 |
| ilustrasi |
Alissa Safiera - wolipop
Dalam kehidupan baru setelah menikah, masalah yang akan Anda hadapi
pertama dan seterusnya mungkin adalah berhubungan dengan keluarga
pasangan, baik itu mertua atau adik ipar baru Anda. Apakah mereka akan
memperlakukan Anda dengan baik atau malah membenci Anda? Berikut
beberapa trik untuk mengatasi berbagai masalah dengan mertua atau
keluarga pasangan lainnya, seperti dikutip dari The Nest:
1. Mereka ingin jadi teman Anda...Teman Baik Anda
Ketika
mertua merasa sangat menyukai Anda tentunya lebih baik daripada mereka
sangat membenci Anda. Mertua tipe ini biasanya ingin berusaha menjadi
teman Anda. Bukan hanya sekadar teman, tapi teman baik. Saat mertua
selalu ingin bersama Anda, tentunya ini bisa membuat Anda risih. Kapan
lagi punya waktu untuk sendiri? Untuk mengatasinya:
- Jika ibu
mertua ingin bertemu untuk makan siang dan Anda tak punya keinginan
atau waktu, Anda tetap saja tidak bisa menghiraukannya. Tapi mungkin
Anda bisa menundanya. Tunda sampai Anda setidaknya merasa mood dan beri
penjelasan yang tak membuatnya sakit hati.
- Jika kakak ipar
yang ingin menghabiskan waktu dengan Anda, Anda mungkin bisa menolaknya
dengan mengatakan, "Kedengarannya ide yang bagus, tapi aku hanya punya
waktu 30 menit. Apakah itu oke?".
2. Mereka benci Anda
Anggap
saja kondisinya Anda saling benci satu sama lain. Tapi jika pasangan
ingin Anda berusaha lebih keras untuk berbaikan dengan keluarganya,
sementara di antara kalian bertahan pada pendirian masing-masing,
cobalah menunggu hingga akhirnya 'pertahanan' itu runtuh. Untuk
melakukannya, Anda bisa mulai dengan:
- Puji cara mertua membesarkan anak.
-
Jika keadaannya hanya salah satu dari mertua yang tidak menyukai Anda,
maka fokuslah pada yang lain. Berusahalah untuk bersahabat dengan
saudara kandungnya atau bahkan om dan tantenya, yang akan menunjukkan
Anda sebenarnya adalah orang yang menyenangkan dan memiliki niat yang
baik.
3. Mertua atau keluarga pasangan lainnya selalu meminta uang
Jika
adik ipar meminta Anda untuk menjadi penjamin utangnya atau saudara
ipar yang lainnya, membutuhkan uang dengan jumlah banyak untuk uang
muka mobil, mungkin tidak masalah jika hanya sekali. Namun bagaimana
bila kondisi tersebut malah berubah menjadi hal yang wajar untuk selalu
meminta apapun dari Anda?
- Sebelum Anda memberikannya atau
bahkan malah kesal, konsultasikan dengan pasangan Anda dari segala
aspek. Apa benar pilihannya hanya Anda berdua dan apakah akan membuat
pengeluaran bulanan Anda membengkak? Atau apakah Anda lebih butuh uang
itu untuk urusan rumah tangga Anda sendiri?
- Jika Anda setuju
untuk memberi utang, buatlah perjanjian tertulis dengan materai berapa
jumlah dan masa waktu untuk membayar. Mungkin Anda juga bisa membuatnya
lelucon seperti "Kita gunakan materai agar kita tidak mau berakhir
dipengadilan bukan?"
4. Sering mengganggu di waktu yang tidak tepat
Kalau
mertua atau keluarga pasangan lainnya menelepon ketika Anda tengah
bercinta dengan pasangan atau tiba-tiba muncul saat Anda sedang tidur,
secara tidak langsung mereka masuk kehidupan pribadi Anda tanpa
diundang. Cara mengatasinya:
- Buatlah batasan jelas tentang
kapan mereka bisa datang, tentunya dengan penjelasan. Misalnya kalau
mereka sering datang di malam hari, katakan waktu tersebut adalah
saatnya beristirahat. Mereka sendiri pun butuh istirahat dan kenapa
tidak datang besok pagi saja.
- Minta pasangan Anda juga ikut berkontribusi ketika memberi penjelasan di atas.
(eny/eny)
Posting :wolipop.com