Sabtu, 05 Agustus 2017

Malam Minggu "Si Jago Merah" Melahap Pasar Bolu Toraja Utara

Ranteapo-TNO, Kesibukan masyarakat kota rantepao di malam hari, mempersiapkan kebutuhannya di esok Hari Ahad tersandera oleh berita "Bolu Terbakar". Betapa tidak? Pasar Bolu yang selama ini jadi Pusat Perkonomian masyarakat, bukan di Toraja Utara, bahkan beberapa Kabupaten sekitarnya.

Sabtu (5/8) malam, ratusan masyarakat memadati sekitar areal yang terbakar, jerit tangis dan riuh rendah suara memekikkan telinga, orang-orang berseliweran berusaha menyelamatkan barang-barang dan lapaknya yang masih bisa diselamatkan. Apa daya, api sudah membakar ruko dan dagangan para pedagang. Seorang ibu separuh baa beserta anak kecilnya, hanya mampu meratapi dagangannya yang ludes dilahap si Jago Merah. Sampai berita dishare, TNO belum mendapatkan konfirmasi taksiran kerugiannya. (fb)




»»   Selengkapnya...

Jumat, 10 Maret 2017

Kiprah Tim Saber Pungli Tator dan Torut Disorot LSM

Ket. Foto: dari kiri Ketua Tim Saber Pungli, Kapolres Tator, Kasatreskrim
Makale-TNO (8/3) Kinerja tim Saber Pungli Tator dan Torut dipertanyakan oleh sejumlah LSM dan masyarakat. Hal ini diutarakan Morning Taruktiku, Ketua LSM Barak. Beberapa hal yang dipertanyakan diantaranya Aksi OTT yang pernah dilakukan, sejauh mana penanganannya, bahkan beberapa temuan dan laporan terkait Pungutan Liar (Pungli) diantanya Pungutan di sekolah-sekolah yang sangat meresahkan orang tua siswa.

Terkait kinerja Tim Saber Pungli, juga disangsikan sejumlah kalangan yang menyebutkan beberapa personil instansi tergabung di dalamnya. Apakah mereka bisa menindak internalnya atau bahkan menindak atau melaporkan Atasan mereka?

Kita berharap Tim Saber Pungli yang dibentuk dari pusat Tidak hanya sekedar diadakan, namun dapat berkinerja sesuai tugas yang dibebankan kepadanya, imbau Morning. (tim)
»»   Selengkapnya...

Kamis, 09 Maret 2017

Jajaran Polres Tator Gelar Coffee Morning dengan LSM Dan Pers

Coffee Morning Jajaran Polres Tator dan LSM Serta Pers
Makale-TNO. Keseharian yang penuh rutinitas, dan beban tugas yang tidak mudah dirasakan semua aparat di Jajaran Polres Tator. Hal itu juga dirasakan dari sisi lain oleh para penggiat LSM dan Insan Pers. Selama ini sudah terbangun komunikasi dan kemitraan yang baik diantar ketiga unsur tersebut, apalagi lebih dinampakkan saat Jajaran Polres Tator menggelar Coffee Morning di salah satu Cate di bilangan Makale, Rabu (8/3).

Kapolres Tator AKBP H.Y. Arief Satriyo. S.IK membuka pembicaraan dengan mengatakan ini kegiatan yang terbuka, kita tidak ada ceremonial, dan kalau ada informasi teknis dapat berkomunikasi langsung dengan para Kasat dan Kapolsek dalam wilayah tugasnya. Momen ini disambut antusias oleh para Insan Pers dan Penggiat LSM di Tana Toraja dan Toraja Utara. Berbagai hal diutarakan dalam pertemuan ini, diantaranya Perkembangan Penyidikan Kasus, Himbauan dan berbagi informasi demi kelancaran tugas masing-masing.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 30an orang, diharapkan kegiatan serupa akan dilaksanakan pada waktu-waktu mendatang. (R1an)
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 30 November 2013

