Kamis, 13 September 2018

Betulkah Kunjungan Menhub di BBK, Garansi BBK Akan Selesai?


Menhub Budi Karya Sumadi tiba di Bandara Pongtiku
Makale, LEKAT-NEWS.COM. Sejak dimulai pembangunannya pada 2011, baru kali ini akan ditinjau langsung Menhub,  setelah berapakali berganti Menteri. Dulu Ignatius Jonan, kini Budi Karya Sumadi. Dijadwalkan Budi Karya Sumadi akan mengunjungi Pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK) Tana Toraja di Kecamatan Mengkendek, Rabu (12/9).
Informasi yang diterima LEKAT-NEWS.COM, Menteri Perhubungan akan berkunjung langsung ke Lokasi Pembangunan Bandara Buntu Kunik untuk melihat langsung pelaksanaan pembangunan BBK, dan sekaligus kunjungan pendahuluan sebelum Kedatangan Presiden RI.
“Benar, Besok (Rabu,12/9), Menteri Perhubungan dijadwalkan meninjau BBK” tulis Alek Rudi Nainggolan dari bilik Whatsapp pribadinya. Sebagaimana diketahui, Alek Rudi Nainggolan selaku Ka Bandara Pongtiku, sangat getol memperjuangkan kelanjutan pembangunan BBK, bersama Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara,SH beberapa kali menerobos Jakarta untuk kepentingan Penyelesaian Pembangunan Bandara Buntu Kunik, walaupun aral melintang.  Alhasil, 2017 pembangunan BBK dilanjutkan kembali.
Dilain pihak, kunjungan kali ini bukan hal biasa. Pasalnya, Sejak dimulai pembangunannya 2011, dan terhenti sekitar 2 tahun, kemudian dimulai kembali 2017, lanjut 2018. Semoga dengan kunjungan ini, akan menuntaskan “Kerikil-kerikil tajam” yang masih melekat di kasut BBK, Akankah? (R1AN)
»»   Selengkapnya...

Jumat, 31 Agustus 2018

Pagelaran Adat Menandai Pembukaan HUT Kabupaten Tana Toraja ke-61 dan Hari Jadi Toraja Ke-771


ket: Ritual Adat

Tana Toraja. LEKAT-NEWS.COM - Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Kabupaten Tana Toraja dan Hari Jadi ke-771 Toraja dimeriahkan dengan atraksi budaya dan pesta rakyat, yang dipusatkan di lapangan sepak bola Getengan, Kelurahan Rantekalua, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja.

Perayaan HUT Kabupaten Tana Toraja ke 61 dan Hari Jadi Toraja ke 771 yang digelar secara besar-besaran dalam bentuk pesta rakyat  dan dihadiri puluhan ribu masyarakat baik yang berasal dari 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tana Toraja maupun masyarakat dan undangan dari luar Toraja.

Adapun rangkaian kegiatan dalam acara puncak Perayaan HUT Kabupaten Tana Toraja ke 61 dan Hari Jadi Toraja ke 771 yang mengambil tema "Budaya Toraya Perekat Bangsa".

Ritual Tradisional berupa : Kapuran Pangngan, Sesajen Kurban, Ma’nasu kurban, Belundak, Katupa’, Massura’ Tallang, Aluk Ma’pesung, Masserek Bane’, Ma’kurinni, Ma’ mammang, dipimpin oleh Pemangku Adat (Tominaa) menandai dimulainya kegiatan.

Mujayanto Panglaa, salah seorang dari 2 penyuluh agama Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja yang berperan pada Ritual Massura' Tallang.

Penyuluh Non PNS itu, satu minggu sebelum puncak acara digelar, dia sering kali bolak balik ke Ge'tengan yang berjarak 15 kilometer dari Kantor Kemenag guna mempersiapkan pemondokan dan propertiritual leluhur yang akan dilakukan.

Kakan Kemenag Tana Toraja H.Muhammad yang turut hadir, mensupport penuh keterlibatan Mujayanto Panglaa pada ritual yang digelar oleh pemeluk "agama" aluk todolo di lokasi perayaan hari jadi Tana Toraja ini.

"Walau Aluk Todolo belum diakui pemerintah sebagai sebuah agama, dan dinyatakan berafiliasi kedalam agama Hindu, namun ritual peninggalan leluhur atau nenek moyang orang Toraja ini patut
diapresiasi. Karena ini adalah keyakinan mereka. Untuk itu saya mendukung salah satu penyuluh agama hindu yang turut mengambil andil pada ritual ini", ungkap Muhammad. (MOR)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 14 Februari 2018

Usai Melantik 13 Pejabat Eselon II dan 15 Pejabat Eselon III, Bupati Tator : Saya Mengajak Kita Semua Untuk Satu Kendaraan

Ket. foto :Bupati Tator saat melantik, menggunakan pakian adat Toraja, diikuti semua yang dilantik
Tator-TNO. Mutasi menjadi sesuatu momentum yang dinanti-nanti bagi sebagian besar ASN, namun tidak jarang para ASN yang trauma dengan mutasi. Demikian pula yang terjadi di Pemkab Tana Toraja, mutasi yang dihadiri Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara, Plt. Sekda Tana Toraja DR. Ir. Samuel Tande Bura, MM, Pastor, Pendeta , Ustaz. Dan Beberapa OPD, bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Rabu (14/02) pkl. 16.00wita.

