Rabu, 03 April 2013

Proyek Asal Kerja Rugikan Negara !

TNO-Makale,
Beginilah kalau proyek dikerjakan tidak profesional, asal-asalan dan terkesan dipaksakan. Nampak kwalitas coran yang tidak menyatu, pasirnya mulai timbul dan tidak lama lagi hancur, ini campuran berapa? sering pertanyaan itu muncul. Ini perkejaan Lapangan Upacra Kantor Bupati Tana Toraja, dikerjakan kontraktor lokal tahun Anggaran 2012. Mohon pihak terkait segera mengusutnya! (red.TNO)
»»   Selengkapnya...

Jumat, 15 Maret 2013

Percikan Perenungan : 100 Tahun Injil Masuk Toraja dan Kemiskinan Jemaat

TNO-Tana Toraja, Pagi itu seorang kakek dan cucunya tergopoh-gopoh meninggalkan rumahnya yang reot, disamping rumahnya bahkan berhimpitan ada dua petak kosong bekas kandang babi yang sudah tidak dimilikinya lagi. Si Kakek dan cucunya rupanya menuju Gereja Jemaat "TENDENG" yang tidak jauh dari rumahnya, sesampainya di sana, sang kakek renta mengumbar senyum, dan hanya ditanggapi dingin beberapa orang warga Jemaat yang masih sibuk mengurusi jas dan dasinya, ehh. Ini Gereja kan? tanya sang cucu yang hanya bisa menggunakan sendal tua pemberian tetangga dekat rumahnya. Dijawab sang kakek, Ia, kenapa? cu'. Mereka semua sibuk urus pakaian dan sepatunya, kakek tidak ditegurnya. Dengan tersipu sang kakek menjawab seadanya, "Cepatlah masuk Cu, nanti kita terlambat". 

Setibanya dalam ruangan ibadah yang namanya Gereja, masih tampak lengang, hanya bagian belakang yang tampak sudah terisi. Inilah tradisi ! Tibalah saat ibadah, dan tak terasa kakek pun menangis? ada apa gerangan? Sang Pendeta bercerita tentang suka cita di surga, dan memberikan harapan-harapan yang indah....?!? Saat ibadah telah selesai, sang kakek mengajak cucunya untuk pulang, dan akhirnya mereka berdua menuju rumahnya dan tiba kembali di rumahnya yang sangat jauh berbeda kondisinya dengan harapan-harapan semua orang...Hidup Layak. 

Setelah menyapa sang istri, nenek bertanya ke cucunya, cu...apa yang diceritakan di gereja...spontan sang cucu menjawab  ..." Nek, belikan saya sepatu, dan baju baru!, sang nenek kaget, dia tertunduk lunglai disisi sang kakek yang mulai murung. "Cu, kalau kakek dapat uang,yach. Kepasrahan nampak di wajah cucunya, yang tak pernah merasakan belaian ibu yang meninggal karena sakit. Kondisi seperti ini, kita masih sering jumpai, sangat kontras dalam jemaat, banyak perilaku yang sebenarnya bertentangan dengan hukum "KASIH" andalan sang Juruslamat. Siapakah yang miskin dan dimanakah Lembaga Gereja, atau hanya pada saat akan direnovasi baru ingat jumlah jemaatnya dan menutup mata terhadap kondisi jemaat, banyak jebakan-jebakan yang terkadang menjadi sandungan, Hiduplah meneladani Kristus, bukan seperti orang Farisi dan Orang Fasik. Perenungan Jangan Jadikan Gereja sebagai Pasar...Masih Ingatkah Kasus KOMPOR..?!!!!!! (fer)
»»   Selengkapnya...

Kamis, 28 Februari 2013

Ini Mobil Maut Tempat 4 Bocah Tewas Misterius

Agus Siswanto - detikNews

 
Foto: agus siswanto/detikcom

Batam - Empat bocah tewas misterius setelah dilaporkan hilang 2 hari di Batam, Kepulauan Riau. Mereka ditemukan di sebuah mobil. Seperti apa mobil tempat bocah-bocah malang itu menghembuskan nafas terakhir?

Meski kondisinya terlihat mulus, mobil Subaru berwarna hitam itu sudah tak terpakai lagi. Hanya dionggokkan di dekat bengkel sekitar Pasar Cik Puan, Sei Panas, Batam. Tak jauh dari lokasi terakhir warga melihat 4 korban bermain.

Dua ban mobil bernopol BM 1306 XS itu copot sehingga tak mungkin dipindah-pindah. Di dekatnya, ada 4 mobil bekas.

