Selasa, 17 Juni 2014

KANTOR INSPEKTORAT TATOR DIBOBOL MALING


Makale-TNO, Maling kembali beraksi di Tana Toraja, setelah beberapa waktu yang lalu terjadi di Rantepao. Sasaran maling kali ini tidak tanggung-tanggung, Kantor Inspektorat Kabupaten Tana Toraja, yang tidak dijaga Satpam. Kantor yang lengang dan cuaca yang mendukung tadi malam (16/6),  mempertegas langkah sang maling membongkar pintu dan jendela bahkan teralis gedung baru di kantor ini. dari keterangan beberapa orang staf, diinfokan 4 buah laptop raib dibawa maling dan uang 12,5 juta rupiah ikut dibawa kabur. 
Grendel jendela yang dirusak-dok.TNO


Kunci pintu yang dicongkel-dok. TNO
Kerugian ditaksir puluhan juta rupiah, dari keterangan salah seorang pegawai di kantor ini, laptop yang hilang itu berjumlah 4 buah, dan belum diberi tanda sebagai bukti inventaris barang milik pemerintah. Dikatakan, Yohanis " kita biasanya kesana-kemari memeriksa barang inventaris, tetapi kanapa justru di kantor kita barang (laptop-red) tidak di beri tanda". Lanjut menurutnya, seandainya barang itu diberi tanda lebih mudah melacaknya, dan ini pelajaran ke depan.

Saat TNO mendatangi TKP, masih terlihat anggota Polres Tator di sekitar lokasi, kasus Penbobolan ini sudah ditangani Polres Tator. (fer)
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 06 April 2013

Oknum Polisi Tembak Kepala RS Bhayangkara di Makassar Karena Emosi

sd

ilustrasi
Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews

Makassar - Briptu Ivhak Kiranda, pelaku penembakan terhadap Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Kombes Pol dr Purwadi siang tadi, Sabtu (6/4/2013), diduga karena emosi. Ivhak tidak puas atas jawaban yang diberikan korban saat dirinya mempertanyakan galian proyek rumah sakit persis di depan rumahnya.

"Kemungkinan pelaku tidak mendapat jawaban memuaskan dari korban saat menanyakan proyek galian di depan rumahnya, sebelum melakukan aksi penembakan, pelaku sempat keluar lalu masuk lagi. Detailnya masih dalam proses penyelidikan," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Endi Sutendi kepada detikcom.

Penembakan itu terjadi di ruang Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Mappaodang, Makassar. Rumah dinas pelaku berada di areal kompleks asrama polisi (aspol), persis di belakang rumah sakit. Lokasi kejadian perkara sendiri saat ini masih diberi garis polisi.

Endi menyebutkan, pelaku yang bertugas di bagian Pengamanan Obyek Vital (Pam Obvit) di jajaran Polda Sulselbar ini menembak Purwadi dengan menggunakan pistol jenis Revolver. Tiga peluru bersarang di leher dan paha perwira dokter polisi ini.

Briptu Ivhak sendiri saat ini diamankan di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani. Kasusnya ditangani oleh Satuan Reserse dan Kriminal serta Divisi Propam Polrestabes Makassar.

"Kita tidak tahu detail track-record dan kepribadian pelaku, masih dalam proses pendalaman," tandas Endi.

Kondisi Kombes Purwadi saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Wahidin Sudirohusodo. Kabid Dokkes Polda Sulselbar, Kombes Dr Umar Syihab pada wartawan di RS Wahidin, menyebutkan tim dokter bedah saat ini belum melakukan operasi pengangkatan proyektil, karena menunggu kondisi kestabilan tubuh pasien.

(mna/rmd)

»»   Selengkapnya...

Rabu, 18 Juli 2012

KPK Buka Layanan SMS Pengaduan 1575

TNO-Jakarta, (Analisa). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka layanan pesan singkat (SMS) dengan nomor 1575 melalui kerja sama dengan sepuluh perusahaan operator layanan telekomunikasi.
"KPK bekerja sama dengan 10 perusahaan operator telekomunikasi khusus untuk layanan pesan pendek ke nomor 1575," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam jumpa pers di kantor KPK Jakarta, Senin.

Sepuluh perusahaan tersebut adalah PT AXIS Telekom Indonesia (Axis), PT Bakrie Telecom (Esia), PT Hutchison Telecom Indonesia (Three), PT Indosat (Mentari, IM3, Matrix), PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (Ceria), PT Smartfren Telecom (Smartfren), PT Smart Telecom, PT Telekomunikasi Indonesia (Flexi), PT Telekomunikasi Selular (kartu HALO, Simpati, AS) dan PT XL Axiata (XL).

Bambang juga menjamin keamanan informasi yang diberikan masyarakat lewat layanan 1575 tersebut.

"SMS yang masuk disampaikan langsung ke mesin penyimpan (server) KPK, artinya dari mesin ke mesin jadi tidak melalui orang perusahaan operator," tambah Bambang.

Bambang menyebutkan, terdapat klausul kerja sama antara KPK dan perusahaan operator yang menyebutkan bahwa operator menjamin untuk tidak memberikan informasi atau menyebarluaskan pesan pendek dari 1575.

"Masyarakat juga tak perlu melakukan registrasi ke operator dan operator menjamin isi pesan singkat tidak akan dipublikasikan, kami akan membangun mekanisme kontrol atas layanan ini namun saat ini adalah berdasar kepercayaan," jelas Bambang.

Bambang mengungkapkan bahwa untuk informasi yang bersifat rahasia dan masyarakat tidak ingin diketahui identitasnya dapat dikirim melalui whistleblower di situs internet KPK.

"Kalau informasi ingin anonim, kami usulkan menggunakan whistleblowing system untuk informasi dengan kadar tinggi karena memang sudah ada sistem yang dibangun untuk itu di website KPK," jelas Bambang.

Layanan pesan singkat (SMS) ke 1575 tersebut sudah dapat diakses mulai Senin (16/7) dengan tarif normal sesuai dengan tarif masing-masing operator. (Ant)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 27 Juni 2012

Terbaring sakit, nenek 77 tahun jalani sidang di PN Denpasar


Terbaring sakit, nenek 77 tahun jalani sidang di PN Denpasar
nenek sakit tetap disidang. merdeka.com/wayan anantara

TNO-Jakarta, Seorang nenek berusia 77 tahun bernama Loeana Kanginnadhi terpaksa menjalani sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Selasa (26/6). Padahal, kondisi Loeana sedang dalam keadaan sakit.

Loeana datang ke pengadilan dengan menggunakan kasur rumah sakit. Dia terlihat masih tergeletak.

"Sangat tidak pantas, seorang nenek 77 tahun ke atas, harus ditahan, apalagi dia sekarang dalam kondisi sakit. Kedatangan kami ke pengadilan untuk menunjukkan fakta yang sebenarnya bahwa klien kami tidak bisa menjalani persidangan," kata kuasa hukum Loeana, Sumardan, Selasa (26/6).

Ini adalah persidangan pertama Loeana. Dia terseret ke pengadilan dalam kasus jual beli tanah.
[has]
Reporter: Wayan Anantara
posting : merdeka.com
»»   Selengkapnya...