Rabu, 16 September 2015

KPUD TATOR GELAR DEBAT KANDIDAT HARI INI

Makale-TNO, KPUD Tana Toraja gelar debat kandidat hari ini (16/9) di Gedung BPS Wil 3 Makale. Kegiatan ini diikuti 3 pasang calon, masing-masing dr Zadrak Tombeq,Sp.A yang berpasangan dengan CJ Tandirerung, Ir Nicodemus Biringkanae berpasangan dengan Victor Datuan Batara, Sh dan terakhir pasangan Theofilus Allorerung,SE yang berpasangan dengan Yohanis Lintin Paembongan,S.Th.

           Kegiatan ini disiarkan secara langsung oleh Celebes Tv, dan TV Kabel Tana Toraja. Berlangsung dari pkl.16.00 wt sampai pkl. 18.00wt. Selesai dalam keadaan aman, diikuti ratusan para pendukung calon. (rian)
»»   Selengkapnya...

Senin, 15 Juni 2015

Sebanyak 13 Orang mendaftar Di Golkar Tator


Baliho Pengurus DPD 2 Golkar Tator
Makale, TNO, Semenjak dibuka tanggal 12/6, 13 orang yang mengembalikan berkas di Partai Golkar Tator, hal ini diungkapkan salah seorang Tim 7. Siang tadi (15/6) telah selesai dilaksanakan Pleno yang dipimpin Ketua DPD 2 Partai Golka Tator, Welem Sambolangi, SE. Ke-13 nama yang mengembalikan berkas, diantaranya mantan Kadis Kesehatan dr Zadrak Tombeq, Mantan Kapolres Tator yang juga menjabat Ketua DPC Demokrat Tator yang kini duduk sebagai Anggota DPRD Tator Victor Datuan Batara,SH, ada juga Ir Jhoni Pailang dia seorang PNS Diklat PU Makassar, Ir Pretty Yuliana Tandirerung mantan Ketua DPRD Tator, ada juga Ir Titus Bandaso' Ranteallo seorang praktisi Konsultan. Beberapa orang lagi yang masih aktif sebagai Pejabat di Tana Toraja, antara lain, Yohanis Titting saat ini sebagai Kadis Diknas, Dice Kondorura Asisten 3, Meyer Dengen Ka DPKKAD, dr Rudyanto Andilolo masih selaku Ka BP RSUD Lakipadada, Kadis Kesehatan dr Semuel Pebuli, dan Sekda Tator Enos Karoma. Ada lagi Agustina Palamba', Direktur salah satu Perguruan Tinggi, dan Theopilus Allorerung, SE sang Bupati Tator saat ini.

Dari hasil wawancara dengan Welem Sambolangi, SE selaku Ketua DPD 2 Golkar Tator, diungkapkan selaku Ketua Partai dirinya mampu menjaring 13 orang yang mendaftarkan dirinya di Golkar. Partai kita terbuka, demikian ungkapnya. Saat usai Pelno, TNO menemui kedua Utusan DPD 1 Partai Golkar Sul-Sel, selaku Korwil Ferdy M Andilolo dan Ir Chaerul Tallurahim,M.Si mereka sangat merespon penjaringan yang sudah dilakukan Tim 7 dalam proses penjaringan ini. saat ditanya apakah langkah selanjutnya, Ferdy M Andilolo mengungkapkan mereka akan menghadiri proses serupa di Toraja Utara dan setelah itu ke makassar dan akan dilakukan pleno tingkat DPD 1 selanjutnya ke DPP, demikian imbuhnya.(r1an)

»»   Selengkapnya...

Sabtu, 27 September 2014

KEPEMIMPINAN TELADAN SEMAKIN KUAT ?

Yariana Somalinggi'
JA Situru' SH

  TNO-Makale, Saat Pengucapan Sumpah dan Janji ke-30 anggota DPRD Tana Toraja terpilih yang dilaksanakan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kab. Tana Toraja dalam rangka Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kab. Tana Toraja Periode 2014-2019 semua hadirin dan Undangan mengikuti dengan seksama dengan penuh hikmat. Keg yang berlangung pada Hari Jumat / 26 September 2014 merupakan perletakan tonggak Kepemimpinan dan Pemetaan Politik di Bumi Lakipadada sampai 5 tahun kedepan. Tiga Tokoh ternama yang diambil sumpah/janjinya, diantaranya JA Situru' SH sang mastro politik juga mantan Bupati 2 periode yang sangat fenomenal. Selanjutnya, Victor Datuan Batara, SH mantan Kapolres Tator dan mantan Calon Bupati Tator, dan terakhir Yariana Somalinggi adalah Istri Bupati Tana Toraja Theopilus Allorerung yang juga selaku Ketua TP PKK Kab. Tana Toraja.


Ketiga tokoh yang disebutkan diatas adalah pentolan-pentolan politik di daerah ini dan sudah membuktikan dirinya masuk di jajaran "Lembaga Terhormat". Masuknya ketiga orang ini, dikatakan beberapa kalangan sebagai tonggak baru perpolitikan di Tana Toraja, sebut saja Ferryanto Belopadang,sang Aktifis LSM dan Ketua LSM LEKAT, memberikan pandangannya, dikatakannya " Masuknya JA Situru' Sh sebagai tokoh yang kontroversial akan menambah dinamika di lembaga ini, serta masuknya Yariana Somalinggi, juga akan mewarnai kinerja DPRD Tana Toraja. Masuknya kedua tokoh ini, akan semakin memperkuat kepemimpinan Teladan sampai akhir periode pada 26 September 2015, demikian juga masuknya Victor Datuan Batara sebagai anggota DPRD akan menambah hangat suasana dikalangan Legislator". 
Pengucapan Sumpah/Janji

Saat ditanyai TNO tentang Posisi Ketua DPRD, Ryan sapaan Ketua LSM LEKAT dengan tegas menanggapi, sebaiknya Partai Golkar tetap mempertahankan posisi Welem sambolangi',SE karena sudah teruji selama ini, lanjut dikatannya " Kami sebagai bagian kecil masyarakt Tana Toraja sangat mengharapkan kebesaran Partai Golkar untuk tetap mempertahankan posisi Welem sambolangi',SE sebagai Ketua di Periode ini,karena Figur Welem sangat familiar dan berhasil mempertahankan kewibawaan Pemkab Taba Toraja selama ini, dan ini semua keuntungan partainya,kalau ada upaya untuk mendikreditkannya,itu kerugian besar!".(tim)
»»   Selengkapnya...