Informasi di lokasi kejadian, saat ditemukan, tiga pintu mobil terkunci. Satu pintu bisa dibuka. Tak diketahui bagaimana empat bocah itu berada di mobil itu dan akhirnya tewas. Polisi belum memberikan keterangan rinci.

Sebelumnya diberitakan, empat bocah asal Kampung Durian RT 01/RW 06, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Batam dilaporkan hilang saat bermain di Pasar Cik Puan sejak Rabu (27/2). Mereka adalah Ferson (4), Wihelminus Rudi (3) dan Aprilius Ama Mado (5) serta seorang anak perempuan bernama Maria Elsa (7).

Keluarga dan polisi pun menyisir sekitar lokasi. Keempat korban ditemukan di mobil sekitar pukul 17.50 WIB, Kamis (28/2) kemarin. Warga curiga dengan bau busuk yang menyengat di sekitar lokasi. Setelah ditelusuri ternyata bau tersebut berasal dari mayat yang berada di dalam mobil.

(try/nrl)
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 16 Februari 2013

Pelempar Bom 5 Gereja di Makassar Diduga Satu Kelompok


JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian masih menyelidiki kasus pelemparan bom molotov terhadap lima gereja di Makassar. Pelaku pelemparan diduga sama atau satu kelompok. Hal ini terlihat dari kemiripan bom yang dilempar dan ciri-ciri pelaku.Pelempar Bom 5 Gereja di Makassar Diduga Satu Kelompok
"Dari hasil analisis, ada kemiripan. Bahan peledak yang digunakan dari setiap peristiwa sama. Tiga tempat terakhir, ada penggunaan botol mineral dan bensin. Ciri-ciri pelaku juga menggunakan sepeda motor jenis matic serta pelaku menggunakan helm," terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (15/2/2013).
Saat ini, kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi. Kepolisian juga masih mengupayakan penyelidikan dari rekaman CCTV. Kepolisian belum dapat memastikan apakah pelaku tergabung dalam jaringan teroris Poso. Aksi teror pun menggunakan bom molotov, bukan bom rakitan yang biasa digunakan kelompok teror. Boy meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi atas serangan bom molotov tersebut.
"Masyarakat harap tenang dan memberikan kepercayaan kepada petugas untuk mengusut secara tuntas pelakunya dan kepada pelaku agar menghentikan tindakan provokatif yang merugikan persatuan dan kesatuan," ucapnya.
Sebelumnya, dalam waktu yang berbeda, terjadi aksi pelemparan bom molotov terhadap lima gereja di Makassar. Pertama, dua gereja di Kota Makassar dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal, Minggu (10/2/2013). Kedua gereja tersebut adalah Gereja Tiatira Malengkeri di Jalan Muhajirin Raya Lorong 2 No 2, Kecamatan Tamalate, dan Gereja Jemaat Jordan Toraja Mamasa di Jalan Dirgantara no 3A, Kecamatan Panakukang, Makassar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Tiga gereja kembali dilempari bom molotov, Kamis (14/2/2013). Ketiga gereja itu adalah Gereja Kristen Indonesia (GKI) Sulsel di Jalan Samiun, Kecamatan Ujungpandang, Gereja Toraja di Jalan Gatot Subroto No 26, Kecamatan Tallo, dan Gereja Toraja Klasis di Jalan Pettarani 2, Kecamatan Panakukang. Pelemparan dilakukan dalam waktu yang berdekatan. Api cepat dipadamkan di gereja tersebut sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka.
Editor :
Hindra

»»   Selengkapnya...

Rabu, 09 Januari 2013

KPK Ternyata Sadap Telpon Ibu Andi Mallarangeng


KPK Ternyata Sadap Telpon Ibu Andi Mallarangeng
TNO-JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata menyadap nomor telepon genggam milik Andi Asni Patoppoi. Akibatnya, Ibunda Andi Mallarangeng itu takut berbicara banyak saat ditelepon keluarga.

Menurut Juru Bicara Keluarga Mallatangeng, Andi Rizal Mallarangeng, nomor telepon seluruh anggota keluarga, termasuk dirinya, juga disadap KPK.

Tapi, yang mengherankan telepon genggam milik ibunya yang kini berusia 77 tahun itu ikut disadap KPK. Padahal, secara logika tak mungkin ibunya ikut-ikutan melakukan atau turut membantu melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor).

"Kalau seperti ini, KPK sudah sewenang-sewenang namanya," protes Rizal, Rabu (9/1/13).

Rizal menegaskan kalau pihaknya akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) soal kewenangan penyadapan yang dimiliki.

