Rabu, 13 Maret 2013

Pelaku Pembakaran Bus Terlihat di CCTV

TNO-MAKASSAR -- Penyebab terbakarnya satu unit bus Perusahaan Otobus (PO) Bintang Prima, Rabu, 13 Maret, mulai terkuak. Dari rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang diperoleh polisi, bus diduga sengaja dibakar.

Kanit Reskrim Polsekta Tamalanrea, AKP Salim yang datang di lokasi kejadian menjelaskan, terbakarnya bus Bintang Prima sangat besar indikasinya aksi pembakaran. Dari pengamatan pada CCTV, pelakunya dua orang menggunakan helm.

Menurut Salim, kemungkinan besar aksi ini dilakukan setelah melakukan pelemparan pada kantor perwakilan Bus Bintang Prima yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan 18.

Aksi ini dilakukan dengan mudah dan sulit dideteksi karena saat kejadian tidak ada penjagaan dan pintu pagar juga tidak tertutup. "Tiba-tiba bus yang terparkir terbakar hingga hangus," katanya.

Salim mengatakan, untuk kepentingan penyelidikan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan melakukan olah TKP. Namun tidak ditemukan tanda-tanda adanya pelemparan bom molotov sehingga diduga sengaja dibakar, " jelas Salim.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, beberapa waktu lalu sempat terjadi kesalapahaman antara warga sekitar PO itu dengan karyawan. Namun, hingga saat ini motif dan penyebab terjadinya kebakaran, kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman. (arm/rif)


»»   Selengkapnya...

Brankas Dinkes Dilarikan Maling, Kadiskes Ke Jakarta

TNO-Rantepao, Modus kejahatan pelaku dengan membawa lari brankas milik Dinkes Torut ini sudah diketahui Kepala Dinas Kesehatan Torut, dr. Hendrik Kala'timang. Walau mengetahui brankas Dinas yang dipimpinnya berisi ratusan juta rupiah, milik sebagian gaji pegawai serta operasional Dinkse Torut dibawa lari, namun kekeh pergi ke Jakarta dalam rangka dinas.
Salah satu staff Dinkes Torut diwawancarai kabar-toraja.com di TKP yang meminta namanya tidak disebutkan, mengakui Kadis ke Jakarta pada Senin (11/3/2013).
Ya, pak Kadis ke Jakarta dalam rangka Dinas,” singkat Staf Dinkes Torut tersebut membenarkan.

posting : kabartoraja.com
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 09 Maret 2013

Kubu Hercules sebut polisi bertindak provokatif


Kubu Hercules Rozario Marshal menilai kepolisian justru melakukan provokasi, dengan menggelar apel di ruko PT Tjakra Multi Strategi. Diketahui sekitar 50 anggota Polres Jakarta Barat menggelar apel di tempat tersebut, Jumat (8/3) sore.
Kubu Hercules sebut polisi bertindak provokatif
"Tidak ada angin, tiba-tiba mengadakan apel ada maksud apa ini, kalau tidak berbau intimidasi," ujar kuasa hukum Hercules, Joao Meco, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (8/3).

Joao malah mempertanyakan tindakan polisi yang melakukan apel. "Memang seberapa berbahayanya kawasan tersebut sehingga ada apel segala," tuturnya.

Justru, lanjut Joao, pihak Tjakra dan apartemen Bellmont Residence yang menghilangkan hak warga Perumahan Kebon Jeruk Indah. Dirinya membantah jika disebut ada tindak pemerasan.

"Justru mereka yang belum menyerahkan fasilitas umum dan sosial dan malah menutup akses perumahan. Hal ini pernah dibicarakan dengan manajemen dan warga tapi hasilnya nihil," ucapnya lagi.

Joao menyesalkan tindakan polisi ini. Seharusnya Polisi bisa menjadi jembatan antara pihak pengembang dengan warga, sehingga ada kesepakatan bersama.

