Senin, 28 Maret 2016

Berita Gambar : Evaluasi pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara tahun 2015

Evaluasi pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara tahun 2015 oleh KPUD Toraja Utara senin 28 Maret 2016 di Hiltra Toraja Hotel (ancha)
»»   Selengkapnya...

Minggu, 31 Maret 2013

Kantor Wali Kota Palopo Dibakar

TRIBUNNEWS.COM,
MAKASSAR
- Setelah membakar kantor DPD Partai Golkar, massa juga membakar kantor Wali Kota Palopo di Jalan Andi Jemma, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, Minggu (31/3), langsung mengerahkan dua kompi pasukan Brimob Polda.
"Beberapa waktu lalu kami mengerahkan 200 personel Brimob Polda Sulsel, dan hari ini kami kerahkan 200 lagi anggota Brimob Datasemen B dari kota Parepare serta sejumlah personel Polres terdekat," kata Kasat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Ramdani Hidayat, Minggu (31/3).
Secara terpisah, Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Makassar, Zulkifli Hasanuddin, menilai pembakaran kantor Wali Kota Palopo dan sejumlah fasilitas umum lainnya, membuktikan bahwa pihak kepolisian sangat lemah dalam mengatasi setiap permasalahan yang terjadi di Indonesia khususnya di Sulsel.
"Polisi selalu saja kecolongan dalam mengendalikan massa yang anarkis, seharusnya sejak awal kepolisian sudah mengetahui hal ini akan terjadi karena polisi itu memiliki satuan intel. Apa sebenarnya pekerjaan Intel Polda dan Polres Palopo, kenapa hal ini bisa terjadi. Saya melihat Intel kepolisian tidak ada memiliki peran," ungkapnya.
Aksi pembakaran kantor Wali Kota Palopo dan sejumlah fasilitas umum lainnya, terjadi setelah rekapitulasi perhitungan suara di kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kota Palopo, Sulsel, sekitar pukul 10.15 wita, untuk pemilu putaran ke II Wali Kota Palopo.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Komisaris Besar Endi Sutendi, mengatakan awalnya situas proses rekapitulasi berjalan lancar dan personel yang dikerahkan jumlahnya ribuan yakni, personil pengamanan terpadu sebanyak 656 orang, Polres Palopo 250 orang, Brimob Polda Sulsel 200 orang, Dalmas Luwu 35 orang, Dalmas Tator 42 orang dan Dalmas Lutra 29 orang.
"Dalam pengamanan ini pihak TNI AD juga dilibatkan dan dikerahkan sebanyak 50 orang, Sat Pol PP 30 orang, pemadam kebakaran 15 orang dan kesehatan 3 orang," kata mantan Wakapolrestabes Makassar ini.
Mantan Wadir Intelkam Polda Sulsel ini mengatakan, kondisi tidak kondusif sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu massa pasangan nomor urut 5 yakni Haidar Basir-Thamrin, sekitar 500 lebih, melakukan pelemparan batu dan bom molotov di kantor KPUD Palopo. Namun, dapat dipukul mundur oleh pasukan Dalmas dan petugas pengamanan lainnya.
"Saat petugas pengamanan berkosentrasi melakukan pengamanan di kantor KPUD, tiba-tiba ada aksi pembakaran yang terjadi di kantor Wali ?Kota Palopo, kantor Golkar, Kantor Harian Palopo Pos, dan Kantor Camat Wara Timur Palopo." jelas mantan Kapolresta Makassar Barat ini.
Massa pasangan urut satu, yakni Yudhas Amir-Ahmad Syarifuddin Daud jumalahnya sekitar 500 orang. Namun, maasa pasangan urut satu itu, dapat diatasi sehingga tidak terjadi benturan. Saat ini, kata Endi, pihak Kapolres palopo masih melakukan identifikasi pelaku pembakaran kantor walikota serta beberapa fasilitas umum lainnya.
»»   Selengkapnya...