"Kalau kasus Kakak saya selesai, mungkin kita akan ajukan yudicial review soal penyadapan itu," demikian Rizal.

Kewenangan KPK untuk melakukan penyadapan tercantum dalam UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK. Kewenangan penyadapan itu juga yang sempat dipermasalahkan oleh berbagai pihak, termasuk oleh kalangan DPR. Makanya DPR sempat mengajukan untuk melakukan revisi UU KPK tersebut. Tapi, pembahasannya belakangan dihentikan, namun masih masuk dalam Prolegnas.(Fit)


posting : www.independen.com

»»   Selengkapnya...

Sabtu, 06 Oktober 2012

Tim Keluarga Ilham-Aziz S-31 Toraja Rapatkan Barisan

Makale, Tinggal 108 hari, " Pesta Demokrasi " rakyat Sulawesi Selatan akan digelar, para tim pasangan calon semakin menggencarkan kiat-kiat penggalangan. Terlebih lagi Tim Keluarga Ilham-Aziz S-31 Toraja yang terbentuk beberapa bulan lalu langsung merapatkan barisan hampir semua kecamatan di Tana Toraja dan Toraja Utara sudah terbentuk sampai ke tingkat ranting.

Bertempat di " RUMAH RAKYAT " Jalan Pongtiku No 35 Kelurahan Pantan Kecamatan Makale Tana Toraja, hari ini (6/10) diadakan Rapat Tim yang agendanya merampungkan kepengurusan sampai tingkat ranting. Berbeda dengan Tim Partai, Tim S-31 dimotori pentolan keluara yang selama ini memang eksis dalam komunitas masyarakat di Tana Toraja dan Toraja Utara. Militansi mereka sudah tidak diragukan lagi, mereka adalah pejuang-pejuang keluarga demi membawa kemenangan Ilham-Aziz di Bumi Lakipadada.

Tampak hadir dalam rapat tersebut, Korwil Toraja dan Luwu untuk Tim Keluarga Ilham-Aziz S-31, Fajar Londongallo, memberikan beberapa arahan demi kesigapan dan kemenangan Ilham-Aziz di Tana Toraja dan Toraja Utara pada khususnya dan demi Kemenangan besar di Propinsi Sulawesi Selatan dengan tetap mengusung tagline " SEMANGAT BARU ". Dikatakannya " bahwa kami tim keluarga yang  sudah tergabung dalam S-31 TIDAK mengenal Menyerah dan tidak ada dalam kamus kami kata "KALAH", kita sebagai keluarga harus berjuang untuk kemenangan Ilham-Aziz di daerah ini".
Benyamin Ranteallo

Senada dengan itu, Sekretaris Tim S-31, Benyamin Ranteallo, aktifis LSM CSK dan juga Ketua Partai Barnas mengungkapkan " Sebagai keluarga dan bagian dari Keluarga Besar Masyarakat Toraja, kita patut berbangga terhadap Ilham-Aziz yang selama ini sudah berhasil dibidangnya masing-masing. Jiwa kepemimpinan yang mereka tunjukkan adalah titsan dari leluhur kami yang memang mempunyai Semangat Kepemimpinan, kami yakin Pasangan Ilham-Aziz dapa tmengembalikan kejayaan Toraja seperti dahulu kala, yang mampu mempersatukan wilayah Sulawesi Selatan. Dan dalam dirinya melekat semangat " Toraja dan Ketorajaan ". Lanjut dikatakannya " Saya yakin masyarakat Toraja akan bangga dengan pola kepemimpinan Ilham-Aziz yang berpegang teguh pada falsafah adat dan budayaToraja, sebagai rambu dan pemersatu kita di Sulawesi Selatan". Saat ditanya tentang target pemenangan di Daerah ini, kembali Benyamin menjelaskan " Kita pasti punya target untuk menang, dan saya optimis masyarakat Toraja yang mencintai adat dan Budaya akan bersatu untuk mewujudkan kemenangan ini di Tanggal 22 januari 2013" demikian kuncinya. (fer)
»»   Selengkapnya...

Senin, 03 September 2012

Kepala BIN: Teroris tertarik dengan kota besar


Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Marciano Norman meminta masyarakat di kota-kota besar waspada terhadap aksi terorisme. Dia juga meminta masyarakat tidak terhasut dan turut berperan dalam upaya pemberantasan teroris di Indonesia.

"Tokoh-tokoh ulama juga mengingatkan semua umatnya untuk tidak mudah terhasut dan lain sebagainya," kata Marciano di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/9).

