinsi Administratif Sulawesi Selatan mempunyai 23 Daerah Tingkat II, salah satu diantaranya adalah Daerah Tingkat II Luwu.
Untuk menciptakan keseragaman dan efisiensi struktur Pemerintahan Daerah, maka berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara No.1100/1961, dibentuk 16 Distrik di Daerah Tingkat II Luwu, yaitu:
  • Wara
  • Larompong
  • Suli
  • Bajo
  • Bupon
  • Bastem
  • Walenrang(Batusitanduk)
  • Limbong
  • Sabbang
  • Malangke
  • Masamba
  • Bone-Bone
  • Wotu
  • Mangkutana
  • Malili
  • Nuha
Dengan 143 Desa gaya baru. Empat bulan kemudian, terbit SK Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara No.2067/1961 tanggal 18 Desember 1961 tentang Perubahan Status Distrik di Sulawesi Selatan termasuk di Daerah Tingkat II Luwu menjadi Kecamatan. Dengan berpedoman pula pada SK tersebut, maka status Distrik di Daerah Tingkat II Luwu berubah menjadi kecamatan dan nama-nama kecamatannya tetap berpedoman pada SK Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Tenggara No. 1100/1961 tertanggal 16 Agustus 1961, dengan luas wilayah 25.149 km2.
Perkembangan dari segi Administratif Pemerintahan di Dati II Luwu, selain pemekaran kecamatan, desa dan kelurahan juga ditetapkannya Dati II Luwu sebagai salah satu Kota Administratif (KOTIP) berdasarkan SK Mendagri No.42/1986 tanggal 17 September 1986.
Dengan demikian secara Administratif Dati II Luwu terdiri dari satu Kota Administratip, tiga Pembantu Bupati, 21 Kecamatan Definitif, 13 Kecamatan Perwakilan, 408 Desa Definitif, 52 Desa Persiapan dan Kelurahan dengan luas wilayah berdasarkan data dari Subdit Tata Guna Tanah Direktorat Agraria Propinsi Sulawesi Selatan adalah 17.791,43 km2 dan dikuatkan dengan Surat Keputusan Gubernur KDH Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 124/III/1983 tanggal 9 Maret 1983 tentang penetapan luas propinsi, kabupaten/kotamadya dan kecamatan dalam wilayah propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan.
Luas Wilayah Propinsi Kabupaten/Kotamadya dan Kecamatan yang ada sekarang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan nyata dilapangan oleh karena telah terjadi penyempurnaan batas wilayah antar propinsi di Sulawesi Selatan, maka melalui kerjasama Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi Sul-Sel dan Topografi Kodam VII Wirabuana, Pemerintah Propinsi Tingkat I Sulawesi Selatan telah berhasil menyusun data tentang luas wilayah propinsi, kabupaten/ kotamadya dan kecamatan di daerah Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan dengan Surat Keputusan Gubernur KDH Tk.I Sul-Sel Nomor : SK.164/IV/1994 tanggal 4 April 1994. Total luas wilayah Kabupaten Luwu adalah 17.695,23 km2 dengan 21 kecamatan definitif dan 13 Kecamatan Pembantu.
Pada tahun 1999, saat awal bergulirnya Reformasi di seluruh wilayah Republik Indonesia, dimana telah dikeluarkannya UU No.22 Tahun 1999, tentang Pemerintahan di Daerah, dan mengubah mekanisme pemerintahan yang mengarah pada Otonomi Daerah.
Tepatnya pada tanggal 10 Februari 1999, oleh DPRD Kabupaten Luwu mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 03/Kpts/DPRD/II/1999, tentang Usul dan Persetujuan Pemekaran Wilayah Kabupaten Dati II Luwu yang dibagi menjadi dua Wilayah Kabupaten dan selanjutnya Gubernur KDH Tk.I Sul-Sel menindaklanjuti dengan Surat Keputusan No.136/776/OTODA tanggal 12 Februari 1999. Akhirnya pada tanggal 20 April 1999, terbentuklah Kabupaten Luwu Utara ditetapkan dengan UU Republik Indonesia No.13 Tahun 1999.