Selasa, 03 Juni 2014

DEKLARASI TIM PEMENANGAN PRABOWO-HATTA KABUPATEN TANA TORAJA, AMPING : JANGAN ADA DUSTA DIANTARA KITA


Makale-TNO, Setelah ditetapkan melalui pengundian nomor urut pasangan calon Presiden pada Ahad,1 Juni 2014, dukungan terhadap pasangan Prabowo - Hatta terus berdatangan. Di Kabupaten  Tana Toraja misalnya, Selasa 3 Juni 2014 dilaksanakan Deklarasi Pasangan Prabowo-Hatta dilaksanakan dengan sangat meriah. Rencana Deklarasi yang semula di Panggung SBY, akhirnya dipindahkan ke Sekretarait DPD 2 Partai Golkar Tana Toraja, akibat dari Pembongkaran lantai, dinding dan tangga panggung oleh oknum aparat Pemkab Tator.

Deklarasi yang dilaksanakan pada Selasa,dihadiri Ketua DPD Gerindra Provinsi Sul-Sel, Latinro Latunrung, Korwil 10 Pemenangan Ferdy Mangasi Andilolo, dan Ketua Tim Pemenangan Kabupaten Tana Toraja, JA Situru' SH. Dalam sambutannya, Amping yg pernah menjabat sebagai Bupati 2 periode ini, mengungkapkan jangan ada dusta diantara kita, dan disambut sorak-sorai dari para ratusan hadirin yang mengikuti kegiatan tersebut.


Kehadiran Wakil Bupati Tana Toraja, Adelheid Sosang menyemarakkan suasana, karena Bupati yang diundang tidak hadir. Dalam sambutannya, Latinro mengungkapkan sekelumit kehidupan Prabowo yang selama ini menjadi kontroversi kalangan tertentu. Lanjut Latinro, semua partai pendukung tidak boleh lagi berbicara partai masing-masing, tetapi semua sudah menjadi satu tim, diungkapkannya" Semua partai pendukung pasangan Prabowo-Hatta harus menyatukan tekad memenangkan pasangan Prabowo-Hattamenang di Pilpres 2014". Sambil meneriakkan yel-yel Prabowo....Menang!!!

Beberapa kalangan dan pengurus berharap kehadiran caleg terpilih Yariana Somalinggi,yang juga istri Bupati Tana Toraja, Theopilus Allorerung,SE, tetapi dari informasi yang dihimpun, Yariana berada di luar daerah.(fer)
»»   Selengkapnya...

Senin, 02 Juni 2014

Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Tator Kecewa, Terkait Pembongkaran Panggung Tempat Deklarasi


gambar 1
gambar 2

Makale-TNO,Sehari menjelang  Deklarasi Tim Pemenangan Prabowo-Hatta di Kabupaten Tana Toraja, Panggung tempat rencana Deklarasi dibongkar oknum Pemkab Tator. Tim Pemenangan Prabowo-Hatta yang ditemui di Makale mengungkapkan kekesalannya terkait pembongkaran panggung secara mendadak, sementara undangan sudah diedarkan dan izin sudah dibuatkan. Deklarasi yg sedianya akan dilaksanakan pada Selasa,3 Juni 2014 pukul 10.00 wita, dan sejak kemarin (1/6) undangan sdh diedarkan, bahkan Bupati Tana Toraja,Theopilus Allorerung,SE diundang sebagai Ketua Kosgoro, undangan di tandatangani Ketua Tim JA Situru',SH, namun tadi siang (2/6) sekitar pkl 11.00 wita, panggung yg dulunya dipakai menyambut RI1  beberapa bulan yang lalu dibongkar tanpa pemberitahuan dan alasan yang jelas. Lantai dan tangga serta dindingnya dibongkar oleh oknum aparat Pemkab Tator, ini sangat merepotkan Tim Prabowo-Hatta.  Kegiatan ini akhirnya dipindahkan ke sekretariat DPD II Partai Golkar Tana Toraja. Beberapa orang Tim yg menyaksikan pemindahan ini sangat menyesalkan kejadian ini. Sampai malam tadi Tim masih bekerja keras menata tempat Deklarasi Tim Prabowo-Hatta. Terdengar dari balik telepon seluler, beberapa orang pengurus partai pendukung melaporkan ke Pimpinan Partainya masing-masing. (fer)

ket gbr: (1) lokasi panggung yg sdh dibongkar lantai,dinding dan tangga, (2) tampak para Tim Prabowo-Hatta memasang baliho di Sekretariat DPD II Parati Golkar,disaksikan Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Untuk tana Toraja, JA Situru',SH dan Wakil Bupati Tana Toraja Adelheid Sosang, serta Ketua DPD II Partai Golkar, Welem Sambolangi,SE
»»   Selengkapnya...

