Newsreel

Loading...

Rabu, 01 April 2015

BNNK TANA TORAJA TANGKAP TANGAN 4 WANITA PEMAKAI SABU-SABU

MAKALE, Petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja bersama petugas Satuan Narkoba Polres Tana Toraja melakukan tangkap tangan terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika Minggu, 29 Maret 2015. Pada kesempatan itu petugas berhasil mengamankan 4 orang wanita di salah satu wisma dalam kota Makale masing-masing berinisial AF , AM, H dan J dimana kempat pelaku berasal dari luar daerah Tana Toraja dan tinggal di kamar kontrakan di salah satu wisma di Makale dimana mereka diciduk oleh petugas. Bersama para pelaku juga diamankan sejumlah alat bukti yaitu 7 buah saset plastik bekas bungkus sabu-sabu, 1 buah bong atau alat isap, 2 buah kaca pireks, 1 buah sendok pipet plastik putih, 3 buah korek gas, 3 buah sumbu pembakar sabu, 1 buah potongan pipet 1 buah dompet plastik dan 3 buah HP. Penangkapan ini merupakan penangkapan pertama yang dilakukan oleh pihak BNNK Tana Toraja sejak adanya Kantor BNNK di Tana Toraja tahun 2013 oleh karena personil Seksi Pemberantasan BNNK Tana Toraja baru 3 bulan terakhir terisi. Kasi Dayamas BNNK Tana Toraja M. Hafit pada kesempatan jumpa pers dengan awak media di Kantor BNNK Tana Toraja Senin (30/3) menjelaskan bahwa, terhadap para pelaku telah dilakukan tes urine dan hasilnya ternyata mereka memang positif mengkomsumsi narkotika. “Dari hasil pemeriksaan urine yang kita lakukan keempat pelaku ternyata positif”, ungkapnya. 
Sementara itu Plt. Kasi Pemberantasan BNNK Tana Toraja, Aceng D didampingi Kasi Dayamas M. Hafit dan Kasi Pencegahan pada kesempatan yang sama menguraikan kronologis penangkapan yang dilakukan petugas. Dikatakannya para pelaku yang telah menjadi target selama ini ditemukan oleh petugas BNNK dan petugas Polres Tana Toraja sedang berpesta narkoba dengan mengisap sabu-sabu secara bersama-sama di kamar salah seorang pelaku yaitu AF di wisma El. Petugas lalu melakukan penangkapan dan para pelaku digelandang ke Kantor BNNK Tana Toraja untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Dikatakan Aceng bahwa dari hasil penyelidikan sementara diketahui bahwa para pelaku yang ditangkap tersebut masih berstatus pengguna sehingga perlu pendalaman dan penyelidikan lanjutan untuk mengetahui bandar atau pengedar sabu-sabu yang memasok barang haram tersebut kepada para pelaku. “ Selanjutnya perlakuan terhadap keempat pelaku adalah penyelidikan untuk mendalami keterangan mereka sehingga pada akhirnya bisa diketahui siapa bandarnya, demikian pula dalam 3 hari tersebut akan ditetapkan status para pelaku yang akan menetukan proses selanjutnya”, tandasnya. (al).
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 07 Maret 2015

Tiga Pejabat dan Dua Mantan Pejabat Tersangka Dugaan Korupsi Bandara Tana Toraja

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Polda Sulselbar menetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi Bandara Mengkendek, Tana Toraja, Jumat (6/3/2015).
Mereka adalah Kepada Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Tator sekaligus Kadis PU Haris Paridi, Kadis Perhubungan Tator Agus Susan, Kepala Bappeda Tator Dr Yunus Sirampi, mantan Kadis Pertanian Yunus Palayukang dan mantan Kadis PU Jhonson Patola.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus), melalui Kasubdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sulsel, Dr Andi Burhaman, membenarkan penetapan tersangka tersebut. Kelima tersangka tersebut diduga telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.
Para tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 Jo pasal 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, Jo pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.
"Tersangka secara bersama-sama selaku tim sembilan melakukan pembayaran kepada orang yang tidak berhak. Orang yang tidak memiliki alas atas lahan yang dibebaskan itu. Dan berdasarkan hal tersebut setelah kami melakukan pemeriksaan selama tujuh jam, kami memutuskan untuk menetapkannya sebagai tersangka dan ditahan di Polda Sulselbar," ujar Andi Burhaman.
»»   Selengkapnya...