Pemekaran Wilayah Kabupaten Dati II Luwu terbagi atas:
  1. Kabupaten Dati II Luwu dengan batas Saluampak Kec. Lamasi dengan batas Kabupaten Wajo dan Kabupaten Tana Toraja, dari 16 kecamatan, yaitu:
    • Kecamatan Lamasi
    • Kecamatan Walenrang
    • Kecamatan Pembantu Telluwanua
    • Kecamatan Warautara
    • Kecamatan Wara
    • Kecamatan Pembantu Wara Selatan
    • Kecamatan Bua
    • Kecamatan Pembantu Ponrang
    • Kecamatan Bupon
    • Kecamatan Bastem
    • Kecamatan Pembantu Latimojong
    • Kecamatan Bajo
    • Kecamatan Belopa
    • Kecamatan Suli
    • Kecamatan Larompong
    • Kecamatan Pembantu Larompong Selatan
  2. Kabupaten Luwu Utara dengan batas Saluampak Kec. Sabbang sampai dengan batas Propinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara, terdiri dari 19 Kecamatan, yaitu:
    • Kecamatan Sabbang
    • Kecamatan Pembantu Baebunta
    • Kecamatan Limbong
    • Kecamatan Pembantu Seko
    • Kecamatan Malangke
    • Kecamatan Malangke Barat
    • Kecamatan Masamba
    • Kecamatan Pembantu Mappedeceng
    • Kecamatan Pembantu Rampi
    • Kecamatan Sukamaju
    • Kecamatan Bone-Bone
    • Kecamatan Pembantu Burau
    • Kecamatan Wotu
    • Kecamatan Pembantu Tomoni
    • Kecamatan Mangkutana
    • Kecamatan Pembantu Angkona
    • Kecamatan Malili
    • Kecamatan Nuha
    • Kecamatan Pembantu Towuti
  3. Kota Palopo adalah salah saatu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kota Palopo sebelumnya berstatus kota administratif yang berlaku sejak 1986 berubah menjadi kota otonom sesuai dengan UU Nomor 11 tahun 2002 tanggal 10 April 2002. Kota ini memiliki luass wilayah 155,19 Km2 dan berpenduduk sejumlah 120.748 jiwa dan dengan jumlah Kecamatan:
    • Kecamatan Wara
    • Kecamatan Wara Utara
    • Kecamatan Wara Selatan
    • Kecamatan Telluwanua
    • Kecamatan Wara Timur
    • Kecamatan Wara Barat
    • Kecamatan Mungkajang
    • Kecamatan Bara
    • Kecamatan Sendana
  4. Kabupaten Luwu Timur adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kabupaten ini berasal dari pemekaran Kabupaten Luwu Utara yang disahkan dengan UU Nomor 7 Tahun 2003 pada tanggal 25 Februari 2003. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 6.944,98 km2, dengan Kecamatan masing-masing:
    • Kecamatan Angkona
    • Kecamatan Burau
    • Kecamatan Malili
    • Kecamatan Mangkutana
    • Kecamatan Nuha
    • Kecamatan Sorowako
    • Kecamatan Tomoni
    • Kecamatan Tomoni Utara
    • Kecamatan Towuti
    • Kecamatan Wotu
Setelah pembagian Wilayah Kabupaten Luwu dari dua Kabupaten menjadi tiga Kabupaten dan satu Kota, maka secara otomatis luas Wilayah Kabupaten ini berkurang dengan Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur dan Kota Palopo berdasarkan batas yang telah ditetapkan, yaitu:
  • Luas Wilayah Kabupaten Luwu adalah 3.092,58 km2
  • Luas Wilayah Kabupaten Luwu Utara adalah 7.502,48 km2
  • Luas Wilayah Kota Palopo menjadi 155.19 km2.
  • Luas Wilayah Kabupaten Luwu Timur menjadi 6.944,98 km2.
Sumber : wikipedia
»»   Selengkapnya...

