Jumat, 30 Maret 2012

Kacab PLN Makale: Uji Coba PLTM Malea Baru 15 Hari

Kacab PLN Makale Sulthan. Foto: KTC/EM






»»   Selengkapnya...

NU: BBM Bukan Satu-satunya Alasan Rakyat Marah

ilustrasi (Foto:okezone)
Illiustrasion
 
JAKARTA- Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dipastikan ditunda. Namun bukan berarti rakyat akan diam. Demonstrasi penolakan terhadap kenaikan harga BBM menunjukkan bahwa rakyat tak menginginkan adanya kenaikan sekalipun ditunda.

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kondisi Indonesia saat ini memang tidak memungkinkan untuk kenaikan harga BBM.
"Kondisinya tidak memungkinkan dan kenaikan harga BBM wajib ditunda. Jangan sampai apa yang sudah dibangun Pemerintah justru rusak oleh kesalahan Pemerintah sendiri,” tegas Said Aqil dalam keterangan yang diterima okezone, Sabtu (31/3/2012).

Kiai Said juga mengatakan, kemarahan masyarakat saat ini tidak hanya didasari rencana kenaikan harga BBM. Sejumlah kebijakan Pemerintah yang tidak terealisasi dengan baik di lapangan, di antaranya penyaluran Kredit Usaha Rakyat dan penyediaan perumahan murah, menyulut emosi masyarakat.

"Kalau diteruskan rakyat bisa semakin marah. Presiden harus melihat ini dan secepatnya mengambil keputusan yang tepat, tidak hanya untuk rencana kenaikan harga BBM, tapi kebijakan-kebijakan lain yang tidak berjalan di lapangan," urai Kiai Said.
(ugo)

Muhammad Saifullah - Okezone
Sabtu, 31 Maret 2012 06:02 wib
 
 
»»   Selengkapnya...

Kamis, 29 Maret 2012

"Saya sudah ditangkap dan tidak melawan, lalu ada anggota Polisi yang menginjak kaki kanan saya dengan sepatu laras," aku Hafidz

Siapa Yang Anarkis, Mahasiswa atau Aparat Keamanan?
TNO-Palu, Terkait, Aksi Nasional Penolakan Kenaikan BBM, di beberapa tempat terungkap "Aksi Kekerasan" menandingi Aksi Demo Mahasiswa dan Buruh.
Protap? (illustrasi)

Sebut saja, Hafidz (24), mahasiswa Fakultas Agama Islam, Universitas Alkhairaat yang mengalami patah tulang kanan dipulangkan ke rumah karena ketiadaan biaya setelah sempat dirawat di RS Bhayangkara dan RS SIS Aljufrie. Ia adalah korban bentrok dengan Polisi saat unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM Kamis siang tadi di Jalan Sam Ratulangi, Palu Timur.

"Saya sudah ditangkap dan tidak melawan, lalu ada anggota Polisi yang menginjak kaki kanan saya dengan sepatu lars," aku Hafidz.
Protap? (illustrasi)

Aksi ricuh mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi digelar depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah, Kamis (29/3) kemarin. Mendekati pukul 13.00 WIT situasi mulai memanas gara-gara pendemo di barisan terdepan mencoba menerobos barikade satuan Samapta Kepolisian Resor Palu.(int)

Sumber : int
»»   Selengkapnya...

Cuma Berbekal Rapor Kelas 5 SD, mampu Buka Praktek "Dokter" 5 tahun

TNO-Situbondo, Sementara dunia kesehatan dan pelayanan kesehatan menuai protes dan tuntutan "malpraktek", dua orang buruh tani asal Desa/Kecamatan Arjasa, Situbondo, Jawa Timur, bernama Herman Sucipto (43) dan Santawi (36), nekat membuka praktik layaknya seorang dokter. Kedua orang menggunakan modus menawarkan jasa pengobatan keliling kampung di sejumlah desa di Kecamatan Arjasa. Selain mengobati pasien yang menderita penyakit ringan, mereka juga melayani para ibu rumah tangga yang akan suntik KB (Keluarga Berencana) dan operasi khitan.
Hebatnya !, selama membuka praktik, tak ada satupun keluhan dari pasiennya. Tak pernah ada laporan malpraktek. Ini mengherankan, karena laporan praktek "ilegal" ini justru dilaporkan masyarakat, bukan pasien sebagai korban, ada apa?(on-red)

Sumber : UPEKS online
»»   Selengkapnya...

