Sabtu, 24 September 2016

TERKAIT PENGEPUNGAN GEREJA DI MAKASSAR, LEKAT SESALKAN TINDAKAN AROGANSI FPI

IMB (dok.frans tandibura)
TNO-Makassar, Puluhan massa yang mengatasnamakan warga dan FPI mengepung Gereja Toraja Jemaat Bunturannu Klasis Makassar di Jalan Cendrawasih III. Kedatangan massa itu terkait pelarangan membangun Gedung Gereja tanpa izin. Namun hal itu ditampik Pengurus Gereja tersebut, alhasil mereka para pengepung memasang spanduk berbagai tulisan di pagar Gereja tersebut.

Backdrop (dok.frans tandibura)
Tindakan ini memicu tanggapan beberapa pihak, tak terkecuali Walikota Makassar, Ir H Moh Danny Pomanto, melalui pesan singkat ke TNO, dikatakannya, segera ditangani dan semua pihak diminta menahan diri. Tak pelak puluhan medsos dan ratusan tanggapan mewarnai halaman medsos yang menyayangnkan tindakan tersebut. Akhirnya, Agus Arifin Nu'mang, Sang Wagub, menegaskan ke Pemkot Makassar untuk segera menengahi masalah ini, menghindari konflik horizontal karena ini menyangkut SARA (dilansir:Rakyatku.com).

Ketua LSM Lekat, Ferryanto Belopadang, juga menyesalkan tindakan dari orang-orang yang mengatasnamakan warga dan FPI, apalagi menurut sumber berita, FPI datang karena laporan warga. Warga yang mana? kan ada prosedurnya, ada perangkat di setiap Kelurahan yang akan menanganinya.
situasi pengepungan (dok.rakyatku.com)
"Ini tindakan provokasi yang bernuansa SARA, kami minta segera ditangani penegak hukum, Ormas seperti ini harus ditertibkan, karena terkadang mengatasnamakan FPI setelah ditelusuri mereka juga tidak saling kenal, ada apa?. Yang kami tahu IMB sdh ada dan Walikota sudah meletakkan batu pertama tanda renovasi bangunan Gereja yang ada, ini perlu diwaspadai dan yang mengatasnamakan warga juga perlu diperiksa"tegas Ryan. (tim)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 25 Desember 2013

Warga Ambon Terharu Ibadah Natal Dijaga Pemuda Masjid

Warga Ambon Terharu Ibadah Natal Dijaga Pemuda Masjid

Rabu, 25 Desember 2013 13:12 WIB
Warga Ambon Terharu Ibadah Natal Dijaga Pemuda Masjid
Ilustrasi pemuda masjid jaga gereja 
TRIBUNNEWS.COM, AMBON - Kedamaian dalam keberagaman kepercayaan masyarakat, memang bisa membuat banyak orang terharu. Seperti yang terjadi saat perayaan ibadah Natal di Kota Ambon, Rabu (25/12/2013), yang berlangsung aman dan lancar tanpa ada gangguan apa pun.Kala umat Nasrani tengah beribadah, pemuda masjid ikut menjaga keamanan acara ibadah.Fernando, salah seorang warga Ambon, mengaku merasakan lagi kerukunan antar-umat beragama di Ambon yang sempat tercoreng.Menurutnya, toleransi antarpenganut agama inilah yang merupakan wajah asli orang Maluku."Ini sesungguhnya budaya kita, orang bersaudara di Maluku. Saya sangat terharu sekali karena saudara kita turut menjaga keamanan saat ibadah Natal," kata pemuda yang bersekolah di Makassar tersebut, Rabu (25/12/20130.Fernando juga mengaku bahagia bisa berkumpul dan merayakan Natal bersama keluarganya di Ambon.Kebahagiaan ini bukan hanya dirasakan Fernando, tapi juga seluruh umat Kristiani Ambon yang merayakan Natal. Mereka tampak larut dalam kegembiraan.Seusai menjalankan ibadah Natal, umat Kristiani saling berjabat tangan satu dengan lainnya sambil mengucapkan "Selamat Natal". Pelukan di antara mereka menambah keakraban.Di sejumlah kawasan, seperti di Mardika, Batu Gaja, Kudamati dan sejumlah kawasan lainnya, warga juga terlihat saling mengunjungi untuk memberikan ucapan selamat. Bahkan, warga muslim juga mengunjungi kerabat dan orang-orng terdekatnya untuk memberikan ucapan selamat.Meski berlangsung aman dan lancar, namun di sejumlah kawasan aparat TNI/Polri masih terus berjaga-jaga untuk memberikan kenyamanan bagi umat kristiani yang merayakan natal di Kota Ambon.
»»   Selengkapnya...