Menurutnya, kota-kota besar memiliki daya tarik yang besar bagi kelompok terorisme untuk memperlihatkan eksistensinya. Pasalnya, para teroris dapat lebih mudah mencari target yang akan diserangnya sekaligus dapat menarik perhatian internasional.

"Dan orang lain bisa menangkap eksistensi kelompok ini masih ada," lanjutnya.

Pihaknya berupaya keras untuk menindaklanjuti dengan mengembangkan berbagai informasi yang mereka terima, termasuk meningkatkan kemampuan guna mendeteksi kemungkinan terjadi aksi-aksi lainnya di lokasi lain.

"Dan mencegah secara dini," tandasnya.

Densus 88 Polri menggerebek dua terduga teroris di Solo, Jumat (31/8). Dua terduga teroris bernama Farhan dan Mukhsin tewas dalam penggerebekan itu. Namun, seorang personel Polri, Briptu Suherman juga tewas tertembak.

Selain menggerebek keduanya, polisi juga berhasil menangkap hidup seorang terduga teroris Bayu Setiyono alias Bayu Setiawan di Solo. Bayu diketahui baru berusia 16 tahun.
[dan
»»   Selengkapnya...

Jumat, 24 Agustus 2012

Manfaat dan Kerugian Minum Kopi

TNO-JAKARTA, Kopi adalah salah satu minuman yang termasuk minuman khas orang indonesia, bagaimana tidak khas pria bahkan wanita di indonesia suka dengan yang namanya mengkonsumsi minuman Kopi ini , termasuk Kopi susu atau pun Kopi Item ( kopi Murni ) , tahukah sahbat bahwa kopi itu mempunyai Manfaat dan Kerugian untuk kita semua, ( ya pastilah tahu ) , kalau dalam kadar yang seimbang Kopi dapat memberikan efek yang Positif bagi Tubuh kita akan tetapi juga dalam kadar yang berlebihan dapat meningkatkan resiko yang tinggi Di dalam Tubuh kita dan Kesehatan kita sendiri :) .
»»   Selengkapnya...

Selasa, 10 Juli 2012

Bupati Tana Toraja Kerahkan Para Kepala SKPD Menjemput Syahrul Di Bandara Pongtiku, Kantor Pada Sepi-

TNO-Makale, Hari ini, kembali Bupati Tana Toraja, Theopilus Allorerung mengerahkan kekuatan birokrasi andalannya melalui Ka SKPD-nya, menjemput Syahrul "Sang Komandan" di Bandara Rantetayo. Seperti sebelum-sebelumnya, andalan Theopilus adalah mengerahkan "Kabinet"nya untuk menjemput dan bahkan bertatap muka dengan "KOMANDAN"-nya.

Kali ini, agenda Syahrul agak ketat dari Tana Toraja ke Toraja Utara, belum tahu pasti agenda yang dihadirinya, cuma ada beberapa orang masyarakat sampaikan ada agenda dengan Orang Departemen, dan melayat di Sa'dan. Memang agenda Syahrul belakangan ini " Rajin " ke Toraja dan Toraja Utara. Namun jauh sebelum itu, apalagi sejak Syahrul di dukung mayoritas masyarakat Tana Toraja, memang bukti bahwa Syahrul dekat dengan orang Toraja.

Menurut Ferryanto Belopadang, Ketua DPC Partai Pemuda Indonesia (PPI) Tana Toraja saat ditemui di Markasnya, Syahrul sangat dekat dengan komunitas Orang Toraja. Ditegaskannya" Kakanda Syahrul memang sudah sangat dekat dengan masyarakat Toraja, saat beliau masih menjabat Wakil Gubernur, dan Amping-lah Bupati Tana Toraja waktu itu, jadi tidaklah heran kalau Beliau lebih sering mengunjungi daerah ini. Bukan baru sekarang ".

Saat ditanyai tentang dukungan PPI, Ryan panggilan akrabnya, mengungkapkan " Secara Pribadi saya sangat Kagum dengan Kakanda Syahrul Yasin Limpo ( ALLUNG ), dan Amanah RAPIMDA FKPPI baru-baru ini, tetapi sesuai Instruksi DPP PPI yang kami terima, kami harus mendukung Pemenangan Pasangan Ilham Arief Sirajudin-Azis Kahar Muzakkar, dan ini final sampai kejajaran terkecil." Lanjut Ryan, " Kan saat ini belum ada calon, mereka baru mencari-cari format dukungan partai, kalau kita mau jujur popularitas Syahrul melampaui kapasitasnya sebagai Gubernur, sangat layak jadi MENTERI, kariernya sangat bagus, ini andalan Indonesia Timur" sambil mengacungkan jempol, dia berlalu.(tim)
»»   Selengkapnya...