Kamis, 15 Mei 2014

Tersangka Politik Uang di Toraja Akhirnya Diperiksa Polisi



TANA TORAJA, TNO– Setelah 17 hari sejak pihak kepolisian melakukan penggilan pertama pada tanggal 28 april lalu, akhirnya tersangka kasus dugaan money politik “KL” memenuhi panggilan polisi. Tersangka diperiksa selama 1,5 jam mulai pukul 06:00 sampai 07:30 wita.

Foto : Mapolres Tator   dok.polres tator
“Setibanya dari Makassar tersangka didampingi pengacaranya langsung menuju Polres untuk diperiksa,” ujar Kanit Reskrim Polres Tana Toraja, Aiptu Marthen Manan saat ditemui Rabu (14/5/14). Menurut Marthen Manan ada 20 materi pertanyaan yang diajukan kepada tersangka.

Menurut keterangan dari tersangka kasus dugaan money politik, bahwa dirinya sudah berada di Jayapura, Papua saat panggilan pertama dikeluarkan oleh pihak kepolisian. Sehingga setiba dari Papua, dirinya bersama pengacaranya langsung menuju ke Tana Toraja.

Pemeriksaan tersangka tersebut telah melengkapi berkas yang akan diserahkan kepihak kejaksaan.

“Setelah tersangka kasus dugaan money politik di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) maka berkas tersebut telah lengkap dan selanjutnya akan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebenarnya berkas kasus pidana politik itu sudah beberapa kali diserahkan kepihak kejaksaan namun selalu dikembalikan karena BAP tersangka belum ada,” jelas Marthen.

posting: RAKYATSULSEL.COM 


»»   Selengkapnya...

Sabtu, 13 April 2013

Megawati: Sistem Politik Kita, yang Punya Uang yang Bisa Maju

Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati punya cerita soal pencalegan. Dia risau, sistem politik di Indonesia tak memberi kesempatan pada Caleg yang berkualitas tapi tak punya uang.

"Dari beberapa pendaftar DCS saya melihat ada yang sangat potensial, tapi ketika saya panggil dia menjawab nggak punya modal, ngga kuat buat bersaing," kata Mega di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).

Tak bisa berbuat banyak, sistem politik di Indonesia memang seperti itu. Mega menyayangkan, semestinya ada perubahan untuk menciptakan kesempatan bagi politisi yang tak punya uang tapi berkualitas.

"Ya itulah sistem kita, yang punya uang bisa maju, kalau nggak punya ya sulit," jelasnya.

(ndr/aan)
»»   Selengkapnya...

Minggu, 07 April 2013

Jenderal Bintang 3 Pimpin Gladi Pengamanan Pelantikan Gubernur Sulsel

MAKASSAR -- Jenderal polisi berbintang tiga dari Markas Besar (Mabes) Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Oegroseno, Jumat (5/4/2013) pagi, memimpin langsung gelar pasukan persiapan pengamanan pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel di Kompleks Rumah Jabatan Gubernur, Jl Jenderal Sudirman, Makassar.
Dalam catatan Tribun, inilah kali pertama dalam sejarah gladi seorang  perwira tinggi bintang tiga memimpin langsung seremoni  persiapan pengamanan event level provinsi.
Oegroseno memimpin upacara dalam kapasitas Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabarkam) Mabes Polri. Dia alumnus Akademi Polisi (Akpol) 1978, sengakatan dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna, dan Kapolda Sulsel Irjen Pol Mudji Waluyo.
Angkatan mereka diberi sandi Paramartha, akpol 1978. Hari ini, Nanan sudah tiba di Makassar, dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) yang akan menggelar musprov di Makassar.
Belum ada konfirmasi apakah wakapolri juga hadir di seremoni pelantikan periode kedua Sayang, Senin (8/4) pekan depan.
Saat memimpin gladi pengamanan, kabaharkam didampingi kapolda dan Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen M Nizam.
Hadir dalam gelar pasukan, Gubernur Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang, Ketua DPRD Sulsel M Roem, dan sejumlah pejabat  lingkup Pemprov Sulsel.
Kabag Ops Polrestabes Makassar, AKBP M Ridwan, mengatakan sebanyak 3.100 personel gabungan dari TNI/Polri disiagakan saat pelantikan. Seremoni pelantikan dimulai pukul 08.00 hingga 14.00 wita.
Menurut, Ridwan, pengamanan akan dibagi dalam empat bagian.Selama enam jam, 16 ruas jalan sekitar gubernuran akan ditutup total.
Oegroseno sendiri meminta jajaran polda dan Kodam VII ketat mengamankan pelantikan gubernur-wakil gubernur periode 2013-2018 ini.
Kapolda menyebutkan pengetatan pengamanan guna menangkal ancaman gangguan ketertiban masyarakat (kantibmas). "Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup," katanya ditemui di ruang kerjanya Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, KM 16, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Hamburkan Dana
Sementra itu, Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Makassar, Zulkifli Hasanuddin, menyebutkan ada kesan pengamanan terlalu berlebihan.  Bahkan hanya menghambur-hamburkan dana. Sulsel, dan Makassar aman-aman saja.
"Dengan banyaknya pasukan yang diturungkan otomatis masyarakat justru tidak menikmati dan takut untuk menyaksikan jalannya pelantikan gubernurnya," kata Zulkifli kepada Tribun, Jumat (5/4/2013).
"Pelantikannya tidak perlu melibatkan banyak personil polisi apalagi sampai melibatkan  pasukan TNI, karena personel Polri itu lebih dari cukup untuk melakukan pengamanan. Pelantikan Gubernur Sulsel seharusnya meniru pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Jokowi Ahok," ungkapnya. (Tribun Timur/cr1/cr3)
posting :tribunnews.com
»»   Selengkapnya...

