Minggu, 11 Februari 2018

Direktur dan Pengelola Mangkir dari Undangan DPRD? Pimpinan DPRD Ungkap PANSUS !

Wakil Ketua DPRD Tator - Kendek Rante di hadapan Perwakilan Perawat
Makale - TNO. Kemelut berkelanjutan di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Lakipadada belum juga usai. Persoalan yang sudah berbulan-bulan ditangani Komisi 2 DPRD Tana Toraja buntu. Pasalnya, Manajemen BLUD RS Lakipadada mangkir dari Undangan DPRD Tana Toraja, Sabtu (11/2).

Puluhan Solidaritas Perawat mendatangi DPRD Tana Toraja yang hendak mendengarkan tuntutan mereka akhirnya tidak menemukan jawaban. Perwakilan Solidaritas Perawat, Jeany, mengungkapkan perasaan para perawat yang tidak mendapatkan insentif seperti yang telah dibayarkan kepada Pengelola, Dewan Pengawas dan para dokter. Menurutnya, harus adala keadilan, dan sebisanya kami ini diberikan 50% dari yang diterimakan dokter umum. "Kami yang merawat, kami juga merasa berhat untuk mendapakan insentif, kami diintimidasi dengan telpon bahwa akan dimutasi" ujar perwakilan Solidaritas Perawat, disambut tepuk tangan.

Sebelumnya, Plt. Sekda Tana Toraja yang dikonfirmasi terkait diterbitkannya 11 SK mutasi di lingkup kerja BLUD RS Lakipadada, dirnya baru tahu setelah pertemuan dengan para Perwakilan Perawat. "Saya baru tahu kemarin (Jumat,10/2) makanya tidak ada paraf saya"jelas DR Semuel Tande Bura. Lanjutnya, ada prosedur dalam mutasi yang dikeluarkan BKPSDM (BKD dulunya,Red). "Harus ada penilaian kinerja dari Tim Penilai Kinerja, dan ada SOP yang berlaku" Plt. Sekda.

Menanggapi ketidak hadiran Menejemen BLUD RS Lakipadada, Kendek Rante menyesalkan hal tersebut. Dikatakannya. kami Lembaga Dewan, Undangan ditandatangani Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi,SE, kami merasa diabaikan! "Karena ketidak hadiran Direktur (dr Safari), rapat ini tidak dapat dilanjutkan, padahal kami mencari solusi terbaik" kesalnya. Dirinya juga akan menyampaikan pada rapat pimpinan terkait ketidak hadiran direktur dan akan memanggil juga kepala BKPSDM untuk dimintai keterangan tentang SK Sakti (diantarkan ke rumah masing-masing penerima). "Kalau pimpinan Dewan menetapkan akan ada RDP,  kalau tidak dimungkinkan kami PANSUS-kan !, "tegas Wakil Ketua DPRD Tana Toraja.

Menimpali itu, Wakil Ketua Komisi 2, Pantan Ranteallo, menyayangkan ketidakhadiran direktur, menurutnya, kita akan panggil direktur. "Untuk berikutnya kita akan panggil, bukan diundang lagi"kesal Pantan Ranteallo. (r1an)
»»   Selengkapnya...

Jumat, 13 Oktober 2017

ASN TATOR : "INI TIDAK MANUSIAWI, KAMI AKAN GELAR TIKAR, KAMI TIDAK ADA KURSI DAN MEJA"


TNO-Tator (13/10) Jangan heran bila memasuki areal Kantor Bupati Tana Toraja, puluhan orang berseragam Putih-Hitam, akan menyambut kita dengan wajah lesu, memelas dan terkesan putus asah. Mereka adalah bagian dari ASN Tator yang mendapat predikat "Non Job". Kondisi ini menurut beberapa orang yang ditemui Tim Liputan TNO, sangat mengharapkan adanya perhatian dari Kemendagri dan Ombudsman. Menurutnya, kondisi ini sudah berjalan hampir setahun, praktisnya per 31Desember 2016. Lanjut Pria yang akrab dengan awak media di Bumi Lakipadada ini " Sudah hampir setahun kami diperlakukan seperti ini, tidak ada kejelasan, selama ini kami bekerja dengan taat kepada pimpinan, kami menuntut keadilan, beberapa dari kami adalah ASN pada jabatan struktural yang sangat strategis, kami laksanakan tugas dengan baik". Masih akunya, lelaki yang sangat bermohon identitasnya ditutup, demi objektifitas penilaian pimpinan, "Kami para senior, diganti oleh junior yang belum siap, sangat mengganggu kinerja pelayanan kepada masyarakat, bahkan ada diantara kami yang belum ada pengganti di jabatan yang dicopot dari kami, ada apa?".


Kondisi ke 58 ASN Tator yang lebih sering menyebut diri mereka "Kelompok 58", sehari-hari hanya bercengkerama, ada beban sosial yang mereka tanggung, ada rutinitas kinerja yang dicopot dari mereka, hidup dengan beban mental seperti ini, akan menyiksa mereka yang punya dedikasi,punya kepedulian, dengan nada kesal, salah seorang ASN menyelutuk "Kami tidak akan tinggal diam, kalau Ambudsman tahu ini, akan menjadi masalah, karena ada beberapa orang yang sangat tidak memenuhi aturan, tetapi dipaksakan"

Apa Tanggapan Pemkab Tator?
Beberapa sumber di Pemkab Tator sulit dimintai keterangan terkait hal ini, namun Plh. SEKDA Tator masih sempat memberikan penjelasan, walaupun sementar tugas di luar daerah, dijelaskan DR.Semuel Tande Bura "Sebanyak ASN dmaksud itu belum 2 minggu kami terima SK penempatan di Setda. Penjelasan detail harap bersabar dulu, skrg lg tugas luar setelah di tempat tugas /di Toraja sy infokan".

Dari berbagai sumber berita dan informasi yang didapatkan, beberapa ASN senior Gol.IV/C diganti Gol.III/d, bahkan masih ada yang belum mendapatkan SK Pemberhentiannya, namun sudah 10 bulan berlalu Mutasi Akhir Tahun yang menjadi momok bagi ASN (Aparat Sipil Negara) di daerah ini. Berbagai spekulasi bermunculan, apa dasar pemberhentian mereka, dan ini tentunya merugikan Negara, sebab ASN yang masih sangat produktif, di berhentikan dari jabatan yang diembannya, dan diganti, ataupun diberhentikan tanpa pengganti. Semoga kondisi ini tidak dibiarkan berlarut-larut, karena akan menjadi sandungan pelaksanaan Birokrasi yang baru menanjak ke tahun Kedua Pemerintahan Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae. Begitu juga dengan kinerja BKD Tator yang lamban menyampaikan SK para ASN, sebaiknya ditinjau keberadaannya. Demi kesuksesan dan pelayanan masyarakat yang maksimal sesuai Tagline "Unggul dan Sejahtera".(fb)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 16 Maret 2016

DAK TAMBAHAN 2015 TATOR, DISOAL?

Proyek Pelebaran jalan (DAK Tambahan) 2015, Poros Pantawanan-Batutu Lembang Rano Timur Kec Rano Kab Tana Toraja (Tim Investigasi)
»»   Selengkapnya...

Selasa, 28 Oktober 2014

HARI SUMPAH PEMUDA KE-86 DIPERINGATI DI TANA TORAJA


HARI SUMPAH PEMUDA KE-86 DIPERINGATI DI TANA TORAJA


MAKALE, Hari Sumpah Pemuda Ke-86 Tahun 2014 diperingati di Tana Toraja dalam suatu upacara  di lapangan SMAN 1 Makale dengan Pembina Upacara Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung. Pada kesempatan itu, Bupati membacakan sambutan seragam Mentri Pemuda dan Olah Raga RI dimana peringatan kali ini mengusung tema : Bangun Soliditas Pemuda Maju dan Berkelanjutan. Hal- hal yang menjadi penekanan dalam sambutan tersebut antara lain bahwa pemuda hendaknya dapat memainkan perannya secara optimal sebagai perekat persatuan bangsa dalam pembangunan nasional.
Hadir dalam upacara tersebut Kajari Makale, Waka Polres Tana Toraja, Kasdim 1414 Tana Toraja, Sekda Tana Toraja, para kepala SKPD, Ketua dan Pengurus KNPI Tana Toraja, organisasi pemuda, Pemuda Pancasila, Karang Taruna, mahasiswa UKI Toraja, STAKN, Stikes Lakipadada, serta sejumlah unsur pemuda lainnya. (tanatorajakab.go.id)
Komandan Upacara Marthen LB
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 27 September 2014

KEPEMIMPINAN TELADAN SEMAKIN KUAT ?

Yariana Somalinggi'
JA Situru' SH

  TNO-Makale, Saat Pengucapan Sumpah dan Janji ke-30 anggota DPRD Tana Toraja terpilih yang dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kab. Tana Toraja dalam rangka Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kab. Tana Toraja Periode 2014-2019 semua hadirin dan Undangan mengikuti dengan seksama dengan penuh hikmat. Keg yang berlangung pada Hari Jumat / 26 September 2014 merupakan perletakan tonggak Kepemimpinan dan Pemetaan Politik di Bumi Lakipadada sampai 5 tahun kedepan. Tiga Tokoh ternama yang diambil sumpah/janjinya, diantaranya JA Situru' SH sang mastro politik juga mantan Bupati 2 periode yang sangat fenomenal. Selanjutnya, Victor Datuan Batara, SH mantan Kapolres Tator dan mantan Calon Bupati Tator, dan terakhir Yariana Somalinggi adalah Istri Bupati Tana Toraja Theopilus Allorerung yang juga selaku Ketua TP PKK Kab. Tana Toraja.


Ketiga tokoh yang disebutkan diatas adalah pentolan-pentolan politik di daerah ini dan sudah membuktikan dirinya masuk di jajaran "Lembaga Terhormat". Masuknya ketiga orang ini, dikatakan beberapa kalangan sebagai tonggak baru perpolitikan di Tana Toraja, sebut saja Ferryanto Belopadang,sang Aktifis LSM dan Ketua LSM LEKAT, memberikan pandangannya, dikatakannya " Masuknya JA Situru' Sh sebagai tokoh yang kontroversial akan menambah dinamika di lembaga ini, serta masuknya Yariana Somalinggi, juga akan mewarnai kinerja DPRD Tana Toraja. Masuknya kedua tokoh ini, akan semakin memperkuat kepemimpinan Teladan sampai akhir periode pada 26 September 2015, demikian juga masuknya Victor Datuan Batara sebagai anggota DPRD akan menambah hangat suasana dikalangan Legislator". 
Pengucapan Sumpah/Janji

Saat ditanyai TNO tentang Posisi Ketua DPRD, Ryan sapaan Ketua LSM LEKAT dengan tegas menanggapi, sebaiknya Partai Golkar tetap mempertahankan posisi Welem sambolangi',SE karena sudah teruji selama ini, lanjut dikatannya " Kami sebagai bagian kecil masyarakt Tana Toraja sangat mengharapkan kebesaran Partai Golkar untuk tetap mempertahankan posisi Welem sambolangi',SE sebagai Ketua di Periode ini,karena Figur Welem sangat familiar dan berhasil mempertahankan kewibawaan Pemkab Taba Toraja selama ini, dan ini semua keuntungan partainya,kalau ada upaya untuk mendikreditkannya,itu kerugian besar!".(tim)
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 13 September 2014

MASYARAKAT TORAJA MENGHARAPKAN PENUNTASAN KASUS BANDARA DEMI PERCEPATAN PEMBANGUNAN BANDARA DI TANA TORAJA

Sosialisasi Pembangunan Bandara Buntu Kunik
Mengkendek-TNO, Setelah dicanangkan pembangunannya oleh Gubernur Sulawesi Selatan 3 tahun yang lalu, Pembangunan Bandara Buntu Kunik sebagai Bandara Baru di Kabupaten Tana Toraja terkesan lamban. Beberapa hal yang sangat dirasakan oleh masyarakat di daerah pariwisata ini adalah proses hukum terkait pembebasan lahan dan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan yang masih bergulir.

Pemeriksaan Kasus Bandara Buntu Kunik
Harapan masyarakat Tana Toraja untuk menikmati layanan transportasi udara yang memadai, bahkan menurut informasi berskala internasional menjadi dambaan semua pihak, hanya saja mereka tidak menerima jikalau ada kesan pembodohan apalagi kalau dikorupsi, salah seorang pemerhati dan penggiat LSm di daerah ini mengungkapakan keprihatinannya terkait kasus yang membelit Tim 9 pembebasan Lahan Bandata Buntu Kunik di Mengkendek . Dikatakan Zeth Taruk tiku, " Kami sebnagai masyarakat sangat mengharapkan selesainya pembangunan Bandara, tetapi sepertinya pemerintah pusat juga tidak serius, bahkan dana yang diturunkan tidak maksimal untuk sekedar pekerjaan tanah. sampai sekarang baru sekitar 100 M yang turun, sementara dibutuhkan jauh lebih banyak utk pematangan tanah, ada apa?. Demikian salah seorang warga yang ditemui, saat ditanyakan tentang kasus terkait bandara, Zeth menyesalkan terjadinya hal itu, dikatakannya"Penetapan Kasus dan Tersangka sejak 2 tahun lalu dan belum ada Kepastian Hukum, sebaiknya pihak Penyidik lebih memaksimalkan Upaya penyidikan, atau sekalian menutup kasusnya jika memang sulit dibuktikan!" Hal ini memmang sering diungkapkan para penggiat dan pemerhati di Bumi Lakipadada ini, namun kenyataannya sudah sangat berlarut-larut dan menjadi preseden buruk bagi Pihak Polda yang sudah menahan 2 tersangka namun sampai saat ini belum ada kepastian hukumnya.
Data Penggugat Lahan

Kasus Perdata Sengketa 
Seandainya Kasus ini tidak tuntas juga, akan terkatung-katunglah status hukum kedua tersangka yang kita sudah ketahui bersama yakni Enos Karoma sebagai Ketua Tim 9 Pembebasan lahan sekaligus Sekda Tator dan Ruben Rombe Randa sebagai Camat Mengkendek kala itu sekaligus Plt.Di Lembang Rantedada. Akankah kasus ini berlanjut ke Meja Hijau atau ditelan waktu di Polda, yang katanya akan ada tersangka lain, atau Beranikah KPK mengambil alih kasus ini, kita nantikan saja?
Suasana Penerima Ganti Rugi
Sidang Perdata Pitu Lombok Pitu Tanete




Surat Pengaduan
Lokasi Pembangunan Bandara Buntu Kunik di Mapongka






Ilustrasi 2 tersangka ditahan
Ilustrasi Penahanan Tersangka 


»»   Selengkapnya...

Jumat, 20 Juni 2014

Jalan Menuju Bandara Pongtiku Dibiarkan Rusak Berat, 1 Mobil Terjun Ke Jurang


Rantetayo-TNO, Bandara Rantetayo sebagai satu-satunya akses udara menuju Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, namun berbagai infrastruktur sudah sangat tidak memadai lagi. Layaknya jalan menuju dan dari bandara merupakan jalur strategis, namun tidak bagi Pemerintah Kabupaten Tana Toraja. Akses jalan yang menghubungkan kecamatan Makale dan Rantetayo, Rembon dan ke Toraja Utara ini sudah sekian lama dibiarkan terbengkalai, bahkan diperparah lagi dengan dilaluinya Kendaraan Truk yang muatannya melebihi kapasitas. 



Kondisi jalan yang rusak, dijalur strategis menambah ketidak-percayaan masyarakat terhadap pemimpinnya, salah seorang tokoh masyarakat setempat yang sangat peduli dengan kondisi ini sangat menyayangkan lambannya penanganan. dikatakan Daud, jalan ini sudah rusak berat, ini jalur strategis, semua pejabat yang menggunakan jasa transportasi udara akan memaluinya, sangat disayangkan, seharusnya ini jadi prioritas karena konsekwesni daerah kita menjadi tujuan wisata andalan di Sulawesi Selatan". 


Melihat kondisdi ini, sangatlah tidak wajar kalau Pemkab Tana Toraja selalu mengatasnamakan Pariwisata, sementara infrastruktur strategisnya dibiarkan terbengkalai. Dan saat ini Bandara Baru yang ditunggu-tunggu masih terhambat proses pembangunannya karena anggarannya belum turun, dan lokasi masih bermasalah, bahkan Sekda Tator dan Mantan camat Mengkendek yang sekarang menjabat Kepala BPMPL masih tersangkut kasus Bandara, ini sungguh mencoreng wajah pariwisata yang kita promosikan selama ini.

Mobil Terjun Ke Jurang
mobil amgkutan terjun ke jurang -dok.TNO

Rusaknya jalan yang menuju dan dari Bandara Pongtiku di Kecamatan Rantetayo, sangat membahayakan pengendara, seperti yang terjadi siang tadi. Sebuah mobil angkutan sejenis Bus terjun ke jurang karena menghindari jalan yang rusak. Dari hasil pantauan TNO di sekitar lokasi, masyarakat sangat kesal dengan Pemerintah utamanya Dinas PU yang tidak segera membenahi jalan ini, sementara Anggaran pekerjalan jalan tahun 2013 malah batal dilaksanakan karena alasan waktu yang tidak cukup, ada apa? Inilah yang harus diusut Legislator di daerah ini, karena ada anggaran yang sudah ditetapkan malah batal dilaksanakan tahun 2013. 
»»   Selengkapnya...

Kamis, 15 Mei 2014

Tersangka Politik Uang di Toraja Akhirnya Diperiksa Polisi



TANA TORAJA, TNO– Setelah 17 hari sejak pihak kepolisian melakukan penggilan pertama pada tanggal 28 april lalu, akhirnya tersangka kasus dugaan money politik “KL” memenuhi panggilan polisi. Tersangka diperiksa selama 1,5 jam mulai pukul 06:00 sampai 07:30 wita.

Foto : Mapolres Tator   dok.polres tator
“Setibanya dari Makassar tersangka didampingi pengacaranya langsung menuju Polres untuk diperiksa,” ujar Kanit Reskrim Polres Tana Toraja, Aiptu Marthen Manan saat ditemui Rabu (14/5/14). Menurut Marthen Manan ada 20 materi pertanyaan yang diajukan kepada tersangka.

Menurut keterangan dari tersangka kasus dugaan money politik, bahwa dirinya sudah berada di Jayapura, Papua saat panggilan pertama dikeluarkan oleh pihak kepolisian. Sehingga setiba dari Papua, dirinya bersama pengacaranya langsung menuju ke Tana Toraja.

Pemeriksaan tersangka tersebut telah melengkapi berkas yang akan diserahkan kepihak kejaksaan.

“Setelah tersangka kasus dugaan money politik di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) maka berkas tersebut telah lengkap dan selanjutnya akan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebenarnya berkas kasus pidana politik itu sudah beberapa kali diserahkan kepihak kejaksaan namun selalu dikembalikan karena BAP tersangka belum ada,” jelas Marthen.

posting: RAKYATSULSEL.COM 


»»   Selengkapnya...

Minggu, 06 April 2014

BARU DIGUYUR HUJAN BEBERAPA JAM, KOTA MAKALE TERENDAM

Makale-TNO, Derasnya hujan dan yang mengguyur Bumi Lakipadada sejak siang tadi mengakibatkan sejumlah jalan tergenang air, diperparah selokan yang tersumbat dan tertutup beton pembangunan baru. Seprti yang terlihat dibeberapa tempat malam imi. Sebut saja, Areal Plaza Makale sekitar kolam, air yang menggenangi jalan menyulitkan para pengendara, penjual kaki lima yang biasanya menjual di areal panggung kota makale tidak ada yang berjualan. Air juga menggenangi jalan sekitar Kantor Pengadilan makale, luapan banjir bahkan terlihat jelas dari samping BRI di Pantan. Beberapa kantor tergenang, rumah-rumah penduduk juga ikut tergenang, dan beberapa keluarga sempat kluar dari rumah mereka menyelamatkan barang-barangnya berikut ternak babi yang juga terendam banjir.

Kondisi ini memang terkadang tidak diantisipasi Pemerintah dan utamanya masyarakat, ada yang membangun dan menutupi jalan, bahkan mempersempit sungai dan lainnya membangun menutup selokan utama, inilah akibatnya! Baru diguyur hujan siang tadi sudah banjir.

Tidak jauh berbeda yang dialami Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada, air menerobs dan membobol tanggul yang ada, bahkan air masuk menjenguk para pasien dan penjaga yang sempat kepanikan, beberapa orang berlarian menyelamatkan barang-barang elektronik, menguras air banjir dan terlihat para perawat dan staf rumah sakit dibuat panik dan " olahraga malam". Beruntung kesigapan pengelola RSUD Lakipadada dipimpin Dirutnya dr. Rudhyanto Andilolo dengan bekerja keras membersihkan luapan air yang datang. "Kami sudah menanganinya dan banjir ini karena bobolnya talud, kami juga sudah meredakan keluhan para pasien dan penjaga" diungkapkan dr. Rudy lewat media sosial. (r1an)

(semua foto: dok. dr.Rudhy AL)
»»   Selengkapnya...

Selasa, 19 November 2013

Menyingkap Tabir Kasus Pembebasan Lahan Bandara Baru Buntu Kunik Tana Toraja

Dari Kiri : Bupati Tana Toraja,Sekda Tana Toraja, BPN Tator
Makale-TNO, Sepekan sudah Sekda Tana Toraja, Enos Karoma kembali menghirup segarnya udara Pegunungan Toraja, bahkan Enos sudah kembali beraktifitas. Keseharian mantan Kabag Organisasi dan Tata Laksana ini tetap seperti sebelumnya, dia tampak tenang dan menerima kondisinya sebagai Tersangka Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Bandara Baru Buntu Kunik Tana Toraja. Tidak seperti tersangka lainnya, Ruben Rombe Randa, mantan Camat Mengkendek yang lebih dahulu menjalani penangguhan tahanan, dia terkesan menikmati masa penahanannya, sering seklai dia bercerita kisah-kisahnya di Ruang Tahanan Polda yang berbaur dengan sekian banyak orang dalam berbagai bentuk tindak kriminal dan Korupsi.

Sekelumit kisah yang mewarnai kehidupan mereka berdua setelah penetapannya sebagai Tersangka Korupsi, seakan menjadi cambuk dan pengalaman hidup yang sangat berharga, namun kasus ini belum selesai, status mereka berdua masih berstatus tersangka (m.beritakotaonline.com/.../polda-sulsel-tetapkan-tersangka-kasus-korupsi..), dengan tetap melakukan "Wajib Lapor" setiap Senin dan Kamis, teknisnya tergantung kesepakatan mereka dengan Penyidiknya di Polda Sulselbar. Sudah hampir setahun kasus ini bergulir di Polda Sulselbar, saat dilaporkan pada Desember 2012.

Tangkap Pembuat SK-817
Berbagai polemik dan issue beredar dimasyarakat Toraja dan dali luar Toraja, pemerhati Pembangunan dan LSM ikut angkat suara, diantaranya Daniel Bemba, mengungkapkan beberapa hal yang menjadi biang terjadinya korupsi anggaran pembebasan lahan bandar baru. Dikatakannya " Kami sudah laporkan ke KPK dan penyebab utama terjadinya korupsi ini karena diterbitkannya SK bernomor 817, siapa pembuat Sk tersebut? saaat ditanyai Bemba yang juga aktifis AMTAK cuma tersenyum. Lanjut dikatakannya, kami sangat setuju pembangunan bandara di mengkendek, yang membuat kami gerah adalah prosesnya, demikian ungkapnya.(tim)


»»   Selengkapnya...

Pertambangan di Tana Toraja Jadi Rebutan

Pertambangan di Tana Toraja Jadi RebutanMakale-TNO, Selain pariwisata, sektor pertambangan juga potensial di Tana Toraja. Sejumlah perusahaan pun mulai memperebutkan lahan pertambangan untuk dieksplorasi.

Setidaknya kini, tiga perusahaan yang memperebutkan areal tambang di Toraja. Ketiga perusahaan itu adalah PT Christina Explo Mining (CEM), PT Makale Toraja Mining (MTM), dan PT Sumber Mineral Celebes.
“Areal tambang itu menjadi rebutan sehubungan dengan terbitnya Surat Keputusan Bupati Tana Toraja kepada PT Christina Explo Mining terhadap lokasi pertambangan yang terletak Kecamatan Bittuang, Lembang Sasak,” kata Resdianto Willem, kuasa hukum Makale Toraja Mining.
Ia mengatakan surat keputusan bupati itu mengakibatkan terjadinya tumpang tindih sebagian lahan yang telah diberikan sebelumnya kuasa atau izin eksplorasi kepada PT Makale Toraja Mining (MTM). Resdianto mengatakan pemberian izin tersebut telah mengakibatkan kerugian besar yang dialami PT MTM.
“Kami sudah klarifikasi ke Bupati Tana Toraja dalam hal ini Kepala Dinas Pertambangan dan Energi atas terbitnya SK tersebut melalui permohonan resmi yang disampaikan pada tanggal 10 Agustus 2012. Namun hingga kini pihak Dinas Pertambangan dan Energi belum mengklarifikasi,” kata dia.
Resdiyanto menambahkan Informasi yang diperoleh bahwa adanya izin eksplorasi yang dimiliki oleh PT CEM adalah dengan permohonan izin untuk pengalihan dari PT Sumber Mineral Celebes (SMC) yang telebih dahulu memiliki izin Eksplorasi seluas 1000 Ha kepada PT CEM. Akan tetapi pihak PT SMC membantah adanya pengalihan tersebut, dan sama sekali PT SMC tidak pernah mengenal apalagi untuk memindahtangankan penguasaan kepada PT CEM.

“Yang lebih ironi lahan yang sebelumnya dikuasai PT SMC seluas 1000 hektare, kini berkembang menjadi 5700 hektare atas izin yang dimiliki PT CEM atas dasar adanya pengalihan tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya dugaan pemalsuan data yang dilakukan yang melibatkan oknum pemda setempat,” katanya lagi.
Bupati Tator, Theofilus Allorerung, yang dikonfirmasi tentang penerbitan izin tambang ini gagal diperoleh keterangannya, Beberapa kali dihubungi via telepon tetapi telepon genggamnya dalam kondisi tidak aktif.

posting : MediaMakassar.com
»»   Selengkapnya...

Senin, 18 November 2013

Aswas Segera Periksa Jaksa Kasus Korupsi Raskin Toraja Utara

Aswas Segera Periksa Jaksa Kasus Korupsi Raskin Toraja Utara
Tgl: 15/11/2013 21:57 Reporter: Kamaru Rahman
KBRN, Makassar: Kasus korupsi penyaluran raskin di Toraja Utara dengan Tulen Ranteupa sebagai tervonis 2 tahun 6 bulan penjara yang belum dilakukan penahanan oleh Jaksa meski dalam putusan memerintahkan penahanan akan dilakukan pemeriksaan oleh Asisten Pengawasan Kejati Sulsel Sugeng Purnomo.
Menurut Sugeng pihaknya belum bersedia memberikan keterangan yang lebih rinci karena belum melihat putusan dan menjadi bidang Pidana Khusus untuk melaksanakan putusan.
“Masalah teknis seharusnya ke Asipidsus dulu dan Saya selaku Asisiten Pengawasan akan menanyakan juga, Saya tidak mau berkomentar banyak dulu tapi yang jelas jaksanya akan diperiksa begitupun amar putusannya” Ungkap Sugeng Purnomo Jumat (15/11/2013).
Kasus Korupsi penyaluran beras miskin di Kecamatan Sanggalangi kabupaten Toraja utara berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar dinyatakan terbukti menyalahgunakan jatah beras miskin ke-13.
Tervonis selaku penyalur raskin bekerjasama dengan Camat Sanggalangi dan satuan kerja raskin membuat Berita Acara Serah Terima Seolah-olah sudah menyalurkan raskin ke-13 di Kecamatan Sanggalangi. Kerugian negara akibat perbuatan terdakwa senilai Rp100 juta. (KMR/YY)