Jumat, 08 Maret 2013

GMKI Toraja : " Pluralisme Terkoyak, KORUPSI Makin Berjamaah "


Wajah Indonesia hari ini menyiratkan berbagai masalah serius, yang menghambat kesejahteraan rakyat segera harus diatasi. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme laksana penyakit kronis yang masih menggerogoti, turut mendorong perjalanan bangsa menuju kehancuran.
Demikian diungkapkan oleh Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Toraja, Natalianus.
Ditemui malam di Rantepao, Natalianus banyak mengungkapkan akar persoalan bangsa yang hingga kini belum tuntas penyelesaiannya.
Dikatakannya, GMKI melihat pancasila sebagai dasar negara perlu dipertahankan. Benang merahnya dengan Korupsi dan pluralisme menjadi sorotan GMKI, oleh karenanya menjadi salah satu agenda utama. Untuk dicarikan penuntasannya.
Nilai pluralisme yang selama ini dijunjung tinggi, imbuh dia, mulai tenggelam. Hal itu ditandai dengan minimnya para aparatur negara melindungi rakyatnya.

"Pluralisme dan Nasionalisme harus menjadi pencerahan bagi masyarakat yang mudah dipecah oleh isu SARA," tutur Natalianus.
Menurutnya hari kemerdekaan yang diperingati dengan upacara bendera, jangan hanya rutinitas belaka. Memaknai akar kemerdekaan wajib tuntas hingga mengenalnya secara hakekat, maupun secara sosial.
Lanjut dijelaskannya kemerdekaan yanag diraih dengan pengorbanan para pendahulu, akan semakin nyata hasilnya jika KKN dibasmi. " Itu bisa tercapai jika KKN diperangi," singkat Pengurus Pusat PPGT Koordinator kota Rantepao, Tikala dan Sesean ini.
Dalam pandangan lain ia mengatakan, saat ini pendidikan dan kesehatan menjadi PR bagi bagi negara. Penghianatan terhadap republik melalui penyelewengan kekuasaan hingga Korupsi berjamaah menggerus kualitas pendidikan.
"Banyak model paket program yang dihasilkan pemerintah, namun tetap saja belum menjawab kebutuhan kesehatan. Pemerintah harus re-evaluasi program indonesia sehat 2010. Menjadi kebutuhan mendesak penanganan masalah kesehatan yang berhubungan dengan hukum," beber Natalianus.

Lebih jauh Natalianus menilai perjalanan bangsa ditentukan oleh pemuda. Sejarah jelas mengatakan itu. Para Pemuda dan mahasiswa perlu mengkaji ulang apakah sudah dilakukan sesuai rel yang sebenarnya.
Perjalanan bangsa oleh Natalianus menuturkan telah terjadi pengingkaran, terhadap proklamasi serta konstitusi. Oleh sebab itu, kata dia, kedepan, harus ada penyadaran melalui pemuda.
Tak hanya KKN hingga peran pemuda disoroti oleh Natalianus.  Lemahnya penegakan hukum yang diujudkan makin banyaknya para koruptor, memaksa beberapa elemen pemuda dan mahasiswa turun kejalan. akibatnya, tutur dia, tindakan anarkisme terjadi. Kejadian itu perlu dikaji mengapa tindakan anarkisme oleh kebanyakan mahasiswa dan pemuda bisa terjadi.
"Pergerakan oleh pemuda jangan bersifat momentum, pijakannya harus berangkat dari proses dan akar masalah," tandasnya.(Editor: KTC01, Reporter: Papa Okira-kabar-toraja.com)
»»   Selengkapnya...