Ketika Aroma Busuk Pemerintah Tana Toraja Tercium Legislatornya

Theopilus Allorerung - Bupati Tana Toraja
Yariana Somalinggi - Ketua TP PKK
MR Patila
Makale-TNO, Banyak orang mengatakan menyembunyikan sesuatu itu terkadang sangat sulit, apalagi jika barang tersebut punya ciri khas tersendiri, semisal Durian, maka muncullah pepatah "Bagaikan menyembunykan Durian, pasti tercium juga". Dalam hal sembnyi-menyembunyikan sesuatu, terkadang semakin berusaha disembunyikan, orang akan semakin kuat mencarinya. Kurang lebih itulah yang terjadi di Tana Toraja, dokumen APBD saja sangat sulit ditemukan, apalagi informasi akuntabilitas sebuah proyek.

Kondisi Pengelolaan Keuangan Tana Toraja Yang Merugikan Negara dan Masyarakat
Tak heranlah kalau tahun 2012 yang lalu Kabupaten Tana Toraja mendapat predikat "DISKLAIMER" dari Lembaga berwenang.  Kalaupun tahun ini bisa ditebus dengan tingkatan "WDP" apalagi "WTP" hal itu sangatlah sulit menghapus predikat tahun kemarin. Mungkin hanya dirapihkan saja, tetapi substansinya tetap Amburadul. Tatanan Pemerintahan Bupati Tana Toraja saat ini semakin terpuruk, buktinya sekian banyak proyek terbengkalai, karena tidak ada mekanisme yang mempunyai kekuatan yang maksimal mencegah itu terjadi, hal ini sangat berpotensi merugikan keuangan Negara. Lihat saja, Pembangunan beberapa Sekolah yang terkesan apa adanya, Swakelola yang di-Pihak-ketigakan, Konsultan sekaligus Kontraktor bahkan Supplyer bagi proyeknya, Kontraktor Dalam Instansi (KDI) sudah sangat meresahkan di daerah ini. Diperparah lagi Pengaturan Proyek Penunjukan dimonopoli orang tertentu, Pengaturan Tender, Jual-Beli Paket Proyek, Proyek Siluman, Pengadaan Barang yang tidak sesuai peruntukannya, tidak ada dalam APBD ( SIMDESKEL), Pengalihan Anggaran, Pemborosan Anggaran terkesan hura-hura. Faktanya, minggu lalu jebolnya dinding pengaman Kantor Bupati Tana Toraja yang sementara dikerjakan, Runtuhnya atap Rumah Toraja yang direhab tahun lalu tapi tidak selesai, terlambatnya pembangunan sekolah di Bonggakaradeng dan ditinggalkan sub kontraktornya, akhirnya pemilik perusahaan melapor ke polisi, jembatan yang tidak dapat diselesaikan di Bau karena gagal konstruksi, Swakelola pengadaan Laptop (Zyrex) yang melibatkan Perusahaan, saat ini direkturnya ditahan dan supplyernya ikut ditahan, proyek IPAL RS Lakipadada yang tersangkanya sudah ditetapkan pada tahun 2010 tapi sampai hari ini tidak ditahan dan tidak diteruskan, dan masih banyak lagi persoalan-persoalan yang melanggar aturan lainnya.