Audio http://rri.co.id/index.php/berita/78063/Aswas-Segera-Periksa-Jaksa-Kasus-Korupsi-Raskin-Toraja-Utara#.UpuP5Cf_bdA

»»   Selengkapnya...

TRUK BERPENUMPANG "HITAM-HITAM" DIRAZIA SATLANTAS POLRES TATOR

Truk Berpenumpang yang dirazia Polisi Lalu Lintas
Makale-TNO, Nasib malang dialami beberapa pengendara truk yang memuat penumpang yang hendak ke tempat duka/prosesi kematian. Pasalnya, mereka di razia karen memuat penumpang. Ini sudah menjadi kebiasaan di Toraja. Puluhan truk berpenumpang dirazia dan ditilang, mereka dipaksa menurunkan penumpangnya, IRONIS..!!!

Beberapa orang yang menyaksikan menyesalkan kejadian ini, salah seorang diantaranya, Benyamin Ranteallo, aktifis LSM CSK mengungkapkan kekesalannya, dikatakannya " Ini menghambat kegiatan masyarakat terkait adat dan budaya Toraja, mereka mau ke tempat duka, ketempat prosesi pemakaman kerabatnya dan ada juga yang mau ke pengantin, mereka butuh angkutan yang bisa memuat banyak orang, karena ekonomis dan ini sudah sangat lama menjadi kebiasaan".(fer)

»»   Selengkapnya...

Sabtu, 02 November 2013

PENGECEKAN SOAL UJIAN SELEKSI CPNSD TANA TORAJA TAHUN 2013

Makale-TNO (2/11) Bertempat di Ruang Video Cenverence (Vicom) Polres Tator, dilaksanakan Pengecekan Dokumen Soal Ujian Seleksi CPNSD Tana Toraja tahun 2013. Tampak hadir, Pakiding Karaeng Baan(Kepala BKPPD), Y Sumule (Ka Inspektorat Kabupaten), BPKP,Panitia Lokal dan Pengawas, LSM LEKAT(Pemantau Independen),Anggota Intelkam Polres Tator. Hasil Pengecekan dokumen (Dokumen Negara-red) dibagi dalam 30 dos, dan akan didistribusikan ke 100 ruang ujian dan 5 lokasi sekolah. Sebagaiman diketahui, jumlah peserta tes sebanyak 1971 orang. Ujian dilaksanakan hari ini pukul 09.00wt-15.00wt.(tim)

»»   Selengkapnya...

Senin, 28 Oktober 2013

PERINGATAN SUMPAH PEMUDA DI TATOR DILAKSANAKAN SECARA SANGAT SEDERHANA

Makale-TNO, Peringatan hari Sumpah Pemuda untuk Kabupaten Tana Toraja dilaksanakan secara sederhana di Lapangan Kantor Bupati Tana Toraja. Upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ke-85, dipimpin Dandim 1414/Tator, Letkol.Inf. Erwin Ferdinan.B, dihadiri Bupati Tana Toraja, Perwakilan Kejari Makale, Pengadilan Negeri Makale, serta Polres Tator. Juga diikuti oleh para kepala SKPD, siswa-siswi dari beberapa sekolah. Dandim membacakan Amanat Menpora yang pada intinya mengajak semua unsur, utamanya Pemuda untuk tetap menjiwai Tekad Pemuda Indonesia tahun 1928. Sementara Ikrar Pemuda dibacakan Ketua KNPI Tana Toraja, Alexander Patandean.

Setelah pelaksanaan Upacara tersebut, dilanjutkan dengan penyerahan Piala Juara 2 Olympiade Persaingan Usaha yang diraih siswa SMAN 3 Makale, dan diserahkan oleh Perwakilan SMAN 3 Makale kepada Bupati Tana Toraja.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, untuk Kabupaten Tana Toraja dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang seharusnya diperingati pada 1 Oktober yang lalu, dan Upacara Hari Kesadaran Nasional yang diperingati pada tanggal 17 setiap bulannya. (r1an)
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 26 Oktober 2013

LEPAS-SAMBUT KAPOLRES TATOR DI RUJAB BUPATI TANA TORAJA

Bupati Toraja Utara-Ir. F.B. Sorring memberikan Sambutan
Makale-TNO, Beberapa waktu yang lalu, Kapolres Tator resmi diganti, dari pejabat lama AKBP. Yudhi Sinanloe Lae ke pejabat baru AKBP Yuliar Kus Nugroho,SIK. Namun baru hari ini (26/10)  dilaksanakan Acara Lepas-Sambut Kapolres Tator. Kegiatan yang berlangsung sederhana ini, dihadiri Bupati Toraja Utara FB Sorring, Ketua DPRD Toraja Utara, Ir. Sri Krisma Pirade, Bupati Tana Toraja,Theopilus Allorerung,SE, Kapolres yang lama yang saat ini menduduki jabatan baru sebagai Wadir Reskrimsus di Polda Sulteng, Kapolres yang baru dimana sebelumnya menduduki jabatan di Direktorat Reskrim Mabes Polri, para Kepala SKPD, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, serta ibu-ibu Bhayanghari.
Para Pimpinan SKPD Se Tana Toraja-Toraja Utara