Kamis, 31 Januari 2013

Pertokoan di Makassar Lumpuh PascaPembakaran Motor


TNO-MAKASSAR, Menyusul aksi pembakaran sebuah motor di Jalan Pattimura, Makassar oleh sekelompok pendemo, Kamis (31/1/2013) siang, suasana mencekam terasa di Kota Makassar. Aktivitas perekonomian pun mendadak lumpuh. Umumnya para pengusaha maupun pedagang takut membuka usahanya, karena khawatir demo tersebut akan berkembang menjadi kerusuhan yang lebih besar.
Pertokoan di Makassar Lumpuh PascaPembakaran Motor
Seperti yang telah diberitakan sejak pagi, proses Rapat Pleno KPUD Sulawesi Selatan yang akan menentukan pengumpul suara terbanyak dalam ajang Pemilihan Gubernur Sulsel telah dijaga ketat oleh aparat gabungan TNI/Polri. Mereka mengantisipasi aksi protes dari massa pendukung calon gubernur.

Pembakaran motor dilakukan massa pendukung calon gubernur nomor urut 1, Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA). Kondisi ini jelas mengkhawatirkan. Massa terlihat mulai terus memancing keributan. Toko-toko di sepanjang Jalan Somba Opu yang menjadi pusat perdagangan perhiasan dan emas di Kota Makassar, tertutup rapat pasca keributan siang tadi. Padahal biasanya, toko di sepanjang jalan itu tutup pada malam hari.

Demikian pula dengan sejumlah toko dan perkantoran di Jalan Pattimura, Jalan Penghibur, Jalan Pasar Ikan, Jalan Ribura'ne, Jalan Nusantara, Jalan Sulawesi dan Jalan Ahmad Yani.

Menurut salah satu pemilik toko perhiasan di Jalan Somba Opu, Ronald, ia lebih memilih tutup ketimbang emas yang dijualnya dijarah oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab. "Lebih baik rugi sedikit karena tidak jualan setengah hari, ketimbang jualanku habis semua terjarah," kata Ronald.

posting: KOMPAS.com

Editor :
Glori K. Wadrianto

»»   Selengkapnya...

Minggu, 27 Januari 2013

Pendukung Calwalkot Palopo Unjuk Rasa Polisi Perketat Pengamanan


 massa depan kantor KPUD Palopo
TNO-Palopo – Massa pendukung pasangan calon walikota dan wakil Walikota Palopo RMB dan Janur, hingga Minggu (27/1/2013) malam hari ini, terus melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor KPUD kota Palopo. Dua kubu massa ini tidak menerima hasil perhitungan suara KPUD kota Palopo.

Sementara itu Ketua KPU Palopo, Maksum Runi mengatakan, dua calon wali kota dipastikan maju pada putaran kedua, yaitu pasangan Haidir Basir - Thamrin Jufri (Hati) dan Judas Amir - Akhmad Syarifuddin (JA).
Wakil ketua Senkom Mitra Polri dari lokal 20 kota Palopo, Abdur Rahman melalui gateway Senkom melaporkan, satuan pengamanan dari Polres Kota Palopo dibantu TNI dan Brimob memperketat pengamanan di depan kantor KPUD kota Palopo.

“Unjuk rasa massa pendukung atas hasil pemilihan putaran pertama terus berlanjut. Massa pendukung pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Palopo yang tidak setuju dengan hasil penghitungan KPUD melakukan aksi unjuk rasa dan bakar ban di depan kantor KPUD Palopo,”Lapor Abdur Rahman.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Kantor KPUD kota Palopo dijaga ketat polisi. Polresta Palopo mengerahkan 600 lebih polisi untuk mengamankan pleno penetapan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo.

Kepala Bagian Operasional Polresta Palopo, Kompol Apri Prasetya mengatakan Polresta Palopo dibantu oleh polisi dari Polres Luwu, Polres Luwu Utara, Polres Luwu Timur, Polres Tana Toraja dan Brimob Pare Pare dua pleton. Setiap polres mengirim 35 personel.(rill)

Additional Info

  • Penulis: Khairil Anas
  • posting : INDEPENDEN.COM
»»   Selengkapnya...

Selasa, 22 Januari 2013

Dituding Money Politik, Camat Mengkendek Nyaris Dihakimi Ratusan Warganya

Camat Mengkendek dihadapan Panwaskab Tator
TNO-Mengkendek, Pilgub Sulawesi Selatan menyisakan 1 hari lagi masa tenang, tetapi Camat Mengkendek, Ruben R. Randa malah menyusup di wilayahnya. Hal inilah yang memicu pengejaran bahkan pengepungan dilakukan warganya sendiri. Ruben sebagai Camat Mengkendek saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Lembang ( BPM-PL) Saat dikejar ratusan warganya, sopir panik, sementara Ruben menyembunyikan uang yang dibawahnya dibalik kapet lantai mobilnya. Sementara mobil dinas yang adalah mobil operasional Pemkab Tana Toraja   sudah diganti plat nonor polisi dengan plat hitam.

Saat Evakuasi
Beruntung, Lokasi kejadian berdekatan dengan kediaman Victor D.Batara, jadi diamankan di tempat itu, untuk menghindari amuk massa. Beberapa saat kemudian, Polsek Mengkendek dan Polres tana Toraja sudah berada di tempat itu, Sementara Panwaskab Tana Toraja untuk wilayah Mengkendek Rasyid Mappadang juga tampak hadir dan menerima Barang bukti yang disita masyarakat. Sempat terjadi ketegangan, Pihak Mahasiswa yang juga ikut memantau perhelatan Demokrasi Pilgub di Tana Toraja menginginkan Polisi segera menahan Ruben, tetapi saat menerima penjelasan dari Kasatreskrim Polres Tator, Abraham Tahalele, mahasiswa dapat memahami posisi dan kewenangan Polisi dan Panwas.

Evakuasi Camat Mengkendek
Evakuasi dibantu warga
Sesaat akan dilakukan evakuasi Camat Mengkendek oleh Panwaskab, sempat terjadi ketegangan, masyarakat tidak mengijinkan mobil yang dikendarai Ruben dibawa serta. namun setelah dijelaskan oelh beberapa orang tokoh masyarakat, dan Polisi, akhirnya mobil Hilux berplat merah DD8123U akhirnya bisa dibawa keluar lokasi.

Kondisi mobil yang digunakan Camat
Saat tiba di kantor Panwaskab Tator, Ruben segera di mintai keterangan, dan dia membantah semua tuduhan money politik, dikatakannya " Saya baru pulang dari lokasi kebakaran di wilayah saya dan saya mampir atas ajakan warga, saat perjalanan pulang, saya dikepung seratusan warga, saya tidak membagi-bagikan uang seperti yang dituduhkan". (fer)
»»   Selengkapnya...

Senin, 15 Oktober 2012

Ilham Tak Persoalkan Berapapun Kandidat Gubernur


TNO-MAKASSAR - Bakal calon Gubernur Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin menanggapi hasil penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel terhadap calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel. Hasil penetapan KPU, tiga pasangan calon akan mengikuti pemilihan gubernur yang akan berlangsung, 22 Januari 2013.
Ilham A Sirajuddin

Ilham mengaku tak mempersoalkan berapapun jumlah pasangan calon. Ia hanya menargetkan, perolehan suara pada pemilihan sebanyak 50 persen plus satu.

“Kami tak pernah persoalkan berapa calon, mau dua, mau tiga. Kalau tiga pasangan berarti 30 persen suara dapat diperoleh. Kalau dua, 50 persen plus satu. Jadi berapapun calon, kami targetkan 50 persen plus satu,” kata Ilham saat dimintai tanggapannya terkait penetapan tiga pasangan calon, termasuk dirinya dan Aziz Qahhar Muzakkar di Balai Kota, Makassar, Senin(15/10/2012).(*/tribun-timur.com)

Penulis : Edi Sumardi
Editor : Muh. Irham

posting : TRIBUN–TIMUR.COM

»»   Selengkapnya...

Rabu, 03 Oktober 2012

Panwaskab Tator : PNS HARUS Netral

TNO-Makale, Sebagai penyelenggara Pemilukada Gubernur, Panwaskab Tana Toraja hari ini melantik dan membekali anggotanya. Bertempat di Hotel Batupapan Makale, puluhan PPL dari 3 kecamatan dilantik.

Dalam pengarahannya, saat memberikan materi, Alfrida Kabanga', memberikan penjelasan kepada para PPL yang dilantik hari ini, diungkapkannya " PNS Harus Netral, kalau ada PPL yang melihat melihat PNS menggunakan atribut Kandidat, sebaiknya ditegur, kalau tidak mengindahkan segera laporkan, dan kalau Bupati yang melanggar, segera dilaporkan dan Bawaslu akan menyurati Mendagri, maksimal 3x24 jam akan ada tindakan".

Menanggapi hal tersebut, Ferryanto Belopadang, Ketua LSM LEKAT mengharapkan Panwaskab Tator yang saat ini sudah terbentuk sampai tingkat kelurahan harus lebih aktif, jangan hanya sebatas "Dibibir saja", dikatakannya " Panwaskab Tator harus lebih proaktif, dan berani mengatakan yang sebenarnya, termasuk tertib administrasi, sehingga tidak terulang kejadian yang sudah mencoreng "Lembaga Panwas" di daerah ini".

Sebagai informasi, di Kabupaten tana Toraja rentan terjadi konflik, dan potensi penyimpangan, serta mobilisasi PNS untuk kepentingan Kandidat tertentu. (tim)
»»   Selengkapnya...

Minggu, 23 September 2012

SATU LAGI BALIHO ILHAM-AZIZ DIRUSAK DI TANA TORAJA

Baliho yang dirusak
TNO-Makale, Perhelatan Pilgub Sul-Sel tinggal 122 hari lagi, suhu politik di daerah sudah meningkat, kondisi ini bisa dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk memanaskan suasana dan berpotensi konflik.

Kondisi ini terjadi di Kabupaten Tana Toraja, dimana Baliho Calon Pasangan IA-Aziz dirusak oknum tidak bertangungjawab. Salah satu baliho di seputaran Pertigaan Makale -Rantepao - Sangalla' tepatnya di Tete Bassi dirusak, gambar JA Situru' (mantan Bupati Tana Toraja 10 tahun) disobek bagian mulutnya dan ditaruh rumput, luar biasa ini sangat berpotensi memanaskan suasana. dari beberapa orang dekat Amping, sapaan Figur Fenomenal ini, memberikan pendapat yang terkesan tidak menerima perbuatan ini. Iwan salah seorang  yang melihat kondisi baliho yang rusak mengungkapkan kekesalannya terhadap oknum tidak bertanggungjawab tersebut, diungkapkannya " Kita walaupun punya pilihan berbeda dan ketidak senangan lain, harus menghargai pilihan orang lain, perbuatan ini tidak pantas dilakukan, Beliau (Amping-red) adalah sesepuh Masyarakat Toraja, pernah memimpin kita, bagaimana kalau orang tua kita yang dibegitukan?". 

Alat peraga sosialisasi pasangan calon yang juga rusak masih banyak tersebar dibeberapa tempat dan perbuatan oknum tak bertangungjawab tetap akan melakukan aksinya kalau pihak berwenang tidak turun tangan, utamanya Panwal yang harus lebih proaktif, karena sudah ada informasi diberikan ke mereka. Hal ini dikarenakan Lembaga Panwaslah yang paling bertanggungjawab untuk mengawasi tahapan pilgub di daerah ini adalah Panwaskab Tator.(fer)


»»   Selengkapnya...

Senin, 17 September 2012

LSM LEKAT : BUPATI HARUS CUTI KALAU MAU TERUS KAMPANYEKAN SAYANG II

TNO-MAKALE, Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan tinggal 127 hari lagi, bebagai kiat dilakukan para pendukung masing-masing tim pendukung pasangan calon. yang paling menonjol adalah pemasangan baliho, dan pertemuan-pertemuan sosialisasi dan pembentukan komunitas-komunitas.

Dibeberapa tempat, terpampang baliho pasangan calon Gubernur yang dipaketkan dengan foto-foto para pendukung dan anggota DPRD, sementara KPD baru menerima berkas pendaftaran pasangan calon Gubernur beberapa hari yang lalu. Untuk Kabupaten Tana Toraja, sangat tinggi frekwensi kunjungan Gubernur Sulawesi Selatan, ini sangatlah wajar, karena memang pada pilgub sebelumnya pasangan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang menang mutlak diatas 75%, saat itu Johanis Amping Situru' SH sebagai Bupati dan ketua DPD II Partai Golkar. Saat ini, beberapa pentolan tokoh pendukung Sayang jilid 1 sudah berada di tim lain, ada apa? ini yang menarik disimak, tentu saja, kekuatan incomben masih sangat kuat, tetapi kenapa para pejuangnya sudah di figur lain?

Beberapa elemen masyarakat Toraja sudah angkat bicara, diantaranya Benyamin Rantealo, aktfis LSM CSK, mengungkapkan " Pemerintah Tana Toraja harus netral, semua calon itu disamakan, jangan ada diskriminasi apalagi berdampak ke birokrasi, biarkan PNS menentukan pilihannya!, lanjut dikatakannya, sebagai pemimpin yang arif dan bijaksana, Theopilus seharusnya berperilaku yang mencerminkan kepemimpinan sesuai adat dan istiadat orang Toraja ".

Senada denganitu, Ferryanto Belopadang, Ketua LSM LEKAT, menghimbau kepada Theopilus Allorerung, Bupati Toraja untuk meminta cuti supaya bisa lebih fokus pada pemenangan Sayang jilid 2, ditegaskannya " Bupati harus minta CUTI, kalau mau terus mengkampanyekan SAYANG jilid 2. berikanlah contoh yang yang baik, yang bermain api. Berat hukumnya bagi Pejabat setingkat Bupati yang terlalu vulgar mendukung satu pasangan calon, dan pasti akan menciderai perasaan pasangan lainnya!, jadilah TELADAN yang sebenarnya!!!"

»»   Selengkapnya...

Jumat, 14 September 2012

65 Ribu Massa Orange Mengawal Pendaftaran IA ke KPUD Sul-Sel

TNO-Makale, Hari ini adalah moment paling menentukan bagi para Calon Gubernur, pasalnya hari ini beberapa pasangan Calon Gubernur mendaftar hari ini ke KPUD. Sejak pukul 10.00 wita, jalur sepanjang Jl. AP.Pettarani ditutup, untuk memudahkan para pendukung masing-masing pasangan calon mengawal proses pendaftaran "Jagoannya" ke KPUD.

Puluhan ribu massa pendukung IA
Hari ini, pasukan "ORANGE" bertuliskan IA dan segala bentuk rangkaian kata penuh makna memenuhi kota Makassar. Dari salah seorang Tim Pemenangan IA untuk Kabupaten tana Toraja, Victor Datuan Batara, menginformasikan bahwa hari ini lebih dari 65 ribu "Massa Orange" mengawal pendaftaran IA ke KPUD Sul-Sel.

Pemilihan Gubernur Sulawesi selatan tinggal 130 hari lagi, tetapi suasana sudah memuncak, masing-masing tim pemenangan pasangan calon sudah bekerja di wilayahnya. Untuk Kabupaten Tana Toraja, beberapa Tokoh Politisi yang memeperjuangkan kemenangan IA, sebut saja JA SITURU', SH, sang mantan Bupati 2 periode dan pemimpin fenomenal, secara terang-terangan berjuang untuk kemenangan IA, dikatakannya, "Yang penting dia tahu saya melawan!".  Dia sudah menabuh genderang perang, dan akan habis-habisan mempertaruhkan nama besarnya untuk kemenangan "Putra Toraja Sejati"(fer)
»»   Selengkapnya...

= Syahrul Jalan Kaki ke KPU =


Laporan Wartawan Tribun Timur / Ilham
TRIBUNNEWS.COM MAKASSAR,-Prosesi pendaftaran pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) jilid II di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar, Jumat (14/9/2012) dimulai pukul 09.00 Wita.
Tim Pemenangan Sayang, Alamsyah Demma, mengatakan, Syahrul dan tim akan menggelar shalat dhuha secara berjamaah di Masjid HM Asyik (titik star Sayang) yang berjarak kurang lebih 500 meter dari Kantor KPU Sulsel.
"Kami tiba di KPU jam satu, nah jam sembilan, kami salat dhuha, setelah itu dzikir hingga salat Jumat di HM Asyik. Setelah itu Pak Syahrul dan tim jalan kaki ke KPU, tiba jam satu. Usai mendaftar di KPU, Pak Syahrul naik mobil dinas kembali ke rujab," kata Alamsyah Demma kepada Tribun Timur, Jumat (7/9)
Menurut Alamsyah, kurang lebih 50.000an massa akan mengawal jejak Syahrul yang Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulsel itu.
"Ada pimpinan-pimpinan partai, 50 orang masuk di KPU. Massa kurang lebih 50.000, sebenarnya itu masih kecil, kemungkinan 100.000 tapi kita juga belum tau karena itu informasi belum baku, kita juga tidak bisa halangi mereka datang, jangan sampai mereka marah," Alamsyah menambahkan.
KPU menetapkan Sayang mendaftar di KPU pukul 13.00 wita. Sementara, pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) mendaftar pukul 14.00 Wita. Selisih 10 menit setelah Sayang.
Untuk menghindari gesekan, Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas, kembali mengimbau tim Sayang hadir tepat waktu di KPU, tidak boleh terlambat.
"Jam satu dong, kita tidak mau urus internal mereka (Sayang), intinya kita kan sudah kasi tau, mereka jam satu. Ini orang lain (IA) mau masuk, masa' jam dua baru mau datang," kata Jayadi di Kantor KPU Sulsel, Jumat (7/9/2012)
Terpisah, Ketua Tim Media IA, Syamsu Rizal, mengatakan, IA dan Tim tiba di KPU tepat pukul 14.00 Wita. Prosesi pendaftaran IA juga dirangkaikan dzikir dan salat dhuha di Masjid Al Aqsa, Jl Maipa.
"Soal massa, kita tentu juga banyak, tapi berapa jumlahnya, kita belum finalisasi, besok baru kita tau, intinya, kita dzikir dulu di beberapa titik baru menuju KPU," kata Ical sapaan Syamsu Rizal kepada Tribun Timur, Jumat (7/9/2012).

posting : tribuntimur.com
»»   Selengkapnya...

KPU Batal Gunakan e-KTP di Pilgub Sulsel


MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan
dipastikan tidak akan menggunakan data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) sebagai data utama penetapan daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pemilihan Gubernur Sulsel, 22 Januari 2013 nanti.

KPU Sulsel hanya akan menjadikan data e-KTP di Sulsel sebagai data referensi dan akan tetap mengacu pada data hasil panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang ada.

Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas mengakui data hasil e-KTP lebih jelas dengan data manual. Tetapi dari hasil diskusinya dengan sesama komisioner masih terdapat banyak hal yang memungkinkan data penduduk di e-KTP dipersoalkan.

"Kami memutuskan tidak serta merta menggunakan data e-KTP sebagai data utama penetapan DPT, kalau sebatas referensi boleh saja. Kami tetap membutuhkan data PPDP dan akan melakukan upaya maksimal yang mungkin lebih valid dari apa yang sudah ada," kata Jayadi.

Kecurigaan KPU Sulsel terhadap ketidaksiapan e-KTP juga rupanya disadari oleh rombongan Komisi II DPR RI yang melakukan kunjungan kerja di kantor KPU Sulsel. Komisi II DPR RI pun meminta KPU Sulsel untuk meninjau kembali rencana penggunaan e-KTP dalam pilgub Sulsel nanti.