Situs Makam Leppangeng Kabupaten Pinrang

Situs Makam Leppangeng Kabupaten Pinrang
Oleh : Dra. Hj. Muhaeminah dan Tim

Makam Makkaraka  di Leppangeng jalan poros dari Mandar ke Pare-pare dengan koordinat LS 03⁰ 42' 50,6", BT 119⁰ 37' 49,7". Makam kuna ini terletak di atas areal bekas masjid kuna kini masih Nampak pondasi bekas masjidnya. Arung Leppangeng  diungkapkan oleh penduduk setempat, berdasarkan lontara kuna Lamakkaraka menjelaskan bahwa :  Arung Leppangeng adalah sebagai berikut ; 1.     MatinroE Ri Masigina
2.     Datu Burru'
3.     Makkaraka
4.     Pammassangi
5.     Tanri Lewang
6.     Senrangeng
7.     Petta Cambo
8.     Puang Milu
9.     Andi Baso Ibrahim Bau Massepe
Masih banyak makam di sekitar makam kuna namun tidak diketahui nama almarhum serta asal keberadaannya. Makam arung Lamakkaraka telah dibangun dan dipasangi keramik dan diberi nama sangat jelas, bangunan makan kuna tersebut tidak sesuai bentuk aslinya.
»»   Selengkapnya...

Situs Istana Raja Kedatuan Sawitto Kabupaten Pinrang

Situs Istana Raja Kedatuan Sawitto Kabupaten Pinrang
Oleh : Dra. Hj. Muhaeminah dan Tim

Istana Raja Kerajaan Sawitto terletak di poros jalan Pinrang -Rappang atau terletak kurang lebih 2 km ke arah timur dari pusat ibukota Pinrang dengan koordinat LS 03⁰ 47' 28'3", BT 119⁰ 39' 16,2". Penanda masa lalu yang masih tersisa di situs ini berupa sebuah rumah batu permanen yang bergaya arsitektur kuno (lihat foto). Menurut keterangan salah seorang kerabat raja Sawitto (A. Sawerigading) bahwa sebelum istana dari bahan batuan ini dibangun, sebelumnya adalah istana dari bahan kayu. Khusus untuk istana dari batu tersebut katanya dibangun pada masa pemerintahan Kolonial. Selanjutnya menurut penuturan bapak A. Sawerigading bahwa seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan, politik, social, ekonomi dan keagaan dikendalikan dari pusat istana tersebut. Datu terakhir Sawitto Andi Rukiah atau dikenal Addituang atau datu yang dikirim dari pusat kerajaan besar (Bone), beliau adalah istri dari Andi Makkulau (Bupati pertama Kabupaten Pinrang). Situs Istana terletak di kota Pinrang, jl.Bau Massepe poros  arah ke Rappang Kabupaten Sidrap.
Silsila Addatuang Sidenreng dan Addatuang terakhir Sawitto  , sumber dari Mess Daerah Kabupaten Sidrap. 
Addatuang Sidenreng  Towappo, kawin dengan  tungke Arung Barani, melahirkan anak Addatuang Sidenreng Lawawo, kemudian kawin dengan Ibubeng Karaeng Pabineang, melahirkan anak nama, Inomba Datu Pammana. Kawin dengan Muhammad Petta Cambange melahirka 5 anak, pertama Addatuang Sidenreng Panguriseng dengan Ibangki Arung Rappang, melahirkan 6 anak yaitu Addatuang Sidenreng Lasadang Potto dengan Andi Baeda (tertera fotonya di atas), ia melahirkan 6 anak adalah Andi Besse Bulo kawin dengan Andi Mappanyuki ia melahirkan anak 2 orang adalah Andi Abdullah Datu Massepe dan Andi Rukiah Addatuang terakhir Sawitto (Fotonya tertera di atas) kawin dengan Andi Makkulau Bupati pertama Kabupaten Pinrang.