Dalam sambutannya, Bupati Toraja Utara mengungkapkan apresiasi yang luar biasa terhadap kinerja AKBP. Yudhi Sinanloe Lae, dikatakannya " Saya sangat merasakan peran Pak Kapolres ( Yudhi-red) terutama saat pilbup, Pilgub dan beberapa kegiatan lain, dimana Kapolres mampu mengamankan event-event tersebut". Lanjut diungkap, dulu waktu masih sekolah Pejabat Polres sudah ubanan, sekarang masih muda dan begitu juga Dandimnya ( Dandim 1414/Tator-red). Senada dengan itu, Bupati Tana Toraja, Theopilus Allorerung,SE memuji kinerja Kapolres yang lama dimana banyak kegiatan mereka lakukan bersama, termasuk kegiatan diluar kedinasan. 
Jajaran Polres Tana Toraja dan Ibu-Ibu Bhayangkari

Selama kurun waktu 3,5 tahun, AKBP Yudhi Sinanlo Lae menjabat Kapolres, beberapa kegiatan besar sukses diamankannya, diantaranya IMT, Lovely Desember dan beberapa kegiatan lainnya. Dalam sambutannya, Kapolres yang baru, AKBP. Yuliar Kus Nugroho mengungkapkan apresiasinya terhadap keindahan Toraja dan kondisi masyarakat Toraja, diungkapkannya " Toraja sangat indah, bahkan tingkat kriminal yang menonjol di daerah ini relatif sedikit, diantaranya, Curas dan Curanmor, Saya bisa enak tidur". Juga diungkapkannya akan meminimalisir "Penyakit Masyarakat" seperti Judi Sabung Ayam.

Keiatan ini diakhiri dengan memberikan cindera-mata kepada Kapolres Lama, masing-masing dari Bupati Tana Toraja, Toraja Utara, Ketua DPRD Tana Toraja dan Toraja Utara, bahkan dari Dandim 1414/Tator, Ketua Pengadilan dan Kajari. Ikut juga memberikan cindera-mata, Ka Kesbangpol Tana Toraja.(r1an)


»»   Selengkapnya...

Sabtu, 13 April 2013

1.914 K2 Dinyatakan Lolos

1.914 K2 Dinyatakan Lolos
Kepala Bidang Data dan Penerimaan Pegawai BKD Tana Toraja, Fransiska Situru, menyebutkan, jumlah tenaga honorer K2 di lingkup Pemkab Tana Toraja sebanyak 1.986 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.914 orang dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan berhak mengikuti tahapan uji publik.
Sisanya, 72 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) administrasi, seperti usia yang sudah di atas 46 tahun dan tidak memenuhi syarat dari sisi lama mengabdi.
''Ada juga beberapa syarat lain yang tidak terpenuhi,'' katanya.
Kondisi di BKD Tana Toraja ini berbeda dengan BKD Toraja Utara, yang mengumumkan nama-nama serta unit kerja honorer K2 di media cetak. Kepala BKD Toraja Utara, Yosephina Pali, menyatakan pihaknya mengumumkan nama-nama tenaga honorer K2 di media massa dengan tujuan agar proses uji publik ini berlangsung transparan dan akuntabel. Selain di media cetak, pihak BKD juga menempel nama-nama honorer K2 di kantor BKD Toraja Utara .
''Biar semuanya jelas dan terbuka. Namanya juga uji publik, ya harus diketahui oleh masyarakat banyak. Kalau ada yang keberatan dengan nama-nama yang sudah kami umumkan itu, silahkan memasukan keberatannya ke BKD,” kata Yosephina.
Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Tana Toraja, tidak mengumumkan nama-nama tenaga honorer kategori dua (K2) di media massa untuk kepentingan uji publik.
Alasannya, BKD tidak memiliki cukup anggaran untuk membayar iklan pengumuman di media cetak.
''Anggaran kami sangat kecil untuk kepentingan pengurusan honorer K2 ini. Sedangkan harga iklan di media cetak sangat mahal. Sehingga kami hanya pengumumannya saja yang kami muat di media cetak,'' jelas Kepala Bidang Data dan Penerimaan Pegawai BKD Tana Toraja, Fransiska Situru, kepada Palopo Pos.(rp6/ary/d)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 03 April 2013

Proyek Asal Kerja Rugikan Negara !

TNO-Makale,
Beginilah kalau proyek dikerjakan tidak profesional, asal-asalan dan terkesan dipaksakan. Nampak kwalitas coran yang tidak menyatu, pasirnya mulai timbul dan tidak lama lagi hancur, ini campuran berapa? sering pertanyaan itu muncul. Ini perkejaan Lapangan Upacra Kantor Bupati Tana Toraja, dikerjakan kontraktor lokal tahun Anggaran 2012. Mohon pihak terkait segera mengusutnya! (red.TNO)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 13 Maret 2013

LSM LEKAT : PEMKAB TATOR "JANGAN MALU" MENCONTOH TORUT, REFORMASI BIROKRASI

TNO-Makale, Salah satu tonggak keberhasilan suatu pemerintahan adalah birokrasinya, dan modal utamanya adalah komitmen pemimpinnya terhadap kompetensi dan akuntabilitas yang dimiliki aparatnya. Terkait hal tersebut, di Tana Toraja dari hasil pantauan TNO dan beberapa tanggapan masyarakat terkait pelayanan publik dan birokrasi sangat tidak maksimal, bahkan terkesan AMBURADUL. Seperti halnya, Penerapan Rangkap Jabatan, sampai ada oknum yang sudah mengendalikan 3 SKPD sekaligus, ini sungguh sebuah kegagalan yang mungkin saja terkondisi karena peranan pihak-pihak diluar birokrasi.