Komisi II beralasan, melihat perkembangan migrasi dari KTP konvensional ke e-KTP yang ada saat ini sangat mengkhawatirkan sehingga kecil kemungkinan dapat rampung seluruhnya di Sulsel sebelum
penetapan DPT pilgub Sulsel.

"Kalau hanya sebagian daerah sudah menggunakan e-KTP dan sebagian lainnya masih data KTP konvensional justru akan semakinn rancu, jadi tetap saja berpedoman pada hasil kerja panitia pemutakhiran data pemilu (PPDP) yang ada," kata anggota Fraksi Golkar DPR RI, Murad U Nasir.

Jayadi memperkirakan jumlah wajib pilih di Pilgub Sulsel 2013 nanti mencapai 7,1 juta wajib pilih. Jumlah tersebut memperlihatkan kenaikan jika dibandingkan dengan pilgub sebelumnya yang sekitar 5,7 juta wajib pilih. Komisi A DPRD Sulsel mengusulkan data base kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang akan diterapkan di Sulsel juga digunakan dalam penentuan jumlah wajib pilih dalam pemilihan gubernur Sulsel nanti.

Ketua Komisi A, Tenri Olle Yasin Limpo pun berharap mutasi dari KTP konvensional ke e-KTP dapat selesai tepat waktu di akhir 2012. Database e-KTP dianggap lebih valid karena memiliki keakuratan dan terintegrasi dengan sistem pengamanan nomor induk kependudukan (NIK) nasional sidik jari, dan scan retina.

"Kalau e-KTP ini bisa selesai sebelum pilgub, inilah data yang paling valid dan dapat menghindari pemalsuan data jumlah wajib pilih nanti," kata Ketua DPD II Golkar Gowa tersebut, Senin (15/8/2011) lalu.

Antusiasme serupa pun nampak diungkapkan oleh anggota Komisi A yang lainnya, Doddy Iskandar. Ia berharap tidak ada kendala yang dapat menghambat penyelesaian e-KTP di Sulsel. (*/tribun- timur.com)

Penulis : aden
Editor : muhammadirham

»»   Selengkapnya...

Sabtu, 25 Agustus 2012

Pendaftaran Cagub Dibuka 9-15 September

MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur usungan partai politik (parpol) mulai 9-15 September 2012.

Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas mengatakan,pasangan calon gubernur dan wakil gubernur harus diajukan partai politik pengusung atau gabungan parpol yang dilengkapi surat rekomendasi resmi atau asli dari DPP dan DPW partai bersangkutan. “Itu jadwal kami sudah sepakati dan KPU memberi kesempatan pendaftaran mulai tanggal 9-15 September mendatang,” ujar Jayadi kepada SINDOdi Makassar,kemarin.

Seusai tahapan pendaftaran, KPU akan melanjutkan dengan tahapan pemeriksaan kesehatan pasangan bakal calon yang dijadwalkan pada 16- 22 September 2012 di Rumah Sakit Unhas. Sejauh ini, ada tiga pasangan yang sudah memastikan siap mendaftar di KPU.Mereka yakni Syahrul Yasin Limpo- Agus Arifin Nu’mang (Sayang), Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA), serta Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda’Na).

Hanya saja, khusus pasangan Rudi-Nawir, partai politik pendukungnya masih simpang siur. Meski diberbagai kesempatan mereka selalu mengklaim sudah memenuhi syarat, namun beberapa partai yang dibidik tak kunjung memberikan kepastian.

Meski demikian, kubu pasangan yang dijagokan Partai Gerindra ini sudah memastikan akan menjadi pasangan calon pertama yang mendaftar di KPU nantinya. Alasannya, rekomendasi dalam bentuk tertulis sisa formalitas belaka dari partai-partai pengusung. _ arif saleh

posting : sindo
»»   Selengkapnya...