Untuk diketahui, Hercules bersama 50 orang anak buahnya digelandang ke Mapolda Metro Jaya. Pihak Hercules dituding melakukan pemerasan terhadap kontraktor hingga ratusan juta.
[cob]

»»   Selengkapnya...

Ini penjelasan polisi soal penangkapan Hercules


Hercules beserta anak buahnya diamankan Resmob Polda Metro Jaya, karena dianggap meresahkan warga. Mereka diduga melakukan pemerasan di Komplek KJI Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.
Ini penjelasan polisi soal penangkapan Hercules
Berikut kronologi penangkapan penguasa Tanah Abang itu versi polisi:

Pukul 17.00 WIB

50 anggota Polres Jakarta Barat, Pimpinan Kasat Reskrim AKBP Hengki Haryadi dan Kompol Heru melakukan apel gabungan konsolidasi di Komplek KJI Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Pukul 17.20 WIB

Pada saat pelaksanaan apel, Hercules bersama kelompoknya sekitar 40 orang mendatangi Kasat Serse Jakarta Barat AKBP Hengki. Merasa tidak senang dengan keberadaan Apel di wilayahnya, beberapa anak buah Hercules melempar kaca ruko PT Tjakra Multi Strategi dengan batu.

Pukul 17.50 WIB

Tidak lama kemudian, sekitar 30 menit, datang dari kelompok Hercules 4 orang mengendarai motor membawa senjata tajam. Kemudian mereka di amankan petugas, selanjut nya dibawa ke Komando Polres Metro Jakarta Barat.

Pukul 18.00 WIB

Karena situasi mulai tidak kondusif, Resmob Polda Metro Jaya berjumlah 25 personel pimpinan AKBP Herry Heryawan menyisir lokasi, dan sekitar kediaman Hercules. Selanjutnya mengamankan kelompok Hercules sejumlah 45 orang, dan diamankan ke Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto mengatakan sebelum kejadian tersebut terjadi permasalahan antara kelompok Hercules dengan PT Tjakra Multi Strategi.

Permasalahan terkait pembangunan ruko di lokasi Perumahan KJI, dengan alasan mengganggu jalan warga masuk ke perum KJI dan hal tersebut dijadikan alasan untuk melakukan pencurian material, mengintimidasi, dan memeras.

"Ada permasalahan antara kelompok Hercules dengan PT Tjakra Multi Strategi," kataRikwanto kepada wartawan, Jumat (8/3).

Dia melanjutkan, Hercules juga merasa tidak senang dengan apel yang dilakukan oleh petugas Kepolisian pimpinan Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat itu.

"Hercules merasa tidak senang dengan keberadaan apel oleh Reskrim pimpinan Kasat Reskrim Jakbar dan mengganggunya," ujarnya.

Jika terbukti bersalah, Hercules berikut anak buahnya dijerat dengan pasal UU Darurat 12/51 tentang Pemerasan, Pengrusakan dan Melawan Petugas yang Sah. Saat ini 51 orang termasuk Hercules sedang menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Mapolda Metro Jaya.
[cob]
»»   Selengkapnya...

Kisah kebal Hercules ditembak matanya hingga tembus


Siapa yang tidak kenal dengan pria yang satu ini, Hercules. Pria yang terkenal sebagai penguasa Tanah Abang ini, adalah mantan pejuang yang mendukung NKRI ketika Timor-Timur sedang bergejolak karena ada beberapa pemberontak yang ingin melepaskan diri dari NKRI.Kisah kebal Hercules ditembak matanya hingga tembus

Sempat meniti karir sebagai mekanik di Jakarta Timur awal tahun 1987, Hercules memutuskan meninggalkannya dan pindah ke Tanah Abang. Dan di situlah dia membangun karir menjadi seorang yang ditakuti seantero Tanah Abang.

Banyak kelompok preman bertikai ketika itu, menurut kabar hampir tiap hari Hercules terlibat pertikaian antar geng. Meskipun demikian dia mengaku belum pernah sekali pun membunuh orang.