Jumat, 22 Februari 2013

Sprindik Anas Urbaningrum Diteken Bambang Widjojanto, Bukan Abraham

JAKARTA, KOMPAS.com - Surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum ditandatangani Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto, bukan Ketua KPK Abraham Samad. Melalui sprindik tersebut, KPK resmi menetapkan Anas sebagai tersangka atas dugaan menerima hadiah atau janji terkait kewenangannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum pada Kongres Partai Demokrat 2010, Anas merupakan anggota DPR yang menjabat sebagai ketua fraksi. "Sprindik ditandatangani Bambang Widjojanto," kata Juru Bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (23/2/2013) malam.

Saat ditanya mengapa Bambang yang menandatangani sprindik tersebut dan bukan Abraham, Johan mengatakan kalau hal itu wajar-wajar saja. Menurutnya, sprindik yang diterbitkan KPK tidak harus ditanda tangani Ketua KPK.

"Semua pimpinan bisa menandatangani sprindik. Ini bukan hal yang aneh. Tidak semua sprindik ditandatangani Pak Abraham," ujar Johan.

Meski demikian, menurut Johan, semua unsur pimpinan KPK sepakat menetapkan Anas sebagai tersangka. Draf sprindik anas ini, katanya, sudah diparaf lima unsur pimpinan KPK, yakni Abraham, Bambang, Busyro Muqoddas, Zulkarnain, dan Adnan Pandupraja. "Jadi tidak benar ada dua pimpinan yang mbalelo, tidak setuju, itu tidak benar, itu bersifat isu atau hoax," ujar Johan.

Lebih jauh dia mengatakan, sprindik Anas ini ditandatangani pada Jumat (22/2/2103) ini. Penetapan Anas sebagai tersangka, kata Johan, sudah melalui proses gelar perkara, baik yang digelar hari ini maupun ekspose yang sebelum-sebelumnya. KPK menetapkan Anas sebagai tersangka atas dugaan menerima hadiah atau janji terkait kewenangannya sebagai anggota DPR. Penerimaan hadiah itu, tidak hanya berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pembangunan pusat olahraga Hambalang, melainkan juga terkait proyek-proyek lain yang belum dapat dirinci oleh Johan saat ini.

Proses penetapan Anas sebagai tersangka ini sempat diwarnai insiden bocornya draf sprindik Anas. Berdasarkan hasil investigasi tim internal KPK, dokumen draf sprindik yang beredar melalui media itu merupakan dokumen asli. Kini, KPK membentuk Komite Etik untuk menelusuri dugaan pelanggaran etika yang dilakukan unsur pimpinan terkait bocornya draf sprindik ini.
Anas tersangka

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi secara resmi mengumumkan status tersangka Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam jumpa pers, Jumat (23/2/2013). Anas ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan menerima hadiah atau janji terkait yang berkaitan dengan kewenangannya sebagai anggota DPR RI 2009-2014. Sebelum menjadi ketua umum, Anas merupakan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR.
"Perlu disampaikan berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan beberapa kali termasuk hari ini, dalam proses penyelidikan dan penyidikan terkait dengan dugaan penerimaan hadiah atau janji berkaitan dengan proses pelaksanaan pembangunan Sport Centre Hambalang atau proyek-proyek lainnya, KPK telah menetapkan saudara AU sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (22/2/2013) malam.
Menurut Johan, Anas tidak hanya  diduga menerima pemberian hadiah terkait perencanaan, pelaksanaan, dan pembangunan pusat olahraga Hambalang, melainkan terkait proyek-proyek lainnya. Namun Johan tidak menjelaskan lebih jauh mengenai proyek lain yang dimaksudkannya itu.
Mengenai nilai hadiah atau gratifikasi yang diterima Anas, Johan mengatakan akan mengeceknya terlebih dahulu. Dia pun enggan menjawab saat ditanya apakah gratifikasi yang diduga diterima Ana situ dalam bentuk Toyota Harrier. “Jangan kita bicarakan materi,” ujarnya.
KPK menjerat Anas dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penetapan Anas sebagai tersangka ini diresmikan melalui surat perintah penyidikan (sprindik) tertanggal 22 Februari 2013. Sprindik atas nama Anas tersebut, kata Johan, ditanda tangani Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.
Johan juga menegaskan kalau penetapan Anas sebagai tersangka ini sudah berdasarkan dua alat bukti yang cukup. “Saya juga menegaskan, jangan kait-kaitkan proses di KPK dengan proses politik,” tambah Johan.

KPK juga menyatakan, Anas telah dicegah berpergian ke luar negeri.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Skandal Proyek Hambalang

Editor :
Hindra
»»   Selengkapnya...

Ini Penjelasan Ketua DPRD yang Nikahi Eks Pacar Anak & Istri Selingkuh


Ilustrasi/detikcom

Ini Penjelasan Ketua DPRD yang Nikahi Eks Pacar Anak & Istri Selingkuh

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Ketua DPRD Enrekang, Sulawesi Selatan, Andi Natsir (51) tak membantah telah menikahi perempuan berusia 19 tahun. Pernikahan itu sah secara agama dan hukum. Dia juga bercerita soal istrinya, Andi Asni (39), yang selingkuh.

"Saya yakin pernikahan saya dipolitisir. Saya tahu sponsor yang mendanai istri saya membuat laporan ke polisi," kata Natsir saat dihubungi detikcom, Jumat (22/2/2013).

Natsir adalah Ketua Dewan Penasihat DPD Golkar. Disebut-sebut, ia akan menjadi calon bupati. Pilkada akan digelar Agustus 2013 mendatang.

"Pernikahan saya disaksikan banyak orang. Bahkan pejabat. Dihadiri penghulu, keluarga kedua belah pihak. Semua sah," katanya.

Pernikahan Andi Natsir dan perempuan yang diduga mantan pacar anak pertama Natsir digelar 11 Januari 2013. Hal itu dilakukan setelah proses perceraian dengan istri sudah final di Pengadilan Agama. Natsir menggugat cerai karena istrinya kabur dari rumah pada Oktober 2012 lalu.