Nico dalam sambutannya mengatakan persoalan mutasi adalah persoalan perubahan, mutasi itu tidak jauh dengan yang namanya perubahan, dan oleh karena itu perubahan apapun yang terjadi pasti menimbulkan berbagai hal dan berbagai tafsiran.

Lanjut Nico, saya mengajak untuk kita satu kendaraan, kalau mau sampai ke tujuan pimpinan yang harus introspeksi diri sendiri, bahkan Bupati, Wakil Bupati, Sekda harus introspeksi diri sendiri.

"Saya mendorong pejabat yang baru dilantik ini untuk tetap bekerja bersama-sama dan saya mohon maaf bahwa saya bukan hanya butuh ketaatan, tapi saya butuh kepatutan, dan saya mulai bergerak dari Lembang/Lurah" tegas  Nico.

Dalam sambutannya, Mantan Kadis PU era Amping ini mengajak Aparat yang baru dilantiknya, dirinya butuh kearifan untuk kerja bersama-sama, dan hari ini  mudah-mudahan tidak ada ketersinggungan pergesekan di antara mutasi ini, karena sekali lagi saya katakan mutasi itu adalah wewenang pimpinan dalam penilaian kinerja staf. "Marimi kita sebagai pegawai negeri yang baik bahwa perputaran itu sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan kinerja" ajak Nico.

Dalam pelantikan tersebut, Pakiding Karaeng Baan S.H, MH, menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohanis Titting S.Pd, M.Min sebagai  Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia
Selanjutnya, Haris Paridi menduduki jabatan Kepala Dinas Pertanian,  sementara Anton Toding dipercaya menahkodai Dinas Pendidikan. Sedangkan Armi Lenggo menjadi Kepala Dinas Perhubungan.

Selanjutnya, Oktavina S. Rante Allo, M.Si, memegang jabatan Kepala dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, Marianus Batara, SE sebagai Kepala Dinas Sosial.

Sementara, Joni Tonglo, SE, M.Si menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah, Yohanis Napan , SE dilantik sebagai Sekretaris DPRD Tana Toraja. Tupa Batara Randa S.Sos, MH dilantik Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sumartin, SE M.Si dilantik Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpada Satu Pintu.

Eric Crystal Sa’pang Ranteallo, S.Pi sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, sedangkan Yurinus Tangkelangi, SH, MH dilantik Kepala Dinas Perdayaan Masyarakat dan Lembang.

Selain itu, turut dilantik Pejabat Eselon III, Ir Marta Limbulangi Sampelino, M.Si selaku Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Emma Bassa S.Pt, M.Si menduduki jabatan baru Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tana Toraja, Nirus Nikolas Sakke Palungan S.Sos, M.Si sebagai Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Kabupaten Tana Toraja, Mendila Randa Bunga menjabat Sekretaris Dinas Sosial.

Lanjut, Aris Parinding selaku Camat Rantetayo, Andi Palloan menduduki Sekretaris Camat Sangalla Selatan. Hiskia Batika BA untuk Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Selanjutnya, Sumedi Pasorong, ST dilantik  sebagai Kepala Bagian Holtikultura Dinas Pertanian, Agnes Bitti sebagai Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Yohanis Rahman Ganepo dilantik Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian. Dan Agustinus Tuppak, SE, M.Si selaku Kepala bagian Hubungan Industrial dan jaringan sosial dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Masih eselon III, Drs Semuel Rembon Toding dilantik Kepala Bidang Penanaman modal dinas Penanaman Modal dan pelayanan terpadu satu pintu. Sementqra Yahya Rahmadi dilantik Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga. Lanjut, Fahri Allo, ST sebagai Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Krisrianti Paongan SH menjabat Sekretaris Camat Makale Utara. (FB)

»»   Selengkapnya...

Minggu, 11 Februari 2018

Direktur dan Pengelola Mangkir dari Undangan DPRD? Pimpinan DPRD Ungkap PANSUS !

Wakil Ketua DPRD Tator - Kendek Rante di hadapan Perwakilan Perawat
Makale - TNO. Kemelut berkelanjutan di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Lakipadada belum juga usai. Persoalan yang sudah berbulan-bulan ditangani Komisi 2 DPRD Tana Toraja buntu. Pasalnya, Manajemen BLUD RS Lakipadada mangkir dari Undangan DPRD Tana Toraja, Sabtu (11/2).