Kamis, 01 Januari 2015

Tahun Baru 2015, 1 Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah





Makale-TNO, Memasuki Tahun Baru, 1 Januari 2015, Masyarakat di Makale tana Toraja disentakkan dengan berita kebakaran. Kebakaran yg menghanguskan sebuah rumah di depan SMP Kristen Makale terjadi sekitar pkl 12.00 wita. Dari informasi di TKP, api menghanguskan bangunan yang terletak di Jalan Nusantara. Sementara Pemiliknya Berinisial "S". Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. (BG)
»»   Selengkapnya...

Minggu, 07 Desember 2014

Mahasiswa dan Masyarakat Toraja Unjuk Rasa Kecam Penangkapan Sekda Torut


Mahasiswa dan Masyarakat Toraja Unjuk Rasa Kecam Penangkapan Sekda Torut

IMG_20141205_164104Makassar– Jumat (05/12/2014), sekitar pukul 14.54 wita, di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, berlangsung aksi unjuk rasa sekitar 50 orang gabungan mahasiswa asal Tana Toraja yang mengatasnamakan Solidaritas Masyarakat Toraja Utara.
Aksi yang dipimpin Phian dan Indang mengecam penangkapan Drs. Ek Lewaran Rantela’bi MH, Sekretaris Daerah Toraja Utara, oleh Kejari Toraja Utara.
Sambil berorasi bergantian, para pengunjuk rasa juga membentangkan spanduk putih tulisan warna hitam dan merah yg bertuliskan ” Solidaritas Masyarakat Toraja Utara mengecam penangkapan Bapak Drs. EK. Lewaran Rantela’bi MH, oleh pihak Kejari Toraja Utara (Torut) dan Kejati SulSelBar.
Sekitar pukul 15.26 Wita massa pengunras ditemui oleh perwakilan Kejati Noer Adi SH,MH dan Syahrul Juaksa Subuki SH,MH, Kasi Penyidikan Kejati Sulselbar.
“Kami tidak ada pilih kasih sapa pun yang diduga dianggap melakukan kasus korupsi kami akan periksa. Adapun bukti-bukti kami sementara masih lengkapi oleh penyidik yang menangani kasus tersebut,” jelas Syahrul.
Ia juga mengaku dari pihak Kejati Sulsel dalam melakukan penangkapan tidak lah dilakukan dengan sembarangan harus memiliki unsur barang bukti dan saksi yg bisa menguatkan kasus tersebut.
Adapun terkait kasus Korupsi lainnya seperti kasus Bansos kata Kasi penyidikan Kejati Sulselbar, pihak Kejati sementara masih dalam taraf penyidikan dan sudah mengekspos semua hasil penyidikan berhasil di peroleh dari kasus dugaan korupsi Bansos.
“Adapun penangkapan Drs. EK. Lewaran Rantela terkait kasus dugaan Korupsi APBD Tana Toraja. (Moel)
sumber :

Indotim News

»»   Selengkapnya...

Selasa, 28 Oktober 2014

HARI SUMPAH PEMUDA KE-86 DIPERINGATI DI TANA TORAJA


HARI SUMPAH PEMUDA KE-86 DIPERINGATI DI TANA TORAJA


MAKALE, Hari Sumpah Pemuda Ke-86 Tahun 2014 diperingati di Tana Toraja dalam suatu upacara  di lapangan SMAN 1 Makale dengan Pembina Upacara Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung. Pada kesempatan itu, Bupati membacakan sambutan seragam Mentri Pemuda dan Olah Raga RI dimana peringatan kali ini mengusung tema : Bangun Soliditas Pemuda Maju dan Berkelanjutan. Hal- hal yang menjadi penekanan dalam sambutan tersebut antara lain bahwa pemuda hendaknya dapat memainkan perannya secara optimal sebagai perekat persatuan bangsa dalam pembangunan nasional.
Hadir dalam upacara tersebut Kajari Makale, Waka Polres Tana Toraja, Kasdim 1414 Tana Toraja, Sekda Tana Toraja, para kepala SKPD, Ketua dan Pengurus KNPI Tana Toraja, organisasi pemuda, Pemuda Pancasila, Karang Taruna, mahasiswa UKI Toraja, STAKN, Stikes Lakipadada, serta sejumlah unsur pemuda lainnya. (tanatorajakab.go.id)
Komandan Upacara Marthen LB
»»   Selengkapnya...