DPRD Tana Toraja Keluarkan Rekomendasi TOLAK Kenaikan BBM

TNO-Makale, Terkait Aksi ratusan Mahasiswa dari Universitas Kristen Indonesia (UKI)  dan Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Toraja yang tergabung dalam “Gerakan Mahasiswa Toraja Peduli Rakyat” melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Tana Toraja (27/3) berhasil mendapatkan Rekomendasi dari DPRD Tana Toraja tentang Penolakan Kenaikan BBM. Aksi ini sangat rapih dan merupakan kekuatan yang solid, sehingga tanpa ragu-ragu Lembaga DPRD Tana Toraja memberikan beberapa Rekomendasi yang menjadi Kesepakatan Rapat Bersama DPRD,Eksekutif,dan Mahasiswa , adapun Rekomendasi Menolak Kenaikan Harga, Pengusutan Pengadaan Kompor Hemat Energi, Kasus Bandara, dan Pemerataan Pembangunan.

Ditemui di Markas LSM LEKAT, Ferryanto Belopadang, selaku Ketua dan Pendiri LSM LEKAT, merespon positif kegiatan ini, diungkapkannya " Aksi Penyampaian Aspirasi Mahasiswa Toraja patut di"Acungi" jempol, pasalnya Mereka menunjukkan intelektualitas Kemahasiswaan yang Tinggi dan Kemapanan Pengendalian Emosional ehingga Aksi kali ini Tidak seperti Di Daerah lain. Rekomendasi yang dibuat, sebagai hasil kesepakatan bersama adalah issue strategis yang harus direspon lebih dahulu para legislator Tana Toraja, walaupun tanpa aksi ini!"
 
»»   Selengkapnya...

