![]() |
| Mobil yg berbalik arah tertahan pepohonan yang tumbang |
Selasa, 04 Februari 2014
Sejumlah Rumpun Bambu Tumbang, Alur Menuju Bandara Rantetayo Sempat Tertutup
Senin, 18 November 2013
TRUK BERPENUMPANG "HITAM-HITAM" DIRAZIA SATLANTAS POLRES TATOR
| Truk Berpenumpang yang dirazia Polisi Lalu Lintas |
Beberapa orang yang menyaksikan menyesalkan kejadian ini, salah seorang diantaranya, Benyamin Ranteallo, aktifis LSM CSK mengungkapkan kekesalannya, dikatakannya " Ini menghambat kegiatan masyarakat terkait adat dan budaya Toraja, mereka mau ke tempat duka, ketempat prosesi pemakaman kerabatnya dan ada juga yang mau ke pengantin, mereka butuh angkutan yang bisa memuat banyak orang, karena ekonomis dan ini sudah sangat lama menjadi kebiasaan".(fer)
Minggu, 10 Maret 2013
Ekspedisi NKRI di Mengkendek
TNO-Mengkendek, Dandim 1414 Tana Toraja Letkol Kav. Buang Adri Aprianus, mengatakan strategi pemerintah memperbaiki ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, melalui keterlibatan tim ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi 2013, melakukan pendataan dan meneliti segala potensi kekayaan alam di hutan, sungai, gunung dan pegunungan, menjadi entry point bagi Toraja mengakselerasikan pembangunan di semua sektor.
Buang Adri Aprianus menjelaskan kegiatan sosial tim ekspedisi selain merehabilitasi rumah penduduk, juga pembangunan jembatan gantung di lembang Maro`son kecamatan Rembon, serta reboisasi dan pelestarian alam utamanya dilahan kritis.
Menurutnya ekspedis NKRI merupakan hasil kerjasama Mabes TNI-Polri dan Meskokesra selama 4 bulan di Tana Toraja dan Toraja Utara, melibatkan 130 personil yang terdiri dari TNI-Polri Pusat 50 orang dan 15 sipil, TNI-Polri lokal 30 orang, serta Instansi terkait tidak termasuk tim media peliput sebanyak 35 orang.
Buang Adri menjelaskan kegiatan ekspedisi NKRI di Tana Toraja dan Toraja Utara, didasari surat Panglima TNI Nomor.B/1677-07/12/07/Ops tanggal 15 Mei 2012 tentang ekspedisi TNI dalam program Kemenkokesra, Surat Kemenkokesra RI Nomor. 647/UND/KMK/SES/VI/2012 tanggal 4 Juni 2012 tentang penyelenggaraan ekspedisi tahun 2013, dan hasil seminar ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi 2013 tanggal 5 Nopember 2012.
Selama berlangsung ekspedisi NKRI di Toraja, imbuh dia, kegiatan tim ekspedisi selain melakukan jelajah hutan, gunung dan sungai, juga penelitian kerusakan hutan, geologi dan potensi bencana, pendataan flora dan fauna, serta sosial budaya, wawasan kebangsaan dan kepramukaan.
Ditambahkan Fasi Teritorial Dandim Toraja Kapten Joni Rante, tema ekspedisi di Toraja tahun ini “Peduli dan Lestarikan Alam Indonesia”, dimaksudkan untuk mendata dan meneliti segala potensi kekayaan alam di hutan, gunung dan pegunungan dengan sasaran peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Demikian pula bangkitkan kesadaran keunggulan teritorial daerah utamanya memberikan keteladanan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan melalui program green, clean dan healthy.
posting :kabartoraja.com
Sabtu, 16 Februari 2013
Jalur Trans-Sulawesi Tertimbun Longsor
TORAJA, KOMPAS.com - Tingginya intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, akibatkan longsor terjadi di jalur trans-Sulawesi poros Toraja - Palopo. Material longsor dari tebing berupa tanah dan pohon besar ambruk menimbun badan jalan di kilometer 42 Kabupaten Toraja Utara, di mana lokasi longsor adalah jalur trans Sulawesi yang menghubungkan Toraja - Palopo.
Peristiwa tanah lonsor yang terjadi Sabtu (16/2/2013), mengakibatkan antrian kendaraan sepanjang 3 kilometer. Kendaraan dari arah Toraja maupun dari arah Palopo tertahan di lokasi longsor. Kendaraan baru dapat melewati titik longsor sekitar pukul 12 siang, setelah satu unit alat berat diturunkan guna membuka akses jalan yang tertimbun longsor selama 4 jam lebih.
"Sepanjang jalur ini lLongsor sudah sering terjadi akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil. Beruntung tidak ada korban jiwa," ungkap AKP Andi Sakkir, Kasat lantas Polres Tana Toraja, saat sedang mengatur antrian kendaraan yang terjebak kemacetan.
Peristiwa tanah lonsor yang terjadi Sabtu (16/2/2013), mengakibatkan antrian kendaraan sepanjang 3 kilometer. Kendaraan dari arah Toraja maupun dari arah Palopo tertahan di lokasi longsor. Kendaraan baru dapat melewati titik longsor sekitar pukul 12 siang, setelah satu unit alat berat diturunkan guna membuka akses jalan yang tertimbun longsor selama 4 jam lebih.
"Sepanjang jalur ini lLongsor sudah sering terjadi akibat hujan deras dan kondisi tanah yang labil. Beruntung tidak ada korban jiwa," ungkap AKP Andi Sakkir, Kasat lantas Polres Tana Toraja, saat sedang mengatur antrian kendaraan yang terjebak kemacetan.
Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo
Rabu, 08 Agustus 2012
Pemkab Tana Toraja Kembali Di DEMO IPPEMSI
TNO-Makale
- Rabu (8/8) Belasan Pengurus dan Anggota IPPEMSI (Ikatan Pemuda Pelajar
Simbuang-Mappak) mendemo Pemkab Tana Toraja,dipimpin Ketua IPPEMSI,
Hardianto Masarrang. Mahasiswa yang datang di Gedung Dewan sangat
kecewa karena tuntutan mereka supaya Pimpinan Dewan menemui mereka di
luar Gedung DPRD Tana Toraja. Para orator yang menyampaikan aspirasi
dan kekesalannya sesekali meneriakkan " Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat
!!! ". Hardianto dalam orasinya menjelaskan para anggota dewan yang
dulu pada saat kampanye rela berpanas-panas dan menempuh jarak yang
jauh sampai berkuda ke Simbuang-Mappak, sekarang semua yang pernah
mereka sampaikan menjadi "Janji Abadi" janji politik dan pada akhirnya
masyarakat Simbuang-Mappak kembali harus kecewa, Apalah daya. Lanjut diteriakkannya " Lakipadada kembali menangis melihat ketertindasan masyarakat simbuang-Mappak" Bertolak dari kekecewaan tersebut, IPPEMSI datang untuk kesekian
kalinya menuntut janji yang pernah dihembuskan kepada masyarakat
Simbuang-Mappak yang berada nun jauh di pelosok tana Toraja.
Upaya negosiasi untuk menerima IPPEMSI dilakukan pihak Sekretariat DPRD Tana Toraja, didampingi puluhan aparat Polres Tana Toraja, akhirnya dikabulkan Mahasisa. Mereka masuk dan menemui Anggota DPRD dari daerah pemilihan Simbuang-mappak, diantaranya Yakobus Tonglo Langi', Andarias Buttutasik dan Amir Loga. tampak hadir dalam pertemuan tersebut Y Pamara' Kepala Kesbang dan Linmas Kabupaten Tana Toraja.
Suasana penyampaian aspirasi berlangsung baik dan penuh kehangatan, tidak seperti saat masih diluar gedung. Dalam pertemuan tersebut, Andarias Buttutasik sang Legislator dari dapil 5 (termasuk Simbuang-Mappak-red) menyampaikan kepada para pengurus dan anggota IPPEMSI ikut mengawasi proses pembangunan di Simbuang-Mappak, dikatakannya " Kalian dapat meminta Gambar dan RAB dari proyek-proyek yang dikerjakan dan disambut hangat penuh pengertian oleh Pembawa aspirasi.