Jumat, 17 Oktober 2014

DPD KNPI Tator Gelar Muskab XII

Alexander Patandean
TNO-Makale, Tak terasa sudah, 3 tahun Alexander Patandean memimpin KNPI Tator sejak dirinya terpilih sebagai Ketua Pada tahun 2011. Berbagai halangan dan rintangan dilaluinya, dalam memimpin Induk Organisasi OKP sebagai wadah berhimpun. Saat ini oleh Tim Kerja yang dibentuk akan menyelenggarakan Muskab KNPI Tator ke - 12 bertempat di Hotel Sangalla', Makale, Tana Toraja.

Dari keterangan yang dihimpun, kegiatan Muskab akan berlangsung pada 18-19 Oktober 2014 di Hotel Sangalla' Makale dan akan diikuti oleh 29 OKP dan 19 DPK. Menurut Alexander, sang Ketua, " Muskab kali ini akan diikuti oleh OKP berhimpun yang dinyatakaan secara nasional, maupun yg sudah ikut sebagai peninjau pada Muskab sebelumnya". saat ditanya harapannya terhadap pelaksanaan Muskab kali ini, dia mengharapkan kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini nantinya serta mengharapkaan terpilihnya ketua secara baik dan benar.(tim)


»»   Selengkapnya...

Sabtu, 27 September 2014

KEPEMIMPINAN TELADAN SEMAKIN KUAT ?

Yariana Somalinggi'
JA Situru' SH

  TNO-Makale, Saat Pengucapan Sumpah dan Janji ke-30 anggota DPRD Tana Toraja terpilih yang dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kab. Tana Toraja dalam rangka Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kab. Tana Toraja Periode 2014-2019 semua hadirin dan Undangan mengikuti dengan seksama dengan penuh hikmat. Keg yang berlangung pada Hari Jumat / 26 September 2014 merupakan perletakan tonggak Kepemimpinan dan Pemetaan Politik di Bumi Lakipadada sampai 5 tahun kedepan. Tiga Tokoh ternama yang diambil sumpah/janjinya, diantaranya JA Situru' SH sang mastro politik juga mantan Bupati 2 periode yang sangat fenomenal. Selanjutnya, Victor Datuan Batara, SH mantan Kapolres Tator dan mantan Calon Bupati Tator, dan terakhir Yariana Somalinggi adalah Istri Bupati Tana Toraja Theopilus Allorerung yang juga selaku Ketua TP PKK Kab. Tana Toraja.


Ketiga tokoh yang disebutkan diatas adalah pentolan-pentolan politik di daerah ini dan sudah membuktikan dirinya masuk di jajaran "Lembaga Terhormat". Masuknya ketiga orang ini, dikatakan beberapa kalangan sebagai tonggak baru perpolitikan di Tana Toraja, sebut saja Ferryanto Belopadang,sang Aktifis LSM dan Ketua LSM LEKAT, memberikan pandangannya, dikatakannya " Masuknya JA Situru' Sh sebagai tokoh yang kontroversial akan menambah dinamika di lembaga ini, serta masuknya Yariana Somalinggi, juga akan mewarnai kinerja DPRD Tana Toraja. Masuknya kedua tokoh ini, akan semakin memperkuat kepemimpinan Teladan sampai akhir periode pada 26 September 2015, demikian juga masuknya Victor Datuan Batara sebagai anggota DPRD akan menambah hangat suasana dikalangan Legislator". 
Pengucapan Sumpah/Janji

Saat ditanyai TNO tentang Posisi Ketua DPRD, Ryan sapaan Ketua LSM LEKAT dengan tegas menanggapi, sebaiknya Partai Golkar tetap mempertahankan posisi Welem sambolangi',SE karena sudah teruji selama ini, lanjut dikatannya " Kami sebagai bagian kecil masyarakt Tana Toraja sangat mengharapkan kebesaran Partai Golkar untuk tetap mempertahankan posisi Welem sambolangi',SE sebagai Ketua di Periode ini,karena Figur Welem sangat familiar dan berhasil mempertahankan kewibawaan Pemkab Taba Toraja selama ini, dan ini semua keuntungan partainya,kalau ada upaya untuk mendikreditkannya,itu kerugian besar!".(tim)
»»   Selengkapnya...

