Sabtu, 06 Agustus 2011

Direktur Akper Toraya: Saya Harus Tegar Diterpa Badai Isu


Terkait dirinya yang di isukan tidak bekerja secara profesional dan isu-isu miring lainnya, Direktur Akademi Perawat (Akper) Toraya Albertin angkat bicara. Ditemui kabar-toraja.com Jumat (5/8/2011) di Makale Albertin mengemukakan, sebetulnya banyak konsep untuk mengembangkan akademika Akper.
Salah satunya peningkatan profesionalisme mahasiswa, memberikan pelayanan medis kepada masyarakat sebagai spesialisasai bidang studi keperawatan D3. Meski demikian, ucap dia, sejalan dengan visi terwujudnya Akper Toraya sebagai institusi pendidikan menghasilkan tenaga keperawatan yang professional, dan memiliki daya saing dan kompetensi berkualitas.
Dalam pandangan lain ia menjelaskan, dijabarkan dalam Misi Akper pengabdian kepada masyarakat tingkatkan kesejahteraan, pada hakekatnya sesuai dengan tuntutan dan perkembangan jaman juga pengembangan potensi individu, tingkatkan sumber daya manusia.
Diakui Albertin kurang lebih setahun ia dipercayakan sebagai Direktur Akper Toraya, cukup banyak badai menerpa Akper yang dipimpinnya. Sala satunya dari internal Akper terkuak kepermukaan beberapa waktu lalu, disuarakan melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Selain menemui Wakil bupati Adelheid Sosang, juga Sekretaris daerah (Sekda) Enos Karoma pertanyakan berbagai hal yang krusial dialami Akper.
Albertin mengungkapkan, Akper Toraya yang statusnya belum dibawah naungan Kopertis, juga tidak harmonimya hubungan beberapa pejabat yang berimplikasi tidak lancarnya proses belajar mengajar.
" Tudingan silih berganti dialamatkan kepada direktur, sangat jelas didalangi oknum yang kecewa, bahkan nyaris ditengarai ambisi gantikan posisi direktur, yang nota bene belum memenuhi syarat selain belum terdaftar sebagai dosen kopertis, juga jenjang pendidikan S2," tutur Albertin, yang tiga tahun kedepan masih menjabat sebagai Direktur Akper.
Kepada media ini  tersirat Albertin ingin curhat, dirinya tak larut dalam duka namun harus tetap tegar. Ia justeru malah mengajarkan ketegaran dan kemandirian. Sehingga dengan lantang menepis tudingan yang tidak beralasan dan bukti kuat.

Artikel Terkait



Tidak ada komentar:

Posting Komentar