Seiring waktu, Hercules makin ditakuti di daerah yang terkenal keras tersebut. Musuhnya satu demi satu dikalahkannya. Hal itu diraihnya dari pertarungan-pertarungan itu, bahkan di masyarakat telah menjadi buah bibir bahwa Hercules mempunyai ilmu kebal.

Hal itu tersebar karena suatu ketika Hercules terlibat dalam sebuah pertarungan, dan sudah terkepung oleh musuh yang belasan orang. Tubuh Hercules dicabik-cabik, kabarnya ada 16 luka bacok yang dia terima. Musuhnya berpikir Hercules akan mati, tapi nyatanya pria bernama lengkap Hercules Rozario Marshal ini masih hidup sampai sekarang.

Satu cerita yang lebih menghebohkan terkait Hercules kehilangan mata kanannya. Kabarnya dalam sebuah pertikaian antar preman, Hercules tertembak dari jarak dekat.

Peluru itu pun sampai tembus ke belakang kepalanya. Namun lagi-lagi Hercules berhasil selamat. Berkali-kali lolos dari kematian, Hercules tidak mengakui dirinya kebal, dia hanya bersyukur atas doa orang-orang di sekitarnya yang mendoakan dia selamat.

Hercules memang terkenal dermawan kepada orang-orang miskin, yatim piatu, bahkan pada korban bencana alam. Saat ini, pria yang berperawakan kurus ini mendirikan ormas sayap Partai Gerindra, Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB).
»»   Selengkapnya...

Jumat, 08 Februari 2013

Ditinggal Pengawal ke Toilet, Terdakwa Kasus Penipuan Rp 6,5 Miliar Kabur



TNO-Jakarta - - Sepak terjang terdakwa kasus penipuan sebesar Rp 6,5 miliar, Henry Daniel, licin bagai belut. Menjelang sidang vonis, Henry, malah kabur saat ditinggal pengawal dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan pergi ke kamar kecil.

Henry kabur saat menjelang sidang vonis yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Kamis 10 Januari 2013 lalu.

Jaksa Agung Muda Pengawasan Marwan Effendy menceritakan lolosnya Henry. Ia mengatakan Henry awalnya akan menjalani sidang vonis pada pagi hari. Namun gara-gara mobil tahanan penuh, Henry naik mobil pribadi yang tidak berjeruji dan tanpa pengawalan dari aparat Kepolisian.

"Itu menyalahi prosedur. Kalau mobil tananan penuh bisa dibawa pakai mobil pribadi tetapi dengan pengawalan polisi," kata Marwan di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (8/2/2013).

Setiba di pengadilan, lanjut Marwan, pegawal kebelet pipis dan pergi ke kamar kecil. Ia kemudian menitipkan Henry ke temannya, seorang pensiunan pegawai Kejaksaan. Padahal seharusnya Henry dimasukkan ke tahanan atau diborgol. Nah, melihat peluang itu, Henry pun kabur.

"Bagaimana kita mau minta pertanggungjawaban kepada pegawai Kejaksaan yang sudah pensiun?" kata Marwan.

Akibat kelalaian itu, pengawal tahanan dari Kejari Jakarta Selatan diperiksa intensif hingga kini.

"Laporan sudah saya serahkan ke Wakil Jaksa Agung (Darmono). Nah soal hukuman belum tahu tunggu pimpinan dong, tidak bisa kita dahului, tapi saya sudah usulkan," ujar Marwan.

Marwan merahasiakan identitas si pengawal itu. Ia berpendapat pengawal tersebut lalai. "Yang jelas pegawai ini tak melaksanakan sesuai SOP (standard operating procedur)," ujar Marwan.

Marwan juga mendesak Kejari Jaksel segera menangkap Henry. "Jadi langkah selanjutnya tahanan ya kita akan segera tangkap," katanya.

Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Henry dengan penjara tiga tahun enam bulan akibat penipuan terhadap korban Winarman Halim atas penjualan Apartemen Regatta senilai Rp 6,5 miliar yang terletak di Jakarta Utara. 


(aan/nrl)
Salmah Muslimah - detikNews


»»   Selengkapnya...