Ditemui saat selesai menerima Aspirasi dari IPPEMSI, Yakobus Tonglo
Langi' menjawab pertanyaan TNO terkait aspirasi IPPEMSI, dikatakannya "
Kami menerima aspirasi yang masuk, dan akan menyampaikan pada pihak
terkait, memang Simbuang -Mappak sangat butuh anggaran yang lebih
banyak, tetapi secara bertahap, bukan membalikkan telapak tangan".(fer)
Selasa, 24 Juli 2012
Theofilus Allorerung, Tana Toraja Itu Surga Dunia
TNO-Makale - Dalam kesibukannya setelah menghadiri beberapa agenda pada hari
itu, Theofilus Allorerung menyempatkan bertemu dengan team Berita Daerah dan
berbincang tentang kerinduan hatinya bagi Tana Toraja yang dipimpinnya saat
ini.
Baginya tidak ada kata sukses sebagai seorang
bupati berapapun periode yang akan dijalani, sebab baginya sukses itu adalah
saat rakyatnya sudah bisa merasakan kehadiran pemerintah dengan sudah terlayani
dengan baik, tenang dalam mengelola sumber daya dan sudah memiliki kemandirian
dalam mengelola kesejahteraannya.
Jadi Theofilus Allorerung berpendapat bahwa
seorang Bupati tidak ada yang 'sukses' tetapi yang benar adalah menuju kepada
kesuksesan. Sebab tugas seorang bupati adalah membuat rekonstruksi dan landasan
bagi bupati selanjutnya untuk dapat mengemban tongkat estafet selanjutnya dan
tidak terputus atau malah terbuang di jalanan.
Belum ada kata sukses dalam hidupnya, baginya
hidup yang dijalani sekarang adalah perjuangan dan tidak dapat dikatakan sukses
sampai semua masyarakat merasakan kebahagiaan dari yang sudah dikerjakannya
sebagai seorang Bupati Tana Toraja.
Theofilus Allorerung memiliki inspirasi yang
membuat dia semakin terus berkarya membangun Tana Toraja, antara lain: Alam di
Tana Toraja, Karunia Allah, Ketertinggalan Tana Toraja dari daerah lain akibat
pergolakan yang terjadi pada masa lampau dan kurangnya perhatian dari
pemerintah provinsi dan pusat.
Ketiga hal tersebut yang membuat Theofilus
Allorerung tidak berhenti menumbuhkan ide dan kreatifitas dalam menjalankan
tugasnya sebagai Bupati Tana Toraja.
Sekalipun demikian yang masih menjadi hambatan utamanya
adalah mindset masyarakat serta para pegawai yang berada di dalam
lingkup pekerjaannya, yang harus dibenahi bersama. Hal ini supaya semua dapat
berada pada visi yang sama, satu persepsi dalam melihat bahwa Tana Toraja itu
adalah 'surga' di dunia ini, demikian penuturannya dalam menutup perbincangan
malam itu.
posting : beritadaerah.com
Jumat, 13 Juli 2012
Toraja Utara Siapkan Lokasi Untuk 200 Transmigran
Gubenur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Direktur Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Ditjen P2KTrans), Kemenakertrans, Jamaluddien Malik di Desa Bori, Sesean, Toraja Utara, kemarin. Foto: Sindo
Lokasi baru ini diperuntukkan bagi 200 kepala keluarga (KK) dari lima provinsi asal yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah,Yogyakarta, dan Lampung. Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kemenakertrans BN Djamaluddin Malik mengungkapkan, Toraja Utara sangat cocok untuk lokasi transmigrasi untuk komoditas perkebunan dan pertanian. Kondisi geografis pada kabupaten di Sulsel ini sangat cocok untuk perkebunan kopi, markisa, cengkeh, dan kakao.
Menurutnya, transmigran yang akan ditempatkan di Toraja Utara akan diseleksi dengan ketat mengingat potensi daerah tersebut sangat besar. “Transmigran yang akan ditempatkan di daerah ini sebanyak 200 KK yang difokuskan untuk komoditas perkebunan dan agricultur.Tahun ini akan mulai dibuka dan mereka yang ditempatkan disini berasal dari seluruh Indonesia,” jelasnya di sela-sela penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Kerja Sama Antar Daerah (KSAD) tentang Ketransmigrasian di Rantepao, Toraja Utara,kemarin. Kerja sama ini melibatkan 19 pemprov yang terdiri dari lima provinsi asal yakni Jatim, Jateng, Jabar,Yogyakarta, dan Lampung.
Sementara, 14 provinsi penempatan diantaranya Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan,Sulsel,dan Maluku Utara. MoU dan KSAD ini juga ditandatangani bupati/wali kota dari 18 daerah seperti Sukabumi, Bogor,Surakarta,Bondowoso, Pasuruhan,Wajo, Gunung Mas, Bulungan, dan Konawe Selatan. Menurutnya, dengan adanya KSAD, diharapkan kerja sama daerah dalam pengembangan lokasi transmigran semakin baik. Salah satunya dengan adanya informasi sumber daya alam dan informasi pendukung lainnya dari daerah penempatan untuk dijadikan rujukan bagi daerah asal.
“Diharapkan, kerja sama ini mampu menghasilkan permukiman transmigrasi yang berkualitas sehingga menghasilkan produk yang berkualitas. Dengan demikian, tujuan dari penempatan itu yakni untuk pemerataan bisa tercapai,” katanya. Jamaluddin yang mewakili Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan, program transmigrasi selama ini mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka lapangan kerja bagi jutaan warga. Kendati demikian, sambungnya, masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan program tersebut. “Kemenakertrans dalam hal ini hanya fasilitator bagi pemerintah daerah guna terjalinnya kerja sama bidang transmigrasi.
Daerah harus memperkuat itu agar kekurangan yang ada selama ini bisa ditutupi,” katanya. Sementara, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, program transmigrasi yang dijalankan di Sulsel cukup berhasil. Transmigran yang fokus pada produk perkebunan seperti kakao dan cengkeh mampu menghasilkan profit hingga Rp20 juta per bulan. Hal ini dapat dilihat di sejumlah daerah tujuan transmigran seperti Luwu Utara dan Luwu Timur.
“Di sini, sumber daya alam sangat melimpah dan dibutuhkan simultan untuk memaksimalkan SDA tersebut. Salah satunya dengan mengandalkan program transmigran,” jelasnya. Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini menambahkan,sisi lain dari program transmigrasi adalah untuk memupuk rasa patriotisme dan keutuhan negara melalui pemerataan kesejahteraan. Sebanyak 19 kepala daerah provinsi se-Indonesia menandatangani naskah kesepakatan bersama (MoU) antar pemerintah provinsi di bidang ketransmigrasian.
Penandatanganan MoU yang dihadiri Direktur Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Ditjen P2KTrans), Kemenakertrans, Jamaluddien Malik dilaksanakan di rumah bupati Toraja Utara di desa Bori kecamatan Sesean kabupaten Toraja Utara, kemarin. [abriandi/joni lembang ]
Sumber: Sindo
Kamis, 05 Juli 2012
-Tingkatkan Kualitas Penyelenggaraan Pemda, Peran Riset Sangat Strategis-
Editor:KTC02, OLeh: Ophir Sumule (Dewan Redaksi kabar-toraja.com)
Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan.
Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, saat membuka Rapat Kordinasi Nasional Litbang Pemerintah dalam dalam Negeri, Selasa (03/07/2012) di Hotel Crarion Makassar.
Kegiatatn yang diikuti sekitar 200 lebih peserta dari berbagai unit kelitbangan tingkat provinsi dan kabupaten/kota se Indonesia yang dipilih secara khusus mengangkat tema “Pemantapan Kebijakan Dalam Penguatan Program Kelitbangan untuk Meningkatkan Kualitas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah”.
Menurut SYL, Rakornas ini pada hakekatnya bertujuan untuk memperbaiki kebijakan daerah sehingga melahirkan system pemerintahan yang berpihak untuk melayani kepentingan rakyat bukan kepentingan diri sendiri. Dan pemerintahan yang memberi ruang yang cukup dan kondusif bagi dunia usaha serta pemerintahan yang taat pada peraturan yang ada.
Untuk menghadirkan pemerintahan yang baik, lanjut SYL, perlu paradigma baru peran strategis kegiatan riset.
“Di Sulsel, misalnya, Balitbangda didukung 148 pakar dan memberi kontribusi terhadap berbagai prestasi spektakuler yang dicapai Sulsel selama 4 tahun terakhir” terang SYL seraya menyebut penghargaan nasional yang telah diterima termasuk WTP dari BPK 2 tahun berturut-turut dengan klasifikasi Clear dan Clean.
Menurutnya, melalui penlitian, maka kebijkan senilai 78 M akan menghasilkan 3,4 T untuk jagung, dan 100 M menjadi 1.081 T untuk rumput laut.
“Kami membutuhkan banyak riset, diantaranya riset agar bersat tidak mudah pecah dan dapat disimpan lama, dari biasanya 3 bulan menjadi lebih dari 6 bulan sehingga harga tidak turun” tambah Syahrul.
Rapat koordinasi ini akan berlangsung hingga 5 Juli 2012 dan diisi dengan berbagai pemaparan dari Kementrian Riset dan Teknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, dan Internal Kemendagri serta diskusi.
Di hari terkahir, peserta akan melakukan kunjungan lapangang ke Malino dan akan berdialog dengan Menteri Riset dan Teknologi.
Selasa, 03 Juli 2012
LSM LEKAT : PNPM Lembang Bullean Massa'bu, Dilaporkan Masyarakat
TNO-Sangalla', Program PNPM Kabupaten Tana Toraja sementara dilaksanakan diberbagai kecamatan dan lembang, program ini dirasakan sangat membantu dan menjawab kebutuhan masyarakat. Namun hal ini tidak dirasakan masyarakat di Lembang Bullean Massa'bu. Pasalnya proyek PNPM pekerjaan rabat beton sepanjang 700 meter. Pekerjaan ini sangat dikendalikan Bendahara, kelembagaannya sekedar ditunjuk dan terjadi nepotisme. Saat ini Tim Monitoring sementara mengembangkan data awal dan akan dilaporkan secepatnya kepada penegak haukum terhadap fakta lapangan. Sekedar diketahui, Kalem Bullean Massa'bu dijabat Paris Allorerung, kami juga sudah berkordinasi dengan Pengelola PNPM tingkat Kabupaten (faskab). (tim)Senin, 25 Juni 2012
Wah, Ada Alat Suntik Tanpa Jarum
TNO, Massachusetts: Wah, ada
metode injeksi tanpa jarum. Para penderita penyakit diabetes maupun
penyakit lain yang harus menggunakan suntikan setiap hari, kini tak
perlu lagi khawatir dengan sensasi sakit pengunaan jarum suntik.
Belum
lama ini, sejumlah ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology,
Amerika Serikat, telah menemukan alat untuk menyuntik tanpa menggunakan
jarum.Seperti ditulis Genius Beauty, metode suntik tanpa jarum itu dilakukan dengan gaya Lorentz. Yakni, gaya yang bekerja pada sebuah gerakan muatan partikel dalam medan elektromagnetik.
Nah, untuk menggunakan gaya tersebut, diperlu perangkat yang terdiri dari sebuah botol obat dan magnet kecil berkekuatan besar yang dibuat melingkar dengan kawat yang terbuka. Dengan perangkat tersebut, magnet yang digerakkan bekerja mendorong piston pada alat suntik, lalu menyuntikkan obat dengan kecepatan dan tekanan tinggi.
Tingkat pelepasan obat dari lubang kecil pada ampul tercatat hampir sama dengan kecepatan cahaya. Bahkan, hanya lubang kecil yang terlihat di kulit bekas pengunaan metode tersebut, yang tak menimbulkan rasa sakit sedikit pun.
Hebatnya, jarum suntik untuk menyalurkan obat itu dapat diprogram. Mulai dari penyesuaian dosis untuk obat hingga kedalaman penggunaan obat pada tubuh.
Alat injeksi tanpa jarum ini bukanlah yang pertama bagi dunia medis. Sebelumnya alat seperti itu telah diciptakan, namun kecepatan dan kedalaman injeksi obatnya belum bisa dikendalikan.
Setelah sukses menciptakan alat injeksi untuk obat berbahan cair, para ilmuwan tersebut berencana menciptakan alat injeksi untuk obat bubuk. Dengan kehadiran metode tersebut, anak-anak yang takut akan jarum suntik maupun pengguna jarum suntik harian tak akan lagi merasa tersiksa menggunakannya.(TNT/ANS)
posting : Liputan6.com
Selasa, 19 Juni 2012
304 Desa Masuk Program Pembangunan
![]() |
| SYL-AAN |
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’’mang, menjelaskan, PPIP
merupakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU) melalui
Direktorat Jenderal Cipta Karya, dengan melaksanakan program-program
yang berbasis pemberdayaan.
“Untuk tahun anggaran 2012 ini, Dirjen Cipta Karya telah mengalokasikan
jumlah desa sasaran PPIP Reguler dan SKPA sebanyak 304 desa,” kata Agus
saat membuka sosialisasi nasional PPIP tahun 2012 untuk Provinsi
Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, di Hotel Clarion Makassar,
Jumat, 15 Juni.
Mantan ketua DPRD Sulsel ini mengungkapkan, program tersebut telah
banyak memberikan manfaat kepada masyarakat di perdesaan. Khususnya,
dalam upaya memperbaiki infrastruktur desa untuk menunjang tumbuh dan
berkembangnya ekonomi kerakyatan.
“Pembangunan infrastruktur perdesaan yang berawal dari program
kompensasi BBM pada tahun 2005 dan saat ini telah memasuki tahapan ke
delapan, program ini telah menyentuh kurang lebih 1600 desa dari 2.263
desa di Sulsel,” jelas Agus.
Secara administrasi, lanjutnya, Provinsi Sulsel terdiri dari dua kota,
21 kabupaten, 285 kecamatan dan 664 kelurahan serta 2.263 desa. Posisi
yang strategis di kawasan timur Indonesia (KTI) memungkinkan Sulsel
berfungsi sebagai pusat pelayanan, baik bagi KTI maupun untuk skala
internasional.
Agus berharap, di tahun anggaran mendatang, provinsi Sulsel tetap
mendapatkan alokasi desa sasaran dengan jumlah yang lebih banyak.
“Melalui kegiatan sosialisasi PPIP dalam upaya menjadikan wilayah
perdesaan, kita menjadikan desa lebih baik dimasa depan,” harapnya.
Untuk diketahui, dalam acara sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh
Direktur Jenderal Cipta Karya Kemen-PU, Budi Yuwono, Direktur
pengembangan permukiman Dirjen Cipta Karya, Amwazi Idrus dan diikuti
sebanyak 308 peserta dari provinsi Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan
Papua. (eky/ism)
Sabtu, 05 Mei 2012
Kemenpera Bangun 600 ribu Rumah Murah
KEMENTRIAN
Perumahan Rakyat (Kemenpera) kembali menggandeng sejumlah kementerian
dan lembaga untuk mensukseskan program pembangunan rumah murah untuk
masyarakat Indonesia. Kali ini, Kemenpera menjalin kerjasama dengan
Kementerian ESDM dan BPN untuk membantu meringankan beban masyarakat
khususnya dalam dukungan penyediaan pemasangan listrik, pengeboran air
tanah, gas rumah tangga serta sertifikasi hak atas tanah untuk
masyarakat miskin.
Salah satu wilayah yang menjadi prioritas adalah wilayah Timur Indonesia, diketahui diwilayah Timur Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan kawasan barat Indonesia terutama pulau Jawa. Masih banyak daerah terutama di daerah kepulauan yang belum memiliki tempat tinggal memadai.
Penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut dilaksanakan secara langsung oleh Menpera Djan Faridz dengan Menteri ESDM Jero Wacik dan Kepala BPN Joyo Winoto serta disaksikan secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin.
Menpera Djan Faridz mengungkapkan, pihak Kemenpera ke depan akan terus mengajak seluruh pemangku kepentingan baik di lingkungan lembaga pemerintah maupun swasta untuk mensukseskan program rumah murah untuk masyarakat ini. “Kali ini kami mengajak Kementerian ESDM dalam rangka mendukung penyediaan pemasangan listrik, pengeboran beban air tanah, gas rumah tangga dan BPN untuk sertifikasi tanah untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Menpera Djan Faridz kepada sejumlah wartawan.
Menurut Djan, program perumahan rakyat yang ditargetkan oleh Kemenpera dalam pelaksanaan program ini adalah sekitar 600.000 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 200.000 rumah untuk PNS, 200.000 rumah pekerja dan 200.000 rumah untuk mereka yang non pns dan non pekerja alias warga miskin.
Lebih lanjut, Menpera Djan Faridz mengungkapkan, dirinya berharap kerjasama ini bukan sekedar penandatanganan perjanjian kesepakatan bersama saja tapi juga harus segera ditindaklanjuti dalam bentuk perjanjian kerjasama operasional. Dengan demikian, program ini dapat segera terealisasi sehingga dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat miskin di seluruh Indonesia.
Terkait dengan rencana pemasangan solar cell untuk rumah murah, Menpera Djan Faridz menyatakan Kemenpera akan segera mengirimkan jumlah kebutuhan rumah yang dapat dipasangi alat hemat energi tersebut. Rencananya solar cell yang merupakan bantuan dari Kementerian ESDM tersebut akan di pasang di perumahan masyarakat yang berada di daerah perbatasan, pesisir serta daerah yang belum terjangkau aliran listrik dari PLN.
“Pemasangan solar cell ini nantinya dilaksanakan di daerah perbatasan, pesisir serta daerah yang belum terjangkau aliran listrik dari PLN. Setidaknya ada sekitar 25.000 hingga 50.000 rumah murah dan satu rumah ada enam titik pemasangan lampu hemat energi maksimal 10 watt tiap titiknya,” terangnya.
Menteri ESDM Jero Wacik mengungkapkan, Kementerian ESDM siap memberikan dukungan terhadap program perumahan yang dilaksanakan oleh Kemenpera. Pasalnya, sejak pertama kali menjabat sebagai Menpera, Djan Faridz selalu aktif meminta bantuan ESDM dalam penyediaan listrik, air tanah dan gas untuk rumah murah. Jero Wacik juga menjamin bahwa Deputinya serta PLN siap mempermudah pemasangan listrik untuk rumah murah tersebut. Apalagi dengan rumah murah tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Jero Wacik menjelaskan, pemerintah akan terus berupaya membantu masyarakat agar bisa sejahtera. Namun demikian, diperlukan kerja keras dan bukti nyata di lapangan agar masyarakat dapat mengetahui apa yang telah dikerjakan pemerintah selama ini. “Kalau bisa dikerjakan cepat jangan lama-lama dan kalau bisa dipermudah mengapa harus dipersulit. Saya juga langsung bilang yes untuk mendukung program perumahan ini,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala BPN Joyo Winoto. Menurutnya, adanya sertifikasi hak atas tanah akan meningkatkan kesejahteraan dan menjamin kepastian hukum atas tanah masyarakat dari pemerintah. Oleh karena itu, dirinya telah memerintahkan Sekretaris BPN agar bisa segera berkoordinasi dengan Sesmenpera terkait pelaksanaan opersionalisasi kebijakan ini di lapangan.
“Kami akan laksanakan secepatnya tindak lanjut dari perjanjian kerjasama ini. Saya harap pada hari Selasa pekan depan PKO ini bisa disepakati sehingga bisa segera dilaksanakan di lapangan,” tandasnya.
»» Selengkapnya...
Salah satu wilayah yang menjadi prioritas adalah wilayah Timur Indonesia, diketahui diwilayah Timur Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan kawasan barat Indonesia terutama pulau Jawa. Masih banyak daerah terutama di daerah kepulauan yang belum memiliki tempat tinggal memadai.
Penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut dilaksanakan secara langsung oleh Menpera Djan Faridz dengan Menteri ESDM Jero Wacik dan Kepala BPN Joyo Winoto serta disaksikan secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin.
Menpera Djan Faridz mengungkapkan, pihak Kemenpera ke depan akan terus mengajak seluruh pemangku kepentingan baik di lingkungan lembaga pemerintah maupun swasta untuk mensukseskan program rumah murah untuk masyarakat ini. “Kali ini kami mengajak Kementerian ESDM dalam rangka mendukung penyediaan pemasangan listrik, pengeboran beban air tanah, gas rumah tangga dan BPN untuk sertifikasi tanah untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Menpera Djan Faridz kepada sejumlah wartawan.
Menurut Djan, program perumahan rakyat yang ditargetkan oleh Kemenpera dalam pelaksanaan program ini adalah sekitar 600.000 unit. Jumlah tersebut terdiri dari 200.000 rumah untuk PNS, 200.000 rumah pekerja dan 200.000 rumah untuk mereka yang non pns dan non pekerja alias warga miskin.
Lebih lanjut, Menpera Djan Faridz mengungkapkan, dirinya berharap kerjasama ini bukan sekedar penandatanganan perjanjian kesepakatan bersama saja tapi juga harus segera ditindaklanjuti dalam bentuk perjanjian kerjasama operasional. Dengan demikian, program ini dapat segera terealisasi sehingga dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat miskin di seluruh Indonesia.
Terkait dengan rencana pemasangan solar cell untuk rumah murah, Menpera Djan Faridz menyatakan Kemenpera akan segera mengirimkan jumlah kebutuhan rumah yang dapat dipasangi alat hemat energi tersebut. Rencananya solar cell yang merupakan bantuan dari Kementerian ESDM tersebut akan di pasang di perumahan masyarakat yang berada di daerah perbatasan, pesisir serta daerah yang belum terjangkau aliran listrik dari PLN.
“Pemasangan solar cell ini nantinya dilaksanakan di daerah perbatasan, pesisir serta daerah yang belum terjangkau aliran listrik dari PLN. Setidaknya ada sekitar 25.000 hingga 50.000 rumah murah dan satu rumah ada enam titik pemasangan lampu hemat energi maksimal 10 watt tiap titiknya,” terangnya.
Menteri ESDM Jero Wacik mengungkapkan, Kementerian ESDM siap memberikan dukungan terhadap program perumahan yang dilaksanakan oleh Kemenpera. Pasalnya, sejak pertama kali menjabat sebagai Menpera, Djan Faridz selalu aktif meminta bantuan ESDM dalam penyediaan listrik, air tanah dan gas untuk rumah murah. Jero Wacik juga menjamin bahwa Deputinya serta PLN siap mempermudah pemasangan listrik untuk rumah murah tersebut. Apalagi dengan rumah murah tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Jero Wacik menjelaskan, pemerintah akan terus berupaya membantu masyarakat agar bisa sejahtera. Namun demikian, diperlukan kerja keras dan bukti nyata di lapangan agar masyarakat dapat mengetahui apa yang telah dikerjakan pemerintah selama ini. “Kalau bisa dikerjakan cepat jangan lama-lama dan kalau bisa dipermudah mengapa harus dipersulit. Saya juga langsung bilang yes untuk mendukung program perumahan ini,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala BPN Joyo Winoto. Menurutnya, adanya sertifikasi hak atas tanah akan meningkatkan kesejahteraan dan menjamin kepastian hukum atas tanah masyarakat dari pemerintah. Oleh karena itu, dirinya telah memerintahkan Sekretaris BPN agar bisa segera berkoordinasi dengan Sesmenpera terkait pelaksanaan opersionalisasi kebijakan ini di lapangan.
“Kami akan laksanakan secepatnya tindak lanjut dari perjanjian kerjasama ini. Saya harap pada hari Selasa pekan depan PKO ini bisa disepakati sehingga bisa segera dilaksanakan di lapangan,” tandasnya.