Puluhan Solidaritas Perawat mendatangi DPRD Tana Toraja yang hendak mendengarkan tuntutan mereka akhirnya tidak menemukan jawaban. Perwakilan Solidaritas Perawat, Jeany, mengungkapkan perasaan para perawat yang tidak mendapatkan insentif seperti yang telah dibayarkan kepada Pengelola, Dewan Pengawas dan para dokter. Menurutnya, harus adala keadilan, dan sebisanya kami ini diberikan 50% dari yang diterimakan dokter umum. "Kami yang merawat, kami juga merasa berhat untuk mendapakan insentif, kami diintimidasi dengan telpon bahwa akan dimutasi" ujar perwakilan Solidaritas Perawat, disambut tepuk tangan.

Sebelumnya, Plt. Sekda Tana Toraja yang dikonfirmasi terkait diterbitkannya 11 SK mutasi di lingkup kerja BLUD RS Lakipadada, dirnya baru tahu setelah pertemuan dengan para Perwakilan Perawat. "Saya baru tahu kemarin (Jumat,10/2) makanya tidak ada paraf saya"jelas DR Semuel Tande Bura. Lanjutnya, ada prosedur dalam mutasi yang dikeluarkan BKPSDM (BKD dulunya,Red). "Harus ada penilaian kinerja dari Tim Penilai Kinerja, dan ada SOP yang berlaku" Plt. Sekda.

Menanggapi ketidak hadiran Menejemen BLUD RS Lakipadada, Kendek Rante menyesalkan hal tersebut. Dikatakannya. kami Lembaga Dewan, Undangan ditandatangani Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi,SE, kami merasa diabaikan! "Karena ketidak hadiran Direktur (dr Safari), rapat ini tidak dapat dilanjutkan, padahal kami mencari solusi terbaik" kesalnya. Dirinya juga akan menyampaikan pada rapat pimpinan terkait ketidak hadiran direktur dan akan memanggil juga kepala BKPSDM untuk dimintai keterangan tentang SK Sakti (diantarkan ke rumah masing-masing penerima). "Kalau pimpinan Dewan menetapkan akan ada RDP,  kalau tidak dimungkinkan kami PANSUS-kan !, "tegas Wakil Ketua DPRD Tana Toraja.

Menimpali itu, Wakil Ketua Komisi 2, Pantan Ranteallo, menyayangkan ketidakhadiran direktur, menurutnya, kita akan panggil direktur. "Untuk berikutnya kita akan panggil, bukan diundang lagi"kesal Pantan Ranteallo. (r1an)
»»   Selengkapnya...

Jumat, 09 Februari 2018

Usai Aksi Mogok Solidaritas Perawat, Sebanyak 150-an SK Magang di Bagikan Direktur BLU RS Lakipadada

Aksi Mogok Solidaritas Perawat (dok.LSM LEKAT)
Tator-TNO. Berbagai polemik yang melanda menejemen Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada Tana Toraja tidak menyurutkan niat Direkturnya dalam menata Badan Layanan Umum (BLU) yang dipimpinnya sejak Mei 2017.

Setelah menerima aspirasi dari ratusan Solidaritas Perawat RS Lakipadada yang menuntut insentif yang tidak diberikan manejemen dan pembatalan SK mutasi terhadap belasan ASN di lingkup kerjanya, dr Safari Daniel Mangopo, Sp.B memberikan 150an SK Magang, Jumat (9/12).

Kegiatan penyerahan SK dihadiri langsung Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tana Toraja Damoris Sembiring di Ruang Pertemuan RS Lakipadada.

Dalam pengarahannya, Safari menegaskan kepatuhan dalam menjalankan tugas di bidang pelayanan. "Kesadaran dalam menjalankan tugas bukan oleh orang lain, tetapi dari dalam diri sendiri" ungkapnya.
Direktur RS Lakipadada dihadapan magang

Terkait masalah yang membelitnya terhadap tuntutan para perawat di lingkup tugasnya, Safari meminta kesadaran para perawat untuk mengedepankan pelayanan terhadap pasien. Dia juga mengaku kewalahan dengan tuntutan perawat yang tertalu tinggi. " Tahun 2017 memang dianggarkan untuk tenaga medis, dalam perubahan diubah menjadi tenaga dokter"jelas Safari. Dirinya juga menampik tudingan yang mengatakan ketidak-peduliannya terhadap keberadaan perawat. "Sejak Desember, saya sudah menyarankan untuk ketemu Bupati, karena Bupati sebagai pemilik rumah sakit" jelasnya. (FB)

»»   Selengkapnya...

Kamis, 07 September 2017

BERITA GAMBAR : SD NEGERI FOLANGKAI, APA KATA DUNIA?