Jumat, 29 Juni 2012

Uskup Argentina Mundur Ketahuan Peluk Cewek Bikini


Buenos Aires, TCN.com – Uskup Argentina, Fernando Bargallo, mengundurkan diri dari jabatannya setelah adegan memeluk perempuan berbikini di tepi pantai Meksiko hasil jepretan seorang fotografer, pekan lalu, beredar luas.
Pemimpin umat Katolik Argentina berusia 57 tahun ini langsung mengajukan pengunduran diri ke Vatikan dan diterima oleh Paus Benediktus XVI.
Awalnya, dia mengatakan, wanita yang dipeluk itu adalah temannya semasa kecil, namun belakangan Bargallo mengakui dia memiliki “hubungan asmara” dengan wanita itu. Selama ini Uskup Bargallo bertugas di Keuskupan Merlo-Moreno, Buenos Aires.
Skandal “memeluk wanita berbikini” pecah pekan lalu, ketika sebuah stasiun televisi Argentina menayangkan gambar-gambar Monsiegnor Bargallo sedang piknik di sebuah resor Meksiko ditemani seorang wanita.
Dalam salah satu gambar, dia tampak tenggelam setengah badan di dalam air sambil memeluk seorang wanita berbikini. Tak lama kemudian, setelah gambar-gambar itu muncul di televisi, Monsiegnor Bargallo langsung memberikan pernyataan kepada publik bahwa perempuan yang dipeluk itu adalah teman semasa kecil yang dikenal selama hidupnya.
Dia katakan, foto tersebut merupakan sebuah kecorobohan karena bisa menimbulkan orang lain salah tafsir. Oleh sebab itu, dia meminta jemaatnya memaafkan atas “ambiguitas dari gambar” dan mendesak mereka untuk melihat foto “dalam konteks persahabatan panjang”.
Namun belakangangan, di pekan yang sama, Monsiegnor Bargallo memberikan pengakuan kepada para pemimpin umat Katolik dan Keuskupan bahwa dirinya “mempunyai hubungan asmara” dengan gadis itu dan segera mengundurkan diri dari jabatannya. Vatikan menerima pengunduran dirinya dan posisinya akan digantikan oleh Monsiegnor Alcides Jorge Pedro Casaretto.
Sumber: Tempo.co.id
»»   Selengkapnya...

Rabu, 27 Juni 2012

Terbaring sakit, nenek 77 tahun jalani sidang di PN Denpasar


Terbaring sakit, nenek 77 tahun jalani sidang di PN Denpasar
nenek sakit tetap disidang. merdeka.com/wayan anantara

TNO-Jakarta, Seorang nenek berusia 77 tahun bernama Loeana Kanginnadhi terpaksa menjalani sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Selasa (26/6). Padahal, kondisi Loeana sedang dalam keadaan sakit.

Loeana datang ke pengadilan dengan menggunakan kasur rumah sakit. Dia terlihat masih tergeletak.

"Sangat tidak pantas, seorang nenek 77 tahun ke atas, harus ditahan, apalagi dia sekarang dalam kondisi sakit. Kedatangan kami ke pengadilan untuk menunjukkan fakta yang sebenarnya bahwa klien kami tidak bisa menjalani persidangan," kata kuasa hukum Loeana, Sumardan, Selasa (26/6).

Ini adalah persidangan pertama Loeana. Dia terseret ke pengadilan dalam kasus jual beli tanah.
[has]
Reporter: Wayan Anantara
posting : merdeka.com
»»   Selengkapnya...

Kamis, 14 Juni 2012

Sidang Gugatan Ambang Batas Masuk Parlemen 3,5 Persen Digelar di MK

TNO-Jakarta, Mahkamah Konstitusi (MK) mulai menggelar persidangan yang dimohonkan oleh Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pemohon menilai ambang batas 3,5 persen dalam Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD secara nasional tidak memenuhi unsur keadilan.

Dalam sidang pendahuluan tersebut hakim konstitusi menyarankan beberapa perbaikan yang harus dilakukan oleh pemohon.

"Untuk pemohon 51 dilihat dari permohonannya tidak melampiri adanya surat kuasa. Tunjukan surat kuasa untuk menunjukan ada yang diwakili," kata ketua hakim Harjono saat persidangan di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis, (14/06/2012).

