Kamis, 17 Juli 2014

MUMMI DITEMUKAN WARGA MAREALI, SIAPA PEMILIKNYA?

Mummi yang ditemukan warga Mareali
Makale-TNO, Warga Dusun Mareali, Kelurahan Bungin, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja, digegerkan dengan penemuan sebuah mumi di pinggir jalan, hari ini pukul 06.00 WITA.

Informasi yang diperoleh, mumi tersebut ditemukan di pinggir jalan oleh warga yang hendak pergi ke sawah. Penemuan mumi tersebut langsung dilaporkan ke polisi. Setelah mendapat laporan, polisi kemudian datang ke lokasi dan langsung mengamankan mumi tersebut ke Mapolres Tana Toraja.

Dari hasil identifikasi Polres Tana Toraja, mumi tersebut berukuran panjang 37 centimeter. Saat ditemukan, mumi tersebut terbungkus kain dan anggota tubuhnya masih lengkap dan berambut panjang. Diperkirakan, mumi tersebut sudah berumur ratusan tahun.

"Iya benar, ada mumi yang ditemukan warga. Kami pun langsung mengamankan mumi itu ke Mapolres Tana Toraja," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tana Toraja AKP Mathius Tappi, di Mapolres Tana Toraja, Kamis (17/7/2014).

Dia menyatakan, mumi yang ditemukan warga di Dusun Mareali, merupakan hasil curian. Kemungkinaan, saat pelaku membawa mumi hasil curiannya, hari sudah keburu pagi. Lantaran takut ketahuan warga, mumi itu kemudian diletakkan begitu saja di pinggir jalan hingga ditemukan oleh warga.

Penyelidikan polisi terhadap penemuan mumi itu mengarah pada sindikat penjualan benda-benda purbakala. Sebab, sudah ada beberapa kasus pencurian benda-benda purbakala terjadi di Toraja. Saat ini polisi masih menelusuri lokasi tempat di mana mumi tersebut dicuri.

"Dugaan sementara, mumi itu dicuri oleh orang yang ingin menjualnya ke penadah di daerah lain. Saat ini, kami masih telusuri asal mumi itu diambil," kata perwira pertama Polri itu.

Camat Makale Utara Erick Crystal Rante Allo menyatakan, pemerintah dan masyarakat Makale Utara hingga kini belum memastikan apakah mumi yang ditemukan warga itu hasil curian atau muncul secara tiba-tiba. Sebab, menurut kepercayaan sebagian masyarakat Toraja, mumi bisa bergerak sendiri pada malam hari.

Dirinya pun menyayangkan jika ada oknum yang mencuri mumi tersebut, karena itu adalah aset budaya Toraja. Namun hingga kini belum ada laporan masyarakat Makale Utara yang merasa kehilangan mumi.

"Kemungkinan asal mumi itu dari luar Kecamatan Makale Utara, karena tidak ada masyarakat kami yang merasa kehilangan. Kami belum memastikan, apakah mumi yang ditemukan itu adalah hasil curian," ujar Erick Crystal yang juga tokoh adat di Kabupaten Tana Toraja.

(san)

posting : SINDONEWS
»»   Selengkapnya...

Kamis, 05 Juli 2012

Abdon Nababan (Sekjen AMAN) : " Banyak Tambang yang dikelola Masyarakat Adat Jauh Lebih Baik"

Abdon-Sekjen PB AMAN
TNO-Makale, Hari kedua pelaksanaan Toraya Ma'kombongan semakin seru, topik yang diangkat dan dibahas semakin menarik. Salah satunya yang diungkapkan Sekjen AMAN, Abdon Nababan, tentang Judicial Review Undang-Undang Kehutanan. Dikatakannya,"Tgl 11 Juli, saya akan memberikan kesaksian tentang Judicial Review pada sidang MK, dan intinya adalah perbaikan kata yang rancu dari Hutan adat adalah hutan negara".

Menjawab pertanyaan LSM LEKAT, mengenai masyarakat Adat yang mengelola Tambang dan sementara eksplorasi di Kecamatan Bittuang, tetapi Bupati Tana Toraja sampai saat ini masih belum sepenuh hati merestuinya, justru Abdon mendukung kegiatan itu, diungkapkannya, "Dibeberapa tempat sering terjadi benturan kepentingan antara masyarakat adat dan perusahaan. tetapi ditempat-tempat yang dikelola masyarakat adat, utamanya pertambangan emas, mereka tidak menggunakan bahan kimia, jadi ramah lingkungan dan tingkat keberhasilannya jauh lebih banyak. Sudah ada banyak contoh, silahkan beri penjelasan ke Bupati tentang hal ini!". Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM LEKAT sekaligus sebagai pendamping Masyarakat dan Perusahaan PT Christina Explo Mining yang melaksanakan explorasi di Bittuang sangat merespon hal ini, diungkapkannya " Kami heran, ada masyarakat yang bisa mengelola tambang di daerah ini dan mereka taat aturan dan membayar pajak, masih saja disangsikan oleh Bupati, ada apa? nanti kami akan surati AMAN kalau memang dibutuhkan, lanjut dikatakannya " kami juga akan surati Direktorat Jenderal Pembinaan Pengusaha Mineral dan Batubara (Minerba) kalau minggu ini surat dari Bupati belum keluar, sekedar mengingatkan bahwa masyarakat sekitar areal pertambangan di Kecamatan Bittuang dan masyarakat Adat Pali akan mendemo Bupati jika mereka dihalang-halangi!"tuturnya.
»»   Selengkapnya...