Masihkah ada sekolah seperti ini?
TNO-NTT, SEKOLAH INI BERADA DI DESA WOLWAL TENGAH KEC. ALOR BARAT LAUT KAB ALOR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR,

Melihat bangun sekolah yang megah di daerah lain, pastilah menjadi impian para sisa di sekolah ini. Siapa yang tidak geram melihat KORUPSI dimana-mana? sementara "Anak Bangsa" menanis dalam kesederhanaan yang amat dalam. Apakah tidak ada pihak yang mau tergerak hatiny melihat situasi ini? Kita nantikan Putra Bangsa yang peduli. Tidak percaya, kunjungi langsung,,!!!,,(info : Yesaya Famay/WA.+6281355145864)
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 12 Agustus 2017

PC 1922 FKPPI TATOR GELAR PRA RAKERCAB

Mkale-TNO,

Hr ini Sabtu (12/8/2017) pkl.11.00wita, PC 1922 FKPPI Tator melaksanajan Pra Rakercab,,bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Tator, diikuti Rayon se Kab Tator, kegiatan berlangsung dgn penuh kekerabatan, diskusi demi peningkatan kinerja Organisasi dlm mengawal Pemerintahan di Tator. Keg dirangkaikan Breefing Satgas PC 1922 FKPPI. Keg ditutup pkl. 16.30wita.(Ket.foto : dari kiri, drg.Adriana Saleng/sekretaris SC, Jansen S Godjang/Ketua PC, Ferryanto Belopadang/ketua SC, Levi/wkl sekretaris PC)
»»   Selengkapnya...

Selasa, 08 Agustus 2017

KPK : ADD "BOM WAKTU", KALEM TIDAK DIHADIRKAN, PESAN KPK TERLEWATKAN...!!!



     
TANA TORAJA – TNO, (8/8) Tana Toraja dijadikan tempat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan Monitoring dan Evaluasi Empat Pemkab, namun Pemkab Luwu Utara tidak hadir tanpa konfirmasi? Kenapa dipilh Kabupaten Tana Toraja?
     Kegiatan Monitoring dan evaluasi ini hanya dihadiri tiga Kabupaten, Tana Toraja, Toraja Utara dan Luwu Timur. Turut hadir Kaolres Tator. Dalam Paparannya, Maruli, menegaskan beberapa hal terkait Korupsi dan Pencegahannya. Namun yang paling ditekankannya adalah Pengelolaan ADD (Anggaran Dana Desa). Ungkap Maruli " Pengelola ADD harus Konsisten dalam mengelolah ADD, karena ini bisa menjadi "BOM WAKTU". Namun hal itu tidak didengarkan langsung para Kepala Lembang(Kalem). Dari informasi yg diterima TNO, tidak ada Kalem yang dihadirkan, ada apa? Pesan "Emas" KPK, bukanlah sanjungan, tetapi bukan tanpa alasan. Sudah beberapa Kalem terkait kasus ADD, diantaranya ada yang sangat beresiko Hukum. “Hasil kajian KPK Korupsi itu banyak dimulai dari perencanaan program. Jadi ini untuk mencegah terjadinya korupsi,” jelasnya.
     Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae yang membuka kegiatan tersebut berharap jajarannya betul betul menjalankan saran KPK.“Kehadiran KPK monitoring rencana aksi yang terintregrasi sangat kami apresiasi. Saya harap seluruh OPD, ASN dan semua lembaga yang terkait melaksanakan sebaik baiknya apa yang disarankan KPK,” ungkap Nico.
     Di lain hal, Maruli mempaparkan KPK dengan canda, disinggungnya "Beritanya laris kalau KPK tangkap Bupati atau Kajari,,,", langsung disambut dengan tepuk tangan dan riuh rendah para peserta. Sambil sesekali Maruli mengucapkan yell-yell "SEMANGAT,,,!!!".
     Sampai sore hari, kegiatan ini berlangsung, namun Bupati sudah meninggalkan tempat kegiatan, diikuti beberapa orang yang menyusul keluar. Diakhir kegiatan, ada dua komponen masyarakat di Tana Toraja menyampaikan pengaduan yang diberikan dalam bentuk surat ke KPK, sayangnya TNO tidak mendapatkan konfirmasi detail perihal surat tersebut. Apa gerangan isinya hanya si pembuat dan KPK yang tahu, kita nantikan saja perkembangannya. (fb)
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 10 Desember 2016

Testimoni Ketua IKT Papua : Saya Puas Terbang Ke Toraja Bersama Trans Nusa

Makale, TNO, Sosok figur John Rende Mangontan sebagai salah seorang Pengusaha Toraja yang sukses berkiprah di luar Toraja, yang saat ini dipercayakan sebagai Ketua IKT Papua sangat menyukai penerbangan ke Toraja (Bandara Pongtiku-red). Dikatakannya, penerbangan dari dan ke Toraja menggunakan Transportasi Udara yang dilayani Trasnusa. Lanjut diungkapkannya, "Selama ini kami di Papua menggunakan pesawat yang lebih kecil, saya merasakan kenyamanan denan Trans Nusa, tidak kalah dengan penerbangan (maskapai-red) lainnya. Saat ini transportasi udara dari dan ke Toraja dilayani Trans Nusa Airline yang terselenggara atas Kerjasama Pemkab Tana Toraja dan Trans Nusa. Hal ini sebagai komitmen Pemkab Tana Toraja dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat Toraja di manapun berada akan Transportasi yang cepat dan murah. Mari kita dukung ! (tim)


»»   Selengkapnya...