Dalam sidang tersebut hadir pula pemohon dari partai yang ingin menguji pasal yang sama dengan Perludem. Hanya saja jika Perludem mempersoalkan tingginya ambang batas yang bisa menyebabkan hilangnya hak suara rakyat yang memilih di tingkat DPRD. Wakil partai ini menguji pasal 2008 UU No 8/2012 karena dinilai bisa merugikan serta menghilangkan suara partai-partai kecil di daerah.

Hakim memberikan saran terkait dengan tanda tangan yang ada di berkan perkara pemohon.

"Untuk pemohon 52 yang bertanda tangan bukan partai tapi orangnya, dalam hal ini partai diwakili ketua umum masing-masing jadi harus diganti menjadi ketua umum," koreksi Harjono.

Antara kedua pemohon, masing-masing memiliki tuntutan yang beda. Oleh karena itu hakim meminta gar keduanya berkordinasi untuk menentukan mana tepat.

"Tuntutan beda antara pemohon, yang satu minta dibatalkan yang satu lagi minta ditafsirkan ulang. Hakim tidak bisa mengabulkan ke dua permintaan itu, harus pilih salah satu," kata Harjono memberikan nasihat.

Salah satu hakim anggota lainnya, Ahmad Fadil mengingatkan tentang legal standing pemohon, antara badan hukum atau perseorangan harus dibedakan. Selain itu Ahamd juga mengkritik permohonan yang terkesan seperti menghadapi kasus perdana bukan menguji UU.

"Ini permohonan kok seperti menghadapi orang atau seperti kasus pidana. Adakan berhadapan dengan pembuat UU, harusnya yang lebih dibahas pasalnya, berimplikasi pada apa, itu yang harus dibangun," kata Fadil memberi petunjuk.

Diakhir sidang Harjono mengatakan bukti belum dapat disahkan, sementara masih menunggu tambahan dokumen-dokumen yang diperlukan. Sidang dilaksanakan 14 hari lagi dengan agenda perbaikan permohonan.

Seperti diketahui, Perludem menilai pemberlakuan ambang batas parlemen secara nasional tidak memenuhi unsur keadilan yang tercantum pada pasal 1 ayat (2) dan pasal 22E ayat (2) UUD 1945, yang mengatur tentang mekanisme pemilihan secara berjenjang. Juga, pasal 28D ayat (2) UUD 1945 yang mengatur tentang tidak boleh ada diskriminasi dalam pembuatan perundang-undangan.

(asp/van)

posting : detikNews / Salmah Muslimah
»»   Selengkapnya...

Jumat, 11 Mei 2012

4 Masalah yang Biasa Terjadi dengan Mertua & Cara Mengatasinya

ilustrasi
 Alissa Safiera - wolipop

Dalam kehidupan baru setelah menikah, masalah yang akan Anda hadapi pertama dan seterusnya mungkin adalah berhubungan dengan keluarga pasangan, baik itu mertua atau adik ipar baru Anda. Apakah mereka akan memperlakukan Anda dengan baik atau malah membenci Anda? Berikut beberapa trik untuk mengatasi berbagai masalah dengan mertua atau keluarga pasangan lainnya, seperti dikutip dari The Nest:

1. Mereka ingin jadi teman Anda...Teman Baik Anda

Ketika mertua merasa sangat menyukai Anda tentunya lebih baik daripada mereka sangat membenci Anda. Mertua tipe ini biasanya ingin berusaha menjadi teman Anda. Bukan hanya sekadar teman, tapi teman baik. Saat mertua selalu ingin bersama Anda, tentunya ini bisa membuat Anda risih. Kapan lagi punya waktu untuk sendiri? Untuk mengatasinya:

- Jika ibu mertua ingin bertemu untuk makan siang dan Anda tak punya keinginan atau waktu, Anda tetap saja tidak bisa menghiraukannya. Tapi mungkin Anda bisa menundanya. Tunda sampai Anda setidaknya merasa mood dan beri penjelasan yang tak membuatnya sakit hati.

- Jika kakak ipar yang ingin menghabiskan waktu dengan Anda, Anda mungkin bisa menolaknya dengan mengatakan, "Kedengarannya ide yang bagus, tapi aku hanya punya waktu 30 menit. Apakah itu oke?".

2. Mereka benci Anda

Anggap saja kondisinya Anda saling benci satu sama lain. Tapi jika pasangan ingin Anda berusaha lebih keras untuk berbaikan dengan keluarganya, sementara di antara kalian bertahan pada pendirian masing-masing, cobalah menunggu hingga akhirnya 'pertahanan' itu runtuh. Untuk melakukannya, Anda bisa mulai dengan:

- Puji cara mertua membesarkan anak.
- Jika keadaannya hanya salah satu dari mertua yang tidak menyukai Anda, maka fokuslah pada yang lain. Berusahalah untuk bersahabat dengan saudara kandungnya atau bahkan om dan tantenya, yang akan menunjukkan Anda sebenarnya adalah orang yang menyenangkan dan memiliki niat yang baik.

