Selasa, 26 September 2017

JRM : "Saya Minta Maaf, Saya lakukan Karena Terpaksa, Saya Khilaf"

Jhon Rende Mangontan dan Joni Paulus,SH,MH
TNO-Tator (26/9) Setelah selesai melaporkan Djuli Mambaya ke Polres Tator, Jhon Rende Mangontan menggelar Temu Pers. Dalam keterangan Pers, JRM menyatakan permintaan maaf kepada Pengurus Pusat PPGT, Panitia Praya X PPGT, bahkan akan menemui langsung BPS-GT untuk menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi dalam rangkaian kegiatan Praya X PPGT. Diungkapkan JRM "Saya minta maaf, untuk alasan apapun, saya sudah berdosa, saya khilaf" Menurut JRM, dirinya terpaksa melakukan penempelengan terhadap Djuli Mambaya, karena dirinya sudah berkali-kali dihina,difitnah,bahkan diancam melalui medsos. "Saya sudah berkali-kali dihina,difitnah dan bahkan diancam, saya masih berusaha sabar, namun saat bertemu di sekitar areal Gereja Pelangi, saya berusaha meminta klarifikasi, Adinda saya, Djuli Mambaya tidak memberikan jawaban, bahkan saya suruh duduk didepan saya dan menanyakan apa maksudnya pernyataan-pernyataan di medsos selama ini,?". Masih JRM, "Karena tidak mendapatkan jawaban, ataupun permohonan maaf, bahkan berusaha mengelak, saya tempeleng".

Kejadian yang terjadi menimpa Djuli Mambaya, Kadis PU Provinsi Papua menjadi perbincangan viral di medsos. Saat menjelaskan kejadisn sebenarnya yang trjadi, mnurut JRM, dirinya tidak membenci Djuli Mambaya, bahkan menurutnya, "Saya tidak membenci Adik saya, Djuli Mambaya, di usia muda, sudah menduduki jabatan strategis di Propinsi Papua, baru kali ini diduduki Orang Toraja di Papua". Saat ditanya tentang laporan Djuli Mambaya ke Polres Tator, JRM berpendapat " Itu hak, dan dijamin UU" Lanjutnya" Kalau Adik saya, Djuli Mambaya merasa keberatan, itu kewajibannya melaporkan". "Saya sudah melaporkan terkait pencemaran nama baik, dan pengancaman yang dilakukan melalui medsos ke Polres Tator hari ini" ungkap JRM.

Saat berita ini dikonfirmasikan, Kapolres Tana Toraja membenarkan adanya pelaporan masing-masing pihak, dikatakan AKBP Yohanis Richard Adrian, " Memang benar ada pelaporan masing - masing pihak, dan akan kita tangani". (fb)
»»   Selengkapnya...

Jumat, 10 Maret 2017

Kiprah Tim Saber Pungli Tator dan Torut Disorot LSM

Ket. Foto: dari kiri Ketua Tim Saber Pungli, Kapolres Tator, Kasatreskrim
Makale-TNO (8/3) Kinerja tim Saber Pungli Tator dan Torut dipertanyakan oleh sejumlah LSM dan masyarakat. Hal ini diutarakan Morning Taruktiku, Ketua LSM Barak. Beberapa hal yang dipertanyakan diantaranya Aksi OTT yang pernah dilakukan, sejauh mana penanganannya, bahkan beberapa temuan dan laporan terkait Pungutan Liar (Pungli) diantanya Pungutan di sekolah-sekolah yang sangat meresahkan orang tua siswa.

Terkait kinerja Tim Saber Pungli, juga disangsikan sejumlah kalangan yang menyebutkan beberapa personil instansi tergabung di dalamnya. Apakah mereka bisa menindak internalnya atau bahkan menindak atau melaporkan Atasan mereka?

Kita berharap Tim Saber Pungli yang dibentuk dari pusat Tidak hanya sekedar diadakan, namun dapat berkinerja sesuai tugas yang dibebankan kepadanya, imbau Morning. (tim)
»»   Selengkapnya...

Kamis, 09 Maret 2017

Jajaran Polres Tator Gelar Coffee Morning dengan LSM Dan Pers

Coffee Morning Jajaran Polres Tator dan LSM Serta Pers
Makale-TNO. Keseharian yang penuh rutinitas, dan beban tugas yang tidak mudah dirasakan semua aparat di Jajaran Polres Tator. Hal itu juga dirasakan dari sisi lain oleh para penggiat LSM dan Insan Pers. Selama ini sudah terbangun komunikasi dan kemitraan yang baik diantar ketiga unsur tersebut, apalagi lebih dinampakkan saat Jajaran Polres Tator menggelar Coffee Morning di salah satu Cate di bilangan Makale, Rabu (8/3).

Kapolres Tator AKBP H.Y. Arief Satriyo. S.IK membuka pembicaraan dengan mengatakan ini kegiatan yang terbuka, kita tidak ada ceremonial, dan kalau ada informasi teknis dapat berkomunikasi langsung dengan para Kasat dan Kapolsek dalam wilayah tugasnya. Momen ini disambut antusias oleh para Insan Pers dan Penggiat LSM di Tana Toraja dan Toraja Utara. Berbagai hal diutarakan dalam pertemuan ini, diantaranya Perkembangan Penyidikan Kasus, Himbauan dan berbagi informasi demi kelancaran tugas masing-masing.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 30an orang, diharapkan kegiatan serupa akan dilaksanakan pada waktu-waktu mendatang. (R1an)
»»   Selengkapnya...

Kamis, 15 Mei 2014

Tersangka Politik Uang di Toraja Akhirnya Diperiksa Polisi



TANA TORAJA, TNO– Setelah 17 hari sejak pihak kepolisian melakukan penggilan pertama pada tanggal 28 april lalu, akhirnya tersangka kasus dugaan money politik “KL” memenuhi panggilan polisi. Tersangka diperiksa selama 1,5 jam mulai pukul 06:00 sampai 07:30 wita.

Foto : Mapolres Tator   dok.polres tator
“Setibanya dari Makassar tersangka didampingi pengacaranya langsung menuju Polres untuk diperiksa,” ujar Kanit Reskrim Polres Tana Toraja, Aiptu Marthen Manan saat ditemui Rabu (14/5/14). Menurut Marthen Manan ada 20 materi pertanyaan yang diajukan kepada tersangka.

Menurut keterangan dari tersangka kasus dugaan money politik, bahwa dirinya sudah berada di Jayapura, Papua saat panggilan pertama dikeluarkan oleh pihak kepolisian. Sehingga setiba dari Papua, dirinya bersama pengacaranya langsung menuju ke Tana Toraja.

Pemeriksaan tersangka tersebut telah melengkapi berkas yang akan diserahkan kepihak kejaksaan.

“Setelah tersangka kasus dugaan money politik di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) maka berkas tersebut telah lengkap dan selanjutnya akan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebenarnya berkas kasus pidana politik itu sudah beberapa kali diserahkan kepihak kejaksaan namun selalu dikembalikan karena BAP tersangka belum ada,” jelas Marthen.

posting: RAKYATSULSEL.COM 


»»   Selengkapnya...

Selasa, 18 Maret 2014

Polisi Ditembak di Mapolda, 3 Orang Diperiksa

JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto membenarkan adanya penembakan terhadap salah satu anggotanya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Pamudji. Kepala Pelayanan Masyarakat Polda Metro Jaya itu ditemukan tewas pada pukul 21.50 WIB di Kantor Piket Pelayanan Masyarakat dengan luka dibagian kepala atau tepatnya pelipis.
"Saat ini korban di dalam sedang dilakukan olah TKP setelah itu akan dilarikan ke RS Polri," terang Rikwanto di kantornya, Selasa (18/3) malam.
Sementara ini, belum diketahui secara pasti pelaku penembakan terhadap AKBP Pamudji. Saat ini, 3 saksi sedang diperiksa. Mereka adalah petugas piket layanan masyarakat yang bertugas.
"Inisialnya S, L dan J saat ini sedang dilakukan pemeriksaan," terangnya.
Informasi yang dihimpun, ‎penembakan dilakukan oleh seorang anggota Polri. Sebelum kejadian penembakan terjadi percecokan antara keduanya. Saat dikonfirmasi ke Rikwanto, dia mengaku belum mengetahuinya. Yang pasti, kata Rikwanto lagi, Pamudji ditembak menggunakan senjata piket. Senjata itu, biasanya dikembalikan setelah piket. (rmo/jpnn)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 05 Maret 2014

Korban Tewas Bus Terjun ke Jurang di Sulsel Bertambah Jadi 14 Orang


Korban Tewas Bus Terjun ke Jurang di Sulsel Bertambah Jadi 14 Orang

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
14 penumpang tewas dan terb
Bus 'Sahra' yang mengangkut rombongan penumpang dari Kabupaten Maros menuju Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, terjun ke jurang sekitar pukul 06.00 wita, Kamis (6/3/2014). Sebanyak 29 penumpang lainnya dinyatakan selamat dan telah dievakuasi ke Puskesmas terdekat.

Informasi yang didapatkan detikcom, bus mengalami oleng lalu terjun ke jurang hingga akhirnya bus nahas itu terbakar. Diduga sopir mengantuk, setelah melakukan perjalanan panjang, yang jarak dari Kabupaten Maros ke Mangkutana ditempuh sekitar 600 kilometer panjangnya.

"Kecelakaannya terjadi pagi tadi, busnya masuk jurang, korban berjumlah belasan, masih diidentifikasi oleh petugas kami, korban selamat dibawa ke rumah sakit terdekat," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Endi Sutendi saat dihubungi detikcom.
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 30 November 2013

Ketika Aroma Busuk Pemerintah Tana Toraja Tercium Legislatornya

Theopilus Allorerung - Bupati Tana Toraja
Yariana Somalinggi - Ketua TP PKK
MR Patila
Makale-TNO, Banyak orang mengatakan menyembunyikan sesuatu itu terkadang sangat sulit, apalagi jika barang tersebut punya ciri khas tersendiri, semisal Durian, maka muncullah pepatah "Bagaikan menyembunykan Durian, pasti tercium juga". Dalam hal sembnyi-menyembunyikan sesuatu, terkadang semakin berusaha disembunyikan, orang akan semakin kuat mencarinya. Kurang lebih itulah yang terjadi di Tana Toraja, dokumen APBD saja sangat sulit ditemukan, apalagi informasi akuntabilitas sebuah proyek.

Kondisi Pengelolaan Keuangan Tana Toraja Yang Merugikan Negara dan Masyarakat
Tak heranlah kalau tahun 2012 yang lalu Kabupaten Tana Toraja mendapat predikat "DISKLAIMER" dari Lembaga berwenang.  Kalaupun tahun ini bisa ditebus dengan tingkatan "WDP" apalagi "WTP" hal itu sangatlah sulit menghapus predikat tahun kemarin. Mungkin hanya dirapihkan saja, tetapi substansinya tetap Amburadul. Tatanan Pemerintahan Bupati Tana Toraja saat ini semakin terpuruk, buktinya sekian banyak proyek terbengkalai, karena tidak ada mekanisme yang mempunyai kekuatan yang maksimal mencegah itu terjadi, hal ini sangat berpotensi merugikan keuangan Negara. Lihat saja, Pembangunan beberapa Sekolah yang terkesan apa adanya, Swakelola yang di-Pihak-ketigakan, Konsultan sekaligus Kontraktor bahkan Supplyer bagi proyeknya, Kontraktor Dalam Instansi (KDI) sudah sangat meresahkan di daerah ini. Diperparah lagi Pengaturan Proyek Penunjukan dimonopoli orang tertentu, Pengaturan Tender, Jual-Beli Paket Proyek, Proyek Siluman, Pengadaan Barang yang tidak sesuai peruntukannya, tidak ada dalam APBD ( SIMDESKEL), Pengalihan Anggaran, Pemborosan Anggaran terkesan hura-hura. Faktanya, minggu lalu jebolnya dinding pengaman Kantor Bupati Tana Toraja yang sementara dikerjakan, Runtuhnya atap Rumah Toraja yang direhab tahun lalu tapi tidak selesai, terlambatnya pembangunan sekolah di Bonggakaradeng dan ditinggalkan sub kontraktornya, akhirnya pemilik perusahaan melapor ke polisi, jembatan yang tidak dapat diselesaikan di Bau karena gagal konstruksi, Swakelola pengadaan Laptop (Zyrex) yang melibatkan Perusahaan, saat ini direkturnya ditahan dan supplyernya ikut ditahan, proyek IPAL RS Lakipadada yang tersangkanya sudah ditetapkan pada tahun 2010 tapi sampai hari ini tidak ditahan dan tidak diteruskan, dan masih banyak lagi persoalan-persoalan yang melanggar aturan lainnya.

Puncak Kegerahan Legislator Terhadap Kepemimpinan Bupati

Dari kesemua kondisi yang sangat memprihatinkan diatas, beberapa orang legislator selalu mengeluhkan hal tersebut, salah seorang yang minta namax tidak dimuat di berita menyampaikan kekesalannya terkait anngaran ini mengungkapkan seharusnya Bupati punya kepekaan karena dia mantan pemeriksa/Bawasda dan Pemeriksa Gereja Toraja, tetapi yang terjadi seperti ini, kalau ini ini diluar kemampuan dia, berarti dia telah digerogoti aparatnya sendiri, tapi kalau dia tahu, wah itu yang susah. Tapi lain halnya dengan legislator yang satu ini, MR Patila dari Partai Golkar, yang juga menjabat Sekretaris DPD II Partai Golkar, lelaki yang satu ini terkadang kontroversi, saat ditemui TNO beberapa hari yang lalu, dia mengungkapkan bahwa proyek di Diknas Toraja utamanya DAK dikendalikan Istri Bupati. Bahkan saat kemarin diadakan Temu Caleg partainya, disela-sela pertemuan tersebut dia langsung menumpahkan kekesalannya dan berbagai persoalan lain yang tidak etis kami uraikan kepada sang Ibu Bupati ( Caleg juga). Luar biasa, ini kejadian langka dan baru pertama terjadi "Perang Mulut" terbuka dipertontontan. Orang-orang yang melihat itu kaget dan beberapa juga yang langsung meninggalkan acara ini. Ini pembelajaran yang luar biasa dari keberanian Sang Legislator, saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, diungkapkan Patila  " Saya sudah bilang jangan ganggu saya, saya sudah sangat sabar selama ini'. (r1an)

Referensi :
- Proyek 'Siluman' di Mengkendek Capai Rp 1 M 
(m.beritakotamakassar.com/.../403-proyek-siluman-di-mengkendek-capai 1M)
- Talud Kantor Bupati Rubuh
(beritakotamakassar.com/index.../14811--talud-kantor-bupati-ambruk)
(www.palopopos.co.id/?vi=detail&nid=70517)
(torajanewsonline1.blogspot.com/2013/.../lsm-lekat-tangkap-kontraktor)
-Bandara Mengkendek
(m.beritakotaonline.com/.../polda-sulsel-tetapkan-tersangka-kasus-korupsi.) 
(regional.kompas.com/.../Korupsi.Pembebasan.Lahan.Bandara.Sekda.Tor..)
(www.luwuraya.com/.../Pembangunan-Bandara-Buntu-Kuni-Dipertanyak...)
(torajaonlinenews.blogspot.com/2012/05/format-penjarakan-tim-9.html)   
(id.berita.yahoo.com/berkas-kasus-dugaan-korupsi-bandara-buntu-kunyi-... )
(koran.tempo.co/konten/2013/08/.../Kejaksaan-Desak-Pelimpahan-Berkas‎)
(antikorupsiana.com/.../Menyingkap-Tabir-Kasus-Pembebasan-Lahan-Ba..)
-dll.  

»»   Selengkapnya...

Senin, 18 November 2013

TRUK BERPENUMPANG "HITAM-HITAM" DIRAZIA SATLANTAS POLRES TATOR

Truk Berpenumpang yang dirazia Polisi Lalu Lintas
Makale-TNO, Nasib malang dialami beberapa pengendara truk yang memuat penumpang yang hendak ke tempat duka/prosesi kematian. Pasalnya, mereka di razia karen memuat penumpang. Ini sudah menjadi kebiasaan di Toraja. Puluhan truk berpenumpang dirazia dan ditilang, mereka dipaksa menurunkan penumpangnya, IRONIS..!!!

Beberapa orang yang menyaksikan menyesalkan kejadian ini, salah seorang diantaranya, Benyamin Ranteallo, aktifis LSM CSK mengungkapkan kekesalannya, dikatakannya " Ini menghambat kegiatan masyarakat terkait adat dan budaya Toraja, mereka mau ke tempat duka, ketempat prosesi pemakaman kerabatnya dan ada juga yang mau ke pengantin, mereka butuh angkutan yang bisa memuat banyak orang, karena ekonomis dan ini sudah sangat lama menjadi kebiasaan".(fer)

»»   Selengkapnya...

Sabtu, 26 Oktober 2013

LEPAS-SAMBUT KAPOLRES TATOR DI RUJAB BUPATI TANA TORAJA

Bupati Toraja Utara-Ir. F.B. Sorring memberikan Sambutan
Makale-TNO, Beberapa waktu yang lalu, Kapolres Tator resmi diganti, dari pejabat lama AKBP. Yudhi Sinanloe Lae ke pejabat baru AKBP Yuliar Kus Nugroho,SIK. Namun baru hari ini (26/10)  dilaksanakan Acara Lepas-Sambut Kapolres Tator. Kegiatan yang berlangsung sederhana ini, dihadiri Bupati Toraja Utara FB Sorring, Ketua DPRD Toraja Utara, Ir. Sri Krisma Pirade, Bupati Tana Toraja,Theopilus Allorerung,SE, Kapolres yang lama yang saat ini menduduki jabatan baru sebagai Wadir Reskrimsus di Polda Sulteng, Kapolres yang baru dimana sebelumnya menduduki jabatan di Direktorat Reskrim Mabes Polri, para Kepala SKPD, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, serta ibu-ibu Bhayanghari.
Para Pimpinan SKPD Se Tana Toraja-Toraja Utara


Dalam sambutannya, Bupati Toraja Utara mengungkapkan apresiasi yang luar biasa terhadap kinerja AKBP. Yudhi Sinanloe Lae, dikatakannya " Saya sangat merasakan peran Pak Kapolres ( Yudhi-red) terutama saat pilbup, Pilgub dan beberapa kegiatan lain, dimana Kapolres mampu mengamankan event-event tersebut". Lanjut diungkap, dulu waktu masih sekolah Pejabat Polres sudah ubanan, sekarang masih muda dan begitu juga Dandimnya ( Dandim 1414/Tator-red). Senada dengan itu, Bupati Tana Toraja, Theopilus Allorerung,SE memuji kinerja Kapolres yang lama dimana banyak kegiatan mereka lakukan bersama, termasuk kegiatan diluar kedinasan. 
Jajaran Polres Tana Toraja dan Ibu-Ibu Bhayangkari

Selama kurun waktu 3,5 tahun, AKBP Yudhi Sinanlo Lae menjabat Kapolres, beberapa kegiatan besar sukses diamankannya, diantaranya IMT, Lovely Desember dan beberapa kegiatan lainnya. Dalam sambutannya, Kapolres yang baru, AKBP. Yuliar Kus Nugroho mengungkapkan apresiasinya terhadap keindahan Toraja dan kondisi masyarakat Toraja, diungkapkannya " Toraja sangat indah, bahkan tingkat kriminal yang menonjol di daerah ini relatif sedikit, diantaranya, Curas dan Curanmor, Saya bisa enak tidur". Juga diungkapkannya akan meminimalisir "Penyakit Masyarakat" seperti Judi Sabung Ayam.

Keiatan ini diakhiri dengan memberikan cindera-mata kepada Kapolres Lama, masing-masing dari Bupati Tana Toraja, Toraja Utara, Ketua DPRD Tana Toraja dan Toraja Utara, bahkan dari Dandim 1414/Tator, Ketua Pengadilan dan Kajari. Ikut juga memberikan cindera-mata, Ka Kesbangpol Tana Toraja.(r1an)


»»   Selengkapnya...

Sabtu, 13 April 2013

Kabur dari tahanan, oknum polisi di Toraja terancam dipecat

TNO-MAKALE— Oknum anggota Polres Tana Toraja, Bripka NS yang tersandung kasus narkoba terancam dipecat sebagai anggota Polri. Kaburnya NS dari tahanan Mapolres Tana Toraja memperkuat dugaan kalau NS merupakan bandar narkoba. 
Wakapolres Tana Toraja, Kompol Novly F Pitoy menyatakan Bripka NS terancam dipecat karena sudah dua kali tersangkut kasus narkoba. Kasus pertama yang menjerat Bripka NS saat bertugas di Polres Pare-pare dan sudah selesai menjalani hukuman pidana. 
Baru sekitar lima bulan bertugas di Polres Tana Toraja, NS kembali tersandung kasus yang sama karena diduga kuat sebagai pemakai dan pengedar sabu di Toraja. NS kemudian diamankan di sel tahanan Polres Tana Toraja

Dengan kaburnya NS dari sel tahanan, kuat dugaan yang bersangkutan sebagai pengedar sabu. Selain pidana, Ns juga akan diproses karena pelanggaran kode etik sebagai anggota Polri. 
“Karena ancamannya diatas sepuluh tahun penjara, NS jika terbukti sebagai pemakai dan pengedar sabu terancam dipecat dari anggota Polri. Apalagi NS sudah dua kali terjerat kasus narkoba dan kabur dari sel tahanan,” jelas perwira menengah Polri itu di kantornya, Jumat (12/4/2013).
Novly mengatakan, tim gabungan satuan narkoba dan propam Polres Tana Toraja masih melakukan pengejaran terhadap Bripka NS yang kabur dari tahanan. Polres Tana Toraja juga sudah memeriksa seluruh anggota Polres Tana Toraja yang piket saat Bripka Ns kabur dari sel tahanan.
“Ns sudah ditetapkan sebagai DPO Polres Tana Toraja. Sudah ada tim khusus yang ditugaskan untuk memburu  Ns,” tandasnya.
Sumber: Sindonews.com
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 06 April 2013

Oknum Polisi Tembak Kepala RS Bhayangkara di Makassar Karena Emosi

sd

ilustrasi
Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews

Makassar - Briptu Ivhak Kiranda, pelaku penembakan terhadap Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Kombes Pol dr Purwadi siang tadi, Sabtu (6/4/2013), diduga karena emosi. Ivhak tidak puas atas jawaban yang diberikan korban saat dirinya mempertanyakan galian proyek rumah sakit persis di depan rumahnya.

"Kemungkinan pelaku tidak mendapat jawaban memuaskan dari korban saat menanyakan proyek galian di depan rumahnya, sebelum melakukan aksi penembakan, pelaku sempat keluar lalu masuk lagi. Detailnya masih dalam proses penyelidikan," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Endi Sutendi kepada detikcom.

Penembakan itu terjadi di ruang Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Mappaodang, Makassar. Rumah dinas pelaku berada di areal kompleks asrama polisi (aspol), persis di belakang rumah sakit. Lokasi kejadian perkara sendiri saat ini masih diberi garis polisi.

Endi menyebutkan, pelaku yang bertugas di bagian Pengamanan Obyek Vital (Pam Obvit) di jajaran Polda Sulselbar ini menembak Purwadi dengan menggunakan pistol jenis Revolver. Tiga peluru bersarang di leher dan paha perwira dokter polisi ini.