Senin, 22 September 2014

"GERBONG MUTASI" Pemkab Tator Bergerak, Sejumlah P...

"GERBONG MUTASI" Pemkab Tator Bergerak, Sejumlah P...: Makale -TNO, Sore ini desas-desus mutasi pejabat di jajaran Pemkab Tana Toraja akan dilaksanakan besok (23/9) sangat santer dibicarakan, hal...
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 13 September 2014

MASYARAKAT TORAJA MENGHARAPKAN PENUNTASAN KASUS BANDARA DEMI PERCEPATAN PEMBANGUNAN BANDARA DI TANA TORAJA

Sosialisasi Pembangunan Bandara Buntu Kunik
Mengkendek-TNO, Setelah dicanangkan pembangunannya oleh Gubernur Sulawesi Selatan 3 tahun yang lalu, Pembangunan Bandara Buntu Kunik sebagai Bandara Baru di Kabupaten Tana Toraja terkesan lamban. Beberapa hal yang sangat dirasakan oleh masyarakat di daerah pariwisata ini adalah proses hukum terkait pembebasan lahan dan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan yang masih bergulir.

Pemeriksaan Kasus Bandara Buntu Kunik
Harapan masyarakat Tana Toraja untuk menikmati layanan transportasi udara yang memadai, bahkan menurut informasi berskala internasional menjadi dambaan semua pihak, hanya saja mereka tidak menerima jikalau ada kesan pembodohan apalagi kalau dikorupsi, salah seorang pemerhati dan penggiat LSm di daerah ini mengungkapakan keprihatinannya terkait kasus yang membelit Tim 9 pembebasan Lahan Bandata Buntu Kunik di Mengkendek . Dikatakan Zeth Taruk tiku, " Kami sebnagai masyarakat sangat mengharapkan selesainya pembangunan Bandara, tetapi sepertinya pemerintah pusat juga tidak serius, bahkan dana yang diturunkan tidak maksimal untuk sekedar pekerjaan tanah. sampai sekarang baru sekitar 100 M yang turun, sementara dibutuhkan jauh lebih banyak utk pematangan tanah, ada apa?. Demikian salah seorang warga yang ditemui, saat ditanyakan tentang kasus terkait bandara, Zeth menyesalkan terjadinya hal itu, dikatakannya"Penetapan Kasus dan Tersangka sejak 2 tahun lalu dan belum ada Kepastian Hukum, sebaiknya pihak Penyidik lebih memaksimalkan Upaya penyidikan, atau sekalian menutup kasusnya jika memang sulit dibuktikan!" Hal ini memmang sering diungkapkan para penggiat dan pemerhati di Bumi Lakipadada ini, namun kenyataannya sudah sangat berlarut-larut dan menjadi preseden buruk bagi Pihak Polda yang sudah menahan 2 tersangka namun sampai saat ini belum ada kepastian hukumnya.
Data Penggugat Lahan

Kasus Perdata Sengketa 
Seandainya Kasus ini tidak tuntas juga, akan terkatung-katunglah status hukum kedua tersangka yang kita sudah ketahui bersama yakni Enos Karoma sebagai Ketua Tim 9 Pembebasan lahan sekaligus Sekda Tator dan Ruben Rombe Randa sebagai Camat Mengkendek kala itu sekaligus Plt.Di Lembang Rantedada. Akankah kasus ini berlanjut ke Meja Hijau atau ditelan waktu di Polda, yang katanya akan ada tersangka lain, atau Beranikah KPK mengambil alih kasus ini, kita nantikan saja?
Suasana Penerima Ganti Rugi
Sidang Perdata Pitu Lombok Pitu Tanete




Surat Pengaduan
Lokasi Pembangunan Bandara Buntu Kunik di Mapongka






Ilustrasi 2 tersangka ditahan
Ilustrasi Penahanan Tersangka 


»»   Selengkapnya...