3. Mertua atau keluarga pasangan lainnya selalu meminta uang

Jika adik ipar meminta Anda untuk menjadi penjamin utangnya atau saudara ipar yang lainnya, membutuhkan uang dengan jumlah banyak untuk uang muka mobil, mungkin tidak masalah jika hanya sekali. Namun bagaimana bila kondisi tersebut malah berubah menjadi hal yang wajar untuk selalu meminta apapun dari Anda?

- Sebelum Anda memberikannya atau bahkan malah kesal, konsultasikan dengan pasangan Anda dari segala aspek. Apa benar pilihannya hanya Anda berdua dan apakah akan membuat pengeluaran bulanan Anda membengkak? Atau apakah Anda lebih butuh uang itu untuk urusan rumah tangga Anda sendiri?

- Jika Anda setuju untuk memberi utang, buatlah perjanjian tertulis dengan materai berapa jumlah dan masa waktu untuk membayar. Mungkin Anda juga bisa membuatnya lelucon seperti "Kita gunakan materai agar kita tidak mau berakhir dipengadilan bukan?"

4. Sering mengganggu di waktu yang tidak tepat

Kalau mertua atau keluarga pasangan lainnya menelepon ketika Anda tengah bercinta dengan pasangan atau tiba-tiba muncul saat Anda sedang tidur, secara tidak langsung mereka masuk kehidupan pribadi Anda tanpa diundang. Cara mengatasinya:

- Buatlah batasan jelas tentang kapan mereka bisa datang, tentunya dengan penjelasan. Misalnya kalau mereka sering datang di malam hari, katakan waktu tersebut adalah saatnya beristirahat. Mereka sendiri pun butuh istirahat dan kenapa tidak datang besok pagi saja.

- Minta pasangan Anda juga ikut berkontribusi ketika memberi penjelasan di atas.

(eny/eny)

Posting :wolipop.com
»»   Selengkapnya...

Selasa, 08 Mei 2012

Laporan Khusus : Kondisi Puskesmas Makale Memprihatinkan

 TNO-Makale (7/8), Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Pemerintah sudah mencanangkan Pendidikan dan Kesehatan gratis bagi masyrakat, utamanya Kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kondisi kesehatan masyarakat yang sakit akan menghambat roda pembangunan. Di Makale sebagai ibukota Kabupaten Tana Toraja gencar digalakkan pembangunan, baik itu rumah dinas, Kantor-kantor, serta sekolah sekolah bertingkat. Sayangnya, ada yang terlupakan, apa gerangan, oh iya... Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Kondisi bangunannya yang memprihatinkan dan tidak terawat, bangunan tua ini mengumandangkan panji Kesehatan bagi masyarakat Kota Makale dan sekitarnya, apa yang bisa dilakukan pengelola dan dinas Terkait, sekian Milyar setiap tahunnya digelontorkan untuk membiayai pelayanan kesehatan sampai ke pelosok, tetapi di ibukota Kabupaten sendiri kondisinya memprihatinkan, ada apa? Pertanyaan ini haruslah dijawab semua pihak, utama para pemikir Pemkab, mulai Bupati/Wakil, DPRD, Jajaran dinas Teknis dan masyarakat pemerhati dan pelaku pembangunan di bidang kesehatan. Kalau tahun ini tidak direnovasi besar-besaran, bukan tidak mungkin masyarakat yang datang mencari kesembuhan pulang membawa bonus "virus" baru atau celaka tertimpa Konstruksi Atap yang lapuk? sungguh luar biasa panji pembangunan dikibarkan para legilator Tana Toraja, dengan pola anggaran baru Pengganti "PERKODES" dengan nama "ANGGUR MERAH" Singkatan dari Anggaran Untuk Mensejahterakan Rakyat, apa iya? (tim)


»»   Selengkapnya...

Senin, 07 Mei 2012

Hatta Ingatkan PNS Jangan Berani "Catut" Perjalanan Dinas

Illustrasi
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan agar para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat pemerintah menghemat anggaran perjalanan dinas.

"Kan sudah ada permintaan penghematan secara besar-besaran terhadap anggaran dinas," ujar Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (7/5/2012).

Namun, jika harus melakukan perjalanan dinas, Hatta menyatakan harus ada pengurangan anggota rombongan. Selain itu, perlunya audit untuk anggarannya.