Natsir enggan menjawab soal istri barunya. Benarkah ia adalah mantan pacar anak pertamanya? "Itu tidak substansial, tidak ada hubungan dengan masalah saya," katanya.

"Kalau dia (istri) lapor polisi, itu sama saja mempermalukan diri sendiri. Dia selingkuh dengan polisi," jelasnya.

Bripka HR yang disebut-sebut sebagai pasangan selingkuh dari Andi Asni dikurung selama 14 hari di sel Brimob Detasemen B Pare-pare, Sulsel. Wakapolres Enrekang Kompol Muhammad Taufik memastikan Bripka HR melanggar peraturan kedisiplinan Polri. "Itu hasil sidang etik setelah mendengar keterangan 10 saksi," ujar Kompol Taufik saat dikonfirmasi soal masalah perselingkuhan tersebut, Kamis (21/2/2013) kemarin.

Sebelumnya, Andi Asni melapor ke Mapolda Sulselbar, Kamis (21/2) kemarin. Dalam laporannya, ia menyebut suami menikah lagi saat proses perceraian belum final karena dirinya banding atas keputusan pengadilan agama. Laporan itu kini masih diproses polisi.


(try/nrl)
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 02 Februari 2013

PANWASKAB TATOR TETAP PROSES CAMAT MENGKENDEK

BB yang disita PANWASKAB Tator
TNO-Makale, Sudah lebih 2 pekan pasca tertangkapnya Camat Mengkendek,Ruben Rombe Randa oleh masyarakatnya di Kecamatan Mengkendek, Panwaskab Tana Toraja masih tetap melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang mengetahui demi pengungkapan kasus ini. Tidak kurang dari 10 orang yang akan dihadirkan untuk didengar kesaksiannya terkait kasus dugaan money politik yang dilaporkan masyarakat Kecamatahn Mengkendek.

Berdasarkan informasi yang diterima TNO via SMS, Asradi, Ketua Panwaskab tator menjelaskan mereka masih pada tahapan pemeriksaan saksi-saksi yang lebih 10 orang, dan setelah itu pleno. Waktu penanganan kasus masih dalam kurun waktu yang ditetapkan UU.
aktifis FORMAT dan PEMKRI

Sekilas Kronologis penangkapan dan pengepungan masyarakat di wilayah kecamatan Mengkendek, ada info oknum Camat membagi-bagikan uang menjelang Pilgub (-1H), ini masa tenang, tetapi semua itu dibantah Ruben dengan mengungkapkan saya ke lokasi korban kebakaran dan juga membawakan hadiah juara lomba. Ruben ditangkap warga dan pendukung Tim pasangan calon No 1, beruntung dia diselamatkan di rumah salah seorang warga yang juga masih kerabatnya. Setelah itu dievakuasi oleh Aparat Kepolisian setelah diperiksa Panwascam dan Panwaskab. Hal ini juga mengundang reaksi keras dari FORMAT dan PEMKRI, melalui surat pernyataan mereka mendesak Panwas untuk menindak oknum Camat tersebut sebagai pembelajaran. (tim)
»»   Selengkapnya...

Kamis, 31 Januari 2013

Sayang Resmi Gubernur Sulsel


TNO-Makassar, Pukul 16.06 Wita Sayang Resmi Gubernur Sulsel
Kamis, 31 Januari 2013 16:26 WITA

Pasangan incumbent Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) ditetapkan kembali sebagai calon terpilih pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel periode 2013-2018. Sayang ditetapkan sebagai pemenang Pilgub Sulsel pada rapat pleno penghitungan suara di Hotel Singgasana, Jl Kajaolalido, Makassar, Kamis (31/1/2013), pada pukul 16.06 wita. Pasangan nomor urut dua ini berhasil mengalahkan dua rivalnya, Ilham Arief Sirajuddin-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) dan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na). Sayang meraih 2.251.407 suara atau 52,42persen, IA meraih 1.785.580 suara atau 41,57 persen, dan Garuda-Na meraih 257.973 suara atau 6,01 persen. Penetapan Sayang sebagai pemenang Pilgub Sulsel dilakukan melalui ketukan palu tiga kali dari Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas.

Laporan Wartawan Tribun
Timur, Yasdin
»»   Selengkapnya...

Minggu, 27 Januari 2013

Pendukung Calwalkot Palopo Unjuk Rasa Polisi Perketat Pengamanan


 massa depan kantor KPUD Palopo
TNO-Palopo – Massa pendukung pasangan calon walikota dan wakil Walikota Palopo RMB dan Janur, hingga Minggu (27/1/2013) malam hari ini, terus melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor KPUD kota Palopo. Dua kubu massa ini tidak menerima hasil perhitungan suara KPUD kota Palopo.

Sementara itu Ketua KPU Palopo, Maksum Runi mengatakan, dua calon wali kota dipastikan maju pada putaran kedua, yaitu pasangan Haidir Basir - Thamrin Jufri (Hati) dan Judas Amir - Akhmad Syarifuddin (JA).
Wakil ketua Senkom Mitra Polri dari lokal 20 kota Palopo, Abdur Rahman melalui gateway Senkom melaporkan, satuan pengamanan dari Polres Kota Palopo dibantu TNI dan Brimob memperketat pengamanan di depan kantor KPUD kota Palopo.

“Unjuk rasa massa pendukung atas hasil pemilihan putaran pertama terus berlanjut. Massa pendukung pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Palopo yang tidak setuju dengan hasil penghitungan KPUD melakukan aksi unjuk rasa dan bakar ban di depan kantor KPUD Palopo,”Lapor Abdur Rahman.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Kantor KPUD kota Palopo dijaga ketat polisi. Polresta Palopo mengerahkan 600 lebih polisi untuk mengamankan pleno penetapan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo.