Sementara di Kabupaten pemekarannya, Toraja Utara, walaupun masih berusia sangat muda, tetapi disentuh secara profesional, menghasilkan pemerintahan yang kuat. Pada suatu kesempatan, FB Sorring mengungkapkan "Bukan zamannya lagi pendelegasian tugas yang tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, seperti tugas si anu dilimpahkan ke si anu", dan lebih ditekankan pada pelayanan di kecamatan-kecamatan dibawah kendali para Camat-nya.

Menanggapi kondisi di Tana Toraja, Ferryanto Belopadang, selaku Ketua LSM LEKAT mengungkapkan seharusnya Pemkab Tana Toraja mencontoh kepemimpinan Di Kabupaten Toraja Utara, dimana Bupati dan Wakilnya Seiring sejalan dan pelaksanaan birokrasi yang baik akan menghasilkan standar pelayanan prima "excellent service". Lanjut dikatakannya " Kalau di Tana Toraja sepertinya tanpa konsep dan tidak harmonisnya Bupati dan Wakilnya semakin menambah kesemrawutan birokrasinya. Saat ditanya tentang dominasi oknum non struktural dalam pengambilan keputusan, dengan guyon dijawabnya "Yang cuma punya posisi di dapur, jangan urus-urus pemerintahan, apalagi urus proyek, nanti menyesal" dan pada akhirnya yang korban jelas masyarakatnya, dan tagline kampanye Reformasi Birokrasi oleh Theopilus Allorerung pada saat pilbup, cuma hisapan jempol belaka".(tim)
»»   Selengkapnya...

Jumat, 08 Maret 2013

GMKI Toraja : " Pluralisme Terkoyak, KORUPSI Makin Berjamaah "


Wajah Indonesia hari ini menyiratkan berbagai masalah serius, yang menghambat kesejahteraan rakyat segera harus diatasi. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme laksana penyakit kronis yang masih menggerogoti, turut mendorong perjalanan bangsa menuju kehancuran.
Demikian diungkapkan oleh Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Toraja, Natalianus.
Ditemui malam di Rantepao, Natalianus banyak mengungkapkan akar persoalan bangsa yang hingga kini belum tuntas penyelesaiannya.
Dikatakannya, GMKI melihat pancasila sebagai dasar negara perlu dipertahankan. Benang merahnya dengan Korupsi dan pluralisme menjadi sorotan GMKI, oleh karenanya menjadi salah satu agenda utama. Untuk dicarikan penuntasannya.
Nilai pluralisme yang selama ini dijunjung tinggi, imbuh dia, mulai tenggelam. Hal itu ditandai dengan minimnya para aparatur negara melindungi rakyatnya.

"Pluralisme dan Nasionalisme harus menjadi pencerahan bagi masyarakat yang mudah dipecah oleh isu SARA," tutur Natalianus.
Menurutnya hari kemerdekaan yang diperingati dengan upacara bendera, jangan hanya rutinitas belaka. Memaknai akar kemerdekaan wajib tuntas hingga mengenalnya secara hakekat, maupun secara sosial.
Lanjut dijelaskannya kemerdekaan yanag diraih dengan pengorbanan para pendahulu, akan semakin nyata hasilnya jika KKN dibasmi. " Itu bisa tercapai jika KKN diperangi," singkat Pengurus Pusat PPGT Koordinator kota Rantepao, Tikala dan Sesean ini.
Dalam pandangan lain ia mengatakan, saat ini pendidikan dan kesehatan menjadi PR bagi bagi negara. Penghianatan terhadap republik melalui penyelewengan kekuasaan hingga Korupsi berjamaah menggerus kualitas pendidikan.
"Banyak model paket program yang dihasilkan pemerintah, namun tetap saja belum menjawab kebutuhan kesehatan. Pemerintah harus re-evaluasi program indonesia sehat 2010. Menjadi kebutuhan mendesak penanganan masalah kesehatan yang berhubungan dengan hukum," beber Natalianus.

Lebih jauh Natalianus menilai perjalanan bangsa ditentukan oleh pemuda. Sejarah jelas mengatakan itu. Para Pemuda dan mahasiswa perlu mengkaji ulang apakah sudah dilakukan sesuai rel yang sebenarnya.
Perjalanan bangsa oleh Natalianus menuturkan telah terjadi pengingkaran, terhadap proklamasi serta konstitusi. Oleh sebab itu, kata dia, kedepan, harus ada penyadaran melalui pemuda.
Tak hanya KKN hingga peran pemuda disoroti oleh Natalianus.  Lemahnya penegakan hukum yang diujudkan makin banyaknya para koruptor, memaksa beberapa elemen pemuda dan mahasiswa turun kejalan. akibatnya, tutur dia, tindakan anarkisme terjadi. Kejadian itu perlu dikaji mengapa tindakan anarkisme oleh kebanyakan mahasiswa dan pemuda bisa terjadi.
"Pergerakan oleh pemuda jangan bersifat momentum, pijakannya harus berangkat dari proses dan akar masalah," tandasnya.(Editor: KTC01, Reporter: Papa Okira-kabar-toraja.com)
»»   Selengkapnya...