Sumber: Balai Arkeologi Makassar
»»   Selengkapnya...
Situs Liang Datu Kabupaten Enrekang Sul-Sel
Oleh : Drs. Hasanuddin, M.Hum dan Tim

Situs Leang Datu secara administratif berada di Desa Palakka Kecamatan Maiwa. Desa ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat dengan melewati sebagian kecil  jalan aspal dan sebagian besar jalan pengerasan. Namun kondisi jalan yang masih rusak sehingga masih agak sulit untuk dijangkau. Secara astronomis situs ini terletak pada titik  S 03º338'04,6" dan E 119º 49'24,6" dengan ketinggian 442 m dpl. Jarak situs dari jalan pengerasan sekitar ±1 km. Untuk menuju ke situs berjalan kaki melewati perkebunan, sungai, hutan, lereng-lereng dan jurang yang terjal yang banyak ditumbuhi pohon coklat, pohon durian, pohon langsat, semak belukar dan pohon-pohon liar lainnya. Leang Datu merupakan gua  yang berfungsi sebagai tempat penguburan. Di depan gua merupakan jurang yang terjal yang ditumbuhi pohon-pohon liar dan semak belukar.  
Mulut gua menghadap tenggara dengan orientasi 130º yang ukuran lebarnya 132,2 m,  tinggi 340 cm dan kedalaman 23 m. Di langit-langit gua terlihat masih ada tetesan air dengan kondisi gua agak lembab. Di lantai gua terlihat banyak kotoran kalelawar.Terdapat 27 Duniyang ditemukan dalam gua. Sebagian besar Duni tersebut masih terisi tulang belulang manusia. Kayu Duni berasal dari kayu bitti dan cendana.
Berdasarkan tabel di atas, terdapat tiga bentuk Duniyang ditemukan di Leang Datu, yakni atap rumah, perahu, dan perahu ujung melingkar.Bentuk atap rumah terlihat menyerupai bentuk atap rumah adat suku toraja secara umum.Sedangkan bentuk perahu menyerupai perahu yang dasarnya berbentuk setengah oval, namun di bagian ujungnya masing-masing terlihat rata. Perahu ujung melingkar, hampir sama bentuknya dengan perahu. Namun di bagian ujung masing-masing berbentuk lingkaran.Menurut informasi salah satu masyarakat setempat, bahwa bentuk perahu ujung melingkar diperuntukkan untuk wadah penguburan perempuan.
Berdasarkan data tersebut di atas, terlihat bahwa persentase bentuk atap rumah 26%, dibandingkan dengan perahu hanya 7% dan perahu ujung melingkar hanya 4%. Sedangkan 63 % di antaranya tidak diketahui, yakni tanpa penutup 26% dan tidak teridentifikasi karena rusak 37 %.Pada bagian wadah, 63% di antaranya berbentuk balok, sedangkan yang tidak teridentifikasi karena rusak 37 %.Kondisi penutup duni48% yang telah rusak, sedangkan yang utuh hanya 19 %.Pada bagian wadah yang utuh hanya 33 %, sedangkan yang rusak 67 %.

Sumber : Balai  Arkeologi Makassar
»»   Selengkapnya...

Situs Liang Datu Kabupaten Enrekang Sul-Sel

Situs Liang Datu Kabupaten Enrekang Sul-Sel
Oleh : Drs. Hasanuddin, M.Hum dan Tim