Mending, Cuma Lempar Kursi

Rabu, 28 Mar 2012, view 41 x
Don Kardono Tentang Dahlan Iskan
MENEG BUMN Dahlan Iskan ngamuk! Lempar kursi di pintu tol Semanggi! Lalu membebaskan mobil masuk tol tanpa bayar! Alias gratis. Musababnya, terlalu panjang antre di depan pintu tol hingga 30 mobil. Terlalu lama pelayananpembayaran di gerbang tol. Dari 4 gerbang, hanya satu yang berfungsi dengan petugas manual, dan satu GTO – gerbang tol otomatis. Dua loket lainnya kosong, tanpa petugas, tidak dibuka.
Kebetulan, pagi itu, Mercedes Benz L-1-JP S-500 hitam lewat. Pasti, dia juga merasakan dampak buntut panjang antrean itu. Saya bisa membayangkan, bagaimana Dahlan Iskan keluar mobil. Dengan kets dan baju putih lengan panjangnya. Lalu ngomel-ngomel pada petugas tol. Terus, tidak ada yang berani menjawab. Lalu, mengecek sendiri ke loket pembayaran tol, tidak ditemukan petugas.
Wow, intonasinya pasti tambah kencang! Kursi di loket pun “dideportasi”. Dianggap tidak berguna! Lalu dia atur lalu lintas sendiri, sambil memastikan antrean tidak boleh lebih dari lima mobil di semua pintu tol, seperti pesan dia kepada jajaran direksi PT Jasa Marga yang baru.
Pasti serem, gaduh, tegang suasana pagi itu. Di BBM Group, Facebook, Twitter, dan berita news up date di beberapa dot.com juga ikut heboh. Yang saya heran, ini ada “orang ngamuk” kok malah pada senang? Itu kan sama halnya dengan, menari di atas penderitaan orang lain? “Marah” kok malah dijadikan tema diskusi publik yang tak habis-habis sampai sore. “Marah” kok jadi bahan canda dan tawa? Puluhan kawan yang foreward pesan itu ke HP saya.
“Ngamuknya” Dahlan Iskan keren! “Ngamuknya” kreatif! Hah? Coba, darimana rumus logika yang bisa menyambungkan makna kata “mengamuk” dan “keren”" Darimana cara menjelaskan koneksitas antara “ngamuk” dan “kreatif”? Dua kata yang nyaris bersifat resiprokal dan paradoks. Mengamuk itu identik dengan sikap emosional, kata-kata pedas, bahkan menjurus kasar, bernada tinggi dan meledak-ledak. Sedang “keren” itu hal yang positif, bagus, menarik, menyenangkan. Mana ada kata-kata ketus yang menyenangkan" Yang pedas dan nikmat, itu hanya rujak uleg atau rawon setan saja.
Ada juga yang bilang: “Biar kapok loe, Direksi Jasa Marga! Ganti saja kalau malas bekerja dan tidak serius!” Waduh, kali ini sudah satu level lebih tinggi dalam memaknai “ngamuk”nya Dahlan Iskan. Rupanya “ngamuk” itu bisa menyetrom orang lain, bahkan bisa memprovokasi mereka untuk ikut-ikutan bersikap “ngamuk”. Rupanya, “ngamuk” itu semacam virus berbahaya yang bisa mewabah dan menular dengan cepat melalui BBM.
Kekagetan publik melihat ngambek, ngomel dan ngamuk ala Dahlan Iskan itu, bisa saya dimengerti. Banyak orang awam yang tidak yakin, bahkan seperti bermimpi saja, seorang menteri secara vulgar melempar kursi ke luar gardu, lalu mengatur lalulintas sendiri. Kurang kerjaan banget. Cara marah dengan melempar kursi itu sebenarnya hanya satu level terbawah yang biasa dilakukan mantan Dirut PLN ini. Orang bisa saja mengira, marah kok punya gaya.
Bagi saya yang sudah hampir 20 tahun bekerja di Group Jawa Pos, dan juga kawan-kawan yang sudah lama mengenal Dahlan, tentu sudah kenyang dengan cara ngamuknya yang amat khas. Pernah, di ruang redaksi Jawa Pos Graha Pena Surabaya, di lantai empat, di toilet pria dia temukan putung rokok. Bukan main marahnya! Sampai satu minggu penuh, toilet pria dia segel! Artinya, kalau kru redaksi hendak ke toilet harus numpang di ruangan yang berbeda.
Dia tulis sendiri, dia segel sendiri, dia lem sendiri di pintu. “Toilet Disegel!” sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kru redaksi pun saling melempar kesalahan, meskipun tidak ada yang berani mengakui siapa “biang kerok”-nya yang merokok di toilet. Sejak itu, toilet tidak lagi dipakai untuk merokok. Apalagi membuang putungnya.
Masalah putung rokok, juga pernah merepotkan seluruh awak redaksi di kantor Karah Agung, Surabaya. Kala itu, ada smoking area di antara masjid dan ruang pra cetak Jawa Pos. Orang biasa menghisap tembakau bakar di situ. Dia tidak anti, tidak melarang merokok, tapi juga tidak pro rokok. Tetapi, gara-gara ada yang buang putung sembarangan, maka semua orang yang ada di situ, ---tidak peduli yang merokok maupun yang tidak---, diwajibkan kerja bakti memunguti putung, bekas korek api, dan bungkus rokok yang berserakan di seluruh lingkungan.
Mengapa yang bukan perokok juga dikenai sanksi? “Karena membiarkan temannya berbuat buruk dan merusak kesehatannya!” jawab Dahlan, saat ditanya. Membiarkan orang lain “terjerumus” itu termasuk dosa! Termasuk pelanggaran, dan harus turut menanggung risikonya!
Dia juga pernah melempar komputer di lantai yang sama. Gara-garanya kesalahan editing, kesalahan redaksi. Dia banting komputer di depan orang yang membuat kesalahan yang dinilai fatal itu. Tentu, sebelumnya diawali dengan suara keras, intonasi keras, dan tatapan mata yang tajam.
Itu masih belum seberapa! Saat berkantor di Karah Agung Surabaya, pintu masuk kantor kami ada deretan telepon umum. Sekitar tahun, 1995, Dahlan masih mengendarai Isuzu Panther putih bernopol L-10-NE. Hobinya memang menyetir, ngebut, cepat sampai tujuan, dan zero accident. Banyak orang umum yang telepon di situ, dan memarkirkan kendaraanya sembarangan. Terkadang menutup akses masuk, yang amat merepotkan.
Padahal, lokasi telepon umum itu bersebelahan dengan jalan masuk ke kantor dan ruang satpam. Dan, berkali-kali satpam sudah diingatkan, agar posisi parkir sepeda motor yang hendak telepon itu diatur yang rapi! Ibarat penyakit kambuhan, masih saja parkirnya asal dan menutup akses. Suatu ketika, Dahlan sengaja menyerempetkan mobilnya itu ke kerumunan sepeda motor sampai terjatuh. Berapa pun biaya perbaikannya dijamin, tetapi message-nya adalah jaga kerapian, jaga kedisiplinan, tegakkan aturan dan tegur yang salah. Jangan dibiarkan, karena mereka akan bertambah liar.
Ah, masih ada 1001 macam cara marah Dahlan Iskan. Di berbagai kasus, di berbagai daerah, di berbagai level manajemen yang berbeda, reaksi marahnya juga berbeda. Kontekstual dan spontan. Karena itu, Ary Ginanjar Agustian, yang kemarin siang berkunjung ke redaksi INDOPOS menyebut, sosok Dahlan Iskan itu sebagai authentic leadership!
“Ciri seseorang memiliki Authentic Leadership adalah spontanitas dan berkecepatan tinggi. Konsep decision making dalam leadership model ini sangat cepat, karena dia bukan saja dituntun oleh pikirannya, tetapi juga oleh intuisinya. Dan, intuisi atau mata hati mampu melihat 70 kali lebih cepat dibandingkan dengan mata kepala. Seorang authentic leader percaya dengan hatinya,” komentar Presdir ESQ 165 yang sudah eksis sejak 2001 ini.
Nah loe! Masih mending hanya melempar kursi di gerbang tol Semanggi. Masih untung, bukan mengganti kursi direksi! (*)

