![]() |
| THEOPILUS TAKUT BUNGANYA RUSAK? |
Saat TNO memasuki halaman rujab Bupati, salah seorang stafnya meminta kami menuju "GARASI", di tempat inilah Theo sang Bupati paling sering menerima tamunya. Saat mendengar penjelasan dari Panitia tentang penolakan Bupati Tana Toraja memberikan Rekomendasi terdengar lucu dan kekanak-kanakan, Takut BUNGA-nya rusak!. Pernyataan ini disanggah Ketua Panitia Thasisola Road Race, Vijay, yang juga Pengurus KBPPP (Organisasi Anak POLRI), dikatakannya " Kami Panitia siap menjaga agar Bunga di pinggiran kolam tidak rusak, kami akan tutup dengan Karorok (plastik-red) dan ditaruh oli supaya para penonton tidak merapatinya, bahkan merusaknya. Tetapi saya yakin ini DIPOLITISIR ! ". Tetapi rupanya Theopilus sudah jera dengan Pelaksanaan Road Race sebelumnya, yang tidak membenahi kembali lokasi yang sudah dipakainya, setahu kami Penyelenggara yang dulu " Orangnya" juga, kog tidak disampaikan ke mereka, makanya Niat Panitia Road Race yang datang menjadi terhambat, gagal mendapatkan Rekomendasi.
Mendengar komunikasi ini, Ketua LSM LEKAT yang juga berada ditempat itu, seraya berkomentar " Kegiatan ini sudah masuk agenda Lovely Desember!", dijawab Theopilus, " Tidak tahu siapa yang masukkan". Sambil berlalu masuk ke dalam. Mendengar hal itu, ryan, ketua LSM LEKAT geleng kepala, diungkapkannya " Sebagai Bupati, seharusnya Theopilus memberikan komentar yang logis, untuk Road Race yang utama adalah keselamatan peserta dan penonton, tapi kenapa Dia ini bicaranya tentang bunga? he...he...he...Lucu! ". Apalagi sudah pernah ada event seperti ini dilaksanakan, tinggal memberikan rambu-rambu yang jelas sebagai Pembinaan, kalau mau jadi Pemimpin yang berhasil!"
Terlihat para panitia road race ini melangkah pulang dengan muka masam, dan sesekali menggerutu. Itulah kalau sesuatu dianalisa secara sepihak, tanpa mencari solusi yang lebih baik.(tim)