Situs Leang Datu secara administratif berada di Desa Palakka Kecamatan Maiwa. Desa ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat dengan melewati sebagian kecil  jalan aspal dan sebagian besar jalan pengerasan. Namun kondisi jalan yang masih rusak sehingga masih agak sulit untuk dijangkau. Secara astronomis situs ini terletak pada titik  S 03º338'04,6" dan E 119º 49'24,6" dengan ketinggian 442 m dpl. Jarak situs dari jalan pengerasan sekitar ±1 km. Untuk menuju ke situs berjalan kaki melewati perkebunan, sungai, hutan, lereng-lereng dan jurang yang terjal yang banyak ditumbuhi pohon coklat, pohon durian, pohon langsat, semak belukar dan pohon-pohon liar lainnya. Leang Datu merupakan gua  yang berfungsi sebagai tempat penguburan. Di depan gua merupakan jurang yang terjal yang ditumbuhi pohon-pohon liar dan semak belukar.  
Mulut gua menghadap tenggara dengan orientasi 130º yang ukuran lebarnya 132,2 m,  tinggi 340 cm dan kedalaman 23 m. Di langit-langit gua terlihat masih ada tetesan air dengan kondisi gua agak lembab. Di lantai gua terlihat banyak kotoran kalelawar.Terdapat 27 Duniyang ditemukan dalam gua. Sebagian besar Duni tersebut masih terisi tulang belulang manusia. Kayu Duni berasal dari kayu bitti dan cendana.
Berdasarkan tabel di atas, terdapat tiga bentuk Duniyang ditemukan di Leang Datu, yakni atap rumah, perahu, dan perahu ujung melingkar.Bentuk atap rumah terlihat menyerupai bentuk atap rumah adat suku toraja secara umum.Sedangkan bentuk perahu menyerupai perahu yang dasarnya berbentuk setengah oval, namun di bagian ujungnya masing-masing terlihat rata. Perahu ujung melingkar, hampir sama bentuknya dengan perahu. Namun di bagian ujung masing-masing berbentuk lingkaran.Menurut informasi salah satu masyarakat setempat, bahwa bentuk perahu ujung melingkar diperuntukkan untuk wadah penguburan perempuan.
Berdasarkan data tersebut di atas, terlihat bahwa persentase bentuk atap rumah 26%, dibandingkan dengan perahu hanya 7% dan perahu ujung melingkar hanya 4%. Sedangkan 63 % di antaranya tidak diketahui, yakni tanpa penutup 26% dan tidak teridentifikasi karena rusak 37 %.Pada bagian wadah, 63% di antaranya berbentuk balok, sedangkan yang tidak teridentifikasi karena rusak 37 %.Kondisi penutup duni48% yang telah rusak, sedangkan yang utuh hanya 19 %.Pada bagian wadah yang utuh hanya 33 %, sedangkan yang rusak 67 %.

Sumber : Balai Arkeologi Makassar
»»   Selengkapnya...
Situs Lo'ko' Liang Kabupaten Enrekang Sul-Sel
Oleh : Drs. Hasanuddin, M.Hum dan Tim