Kepala Bagian Operasional Polresta Palopo, Kompol Apri Prasetya mengatakan Polresta Palopo dibantu oleh polisi dari Polres Luwu, Polres Luwu Utara, Polres Luwu Timur, Polres Tana Toraja dan Brimob Pare Pare dua pleton. Setiap polres mengirim 35 personel.(rill)

Additional Info

  • Penulis: Khairil Anas
  • posting : INDEPENDEN.COM
»»   Selengkapnya...

Selasa, 22 Januari 2013

Dituding Money Politik, Camat Mengkendek Nyaris Dihakimi Ratusan Warganya

Camat Mengkendek dihadapan Panwaskab Tator
TNO-Mengkendek, Pilgub Sulawesi Selatan menyisakan 1 hari lagi masa tenang, tetapi Camat Mengkendek, Ruben R. Randa malah menyusup di wilayahnya. Hal inilah yang memicu pengejaran bahkan pengepungan dilakukan warganya sendiri. Ruben sebagai Camat Mengkendek saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Lembang ( BPM-PL) Saat dikejar ratusan warganya, sopir panik, sementara Ruben menyembunyikan uang yang dibawahnya dibalik kapet lantai mobilnya. Sementara mobil dinas yang adalah mobil operasional Pemkab Tana Toraja   sudah diganti plat nonor polisi dengan plat hitam.

Saat Evakuasi
Beruntung, Lokasi kejadian berdekatan dengan kediaman Victor D.Batara, jadi diamankan di tempat itu, untuk menghindari amuk massa. Beberapa saat kemudian, Polsek Mengkendek dan Polres tana Toraja sudah berada di tempat itu, Sementara Panwaskab Tana Toraja untuk wilayah Mengkendek Rasyid Mappadang juga tampak hadir dan menerima Barang bukti yang disita masyarakat. Sempat terjadi ketegangan, Pihak Mahasiswa yang juga ikut memantau perhelatan Demokrasi Pilgub di Tana Toraja menginginkan Polisi segera menahan Ruben, tetapi saat menerima penjelasan dari Kasatreskrim Polres Tator, Abraham Tahalele, mahasiswa dapat memahami posisi dan kewenangan Polisi dan Panwas.

Evakuasi Camat Mengkendek
Evakuasi dibantu warga
Sesaat akan dilakukan evakuasi Camat Mengkendek oleh Panwaskab, sempat terjadi ketegangan, masyarakat tidak mengijinkan mobil yang dikendarai Ruben dibawa serta. namun setelah dijelaskan oelh beberapa orang tokoh masyarakat, dan Polisi, akhirnya mobil Hilux berplat merah DD8123U akhirnya bisa dibawa keluar lokasi.

Kondisi mobil yang digunakan Camat
Saat tiba di kantor Panwaskab Tator, Ruben segera di mintai keterangan, dan dia membantah semua tuduhan money politik, dikatakannya " Saya baru pulang dari lokasi kebakaran di wilayah saya dan saya mampir atas ajakan warga, saat perjalanan pulang, saya dikepung seratusan warga, saya tidak membagi-bagikan uang seperti yang dituduhkan". (fer)
»»   Selengkapnya...

Jumat, 18 Januari 2013

Pilgub Sulsel, Ajang Asah Idealisme

Prabowo : Jangan Salah Pilih Pemimpin
TNO-Makale, Tinggal 3 hari lagi, perhelatan Pilgub Sul-sel akan digelar, berbagai upaya Calon dan Tim merebut simpati Calon Pemilih. Mulai dari dari atribut sosialisasi sampai pemberian paket dan pengarahan massa serta pelibatan pejabat.

Diperparah lagi, Bupati Tana Toraja menjadikan Rujab sebagai " Markas Sayang ",bagi-bagi kalender Sayang dari Rujab, bahkan kendaraan pejabat berselimut Atribut Sayang serta terang-terangan mengawal Calon Gubernur saat kampanye sementara Dia tidak CUTI. Ini bentuk ketakutan yang berlebihan, bahkan memberikan resiko yang tidak semestinya ditempuh.

Puluhan Ribu Massa Pendukung GARUDANA
Dari pantauan TNO, setelah kampanye putaran terakhir di Tana Toraja dan Toraja Utara, Tim IAS-Aziz bernomor urut 1, lebih mengutamakan penggalangan tokoh dan pemantapan di TPS, Tim Sayang bernomor urut 2 lebih merapatkan barisan, buktinya saat Tim nomor 1 kampanye yang sibuk justru tim nomor 2 konsolidasi di DPD 2 Golkar Tator, sementara Tim GARUDANA bernomor urut 3 kewalahan melayani permintaan baju "KOTAK-KOTAK". Apalagi saat Prabowo memasuki lapangan Bhakti Rantepao, Prabowo dihujani uluran tangan oleh ribuan pendukung GARUDANA. Luar biasa. Pekikan sorak " Garudana dan Prabowo diteriakkan massa yang memadati lapangan. Terlihat beberapa orang yang berseragan pasangan calon tertentu tetap memantau kampanye GARUDANA.