Senin, 26 September 2016

LSM LEKAT : Waspadai Penyusup, terkait Aksi Teror Gereja Bawakaraeng !

TNO-Makassar, Belum hilang dibenak kita aksi pengepungan dan penolakan FPI yang mengatasnamakan laporan warga menolak pembangunan Rehabilitasi Gedung Gereja Bunturannu di Makassar, kembali lagi terjadi aksi penyerangan terhadap Gedung Gereja Jemaat Bawakaraeng yang dulunya disebut Gereja Maros. Penyerangan itu berlangsung sekitar pukul 20.30 wita, dimana Ratusan Jemaat sedang malksanakan ibadah Minggu. Sungguh sebuah tindakan yang brutal. Puluhan orang (seperti dilansir dari berbagai media) memaksa masuk halaman gereja dan beradu mulut dengan petugas jaga, bahkan ada yang sempat ditangkap oleh securiti setempat, namun sempat dilepaskan para rekan mereka dengan mengeluarkan benda tajam dari dalam tas.

Rangkaian dua kejadian ini modsnya berbeda, dimana sebelumnya massa yang mengatasnamakan FPI dan warga, yang ini tidak diketahui OTK (Orang Tidak di-Kenal). Dari hasil pantauan di lapangan, TNO menemui salah seorang warga jemaat, dari penuturan jemaat yang beribadah tersebut, menyesalkan tindakan yang mengganggu hikmatnya ibadah yang mereka lakukan.

Walikota Fasilitasi Dialog
Terkait pengepungan di Gereja Bunturannu, Walikota Makassar Danny Pomanto sudah memfasilitasi pertemuan dengan para pihak. Hal ini sangat diapresiasi oleh beberapa kalangan, mereka utamanya merespon positif kegiatan ini untuk menghindari dampak yang lebih luas dan berpotensi konflik horizontal bernuansa SARA.

Himbauan LEKAT
Terjadinya dua aksi dalam waktu yang sangat berdekatan, mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak. Salah seorang aktifis LSM di Makassar yang sudah menetap di Tana Toraja ikut berpendapat. Sebut saja, Ryan sapaan akrab sang Direktus LSM Lekat, dia mengungkapkan tindakan pengepungan oleh ormas FPI dan warga itu mungkin juga karena miskomunikasi, dan sudah ada upaya maksimal dari Walikota Makassar untuk memfasilitasi pertemuan di kediaman pribadinya, kita semua harus menghargai itu. Akan tetapi tindakan penyerangan batu yang mengnai gerbang dan kaca jendela dimana ratusan jemat yang juga terdiri para wanita dan anak-anak adalah sebuah aksi TEROR. Lanjut dikatakannya " Saya kira aksi minggu kemarin adalah aksi TEROR yang tidak boleh kita tolerir. Semua pihak, utamanya para penegak hukum harus berupaya menemukan OTK yang sudah melakukan aksi Teror tersebut. Jangan dianggap remeh, karena mereka sudah melakukan pengrusakan dan pengancaman. Ini harus diusut tuntas dan ditindak tegas, demi memberikan jaminan keamanan terhadap warga yang sementara melaksanakan ibadah hari minggu". Saat ditanyai TNO mengenai hubungan kejadian sebelumnya dan minggu kemarin, Ryang kembali mengungkapkan " Kita tidak bisa buru-buru menyimpulkan, kita justru harus melihat apakah ada upaya pihak tak bertanggungjawab yang memang menginginkan makassar tidak aman dengan melakukan aksi teror rumah ibadah. Justru FPI harus juga membantu karena kami tahu setiap ormas bergerak selalu membawa atribut dan jelas surat aksi yang diketahui pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya, jangan sampai disusupi !!!". Dalam beberapa hari ini di Makassar memeang terjadi kecemasan, tetapi kita berharap pemerintah Kota Makassar dapat menyelesaikan permasalahan yang ada dan didukung FKUB, semoga.(tim2)
»»   Selengkapnya...

Senin, 28 Maret 2016

Berita Gambar : Evaluasi pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara tahun 2015

Evaluasi pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara tahun 2015 oleh KPUD Toraja Utara senin 28 Maret 2016 di Hiltra Toraja Hotel (ancha)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 16 Maret 2016

DAK TAMBAHAN 2015 TATOR, DISOAL?