Loko Liang secara administratif berada di Desa Lembang, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang.Untuk menuju ke Desa Lembang dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat, dengan kondisi jalan yang terjal melewati sebagian kecil jalan aspal dan sebagian besar jalan pengerasan.Namun kondisi jalan pengerasan masih rusak sehingga masih sulit untuk dijangkau.Jarak desa tersebut dari jalan poros Makassar Enrekang sekitar ± 9 km. Secara astronomis terletak pada titik S 03º33'55,5" dan E 119º 51'2,1" dengan ketinggian 471 m dpl. Jarak situs dari jalan pengerasan yakni ±100 m. Untuk menuju ke situs ini, melewati pemukiman dan perkebunan yang banyak ditumbuhi pohon jambu mente, coklat, jati dan bambu.SitusLo'ko Liang merupakan gua penguburan yang ditandai dengan terdapatnya rongga pada tebing batu.Kondisi daratan di pelataran gua agak bergelombang yang ditumbuhi banyak pohon jati dan semak belukar. Mulut gua tersebut menghadap selatan  yangorientasinya 180º.
Di depan mulut gua yang terlihat adalah perkebunan, lereng  dan pegunungan. Di sebelah timur yang terlihat adalah perkebunan, lereng dan pegunungan, sedangkan di sebelah barat gua yang terlihat adalah perkebunan dan pemukiman.Di langit-langit gua tidak terlihat adanya tetesan air.
Terdapat 2 ruang yang dipisahkan oleh dinding gua.Ruang pertama terlihat berbentuk huruf "Y" yang memiliki tembusan hingga ke sebelah utara gua. Kedalamannya hingga 17 m, lebar130 cm dan tinggi 2 m. Di ruang gua ini terdapat 1 duni dari bahan kayu bitti. Wadah duni tersebut telah rusak sehingga bentuknya sulit diidentifikasi. Panjang duni tersebut adalah 2 m dengan lebar 30 cm. Penutup duni pertama berbentuk menyerupai atap rumah yang memiliki panjang 260 cm, lebar 30 cm dan tinggi 28 cm. Tengkorak manusia yang tampak tidak utuh ditemukan berada di dekat mulut gua. 
Ruang kedua berada di sebelah timur ruang pertama yang tinggi lantainya dari pelataran gua adalah 1 m. Ruang ini memiliki ukuran lebar 150 cm, tinggi 2 m dan kedalaman 18 m.Di ujung ruang kedua terdapat tembusan yang menghubungkannya dengan ruang pertama, ditemukan 2 duni.Duni kedua berada di dekat mulut gua dengan kondisi mulai rapuh dan rusak.Wadahnyaberbentuk balok dengan ukuran panjang 190 cm, tinggi 15 cm dan lebar 30 cm. Di dalam duni tersebut terlihat sebaran fragmen tulang manusia. Wadahnya berbentuk menyerupai atap rumah dengan ukuran panjang 260 cm, tinggi 35 cm dan lebar 30 cm.
Duni ketiga berada di bagian dalam ruang gua dengan kondisi mulai rapuh dan rusak. Wadah duni ini berbentuk lesung dengan ukuran panjang 250 cm, lebar 28 cm dan tinggi 32 cm. Di dalamnya terlihat beberapa fragmen tulang manusia. Penutupnya berbentuk menyerupai atap rumah dengan ukuran panjang 280 cm, lebar 42 cm dan tinggi 32 cm.

Sumber : Balai Arkeologi Makassar
»»   Selengkapnya...

Situs Lo'ko' Mandu Kabupaten Enrekang Sul-Sel

Situs Lo'ko' Mandu Kabupaten Enrekang Sul-Sel
Oleh : Drs. Hasanuddin, M.Hum dan Tim

Lo'ko Mandu terletak sekitar 500 meter ke arah utara dari Lo'ko Liang yang secara administratif berada di Desa Lembang, Kecamatan Enrekang. Secara astronomis, terletak pada titik S 03º33'41,8" dan E 119º 51'55,8" dengan ketinggian 334 m dpl. Jarak situs ke jalan pengerasan sekitar 50 m dengan melewati pemukiman dan perkebunan yang banyak ditumbuhi pohon jati, jambu mente, bambu, dan semak belukar.Mulut gua menghadap selatan dengan orientasi 180º. Kondisi daratan di pelataran gua agak bergelombang yang banyak ditumbuhi pohon jati, pohon coklat dan semak blukar. Di depan gua yang terlihat adalah perkebunan dan pegunungan. Mulut gua memiliki panjang 740 cm, tinggi 210 cm dengan kedalaman 16 m. Langit-langit gua terlihat agak rata, namun tidak terlihat adanya tetesan air.
Di bagian dalam gua terdapat lantai dari ornamen gua yang jaraknya dari lantai dasar 150 cm. Jarak lantai ini dari panel gua adalah 1 m. Di lantai tersebut terdapat 2 duni dengan kondisi mulai rusak. Duni yang pertama ditemukan berupa wadah tanpa penutup.Duni pertama berbentuk balok dengan ukuran panjang 160 cm, lebar 25 cm dan tinggi 25 cm. Duni yang kedua ditemukan berupa wadah tanpa penutup. Duni tersebut berbentuk balok dengan ukuran panjang 183 cm, lebar 30 cm dan tinggi 30 cm. Di lantai gua tidak ditemukan adanya tulang manusia. Namun di lantai dasar yang terlihat adalah sebaran fragmen tulang ayam dan cangkang kerang.

Sumber : Balai Arkeologi Makassar
»»   Selengkapnya...