MAKASSAR– Tensi politik menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel
mulai mengkhawatirkan. Aksi anarkistis serta perusakan atribut peraga
dan simbol pemenangan kandidat sudah semakin marak.
Hanya
berselang satu hari setelah pembakaran Posko Pemenangan Ilham Arief
Sirajuddin- Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) di Jalan Tamangapa Raya, Antang,
Makassar, kini giliran atribut yang terpasang di Posko Syahrul Yasin
Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) dirusak oleh oknum yang tak
bertanggung jawab di Jalan Daeng Tata, kemarin.Dinihari kemarin, Kantor
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa juga dirusak belasan orang
tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor.
Akibatnya,beberapa
fasilitas kantor penyelenggara pemilihan umum (pemilu) itu mengalami
kerusakan seperti kaca jendela. Perusakan simbol- simbol politik
menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel itu semakin menambah
daftar tindakan anarkistis di sejumlah kabupaten/kota. Anehnya,hingga
saat ini belum ada satu pun pelaku yang berhasil diusut untuk diproses
secara hukum.
Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas)
Iqbal Sultan mengatakan, di saat tensi politik memanas, pihak
kepolisian harus mampu meraih simpati publik dengan mengusut tuntas
semua aksi teror dan anarkisme yang dilakukan oleh kelompok yang tidak
bertanggung jawab.“Harapan terbesar ada pada kepolisian. Untuk dapat
meraih kepercayaan dari publik, kepolisian harus bekerja maksimal
dengan menangkap semua pelaku,” katanya kepada SINDO di Makassar,
kemarin.
Selain itu, semua pihak harus ikut menciptakan
suasana kondusif di sisa waktu empat bulan menjelang Pilgub Sulsel.
Mulai dari KPU dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Selain
itu,Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Komisi Informasi Publik (KIP),
media massa,harus mengambil peran untuk sama-sama ikut menciptakan
pilgub yang damai. Menurut Iqbal, yang tidak kalah penting dalam
menciptakan Sulsel yang damai adalah para kontestan yang ikut bersaing
sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.
Demikian juga
dengan tim pemenangan kandidat serta partai politik (parpol) pengusung.
Mantan Ketua Jurusan Komunikasi Fisip Unhas ini menilai, para kadidat
gubernur yang ada saat ini belum maksimal dalam mengawal tim dan
pendukung mereka agar tidak melakukan aksi anarkisme, teror, atau
intimidasi. Doktor di bidang ilmu komunikasi ini malah melihat di balik
keakraban antarcagub yang sering diperlihatkan di depan publik hanyalah
fatamorgana politik.
Di belakang, terjadi persaingan panas dan
bahkan sangat mengkhawatirkan. Sebab mereka kerap saling sindir yang
bisa membuat kalangan bawah terpancing. “Aktor politik tingkat atas
terlihat akrab dan bersendagurau. Ada pesan politik bahwa mereka sangat
akrab. Namun,hal itu tidak sampai ke tingkat bawah,”katanya.
Karena
itu, Iqbal menawarkan kepada para kandidat agar melakukan perang ide
dan menjabarkan visi misi kepada publik.Yang lebih penting bagi publik
adalah program para kandidat untuk Sulsel ke depan. Panitia Pengawas
Pemilu (Panwaslu) Sulsel menganggap aksi perusakan atribut kandidat
beberapa hari terakhir ini masih tergolong kriminal murni.
Sehingga
yang berhak melakukan pengusutan adalah aparat kepolisian. “Kita belum
bisa masuk menangani itu karena belum ada kandidat resmi. Makanya kalau
ada perusakan atau pembakaran posko dan atribut peraga, itu wewenang
kepolisian yang mengusut dan menuntaskannya,” kata anggota Panwaslu
Sulsel Anwar di Makassar, kemarin.
Disinggung soal
langkahlangkahnya, Anwar yang dipercayakan sebagai juru bicara
Panwaslu,mengaku hanya bisa mengeluarkan imbauan kepada bakal calon dan
timnya agar tidak melakukan tindakan kekerasan atau anarkistis.