Proyek Pelebaran jalan (DAK Tambahan) 2015, Poros Pantawanan-Batutu Lembang Rano Timur Kec Rano Kab Tana Toraja (Tim Investigasi)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 30 Desember 2015

Kasus Lahan Bandara Baru Buntu Kunik Tana Toraja Tak Berujung

Salah seorang Ali Waris mempertahankan Haknya
TNO-Mengkendek, LSM LEKAT :REFLEKSI AKHIR TAHUN, Hal paling menonjol adalah Kasus Lahan Bandara Baru Buntu Kunik Kec Mengkendek Kab Tana Toraja, salah satux kubur tua, liang batu, padahal thn 2010 panitia pengadaan tanah/tim9 sdh melakukan negosiasi pd masy, hasilx diantaranya:1 melakukan identifikasi status tanah dan kepemilikanx utk dilakukan proses pembayaran yg sesuai aturanx,2 mengidentifikasi dan membayarx tanaman dalam area yg dibebasx,3 mengganti wajar rumah yg terdapat dalam lokasi,4 revitalisasi dan pembangunan tongkonan baru yg tanahx diambil/masuk dalam lokasi,5 pemberdayaan lokal/anak2 para pemilik lahan akan dipekerjakan saat bandara beroperasi,6 kewenangan panitia pengadaan tanah adalah mengadakan inventarisasi dan rekomendasi utk proses pembayaran, begitu luar biasax perhatianx, tp praktekx? Kita nantikan sikap dan Tanggapan Karetaker Bupati dan Tim Pengadaan Tanah / Tim 9. (tim)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 16 September 2015

KPUD TATOR GELAR DEBAT KANDIDAT HARI INI

Makale-TNO, KPUD Tana Toraja gelar debat kandidat hari ini (16/9) di Gedung BPS Wil 3 Makale. Kegiatan ini diikuti 3 pasang calon, masing-masing dr Zadrak Tombeq,Sp.A yang berpasangan dengan CJ Tandirerung, Ir Nicodemus Biringkanae berpasangan dengan Victor Datuan Batara, Sh dan terakhir pasangan Theofilus Allorerung,SE yang berpasangan dengan Yohanis Lintin Paembongan,S.Th.

           Kegiatan ini disiarkan secara langsung oleh Celebes Tv, dan TV Kabel Tana Toraja. Berlangsung dari pkl.16.00 wt sampai pkl. 18.00wt. Selesai dalam keadaan aman, diikuti ratusan para pendukung calon. (rian)
»»   Selengkapnya...

Kamis, 01 Januari 2015

Tahun Baru 2015, 1 Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah





Makale-TNO, Memasuki Tahun Baru, 1 Januari 2015, Masyarakat di Makale tana Toraja disentakkan dengan berita kebakaran. Kebakaran yg menghanguskan sebuah rumah di depan SMP Kristen Makale terjadi sekitar pkl 12.00 wita. Dari informasi di TKP, api menghanguskan bangunan yang terletak di Jalan Nusantara. Sementara Pemiliknya Berinisial "S". Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. (BG)
»»   Selengkapnya...

Minggu, 07 Desember 2014

Mahasiswa dan Masyarakat Toraja Unjuk Rasa Kecam Penangkapan Sekda Torut


Mahasiswa dan Masyarakat Toraja Unjuk Rasa Kecam Penangkapan Sekda Torut

IMG_20141205_164104Makassar– Jumat (05/12/2014), sekitar pukul 14.54 wita, di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, berlangsung aksi unjuk rasa sekitar 50 orang gabungan mahasiswa asal Tana Toraja yang mengatasnamakan Solidaritas Masyarakat Toraja Utara.
Aksi yang dipimpin Phian dan Indang mengecam penangkapan Drs. Ek Lewaran Rantela’bi MH, Sekretaris Daerah Toraja Utara, oleh Kejari Toraja Utara.
Sambil berorasi bergantian, para pengunjuk rasa juga membentangkan spanduk putih tulisan warna hitam dan merah yg bertuliskan ” Solidaritas Masyarakat Toraja Utara mengecam penangkapan Bapak Drs. EK. Lewaran Rantela’bi MH, oleh pihak Kejari Toraja Utara (Torut) dan Kejati SulSelBar.
Sekitar pukul 15.26 Wita massa pengunras ditemui oleh perwakilan Kejati Noer Adi SH,MH dan Syahrul Juaksa Subuki SH,MH, Kasi Penyidikan Kejati Sulselbar.
“Kami tidak ada pilih kasih sapa pun yang diduga dianggap melakukan kasus korupsi kami akan periksa. Adapun bukti-bukti kami sementara masih lengkapi oleh penyidik yang menangani kasus tersebut,” jelas Syahrul.
Ia juga mengaku dari pihak Kejati Sulsel dalam melakukan penangkapan tidak lah dilakukan dengan sembarangan harus memiliki unsur barang bukti dan saksi yg bisa menguatkan kasus tersebut.
Adapun terkait kasus Korupsi lainnya seperti kasus Bansos kata Kasi penyidikan Kejati Sulselbar, pihak Kejati sementara masih dalam taraf penyidikan dan sudah mengekspos semua hasil penyidikan berhasil di peroleh dari kasus dugaan korupsi Bansos.
“Adapun penangkapan Drs. EK. Lewaran Rantela terkait kasus dugaan Korupsi APBD Tana Toraja. (Moel)
sumber :

Indotim News

»»   Selengkapnya...

