Rabu, 13 Juni 2012

Bandara di Daerah Siap 'Terbang Tinggi'

Global Airports Indonesia 2012

Jakarta Indonesia sebagai negara kepulauan dengan populasi penduduk kurang lebih 270 juta saat ini memiliki 233 bandara komersial. Pemerintah Republik Indonesia telah mencanangkan program MPE3I sebagai blue print pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan sarana transportasi utama dan pendukung di Indonesia.

Dengan dikeluarkannya UU. No. 1 Tahun 2009 tentang kepemilikan dan pengoperasian bandara, maka pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan perusahaan swasta atau Investor asing, baik itu untuk mengelola, mengembangkan bahkan membangun bandara baru.

Tantangan di bidang ekonomi yang dihadapi oleh bandara saat ini sangat beragam dan kompleks yang membuat pengelola bandara harus mengevaluasi kembali strategi dalam menjalankan bisnis di bandaranya. Beberapa pemerintah daerah di Indonesia berlomba – lomba untuk mengembangkan infrastuktur bandara demi menunjang pembangunan ekonomi di daerah masing-masing.

Pembahasan tentang komersialisasi bandara di daerah dan dampaknya pada perekonomian regional hingga nasional akan dibahas dalam seminar Global Airports Indonesia 2012. Bapak Budiarsa Sastrawinata (Presiden International Urban Development Association) dan Bapak Syahril Yasin Limpo (Gubernur Propinsi Sulawesi Selatan dan Juga Ketua Asosiasi Pemerintah Propinsi Seluruh Indonesia) akan hadir sebagai pembicara dalam diskusi panel yang bertajuk “Dampak pengembangan bandara terhadap perkembangan ekonomi nasional dan regional”.

Global Airports Indonesia 2012 merupakan seminar dan pameran industri bandara bertaraf internasional yang dipersembahkan oleh PT Angkasa Pura I (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero). Acara yang diorganisir oleh PT Angkasa Pura Suport bersama dengan US Commercial Service ini akan membahas tentang pengembangan terakhir industri kebandar-udaraan di market global termasuk implementasi “Airport City”.Kesempatan emas bagi peserta dari Indonesia untuk bertemu langsung dengan pemain global di industri bandara. Bagi pemerintah daerah yang sedang merencanakan pengembangan bandara, Global Airports Indonesia 2012 merupakan kesempatan untuk mendapatkan pemahaman dan pandangan internasional tentang perencanaan bandara, inovasi dan desain bandara yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Global Airports Indonesia 2012 akan digelar pada tanggal 26 Juni – 27 Juni 2012 di Ballroom The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta. Informasi lebih lanjut tentang Global Airports 2012, silakan klik tautan berikut ini http://www.angkasapura-supports.com/GAI2012/
(adv/adv)
»»   Selengkapnya...

Selasa, 29 Mei 2012

FORMAT :" PENJARAKAN TIM 9 "

TNO-Makale(29/5) Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Toraja (Format) menggelar aksinya di Kantor Bupati Tana Toraja dan DPRD Tana Toraja siang tadi. Organisasi yang satu ini memang terkenal sangat konsen dengan pembangunan di Tana Toraja, semisal Bandara Baru Di Buntu Kuni'-Mengkendek. Menurut para orator, sudah 2 tahun pembangunan bandara digaungkan dan sampai kini belum juga rampung, bahkan disana-sini menuai protes yang berakhir di Pengadilan. Beberapa kasus sengketa yang sudah digelar dipengadilan membuahkan hasil, dan ini beresiko hukum.


Koordinator aksi, Vincen dalam orasinya menegaskan " Sudah 2 tahun bandara dibangun, tapi perkembangannya belum seperti yang diharapkan", terkait indikasi penyelewengan keuangan negara dalam hal pembayaran pembebasan lahan bandara, mereka sangat peduli dan meminta aparat hukum untuk mengusut dan menindak mereka yang berani menyalahgunakan uang negara, "Tangkap Tim 9,Bupati Harus Bertanggungjawab", demikian salah satu tuntutan Format.


Aksi kali ini dikemas dalam aksi damai, dengan sangat rapih dan terkoordinir, sesekali terdengar...."Satu Komando" dan "Rapatkan Barisan" mereka akhirnya diterima Eban Kalebu Mundi, satu-satunya Anggota DPRD Tana Toraja yang masih tinggal. Saat berdialog, suasana sangat kondusif, ini menandakan mahasiswa yang tergabung dalam FORMAT menjunjung tinggi kearifan lokal. Merekalah generasi pelanjut yang kritis dan peduli, BRAVO FORMAT (tim)

»»   Selengkapnya...

Senin, 28 Mei 2012

* Warga Temukan Jasad Korban Sukhoi di Gunung Salak, Ada KTP & STNK

Indra Subagja - detikNews
Senin, 28/05/2012 15:17 WIB
Jakarta Warga yang tengah merambah hutan di Gunung Salak menemukan potongan tubuh korban Sukhoi. Warga juga menemukan sejumlah identitas pribadi milik korban. Kini tim tengah disiapkan guna melakukan evakuasi.

