Sabtu, 16 Februari 2013

Pelempar Bom 5 Gereja di Makassar Diduga Satu Kelompok


JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian masih menyelidiki kasus pelemparan bom molotov terhadap lima gereja di Makassar. Pelaku pelemparan diduga sama atau satu kelompok. Hal ini terlihat dari kemiripan bom yang dilempar dan ciri-ciri pelaku.Pelempar Bom 5 Gereja di Makassar Diduga Satu Kelompok
"Dari hasil analisis, ada kemiripan. Bahan peledak yang digunakan dari setiap peristiwa sama. Tiga tempat terakhir, ada penggunaan botol mineral dan bensin. Ciri-ciri pelaku juga menggunakan sepeda motor jenis matic serta pelaku menggunakan helm," terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/2/2013).
Saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi. Kepolisian juga masih mengupayakan penyelidikan dari rekaman CCTV. Kepolisian belum dapat memastikan apakah pelaku tergabung dalam jaringan teroris Poso. Aksi teror pun menggunakan bom molotov, bukan bom rakitan yang biasa digunakan kelompok teror. Boy meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi atas serangan bom molotov tersebut.
"Masyarakat harap tenang dan memberikan kepercayaan kepada petugas untuk mengusut secara tuntas pelakunya dan kepada pelaku agar menghentikan tindakan provokatif yang merugikan persatuan dan kesatuan," ucapnya.
Sebelumnya, dalam waktu yang berbeda, terjadi aksi pelemparan bom molotov terhadap lima gereja di Makassar. Pertama, dua gereja di Kota Makassar dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal, Minggu (10/2/2013). Kedua gereja tersebut adalah Gereja Tiatira Malengkeri di Jalan Muhajirin Raya Lorong 2 No 2, Kecamatan Tamalate, dan Gereja Jemaat Jordan Toraja Mamasa di Jalan Dirgantara no 3A, Kecamatan Panakukang, Makassar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Tiga gereja kembali dilempari bom molotov, Kamis (14/2/2013). Ketiga gereja itu adalah Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sulsel di Jalan Samiun, Kecamatan Ujungpandang, Gereja Toraja di Jalan Gatot Subroto No 26, Kecamatan Tallo, dan Gereja Toraja Klasis di Jalan Pettarani 2, Kecamatan Panakukang. Pelemparan dilakukan dalam waktu yang berdekatan. Api cepat dipadamkan di gereja tersebut sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka.
Editor :
Hindra

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar