Senin, 10 Maret 2014

Presiden keluarkan inpres penanganan gangguan dalam negeri

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

 Minggu, 9 Maret 2014 18:15 WIB | 6423 Views

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Instruksi Presiden nomor 1 Tahun 2014 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri Tahun 2014.

Sebagaimana dikutip dari laman Sekretaris Kabinet di Jakarta, Minggu, dalam Instruksi Presiden tersebut disampaikan bahwa penanganan gangguan keamanan dalam negeri dimaksudkan untuk menjamin terciptanya kondisi sosial, hukum dan keamanan dalam negeri yang kondusif untuk mendukung kelancaran pembangunan nasional.

Dalam Instruksi Presiden yang ditandatangani pada 28 Februari 2014 itu terdapat delapan hal yang diamanatkan perlu dilakukan oleh para menteri, Jaksa Agung, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, dan kepala daerah.

Instruksi pertama adalah meningkatkan efektivitas penanganan konflik sosial secara terpadu, sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Hal yang kedua adalah melakukan upaya-upaya pencegahan dengan merespon secara cepat dan tepat semua permasalahan di dalam masyarakat yang berpotensi menimbulkan konflik sosial guna mencegah lebih dini tindak kekerasan.

Yang ketiga adalah melanjutkan proses penyelesaian berbagai permasalahan baik yang disebabkan oleh sengketa lahan atau sumber daya alam, SARA, politik, dan batas daerah administrasi maupun masalah industrial yang timbul dalam masyarakat dengan mengurai dan menuntaskan akar permasalahannya.

Keempat, melanjutkan proses hukum dan mengambil langkah-langkah cepat, tepat, tegas, dan proporsional berdasarkan peraturan perundangan-undangan dan menghormati nilai-nilai hak asasi manusia untuk menghentikan segala bentuk tindak kekerasan akibat konflik sosial.

Hal yang kelima, melakukan upaya pemulihan pasca konflik yang meliputi penanganan pengungsi, rekonsiliasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi agar masyarakat dapat kembali memperoleh rasa aman dan melakukan aktivitas seperti sedia kala.

Keenam, menyusun rencana aksi terpadu penanganan gangguan keamanan dalam negeri tahun 2014 dengan berpedoman pada langkah pencegahan, penghentian atau penyelesaian akar masalah dan kemudian pemulihan pasca konflik.

Ketujuh, mengenai anggaran untuk pelaksanaan Instruksi Presiden ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dan kedelapan, memerintah akan melaksanakan Inpres ini dengan sungguh-sungguh dan penut tanggung jawab.

Inpres ini berlaku mulai 28 Februari 2014.


Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2014
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com
»»   Selengkapnya...

Rabu, 25 Desember 2013

Warga Ambon Terharu Ibadah Natal Dijaga Pemuda Masjid

Warga Ambon Terharu Ibadah Natal Dijaga Pemuda Masjid

Rabu, 25 Desember 2013 13:12 WIB
Warga Ambon Terharu Ibadah Natal Dijaga Pemuda Masjid
Ilustrasi pemuda masjid jaga gereja 
TRIBUNNEWS.COM, AMBON - Kedamaian dalam keberagaman kepercayaan masyarakat, memang bisa membuat banyak orang terharu. Seperti yang terjadi saat perayaan ibadah Natal di Kota Ambon, Rabu (25/12/2013), yang berlangsung aman dan lancar tanpa ada gangguan apa pun.Kala umat Nasrani tengah beribadah, pemuda masjid ikut menjaga keamanan acara ibadah.Fernando, salah seorang warga Ambon, mengaku merasakan lagi kerukunan antar-umat beragama di Ambon yang sempat tercoreng.Menurutnya, toleransi antarpenganut agama inilah yang merupakan wajah asli orang Maluku."Ini sesungguhnya budaya kita, orang bersaudara di Maluku. Saya sangat terharu sekali karena saudara kita turut menjaga keamanan saat ibadah Natal," kata pemuda yang bersekolah di Makassar tersebut, Rabu (25/12/20130.Fernando juga mengaku bahagia bisa berkumpul dan merayakan Natal bersama keluarganya di Ambon.Kebahagiaan ini bukan hanya dirasakan Fernando, tapi juga seluruh umat Kristiani Ambon yang merayakan Natal. Mereka tampak larut dalam kegembiraan.Seusai menjalankan ibadah Natal, umat Kristiani saling berjabat tangan satu dengan lainnya sambil mengucapkan "Selamat Natal". Pelukan di antara mereka menambah keakraban.Di sejumlah kawasan, seperti di Mardika, Batu Gaja, Kudamati dan sejumlah kawasan lainnya, warga juga terlihat saling mengunjungi untuk memberikan ucapan selamat. Bahkan, warga muslim juga mengunjungi kerabat dan orang-orng terdekatnya untuk memberikan ucapan selamat.Meski berlangsung aman dan lancar, namun di sejumlah kawasan aparat TNI/Polri masih terus berjaga-jaga untuk memberikan kenyamanan bagi umat kristiani yang merayakan natal di Kota Ambon.
»»   Selengkapnya...

Minggu, 15 Desember 2013

SBY: Akan Ada Aksi Teror di Malam Natal!


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Reuters)  
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Reuters)

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapatkan informasi adanya pergerakan teroris menjelang Hari Natal 2013. Demikian diungkapkan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha.


"Tentu ini kan sesungguhnya presiden mendapat informasi. Dan beliau secara langsung dan tidak langsung sudah menginstruksikan kepada jajarannya, dalam hal ini Kepolisian yang paling terdepan sebagai poros garda pengamanan kita," kata Julian di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (15/12/2013).

Karena itu, lanjut Julian, SBY menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya.

"Untuk meningkatkan kewaspadaan atau antisipasi segala kemungkinanan bila ada rencana teroris khususnya pada Natal dan Tahun Baru," terangnya.

Julian membantah, informasi yang disampaikan SBY itu justru menambah keresahan di masyarakat.

"Ini justru ajakan beliau sebagai kepala negara untuk sama-sama meningkatkan kewaspadaan bersama. Dalam hal ini, menjadi hal yang perlu kita lakukan, di samping tugas yang diemban oleh pihak yang berwajib," pungkasnya.
(ded)

Minggu, 15 Desember 2013 12:48 wib
Fahmi Firdaus - Okezone
 
»»   Selengkapnya...

Minggu, 24 November 2013

Pengumuman Hasil Tes CPNS Diundur

JAKARTA, TNO-- Pengumuman hasil tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) jalur K2 dan umum diundur. Pengumuman yang dijadwalkan pada tanggal 4 Desember 2013, mundur sepuluh hari menjadi tanggal 14 Desember 2013. "Sebelumnya memang dijadwalkan tanggal 4 Desember. Tapi kemarin saya dengar dari rapat, kalau tidak meleset lagi, tanggal 14 Desember akan diumumkan hasilnya," ujar Kabag Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) Suwardi saat dihubungi, Jumat malam.
Suwardi masih belum dapat memastikan penyebab pasti dari diundurnya pengumuman tersebut. ia hanya mengatakan, bahwa pemunduran pengumuman hasil tes yang dilakukan pada tanggal 3 November lalu itu sudah melalui pertimbangan yang cukup matang.
"Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, misalnya masalah LJK yang masuk. Ternyata, ada beberapa daerah yang telat memasukkan LJK mereka. Namun hal itu bukan alasan utama dari pemunduran tersebut," kata Suwardi.
Hingga saat ini, pengelolaan lembar jawaban komputer (LJK) tes CPNS diketahui memang masih terus berlangsung. Pemunduran ini, dijelaskan olehnya, merupakan keputusan yang paling baik agar tidak ada kekurangan atau hal-hal yang masih perlu diperbaiki jika dilakukan pengumuman lebih awal.
Jumlah pendaftar ujian CPNS sendiri dari golongan K2 dan jalur umum mencapai 2 juta orang lebih dari seluruh Indonesia pada tahun ini. Namun yang lolos seleksi berkas dan mengikuti tes tulis pada awal bulan ini sekitar 1.612.854 orang, yang terdiri dari 963.872 dari pelamar umum dan 648.982 dari golongan K2.
Sementara itu, untuk ketentuan passing grade tahun ini, berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 35 Tahun 2013, passing grade untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) paling kurang 70, sedangkan untuk tes intelegensia umum (TIU) paling kurang 75, dan tes karakteristik pribadi (TKP) paling kurang 105. Para peserta dapat dinyatakan lolos jika sudah memenuhi angka-angka tersebut. Yang kemudian bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu tes kompetensi bidang (TKB).
Sebelumnya, Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendaygunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Setiawan Wangsaatmaja menegaskan, bahwa seluruh peserta tes CPNS baik pelamar umum maupun tenaga honorer kategori dua (K2) yang telah mengikuti tes 3 November lalu, sampai saat ini belum ada yang dinyatakan lulus atau tidak lulus.
Sebab, Hingga hari ini panitia pelaksana nasional (Panselnas) CPNS masih melakukan pemeriksaan lembar jawaban komputer dan belum ada hasilnya.
Dia pun mengimbau masyarakat tidak mempercayai informasi bila ada oknum yang menyatakan sudah ada hasilnya. Sebab, untuk pengumuman hasil LJK-nya ada prosesnya.
"Semua pasti menginginkan hal yang sama, untuk lulus seleksi CPNS, baik dari jalur umum maupun dari tenaga honorer K2. Tetapi, semua harus mengikuti aturan yang ada dan harus mendasarkan diri pada  kepentingan nasional," tegasnya. (jpnn)

posting : AJPNews 
Sabtu, 23 November 2013 03:12  
»»   Selengkapnya...

Minggu, 17 November 2013

SURAT TERBUKA IPPEMSI : RICE' ASAL TORAJA PAHLAWAN OLAH RAGA

Foto ini adalah suatu bentuk Perjuangan Pengurus Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang-Mappak (IPPEMSI) Makassar terkait dengan kasus almarhumah Rice (mantan atlet asal Tana Toraja) yang pernah mengharumkan Nama Bangsa Indonesia hingga ke Luar Negeri, tapi nyatanya tidak ada perhatian dari pihak yang berwenang. Mohon dukungan saudara(i)q yang tetap komitmen dalam memperjuangkan orang2 yg hidup dalam ketertindasan.Hormatku ( Pasa Maraya Ketua umum IPPEMSI Makassar )
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 09 Februari 2013

Soal Pidato SBY, Pengamat: Anas Dibonsai Secara Politik

Jakarta - - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, mengambil alih seluruh kendali partai dari tangan Anas Urbaningrum. Meski masih menjabat sebagai ketua umum, secara kewenangan Anas sudah dibonsai.

"Secara keseluruhan komentar SBY menunjukan startegi pembonsaian politik. Dibiarkan hidup tapi tumbuh berdasarkan kehendak si empunya," jelas pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto saat berbincang, Sabtu (9/2/2013).

Gun Gun menilai, SBY memang tidak mengutak-atik jabatan Anas dari Ketua Umum. Namun Anas tidak lagi memiliki kewenangan.

"Menjadi ketua umum secara de jure, tapi secara de facto tidak punya kewenangan lagi," lanjut Gun Gun.

SBY sendiri tidak bakal berani melengserkan Anas dari kursi ketua umum. Pasalnya belum ada aturan hingga saat ini yang dilanggar oleh Anas.

"Statusnya dia kan di KPK saat ini masih saksi," tegasnya.

(mok/mok)

posting :detikNews
Moksa Hutasoit - detikNews
»»   Selengkapnya...