Briptu Ivhak sendiri saat ini diamankan di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani. Kasusnya ditangani oleh Satuan Reserse dan Kriminal serta Divisi Propam Polrestabes Makassar.

"Kita tidak tahu detail track-record dan kepribadian pelaku, masih dalam proses pendalaman," tandas Endi.

Kondisi Kombes Purwadi saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Wahidin Sudirohusodo. Kabid Dokkes Polda Sulselbar, Kombes Dr Umar Syihab pada wartawan di RS Wahidin, menyebutkan tim dokter bedah saat ini belum melakukan operasi pengangkatan proyektil, karena menunggu kondisi kestabilan tubuh pasien.

(mna/rmd)

»»   Selengkapnya...

Senin, 01 April 2013

Aktivis LSM Nyolong Kamera Digital Bramantyo - Okezone Senin, 01 April 2013 16:15 wib Ilustrasi (Foto: dok Okezone) Ilustrasi (Foto: dok Okezone) SOLO- Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Telaah Informasi dan Regional (Pattiro), Suhaimi Andi Muryanto (43), ditangkap petugas kepolisian Polsek Laweyan Solo, Jawa Tengah, karena diduga telah melakukan tindak pidana pencurian kamera. “Tersangka Suhaimi mengaku nekat mencuri karena hanya ingin memiliki kamera digital,” ungkap Kasie Humas Polsek Laweyan Solo, Ipda Sri Hartanti kepada wartawan, di Mapolsek Laweyan Solo, Jawa Tengah, Senin (1/4/2013). Tertangkapnya pelaku, menurut Hartanti, berawal dari hilangnya kamera digital merek Canon di kantor LSM Pattiro. Berdasarkan laporan seorang anggota LSM, kamera yang berharga Rp.3,5 juta itu diletakkan di salah satu sudut Kantor LSM Pattiro yang beralamat di Kampung Pajang, Laweyan Solo. “Saat terjadi kehilangan kamera, di Kantor LSM itu, tersangka memang sedang diminta mengerjakan IT atau jaringan computer,” terangnya. Suhaimi juga telah dipecat dari LSM Pattiro. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dengan mendatangi rumah tersangka Suhaimi. Saat dilakukan penggeledahan, ternyata ditemukan kamera dan charger yang hilang.


  Ilustrasi (Foto: dok Okezone)



SOLO- Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Telaah Informasi dan Regional (Pattiro), Suhaimi Andi Muryanto (43), ditangkap petugas kepolisian Polsek Laweyan Solo, Jawa Tengah, karena diduga telah melakukan tindak pidana pencurian kamera.

“Tersangka Suhaimi mengaku nekat mencuri karena hanya ingin memiliki kamera digital,” ungkap Kasie Humas Polsek Laweyan Solo, Ipda Sri Hartanti kepada wartawan, di Mapolsek Laweyan Solo, Jawa Tengah, Senin (1/4/2013).

Tertangkapnya pelaku, menurut Hartanti, berawal dari hilangnya kamera digital merek Canon di kantor LSM Pattiro. Berdasarkan laporan seorang anggota LSM, kamera yang berharga Rp.3,5 juta itu diletakkan di salah satu sudut Kantor LSM Pattiro yang beralamat di Kampung Pajang, Laweyan Solo.

“Saat terjadi kehilangan kamera, di Kantor LSM itu, tersangka memang sedang diminta mengerjakan IT atau jaringan computer,” terangnya.

Suhaimi juga telah dipecat dari LSM Pattiro. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dengan mendatangi rumah tersangka Suhaimi. Saat dilakukan penggeledahan, ternyata ditemukan kamera dan charger yang hilang.
»»   Selengkapnya...

Senin, 25 Maret 2013

Wakapolri: Pelaku Penyerangan? Tunggu Penyidikan Polisi!

Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Nanan Sukarna meminta semua pihak tidak menuding siapapun sebagai pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Penyelidikan polisi masih berjalan.
"Jadi jangan suudzon dulu. Siapa pelakunya kita lihat dari hasil di TKP, hasil penyelidikan seperti apa dan siapa pelakunya," kata Nanan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2013). Menurutnya, opini tidak dapat digunakan dalam proses penegakan hukum.
Hasil penyelidikan, tegas Nanan, harus didapatkan dari olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan para saksi. "Jangan beropini, tapi dasar hukumnya yang harus ditegakkan. Prosedur justice system-nya harus jelas sesuai prosedur olah TKP," terangnya.
Saat ini polisi masih meminta keterangan para saksi dan melakukan uji balistik pada proyektil yang ada di TKP. Nanan menegaskan, kepolisian akan menindak tegas siapapun pelakunya, termasuk bila berasal dari militer. "Setiap pelaku kejahatan, siapapun, harus ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Nanan.
Seperti diberitakan, sekelompok orang bersenjata api laras panjang, pistol, dan granat datang menyerang Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3/2013) dini hari. Awalnya, mereka mengaku dari Polda DIY, sambil menunjukkan surat berkop polda.
Semula, mereka mengaku ingin membawa empat tersangka kasus pembunuhan Sersan Satu Santosa, anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Hugo's Cafe, 19 Maret 2013 lalu. Namun, ketika petugas lapas menolak permintaan itu, mereka mengancam meledakkan lapas.
Akhirnya, petugas membukakan pintu, dan belasan orang berpenutup wajah masuk. Mereka menyeret petugas lapas untuk menunjukkan empat tahanan yang dicari.
Empat tahanan tersebut akhirnya ditembak mati. Mereka, yakni Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait.
Sebelum kabur, kelompok penyerang ini juga membawa rekaman CCTV. Aksi tersebut hanya berlangsung 15 menit.
Polisi masih menyidiki aksi penyerangan dan pembunuhan ini. Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Saroso sudah membantah penembakan dilakukan anggota Kopassus. Kepala Seksi Intelijen Kopassus Grup-2 Kapten (Inf) Wahyu Yuniartoto juga menyatakan bantahan yang sama.
»»   Selengkapnya...

Jumat, 15 Maret 2013

Polda Sulselbar Selenggarakan Musrenbang

TNO-Sulsel - Makassar,
Kabid humas Polda Sulselbar Kombes Pol Endi Sutendi menjelaskan Musyawarah perencanaan pembangunan dan pembangunan  (musrenbang) yang dilaksanakan pada hari kamis tanggal 14 maret 2013,pukul 10.00 wita. Dibuka oleh Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo,yang dihadiri oleh para pejabat utama,para Kapolres,para Kabag Renmin polda,serta kabag renmin polres dan stap jajaran polda sulselbar.
Endi mengatakan tujuan Musrenbang tersebut adalah sosialisasi pembuatan rancangan renja guna untuk ditindak lanjuti membuat rancangan renja untuk tahun 2014 oleh masing-masing satker Polda dan Polres jajaran polda Sulselbar.
Dia menambahkan bahwa hal-hal tersebut yang perlu dimaksudkan dalam kegiatan tahun 2014 dapat dibahas dan diusulkan awal usulan-usulan tersebut, sifatnya button up dari bawah, yang kemudian akan dikompulir jadi satu tambahnya melalui via telpon seluler dengan pesan singkatnya (sms),tanggal 15 maret 2013 sehari setelah Musrenbang dilaksanakan.
Sambung Endi menuturkan bahwa berdasarkan hasil usulan itu yang merupakan Rarenja Polda dan nantinya akan menjadi rarenja polda Sulselbar tahun 2014, jika telah disetujui dan ditetapkan oleh pusat tutur Endi kepada Indofakta online. (rusli)

posting :Indofakta Online
»»   Selengkapnya...

Rabu, 13 Maret 2013

Pelaku Pembakaran Bus Terlihat di CCTV

TNO-MAKASSAR -- Penyebab terbakarnya satu unit bus Perusahaan Otobus (PO) Bintang Prima, Rabu, 13 Maret, mulai terkuak. Dari rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang diperoleh polisi, bus diduga sengaja dibakar.

Kanit Reskrim Polsekta Tamalanrea, AKP Salim yang datang di lokasi kejadian menjelaskan, terbakarnya bus Bintang Prima sangat besar indikasinya aksi pembakaran. Dari pengamatan pada CCTV, pelakunya dua orang menggunakan helm.

Menurut Salim, kemungkinan besar aksi ini dilakukan setelah melakukan pelemparan pada kantor perwakilan Bus Bintang Prima yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan 18.

Aksi ini dilakukan dengan mudah dan sulit dideteksi karena saat kejadian tidak ada penjagaan dan pintu pagar juga tidak tertutup. "Tiba-tiba bus yang terparkir terbakar hingga hangus," katanya.

Salim mengatakan, untuk kepentingan penyelidikan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan melakukan olah TKP. Namun tidak ditemukan tanda-tanda adanya pelemparan bom molotov sehingga diduga sengaja dibakar, " jelas Salim.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, beberapa waktu lalu sempat terjadi kesalapahaman antara warga sekitar PO itu dengan karyawan. Namun, hingga saat ini motif dan penyebab terjadinya kebakaran, kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman. (arm/rif)


»»   Selengkapnya...