(*) Penulis adalah Pemimpin Redaksi-Direktur INDOPOS, Wadir Jawa Pos.
Rabu, 28 Mar 2012
Posting :palopopos.co.id
»»   Selengkapnya...

PLTMH Malea Solusi Krisis Listrik Tana Toraja

JK didampingi bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, dan Sekda Enos Karoma serta wakapolres Kompol Novly.F Pitoy saat meninjau PLTMH Malea
TNO-Tana Toraja- Mantan wakil Presiden Jusuf Kalla bersama keluarga mengunjungi Pembangkit Listrk Tenaga Micro Hydro (PLTMH) Malea  di Makale Selatan, Kamis (29/03/2012). Hadir dalam kunjungan ini saudara Jusuf Kalla, Ahmad Kalla dan Suaeli Kalla.

PLTMH yang berkekuatan 7,2 mega watt ini merupakan investasi penuh Bukaka PT Haji Kalla Group untuk membantu pasokan listrik di wilayah Tana Toraja dan sekitarnya.

Jusuf Kalla tiba dilokasi dengan menggunakan dua helikopter. Mereka dijemput oleh langsung Bupati Tana Toraja bersama Muspida dan Pejabat lain.

“PLTMH Malea Energi ini dibangun sejak tahun 2006 lalu di atas arel seluas 2,7 hektar, kondisinya telah rampung 100 persen dan telah diuji coba selama dua bulan. Masyarakat sekitar pun sudah mmenikmati aliran listrik secara gratis” terang Irsal Betnal, ST operator PLTMH Malea Energi kepada kabar-toraja.com usai kunjungan JK bersama keluarga.

Ditambahkannya, PLTM Hydro Malea ini menggunakan dua turbin dengan kekuatan maksimal hingga 8 mega watt untuk pembangunan tahap pertama.

Namun karena kebutuhan listrik di daerah ini dan sekitarnya belum terpenuhi, kemungkinan PLTMH Malea tahap kedua berkekuatan 9 mega watt akan dibangun setelah tahap pertama rampung.  

Terpisah Sekda Enos Karoma dikonfirmasi mengatakan bahwa hadirnya PLTM Hydro Malea di Makale Selatan sebagai solusi mengatasi krisis listrik di Tana Toraja, utamanya yang memiliki usaha industry. Sebab akan berdampak kepada percepatan peningkatan ekonomi masyarakat, usaha jasa wisata maupun sektor lainnya.

Editor   : KTC02, Reporter:Papa Eva
Posting : kabartoraja.com
»»   Selengkapnya...

Rabu, 28 Maret 2012

Larang Kepala Daerah Demo, Gamawan Egois!

Gamawan Fauzi (foto: Okezone)
Gamawan Fauzi (foto: Okezone)

JAKARTA - Sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi yang menyoroti kepala daerah ikut demo menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, menuai kecaman.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan, sikap kepala daerah tersebut sudah mewakili aspirasi rakyatnya.

"Sikap politik kepala daerah harus dipandang wajar dalam pendekatan pembangunan (pengambilan keputusan publik) yang partisipatoris," jelas Eva melalui rilisnya kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2012).

Menurutnya, kebijakan tentang menaikkan harga BBM saat ini belum final dan masih dalam permintaan persetujuan DPR.

"Pengambilan keputusan soal kenaikan harga BBM masih belum final, belum menjadi keputusan politik pemerintah pusat karena masih dalam proses permintaan persetujuan DPR," ujar Eva.

Eva menambahkan, jika kepala daerah turut melakukan aksi unjuk rasa bukanlah suatu pelanggaran. Dikatakan Eva, sikap Gamawan yang melarang kepala daerah berdemo merupakan bentuk dari egoisme sang menteri.

"Tidak ada pelanggaran hukum apapun, yang ada pelanggaran ego Mendagri dan harapan kita Mendagri tidak abuse of power yang dapat menyeret Indonesia menjadi negara kekuasaan," pungkasnya.
(put)

Tegar Arief Fadly - Okezone
Rabu, 28 Maret 2012 17:46 wib
 
»»   Selengkapnya...

AJI Minta Kapolri Tanggung Jawab, Terkait Kekerasan Terhadap Wartawan

Eko Maryadi saat sampaikan visi misinya sebelum terpilih menjadi Ketua Umum AJI Indonesia, Sabtu (31/12/2012) di Makassar
TNO-Makassar- Tindakan kekerasan kembali dialami para pekerja media. Kekerasan yang dipertontonkan oleh aparat kepolisian saat para jurnalis melakukan peliputan sudah sering dilakukan oleh aparat. Untuk itu, imbuh dia, AJI Indonesia bersama Dewan pers telah mendatangi Mabes Polri mengadukan kasus kekerasan tersebut. “Hari ini bersama dewan pers datangi Mabes Polri, meminta Kapolri tanggung jawab atas tindakan aparatnya,” pungkas Eko melalui pesan Black Berry Mesengernya (BBM), Rabu (28/3/2012) malam tadi.

Editor: KTC02, Reporter: Papa Jef 
Posting : kabartoraja.com
»»   Selengkapnya...

MAKASSAR RUSUH BBM NAIK

ImageAksi mahasiswa di depan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, rusuh hingga pukul 21.00 Wita, tadi malam. Selain di Jalan Sultan Alauddin, bentrokan juga terjadi di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Jend Urip Sumohardjo dan depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani.


TNO-MAKASSAR – Demonstrasi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Makassar, kemarin, berakhir rusuh. Bentrokan mahasiswa dengan aparat dan perusakan terjadi di beberapa titik.

Bahkan, bentrokan di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berlangsung hingga pukul 00.00 Wita, tadi malam. Ribuan mahasiwa yang berasal dari berbagai universitas di Makassar turun ke jalan.Kemacetan, bentrokan, dan kerusuhan tak terhindarkan.

Sedikitnya bentrokan antara mahasiswa dan polisi terjadi di tiga titik aksi, yakni di depan Kantor Gubernur Sulsel di Jalan Jend Urip Sumohardjo, depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Jalan AP Pettarani, dan depan Kampus UIN di Jalan Sultan Alauddin. Ribuan mahasiswa yang turun ke jalan hampir serentak sekitar pukul 10.00 Wita. Bentrokan pertama terjadi di Jalan AP Pettarani. Di lokasi itu mahasiswa dari UNM menutup jalan. Ban-ban bekas dibakar di tengah jalan yang langsung memacetkan jalan.Upaya persuasif yang dilakukan aparat gagal.

Malah sebaliknya. Oknum mahasiswa memberondong polisi dengan lemparan batu. Beberapa marka jalan menjadi sasaran pengrusakan. Namun, aksi saling lempar tidak berlangsung lama karena mahasiswa dipukul mundur masuk ke kampus. Rektor UNM Prof Dr Aris Munandar yang langsung turun ke lapangan menuturkan, perilaku anarkis tersebut sudah merugikan banyak pihak. “Perilaku ini sudah mencederai kampus sendiri,”katanya. Dia meminta mahasiswa menahan diri dari bentuk provokator dan tetap mengedepankan intelektualisme.