"Ya ada warga yang melapor ke Polsek Cicurug. Mereka mengaku menemukan potongan tubuh, kita mesti cek dulu, menunggu evakuasi untuk naik ke atas," kata Kapolres Sukabumi AKBP M Firman saat dikonfirmasi, Senin (28/5/2012).

Berdasarkan laporan yang masuk, penemuan itu terjadi di lokasi tidak jauh dari titik jatuhnya Sukhoi. Penemuan terjadi pada Minggu (27/5).

"Ada KTP, STNK, dan kartu nama yang juga ditemukan," jelasnya.

Pihak kepolisian masih mencoba mendata laporan warga sekaligus barang-barang yang diselamatkan. Untuk melakukan evakuasi tentu diperlukan tim yang ahli.

"Kita tunggu tim untuk naik ke atas," tuturnya.

Seperti diberitakan, operasi evakuasi korban Sukhoi dihentikan pekan lalu. DVI juga telah berhasil mengidentifikasi 45 korban tewas berdasarkan body parts yang ditemukan.

(ndr/nrl)
»»   Selengkapnya...

Selasa, 15 Mei 2012

Misi kemanusiaan pasukan loreng di Gunung Salak

 Misi kemanusiaan pasukan loreng di Gunung Salak
merdeka.com/arie basuki


Perjuangan pasukan loreng yang terdiri dari Pasukan Khas TNI AU dan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam mencari korban pesawat Sukhoi Superjet 100 bukan cerita sumir. Kisah mereka membelah Gunung Salak, melintas tebing yang curam, patut diacungi jempol.

Sejak pesawat buatan Rusia itu dikabarkan hilang sekitar Gunung Salak, Bogor, pada hari Rabu (9/5), Tim SAR dibantu TNI, Polri langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Kamis pagi, saat Presiden SBY mengumumkan pesawat buatan Rusia itu jatuh, tim pun semakin mengintensifkan pencarian mereka di sekitar jurang di Batu Tapak, Cidahu, Bogor.

Dipimpin Mayor S Tambunan, tim Paskhas TNI AU bergerak ke puncak Gunung Salak melintasi jalur pendakian dari arah pos Kandang Sapi, Cipelang. Jumat pagi sekitar pukul 05.00 WIB, tim pun tiba di puncak Gunung Salak I.

Di luar dugaan, tim ini langsung melihat bangkai dan korban pesawat nahas itu. Karena titik pesawat berada di Puncak Gunung Salak II, tim akhirnya memecah pasukan menjadi dua.

Di puncak Gunung Salak II mereka bertemu dengan tim SAR gabungan lainnya. Medan yang berat tentu tidak menyurutkan semangat mereka untuk segera sampai ke lokasi serpihan pesawat di bawah tebing yang curam. Dengan menggunakan tali yang panjangnya hanya 50 meter, mereka coba mencapai titik di mana para korban dan puing-puing berserakan.

Pasukan kedua yang dipimpin Kopral Musidi pun turut semangat. Walau tali yang dibawa hanya 50 meter, mereka tak kehabisan akal. Tim coba menggunakan pohon rotan yang melintang untuk menuju dan mengevakuasi korban yang berada di badan pesawat.

"Kami pecah kekuatannya, saya dengan Kopral Musidi, kemudian turun merapat ke sungai," kisah Mayor S Tambunan kepada wartawan di Posko Pongkor, Bogor, Minggu (13/5).

Usaha mereka membuahkan hasil. Sekitar pukul 10.20 WIB di hari yang sama, tim berhasil menemukan tiga korban pesawat Sukhoi. Satu korban ditemukan di sungai dan dua korban ditemukan tersangkut di pohon. Mereka menduga satu orang yang ditemukan di atas pohon tersebut adalah awak kapal karena korban tersebut masih mengenakan seragam.

"Satu korban yang kita temukan menggantung di atas pohon adalah awak pesawat, karena masih mengenakan seragam," terangnya.

Dia tak memungkiri, saat ditemukan kondisi jasad korban memang sangat mengenaskan. Tubuh mereka terbakar dan tidak lagi utuh. Bahkan tubuh yang diduga jasad awak maskapai itu sudah mengecil karena cairan tubuhnya sudah menetes.

"Yang diduga sebagai awak pesawat bagian badannya sudah mengecil, karena cairan tubuhnya sudah menetes," tambahnya.

Hari ini, S Tambunan dan seluruh pasukannya sudah kembali ke posko Kandang Sapi, Cipelang, Cijeruk, Bogor. Hari ini pula pencarian akan dilanjutkan kembali. Walau seragamnya lusuh dan kondisi tubuhnya juga terlihat menurun, namun mereka tetap semangat menjalani misi sosial ini.(ren)

Posting : merdeka.com
»»   Selengkapnya...