Pilgub Sul-Sel tahun ini menjadi ajang asah Idealisme masing-masing Tim dan para calon pemilih, ada yang memilih karena bubungan emosional, struktural dan idealisme, anda bagian yang mana? (fer)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 09 Januari 2013

Jadwal Kampanye GARUDA-NA

Jadwal kampanye GARUDA-NA untuk Pilgub Sulsel
Kamis [10/01] 07.30-09.00 debat kandidat di CCC Makassar, nonton Metro TV 21.00
Jumat [11/01] 13.00-16.00 Jeneponto : Permadi SH
Sabtu [12/01] 13.00-16.00 di lapangan pemuda kantor bupati Bulukumba : Letjen Purn Prabowo Subianto
Ahad [13/01] 13.00-16.00 Stadiun Mattoanging Andi Mattalatta Makassar : Letjen Purn Prabowo Subianto
Senin [14/01] 13.00-16.00 Rantepao Toraja Utara : Letjen Purn Prabowo Subianto
Selasa [15/01] 13.00-16.00 Masamba : Letjen Purn Prabowo Subianto
Rabu [16/01] 13.00-16.00 Palopo Kota Palopo
Kamis [17/01] 13.00-16.00 GOR Usman Isa jalan arah Soppeng Pangkajene Sidrap
Jumat [18/01] 08.30-10.00 Baruga AP Pettarani Unhas Makassar dipandu Karni Ilyas nonton tvOne (fer)
»»   Selengkapnya...

Ibas Zona 1, Ical-Prabowo Keliling Sulsel

TNO-MAKASSAR -- Tiga pimpinan parpol pengusung utama cagub Sulsel memastikan diri terlibat langsung berkampanye Januari mendatang. Ada yang fokus di satu zona, juga ada yang akan kelilingi tiga zona kampanye yang ada.

Ketiga pimpinan parpol itu adalah Sekretaris Jenderal DPP Demokrat, Edy Baskoro Yudhoyono (Ibas) sebagai tim kampanye Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA), Ketua Umum DPP Golkar, Aburizal Bakrie selaku jurkam Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang), dan Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra, Prabowo Subianto selaku jurkam Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na).

Penentuan zona kampanye tokoh penting pengusung cagub ini sudah diperhitungkan tim masing-masing calon. Pasangan urut 1 misalnya, hanya fokus memberi kesempatan Ibas kampanye di Zona 1 utamanya Makassar. Daerah lain yang kemungkinan dijangkau Gowa, Takalar, Bantaeng, Jeneponto, Bulukumba, dan Selayar.

Sejak awal, tim IA akan menempatkan tim kampanye nasionalnya berbasis zona, terkecuali politisi Hanura Senayan, Akbar Faizal yang disiapkan di zona 2 juga minta mengampanyekan calon ini di zona 1 Makassar.  "Jadi Pak Faizal Akbar itu di zona 2 yang merupakan dapilnya. Tapi karena dia merasa Makassar juga cukup dinantikan, makanya dia juga minta kampanye di zona ini," kata Ketua Tim Kampanye IA, Ni'matullah didampingi jubir IA, Syamsu Rizal, kemarin.

Di tim IA, dari 26 tokoh nasional yang disiapkan mengampanyekan IA hampir seluruhnya sudah ditetapkan tanggal dan lokasi kampanyenya. "Sebagian besar jurkam nasional ini sudah pasti baik tempat dan tanggalnya," tambah Ni'matullah.

Pengendali Kapal Induk, Haris Yasin Limpo terpisah menyatakan sampai saat ini tim Sayang belum menetapkan tanggal pasti dan dimana Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie mengampanyekan Sayang. Tapi tim Sayang telah menyiapkan waktu dan tempat kepada capres Golkar ini kampanye di tiga zona yang ada.

"Jadi kita tetap siapkan di tiga zona. Kapan dia ada waktu, maka di situlah akan kita tentukan lokasi kampanyenya. Begitu juga dengan juru kampanye nasional lainnya. Mereka ini kan memiliki kesibukan yang padat sehingga sulit ditetapkan waktunya sekarang," kata Haris.

Pastinya, Ical dan sejumlah elit Golkar dan partai pengusung lainnya siap ambil bagian dalam kampanye Sayang Januari mendatang. Jubir Sayang. Maqbul Halim menambahkan, tim saat ini masih merampungkan penyusunan jadwal kampanye jurkam nasional Sayang di pilgub mendatang.

Adapun Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra, Prabowo Subianto juga akan keliling Sulsel mengkampanyekan pasangan Garuda-Na. Sebelumnya, Prabowo yang juga capres Gerindra ini sudah menyatakan kesiapannya untuk kampanye di tujuh titik di Sulsel.  Daerah yang sudah dipastikan adalah Makassar, Luwu Raya, Bone, dan Toraja.

"Pada prinsipnya penyusunan tim kampanye Garuda-Na utamanya yang dari pusat masih sementara dalam perampungan. Tapi khusus untuk Pak Prabowo, sudah ada kepastian bahwa dia akan kampanye di semua zona yang ada," kata jubir Garuda-Na, Nasrullah Mustamin. (sah/ysd)

posting : fajaronline
»»   Selengkapnya...