“Perkuliahan tetap berjalan seperti dulu karena masih banyak kepentingan akademik yang harus diselesaikan,”ujarnya. Di depan Kantor Gubernur Sulsel, sekitar pukul 15.30 Wita, mahasiswa gabungan dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universitas Islam Makassar (UIM) juga terlibat bentrokan. Pos sekuriti dan pagar pintu masuk serta keluar kantor gubernur rusak berat. Dalam aksi kekerasan itu, polisi mengamankan tiga oknum mahasiswa yang diduga sebagai provokator. Insiden ini berawal saat mahasiswa menggelar aksi di pintu keluar Kantor Gubernur Sulsel.Tak lama, beberapa oknum demonstran kemudian menjebol pintu pagar yang tidak dijaga petugas.

Karena tak ada yang menemui, ratusan mahasiswa tersebut bergerak ke pintu keluar kantor gubernur.Di tempat ini, ratusan petugas kepolisian telah bersiap dengan memasang pagar betis dan peralatan huru hara. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel Tautoto Tanaranggina dan Kepala Biro Aset Mustari Soba yang mencoba berdialog dengan demonstran berlangsung alot.Entah siapa yang memulai, sekitar satu jam berselang, terjadi aksi kejar-kejaran antara mahasiswa dan petugas. Demonstran mencoba bertahan dengan melemparkan batu dan balok kayu ke arah petugas dan PNS yang berkumpul.

Brimob Polda Sulselbar pun beberapa kali menembakkan gas air mata dan menurunkan kendaraan water canon untuk menghalau pengunjuk rasa yang semakin beringas.Akhirnya, sekitar pukul 15.30 Wita, ratusan mahasiswa mundur dan kembali ke kampus. Hingga tadi malam,ratusan petugas kepolisian dan TNI masih bersiaga di kantor gubernur. Bentrokan ini menyebabkan Jalan Urip Sumohardjo tertutup total selama dua jam. Mahasiswa bahkan mencabut pagar kantor gubernur dan memalangnya di tengah jalan.

Sekprov Sulsel Andi Muallim yang ditemui di lokasi kejadian menyesalkan aksi yang berujung bentrok tersebut.“Ini kan jam pulang, saya pikir ini tak mengganggu aktivitas pegawai. Saya keluar hanya mau melarang PNS yang ikut mengejar mahasiswa tadi,”katanya. Bentrokan terparah terjadi di Jalan Sultan Alauddin. Gabungan massa dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan UIN juga berakhir bentrok. Lebih delapan jam Jalan Alauddin lumpuh. Bentrokan berawal saat mahasiswa menutup stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Alauddin serta mendudukidanmerusakrumah makan cepat saji McDonald.

“Saya menyayangkan perilaku mahasiswa. Mereka puluhan orang langsung masuk kemudian mengutak-atik sejumlah kursi dan meja,sehingga para konsumen kami ketakutan. Untungnya tidak ada kerusakan yang berat dan korban luka,” ungkap Syamsul, 43, Saptam McDonald, kemarin. Pukul 15.30 Wita, terjadi bentrokan di jalan setelah mahasiswa menutup total jalan Sultan Alauddin. Polisi dari Polrestabes dan Polda Sulselbar serta dua mobil water canon diturunkan untuk menghalau mahasiswa. 10 orang dari pihak mahasiswa diamankan, termasuk seorang yang diduga oknum TNI berinisial SA berpangkat serda.

Mahasiswa yang tertangkap, tak ayal menjadi sasaran pukulan petugas. “Mereka kami bawa ke Polrestabes untuk kami mintai keterangan. Terkait satu oknum TNI itu, kami masih menyelidiki,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes AKBP Himawan,kemarin. Terpisah, Kanpendam/VII Wirabuana Letnan Kolonel Inf Yance Wolay membenarkan adanya anggota TNI Zipur diamankan.“ Saya juga heran kenapa dia melempar , padahal semestinya TNI mem-back up polisi. Sementara dia kami serahkan ke Denpom untuk diproses sesuai dengan hukum yang ada,”katanya.