Brankas Dinkes Dilarikan Maling, Kadiskes Ke Jakarta

TNO-Rantepao, Modus kejahatan pelaku dengan membawa lari brankas milik Dinkes Torut ini sudah diketahui Kepala Dinas Kesehatan Torut, dr. Hendrik Kala'timang. Walau mengetahui brankas Dinas yang dipimpinnya berisi ratusan juta rupiah, milik sebagian gaji pegawai serta operasional Dinkse Torut dibawa lari, namun kekeh pergi ke Jakarta dalam rangka dinas.
Salah satu staff Dinkes Torut diwawancarai kabar-toraja.com di TKP yang meminta namanya tidak disebutkan, mengakui Kadis ke Jakarta pada Senin (11/3/2013).
Ya, pak Kadis ke Jakarta dalam rangka Dinas,” singkat Staf Dinkes Torut tersebut membenarkan.

posting : kabartoraja.com
»»   Selengkapnya...

Rp 600 Juta lebih Uang Dinkes Torut Dibawa Lari Maling

BRANKAS Dinas Kesehatan Toraja UTara Didalamnya terdapat Gaji pegawai dan Operasional Rp 600 Juta lebih Dibawa lari Maling, Rabu (13/3/2013)
Foto dibawah perlihatkan SAksi-saksi diinterogasi langsung Polres Tana Toraja dan Toraja Utara dipimpin Wakapolres Kompol Novly F Pitoy.
posting :kabartoraja.com
»»   Selengkapnya...

Jasad Pdt.Ebenheizer akhirnya Ditemukan Tim Pencari

TNO-Rantepao, Korban meninggal dunia akibat mobil Xenia DD 1485 DR tercebur ke Sungai Sa'dan bertambah setelah sebelumnya Meisel bocah 6 tahun diberitakan meninggal karena kecelakaan tersebut. Korban kedua adalah ayahnya sendiri Pdt. Ebenheizer, mayatnya baru tadi sore ditemukan tim pencari setelah hanyut pada Senin (11/3). Lokasi penemuan tidak jauh dari lokasi jatuhnya mobil tersebut. Sulitnya penemuan korban diakibatkan cuaca yang tidak menentu dan diperparah lagi hujan deras yang mengguyur sangat deras sampai malam hari.

Dikabarkan, mobil Xenia  tersebut tercebur sekitar pkl. 03.00 wt, mobil mengangkut rombongan Pendeta dari Kolaka dan seorang bocah yang menjadi korban. Empat orang diantaranya merupakan Hamba Tuhan, yaitu Andreas Mangosa (43), Maria (44), Efraim Tappi (38), Eben Heizer (37). Seorang penumpang lainnya bernama Meiser (6), anak dari Eben Heizer.(fer)
»»   Selengkapnya...

Selasa, 12 Maret 2013

Meisel,6 tahun Meninggal, Akibat Mobil Tercebur Ke Sungai


Mobil Senia (dok:Carnia Iradat Rapa')
Rombongan dari Kolaka menuju makale untuk mengikuti Pertemuan Pendeta, mengalami nasib naas Selasa dinihari (12/3) sekitar pukul 03.00wt, mobilnya berplat nomor Polisi DD 1485 DR  tercebur ke Sungai Sa'dan sekitar jembatan eran batu, menyebabkan Meisel,6 tahun, meninggal dunia. Mobil yang mengalami kecelakaan tersebut tercebur subuh tadi, Empat orang diantaranya merupakan Hamba Tuhan, yaitu Andreas Mangosa (43), Maria (44), Efraim Tappi (38), Eben Heizer (37). Seorang penumpang lainnya bernama Meiser (6), anak dari Eben Heizer. Jenazah Meiser sementara disemayamkan di rumah kerabatnya di Burake,Makale. Semnetara dihubungi via Hp, Kasat lantas Polres tator AKP M Zakir, mengatakan mobil sudah diangkat, tetapi 1 orang masih dalam pencarian yang yakni Pdt. Ebenheizer ayah korban berprofesi sebagai pendeta.(fer)

TNO-Makale, Perayaan 100 Tahun Injil Masuk Toraja yang dilaksanakan Di Tana Toraja, rangkaian kegiatannya sudah berlangsung, dimana para kontingen peserta dari berbagai wilayah dan denominasi Gereja sudah berdatangan.


»»   Selengkapnya...

Menjelang Peringatan 100 tahun Injil Masuk Toraja, Hari ini Mobil dan Motor Masuk Sungai


TNO-Makale, Setelah sebelumnya mobil dari Sororako menuju Makale masuk sungai Sa'dan, sore ini, kembali sebuah motor tercebur ke sungai, pengendara meninggal dunia, TNO melintas saat korban diaevaluasi dalam kantong mayat. Ini adalah bentuk kelalaian sang pengendara yang selalu jadi penyebab kecelakaan.


Saat ini, sudah begitu banyak payung yang ditancapkan di pinggir jalan, simbol lokasi kecelakaan, dan selalu saja terulang, seharusnya itu mnejadi motivasi terhadap pengendara lebih berhati-hati, diperparah lagi kondisi jalan yang relatif rusak dan tidak memadai. (tim)
»»   Selengkapnya...