Sabtu, 12 Juli 2014

Sopir Truk dan Warga Menimbun Akses Jalan Ke Bandara Pongtiku Yang Dibiarkan Rusak



Rantetayo-TNO, Setelah sekian lama dibiarkan rusak berlubang dan tergerus air, kepedulian pengguna jalan yang terdiri dari Sopir Turk dan warga menimbun lubang dengan sebagian materail yang mereka muat sehari-hari. Tindakan ini patut juga diacungi jempol, merupakan antisipasi terhadap kondisi yang selama ini membahayakan mereka sendiri sebagai pengguna jalan tersebut.
Beberapa hari yang lalu kami melintasi jalan ini, yang menghubunhgkan beberapa wilayah kecamatan dan terutama dari dan menuju Bandara Pongtiku. Beberapa orang warga mengeluh terhadap kondisi ini dan salah seorang yang menemui TNO mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak pemerintah yang lamban menanganinya. Dikatakan Malino, Tolong diberitakan, kami pengguna jalan sangat terganngu dengan kondisi ini, sangat beresiko bagi pengendara apalagi di musim penghujan, sudah ada 1 mobil terjungkal di sekitar yang yang rusak ( baca berita terkait sebelumnya ).(tim)


»»   Selengkapnya...

Selasa, 01 Juli 2014

Wakapolri: Apatis Polda Bisa Tangani Korupsi Pejabat


Wakapolri: Apatis Polda Bisa Tangani Korupsi PejabatMakassar (Antara) - Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jendral Pol Nanan Sukarna menyatakan apatis terhadap pejabat Polda Sulawesi Selatan bisa menangani sejumlah kasus pidana, baik umum maupun korupsi yang melibatkan pejabat daerah.
"Saya tidak terlalu mengikuti perkembangannya jadi tanyakan saja sama pejabat lainnya di Polda," ucapnya singkat saat ditemui di Hotel Imperial Aryaduta sambil berlalu dengan cepat meninggalkan wartawan," Rabu.
Meskipun menolak meladeni beberapa wartawan yang ingin mengonfirmasi terkait lambannya maupun ketidakseriusan Polda Sulsel menangani sejumlah perkara pidana umum dan korupsi yang melibatkan pejabat, dirinya tetap memberikan perhatian agar perkara-perkara yang ditangani bisa dituntaskan.
"Yang jelas perkara-perkara yang ditangani kepolisian itu menjadi atensi kita semua untuk dituntaskan," tegasnya.
Anti Corruption Committe (ACC) menegaskan jika Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan tidak serius menangani tiga kasus korupsi besar yang melibatkan pejabat tinggi di tiga instansi berbeda.
"Harusnya semua aparat penegak hukum ini bersatu dan menyatukan komitmennya kepada satu tujuan yakni penindakan dan pemberantasan tindak pidana kriminal tanpa terkecuali perkara korupsi," tegas Direktur ACC Sulsel Abdul Muthalib.
Tiga kasus korupsi besar yang ditangani Ditreskrimsus Polda Sulselbar yakni, dugaan penggelembungan anggaran (mark up) kontrak sewa mobil dinas (mobdin) di lingkup PT PLN UIP Ring dengan tersangka General Manajer (GM) Suaib Sakaria.
Dalam kasus ini diduga terjadi penggelembungan anggaran (mark up) kontrak sewa mobdin di instansi
yang dipimpinnya itu untuk pengadaan pada 2012 dengan nilai anggaran mencapai Rp3,7 miliar.
Ditreskrimsus juga menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi dana ganti rugi pembebasan lahan Bandara Bunti Kuni, di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, senilai Rp9 miliar dengan tersangka Sekretaris Daerah Enos Karoma dan Camat Mangkendek Ruben Rombe Randa.
Untuk perkara korupsi ketiga masih ada dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh anak mantan Bupati Bone, Irsan Idris Galigo, yakni terkait proyek perbaikan lahan dan jaringan irigasi Bone (PLJIB) 2007 dengan nilai pagu Rp4,6 miliar.
Selain itu, masih ada kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru terhadap lima orang warganya yang saat itu diduga terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulsel pada Januari lalu.
"Aparat penegak hukum jangan hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Jika menangani kasus
yang dilakukan oleh orang-orang yang bukan pejabat serta nilai kerugiannya kecil, pasti kasusnya cepat
diselesaikan. Tetapi jika berhadapan dengan oknum pejabat korup, mereka semua kemasukan angin dan mencari-cari alasan sehingga kasusnya mengendap dan lama-kelamaan di SP3 (surat pemberitahuan
penghentian penyidikan)," katanya.
Menurut mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Makassar (LBH) ini, sejak dahulu, aparat penegak hukum hanya mencari simpati dengan menungkap sejumlah kasus kecil dan mengesampingkan sejumlah kasus-kasus yang melibatkan banyak pejabat.
Karena itu, dirinya menantang kepada penyidik kepolisian yang menangani sejumlah kasus korupsi tersebut agar segera dituntaskan. Terlebih lagi Kejaksaan Tinggi Sulselbar sudah mengembalikan berkas perkara korupsi itu karena dinilai belum lengkap.
"Ada apa ini, disaat aparat penegak hukum yang satu serius ingin menuntaskannya, aparat hukum lainnya yang kemasukan angin. Cobalah serius menangani kasus ini, karena yang dikorupsi uang rakyat. Rakyat butuh ketegasan dari penegak hukum, maka bersatulah melawan segala bentuk korupsi, apapun korupsinya dan siapapun pelakunya harus di hukum atas perbuatannya," tegas Abdul Muthalib.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sulsel Nur Alim Rachim menyebutkan, sejumlah berkas perkara korupsi yang ditangani kepolisian sudah ditelaah oleh tim jaksa pidana khusus dan beberapa berkas itu dikembalikan ke penyidik Polda Sulsel.
"Setelah lebih dari tiga bulan, berkasnya belum ada satu pun yang dilimpahkan ke kejaksaan. Penyidik saat mengembalikan ke kepolisian sudah menyertakan beberapa petunjuk yang harus dilengkapi, tetapi hingga saat ini belum ada yang dilimpahkan," katanya.
Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Endi Sutendi yang dikonfirmasi mengaku jika beberapa perkara korupsi yang ditangani itu masih sedang berlangsung dan tidak ada rencana dari penyidik kepolisian untuk melakukan penghentian kasus atau SP3.
"Kami masih merampungkan dan melengkapi semua petunjuk jaksa penuntut umum (JPU). Kami serius menanganinya ," tegas mantan Wakapolrestabes Makassar itu.(tp)