Kordinator Lapangan Muh Aam dari Aliansi Mahasiswa Alauddin membeberkan,kejadian anarkis ini terjadi akibat mahasiswa dibenturkan dengan preman yang diduga disewa para polisi.“Awalnya masyarakat ikut turun bersama kami, dan terjadi seperti ini karena preman yang lansung menyerang kami,”singkat dia.

Bentrokan terus berlangsung hingga 21.00 Wita. mahasiswa yang awalnya di jalan, dipukul mundur masuk ke dalam kampus. Pukul 21.30 Wita, polisi terlihat sudah mengurangi konsentrasi pasukan di lokasi itu,namun lalu lintas masih macet. ● didiet haryadi/ wahyudi

Posting : Sindo
Wednesday, 28 March 2012 
»»   Selengkapnya...

Wakil Bupati Tator: Raskin Masih Ada Yang Salah Sasaran


TNO-Tana Toraja- Wakil Bupati Tana Toraja Adelheid Sosang mewanti-wanti para Camat, Lurah dan Lembang untuk melakukan pendataan sedetail mungkin untuk menghindari adanya penyaluran raskin yang salah sasaran. Hal ini disampaikan dalam rapat evaluasi raskin tahun 2012 di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Rabu (28/03/2012).

“ Datalah masyarakat dengan baik, karena banyak keluhan yang sampai kepada kami bahwa penyaluran raskin tidak tepat asaran. Bahkan banyak masyarakat yang mampu justru mendapatkan raskin” terang Istri mantan Bupati  dua periode ini.

Dijelaskannya, bahwa penyaluran raskin diperuntukkan bagi Rumah Tangga Miskin (RTM)/Rumah Tangga Sasaran (RTS).

Untuk tahun 2012, masih berpegang pada data tahun 2008 sehingga RTS/RTM yang menerima raskin sebanyak 20.961 KK. Sementara data dari BPS hingga Januari 2012 terdapat 30.548 RTS di Tana Toraja. Ini berarti ada peningkatan jumlah RTS/RTM.

Dihadapan Wakil Kepala Perum  BULOG  Sub Divre Palopo Abdul Hamid Majid, Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa diantara 19 Kecamatan masih ada dua Kecamatan di Tana Toraja yang masih menunggak pembayaran raskinnya pada tahun 2011 lalu.

Namun kedua kecamatan itu di beri dispensasi khusus karena pendistribusian atau medan jalan yang di tempuh sangat jauh itu pun pengangkutan dari titik distribusi hanya bisa dilakukan dengan menggunakan Kuda atau Kendaraan Roda Dua. “Oleh sebab itu kami  sangat mengharpkan kepada Bulog untuk memberikan jadwal tetap sebelum penyaluran di adakan” Pinta Adelheid.

Posting : kabartoraja.com

»»   Selengkapnya...

Selasa, 27 Maret 2012

Dorr.. 8 Mahasiswa Terkapar Kena Peluru Karet

Ilustrasi (Foto: okezone)
Ilustrasi (Foto: okezone)

TNO-JAKARTA- Sekira 8 mahasiswa yang tergabung dalam Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) terkena peluru karet saat bentrok dengan aparat kepolisian di wilayah Gambir, Jakarta Pusat.

Salah satu mahasiswa Konami, Purba mengatakan 8 mahasiswa itu kini dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. "Ada 8 orang yang kena tembak salah satunya kena di bagian kepala," kata Purba saat dihubungi okezone, Selasa (27/3/2012).

Selain terkena peluru karet, 12 mahasiswa dari Palu juga mengalami luka-luka. "Kemungkinan korban akan terus berjatuhan," ujarnya.

Seperti diketahui, aksi mahasiswa yang tergabung dalam Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terlibat bentrok dengan aparat kepolisian di sekitar Stasiun Gambir yang mengarah ke Istana Negara.

Carolina Christina - Okezone
Selasa, 27 Maret 2012 17:12 wib
»»   Selengkapnya...

“Gerakan Mahasiswa Toraja Peduli Rakyat” Kepung DPRD Tator


TNO-Tana Toraja- Keputusan politik pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 1 April 2012, mendapat  reaksi penolakan dari semua elemen masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan demo besar-besaran  di berbagai Daerah di Tanah Air.

Posting :kabartoraja.com
»»   Selengkapnya...