"Kalaupun harus perjalanan dinas, grupnya harus diperkecil dan dilakukan satu audit yang baik terhadap perjalanan tersebut," ujarnya.

Hatta mengimbau agar untuk para PNS jangan sekali-kali melakukan penyimpangan dengan anggaran negara.

"Ya kalau menurut saya itu pelanggaran ya jangan dilakukan, jangan melanggar aturan," tegasnya.

(nia/dnl)

Posting :detik.com
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 05 Mei 2012

Istri di Terkam Cheetah, Suami Sibuk Memotret

 Liburan yang berujung mimpi buruk. Begitulah yang dialami pasangan suami istri asal Skotlandia, Archie dan Violet D Mello yang tengah berlibur ke Afrika Selatan. Mimpi buruk terjadi saat seekor cheetah menerkam Violet, sedangkan Archie terlihat santai dan asyik memotret ketika istrinya diterkam. Padahal keduanya berlibur untuk memperingati HUT D Mello ke-60.

Di taman margasatwa itu, setiap wisatawan dapat masuk ke dalam kandang cheetah dan membelai hewan buas itu. Cheetah-cheetah yang ada di taman margasatwa itu juga sudah dijinakkan dan diklaim tidak berbahaya bagi para wisatawan. Violet pun meminta suaminya untuk memotret dirinya yang sedang membungkuk dan membelai kepala cheetah.

 
Namun, dua cheetah yang bernama Mark dan Monty justru menyerang. Mereka menggigit kepala dan betis Violet hingga perempuan itu tersungkur di tanah. Beberapa wisatawan lain mencoba untuk menghadang cheetah itu, namun mereka gagal. Petugas margasatwa akhirnya turun dan menyelamatkan perempuan yang terluka itu.

Sementara itu, apa yang dilakukan oleh Archie? suami dari Violet yang justru asyik memotret dan mengaku tidak sadar apa yang terjadi pada saat istrinya diterkam hewan buas. Archie terus memotret fotonya hingga akhirnya sadar bahwa kedua cheetah itu ternyata menerkam istrinya.

“Hewan-hewan itu mulai mencakar saya dan saya pun merasakan serangannya di bagian leher. Saya hanya bisa berteriak dan mengangkat tangan saya, namun saya digigit. Beberapa orang berteriak dan saya pun tidak tahu lagi, apa yang harus saya lakukan untuk menyelamatkan diri,” ujar Violet.

Beberapa orang datang menyelamatkan Violet dan Archie pun menggendong istrinya yang baru saja diterkam cheetah. Perempuan asal Aberdeen, Skotlandia itu menderita luka cakar di bagian betis, kepala, serta perut. Menurut dokter yang merawatnya, cheetah selalu menyerang bagian perut mangsanya untuk mengeluarkan isi perut. Untung saja, nyawa Violet berhasil diselamatkan dalam insiden mematikan itu.

»»   Selengkapnya...

Kamis, 29 Desember 2011

Belajar Dari Nenek " Penjual Tempe"

Belajar Dari Nenek "Penjual Tempe"

Di Rantepao, sebuah kecamatan di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, hiduplah seorang nenek penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. "Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. .." demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi, setelah shalat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atasmeja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian.

Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang kedelai, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.

Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Tuhan, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Tuhan, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Tuhan, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..." Dalam hati, dia yakin, Tuhan akan mengabulkan doanya.

Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacang kedelainya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Dia yakin, Tuhan pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.

Dia yakin, Tuhan tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. "Ya Tuhan, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Tuhan, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku..."

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tersebut. "Keajaiban Tuhan akan datang... pasti," yakinnya.

Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "tangan" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa... berkali-kali dia yakinkan diri, Tuhan pasti mengabulkan doanya.

Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. "Pasti sekarang telah jadi tempe!" batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.

Kecewa, airmata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.

Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar... merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya.

Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan dapat makan.

Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya kian memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat...

Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya. "Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya?"

Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan kedua tangannya. "Ya Tuhan, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe..." Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe..."

"Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi. Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya Tuhan, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat?

Pembaca, Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! "ya Tuhan!" pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli. Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?"

"Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Yudi, yang kuliah S2 di Makassar ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"

----------------------------------Selesai--------------------------------

Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan "memaksakan" Tuhan memberikan apa yang menurut kita paling cocok. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa, merasa hidup ini tidak adil. Padahal, Tuhan paling tahu apa yang paling baik untuk anda dan saya. Sungguh, semua rencana Tuhan adalah “sempurna”.
»»   Selengkapnya...