Menurut
dia,saling menenangkan diri merupakan pilihan tepat ketimbang ikut
terpancing jika menemukan perusakan yang dilakukan pihak tidak
bertanggung jawab. “Lebih baik kita serahkan ke aparat kepolisian untuk
menanganinya. Mari kita bersama-sama menjaga suasana kondusif, dan
tidak terprovokasi dari ulah pihak tertentu yang ingin melihat Pilgub
Sulsel tidak berjalan aman dan damai,”katanya.
Perusakan Kantor KPU
Perusakan
kantor KPU Kabupaten Gowa terjadi sekitar pukul 03.00 Wita dinihari
kemarin. Akibatnya, kaca depan aula kantor KPU yang terletak di Jalan
Mallombassang itu rusak. Aksi pelemparan batu tersebut cukup singkat.
Saksi di lokasi menyebutkan, para pelaku masuk ke halaman kantor KPU
dengan menggunakan sepeda motor.Usai melakukan aksinya, mereka langsung
kabur.
Batu yang dipakai melempar dan pecahan kaca tampak
berserakan di halaman dan ruang aula KPU.Beberapa alat bukti sudah
diamankan dan dibawa ke kantor Polres Gowa yang letaknya tidak terlalu
jauh dari kantor KPU. Ketua KPU Gowa Zainal Ruma meminta kasus tersebut
dituntaskan. Namun, dia menolak berspekulasi soal perusakan tersebut.
Dia menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap motif di balik
itu. “Kami meminta kepada polisi mengungkap pelaku perusakan tersebut,
termasuk motif para pelaku melakukan aksi perusakan,” ungkapnya.
Kasubag
Humas Polres Gowa AKP Andry Lilikay mengatakan, polisi sudah
mengembangkan kasus perusakan kantor KPU Gowa tersebut.“Kami sudah
mengamankan lima buah batu kali sebagai barang bukti untuk pengembangan
lebih lanjut dari perusakan tersebut,” katanya.
Sementara itu,
Kasubag Umum KPU Gowa Syamsul Alam mengatakan,saat terjadi aksi
perusakan, kantor KPU dalam kondisi kosong. “Kami tidak mau sembarangan
menuduh, apalagi ini menjelang tahapan Pilgub Sulsel 2013.Kami juga
tidak mengetahui apa motif dari perusakan tersebut. Jelasnya, kami
menyerahkan kepihak aparat untuk mengungkap pelaku perusakan tersebut,”
katanya.
Menanggapi kejadian tersebut, kubu Syahrul Yasin
Limpo dan Ilham Arief Sirajuddin sama-sama mendesak aparat kepolisian
bertindak tegas ke pelaku pengrusakan dan penyebar terror tersebut.
Alasannya hampir sama,jika membiarkan maka berpotensi menimbulkan
kericuhan. Juru Bicara tim Pemenangan Sayang, Heny Handayani,
menegaskan, aparat kepolisian harus mengungkap siapa aktor di balik
maraknya perusakan.
Hal itu dianggap penting agar tidak
memunculkan kecurigaan antarpendukung. Selain itu,dia mengimbau para
pendukung dan sukarelawan agar tidak terprovokasi dengan aksi tersebut.
“Kita sangat harapkan polisi melakukan tindakan tegas, menyikapi aksi
pengrusakan, termasuk yang terjadi di posko kami,” tandas Heny kepada
SINDO,kemarin.
Pernyataan sama disampaikan Juru Bicara Ilham-
Aziz (IA) Selle KS Dalle.Menurut dia, aksi perusakan harus mendapat
perhatian serius aparat kepolisian guna menghindari kejadian serupa di
kemudian hari.Apalagi,pihaknya sudah melaporkan kasus pembakaran posko
ke aparat kepolisian. “Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat untuk
mengatasi kasus itu. Kita percaya sama polisi bisa menanganinya. Lagian
sudah ada komitmen dari Polda Sulselbar,”kata Selle.
Mengenai
langkah lainnya, Selle sudah mengintruksikan kepada seluruh jajaran
pendukung dan sukarelawan semakin merapatkan barisan dan mewaspadai
aksi susulan yang ingin memperkeruh suasana.
posting : sindo