posting : ANTARA
»»   Selengkapnya...

Selasa, 03 Juni 2014

DEKLARASI TIM PEMENANGAN PRABOWO-HATTA KABUPATEN TANA TORAJA, AMPING : JANGAN ADA DUSTA DIANTARA KITA


Makale-TNO, Setelah ditetapkan melalui pengundian nomor urut pasangan calon Presiden pada Ahad,1 Juni 2014, dukungan terhadap pasangan Prabowo - Hatta terus berdatangan. Di Kabupaten  Tana Toraja misalnya, Selasa 3 Juni 2014 dilaksanakan Deklarasi Pasangan Prabowo-Hatta dilaksanakan dengan sangat meriah. Rencana Deklarasi yang semula di Panggung SBY, akhirnya dipindahkan ke Sekretarait DPD 2 Partai Golkar Tana Toraja, akibat dari Pembongkaran lantai, dinding dan tangga panggung oleh oknum aparat Pemkab Tator.

Deklarasi yang dilaksanakan pada Selasa,dihadiri Ketua DPD Gerindra Provinsi Sul-Sel, Latinro Latunrung, Korwil 10 Pemenangan Ferdy Mangasi Andilolo, dan Ketua Tim Pemenangan Kabupaten Tana Toraja, JA Situru' SH. Dalam sambutannya, Amping yg pernah menjabat sebagai Bupati 2 periode ini, mengungkapkan jangan ada dusta diantara kita, dan disambut sorak-sorai dari para ratusan hadirin yang mengikuti kegiatan tersebut.


Kehadiran Wakil Bupati Tana Toraja, Adelheid Sosang menyemarakkan suasana, karena Bupati yang diundang tidak hadir. Dalam sambutannya, Latinro mengungkapkan sekelumit kehidupan Prabowo yang selama ini menjadi kontroversi kalangan tertentu. Lanjut Latinro, semua partai pendukung tidak boleh lagi berbicara partai masing-masing, tetapi semua sudah menjadi satu tim, diungkapkannya" Semua partai pendukung pasangan Prabowo-Hatta harus menyatukan tekad memenangkan pasangan Prabowo-Hattamenang di Pilpres 2014". Sambil meneriakkan yel-yel Prabowo....Menang!!!

Beberapa kalangan dan pengurus berharap kehadiran caleg terpilih Yariana Somalinggi,yang juga istri Bupati Tana Toraja, Theopilus Allorerung,SE, tetapi dari informasi yang dihimpun, Yariana berada di luar daerah.(fer)
»»   Selengkapnya...