Senin, 10 Desember 2012

GarudaNa Ancaman Sayang di Torut


TNO-TORAJA UTARA -- Pada pemilihan gubernur (Pilgub) 2007 lalu, Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara adalah lumbung suara pasangan calon Gubernur dan Wakil, Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu`mang (Sayang). Bahkan, di dua daerah ini, Sayang jilid I berhasil meraup suara sebanyak 76 persen dan sangat menentukan kemenangan pasangan ini. 
Namun, pada Pilgub 2013 mendatang, langkah pasangan Sayang untuk meraup suara lebih bakal sulit. Pasalnya, dua pasangan nomor urut 2, Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakakar (IA) dan pasangan nomor urut 3 A Rudiyanto Asapa-Nawir Pasinringi (GarudaNa) serius menggarap wilayah ini. Apalagi, istri Rudiyanto dr Felicitas berasal dari Toraja. 
Bukan itu saja, soliditas dan kekompakan partai pendukung pasangan Sayang saat ini tidak semilitan 2007 lalu. Seperti yang diakui Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP Kecamatan Sopai Alexander Pa'tangkin kepada BKM di Rantepao, Sabtu (8/12). 
Ia melihat, khusus di Toraja Utara tim saat ini kurang intens berkomunikasi. Malah, katanya, yang sangat aktif adalah tim pemenangan dari dua rival Sayang.
"Waktu pemilihan tinggal beberapa hari lagi, namun kekompakan tim belum nampak," akunya. 
Ia melihat, kinerja tim sekarang tidak jelas arahnya bahkan membingungkan kader. Malah, gerakan tim lain meraih suara sebanyak mungkin dan target menang di Toraja Utara, menurutnya, berpeluang terwujud. Apalagi, lanjutnya,  tidak bisa dipungkiri pasangan GarudaNa kental ke Torajaannya akan menjadi ancaman Sayang.
Namun demikian, Alex masih tetap optimis tentang peluang pasangan Sayang di Toraja Utara. Dengan catatan, katanya, waktu yang tersisa dimanfaatkan untuk melakukan konsolidasi secara efektif dan kontinu. 
"Pada bulan Desember akan dilakukan perayaan Natal. Menurut saya ini momen yang baik untuk dimanfaatkan. Tim Sayang harus menjemput bola hingga ke akar rumput, sehingga kader partai pengusung dan legislatornya di DPRD bisa bergerak," katanya. (gus)


posting : BKM Online
»»   Selengkapnya...

Minggu, 18 November 2012

Survei: Orangtua Tak Mau Anaknya Jadi Anggota DPR


TNO-JAKARTA - Dahulu, kebanyakan orangtua menginginkan anaknya menjadi pejabat, salah satunya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Namun, sekarang, keadaannya berbalik. Mayoritas orangtua tak ingin anaknya menjadi anggota Dewan. Hal itu terungkap dalam survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dipaparkan oleh peneliti LSI Rully Akbar, di Kantor LSI di Jakarta, Minggu (18/11/2012).
Survei ini dilakukan 12-15 November 2012, dengan jumlah responden 1.200 orang yang ditentukan dengan multistage random sampling. Adapun, tingkat kesalahannya plus minus 2,9 persen. Bagaimana hasil survei itu?

Sebanyak 56,43 persen responden menyatakan tidak ingin anaknya menjadi anggota Dewan di Pemilu 2014. Hanya 37,62 persen orangtua yang ingin anaknya duduk di parlemen dan 5,95 persen menjawab tidak tahu.
Angka itu hampir sama ketika ditanya apakah responden ingin menjadi anggota Dewan di Pemilu 2014. Sebanyak 54,92 persen responden tidak ingin menjadi anggota Dewan. Hanya 38,37 persen yang ingin menjadi anggota Dewan dan 6,71 persen menjawab tidak tahu.
Rully menambahkan, angka itu berbeda dibanding hasil survei tahun 2008. Saat itu, mayoritas responden atau 59,22 persen ingin anaknya menjadi anggota Dewan. Hanya 31,32 persen yang menjawab tidak ingin dan 9,46 peren tidak menjawab.
"Ada peningkatan 25 persen publik yang tidak ingin keturunan mereka jadi anggota DPR. Anggota Dewan tidak lagi jadi primadona orangtua," kata Rully.
Mengapa hal bisa terjadi? Dikatakan Rully, maraknya kasus korupsi yang menjerat anggota Dewan membuat makin pudarnya keinginan publik menjadi anggota Dewan. Selain itu, semakin banyak anggota Dewan yang terlibat kasus amoral seperti perselingkuhan hingga indisipliner seperti tidur saat rapat maupun bolos.
Apakah Anda ingin keturunan Anda menjadi anggota Dewan?
Editor :
Inggried Dwi Wedhaswary

posting : geppmator.com ; kompas.com
»»   Selengkapnya...

Senin, 22 Oktober 2012

" WASPADAI DUKUNGAN SEMU, KOMANDAN "

TNO-Makale, Untuk kesekian kalinya Syahrul Yasin Limpo mengunjungi daerah kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Dulunya satu kabupaten, sekarang sudah dimekarkan dan memasuki 4 tahun pemekarannya. Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo yang untuk kesekian kalinya menginjakkan kakinya di Bumi Lakipadada, apakah itu sebagai Gubernur, sebagai Ketua Golkar dan Sebagai Ketua Ormas-Ormas yang dipegangnya. 

Kali ini SYL, singkatan panggilan Gubernur Sul-Sel ini, yang sering disapa KOMANDAN, datang lagi untuk membuka Praya PPGT yang ke IX, dan tetap saja ikut kepentingan Politisnya sebagai calon Tetap yang berpasangan Agus Arifin Nu'mang, pasangan setianya sejak periode I. yang akan berlaga di kancah Pilgub sul-Sel 22 Januari 2013 mendatang. dan juga tak segan-segan jajaran Pemkab Tana Toraja dan Toraja Utara turut larut dalam nuansa politik praktis.

Beberapa kalangan miris melihat kondisi tersebut, diantaranya, Ferryanto belopadang, Sang Sekretaris PC 1922 FKPPI Tana Toraja, dungkapkannya " Saya prihatin melihat perjuangan SYL dan pasangannya dalam hal merebut simpati masyarakat Toraja, dibuktikan dengan frekwensi kehadiran SYL di daerah ini yang begitu tinggi, mudah-mudahan Beliau ( SYL-red) tidak kecewa nantinya, karena beberapa elemen pemenangan yang dibentuk terdapat beberapa kesamaan figur dan komunitas".

Sebagaimana diketahui bersama, Pasangan Sayang ( Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang) memperoleh nomor urut 2, dan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Kahar Muzakkar memperoleh nomor urut 1, sementara Rudyanto Asapa-Nawir yang memperoleh nomor urut 3. (tim)
»»   Selengkapnya...