Puncak Kegerahan Legislator Terhadap Kepemimpinan Bupati

Dari kesemua kondisi yang sangat memprihatinkan diatas, beberapa orang legislator selalu mengeluhkan hal tersebut, salah seorang yang minta namax tidak dimuat di berita menyampaikan kekesalannya terkait anngaran ini mengungkapkan seharusnya Bupati punya kepekaan karena dia mantan pemeriksa/Bawasda dan Pemeriksa Gereja Toraja, tetapi yang terjadi seperti ini, kalau ini ini diluar kemampuan dia, berarti dia telah digerogoti aparatnya sendiri, tapi kalau dia tahu, wah itu yang susah. Tapi lain halnya dengan legislator yang satu ini, MR Patila dari Partai Golkar, yang juga menjabat Sekretaris DPD II Partai Golkar, lelaki yang satu ini terkadang kontroversi, saat ditemui TNO beberapa hari yang lalu, dia mengungkapkan bahwa proyek di Diknas Toraja utamanya DAK dikendalikan Istri Bupati. Bahkan saat kemarin diadakan Temu Caleg partainya, disela-sela pertemuan tersebut dia langsung menumpahkan kekesalannya dan berbagai persoalan lain yang tidak etis kami uraikan kepada sang Ibu Bupati ( Caleg juga). Luar biasa, ini kejadian langka dan baru pertama terjadi "Perang Mulut" terbuka dipertontontan. Orang-orang yang melihat itu kaget dan beberapa juga yang langsung meninggalkan acara ini. Ini pembelajaran yang luar biasa dari keberanian Sang Legislator, saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, diungkapkan Patila  " Saya sudah bilang jangan ganggu saya, saya sudah sangat sabar selama ini'. (r1an)

Referensi :
- Proyek 'Siluman' di Mengkendek Capai Rp 1 M 
(m.beritakotamakassar.com/.../403-proyek-siluman-di-mengkendek-capai 1M)
- Talud Kantor Bupati Rubuh
(beritakotamakassar.com/index.../14811--talud-kantor-bupati-ambruk)
(www.palopopos.co.id/?vi=detail&nid=70517)
(torajanewsonline1.blogspot.com/2013/.../lsm-lekat-tangkap-kontraktor)
-Bandara Mengkendek
(m.beritakotaonline.com/.../polda-sulsel-tetapkan-tersangka-kasus-korupsi.) 
(regional.kompas.com/.../Korupsi.Pembebasan.Lahan.Bandara.Sekda.Tor..)
(www.luwuraya.com/.../Pembangunan-Bandara-Buntu-Kuni-Dipertanyak...)
(torajaonlinenews.blogspot.com/2012/05/format-penjarakan-tim-9.html)   
(id.berita.yahoo.com/berkas-kasus-dugaan-korupsi-bandara-buntu-kunyi-... )
(koran.tempo.co/konten/2013/08/.../Kejaksaan-Desak-Pelimpahan-Berkas‎)
(antikorupsiana.com/.../Menyingkap-Tabir-Kasus-Pembebasan-Lahan-Ba..)
-dll.  

»»   Selengkapnya...

Senin, 18 November 2013

Aswas Segera Periksa Jaksa Kasus Korupsi Raskin Toraja Utara

Aswas Segera Periksa Jaksa Kasus Korupsi Raskin Toraja Utara
Tgl: 15/11/2013 21:57 Reporter: Kamaru Rahman
KBRN, Makassar: Kasus korupsi penyaluran raskin di Toraja Utara dengan Tulen Ranteupa sebagai tervonis 2 tahun 6 bulan penjara yang belum dilakukan penahanan oleh Jaksa meski dalam putusan memerintahkan penahanan akan dilakukan pemeriksaan oleh Asisten Pengawasan Kejati Sulsel Sugeng Purnomo.
Menurut Sugeng pihaknya belum bersedia memberikan keterangan yang lebih rinci karena belum melihat putusan dan menjadi bidang Pidana Khusus untuk melaksanakan putusan.
“Masalah teknis seharusnya ke Asipidsus dulu dan Saya selaku Asisiten Pengawasan akan menanyakan juga, Saya tidak mau berkomentar banyak dulu tapi yang jelas jaksanya akan diperiksa begitupun amar putusannya” Ungkap Sugeng Purnomo Jumat (15/11/2013).
Kasus Korupsi penyaluran beras miskin di Kecamatan Sanggalangi kabupaten Toraja utara berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar dinyatakan terbukti menyalahgunakan jatah beras miskin ke-13.
Tervonis selaku penyalur raskin bekerjasama dengan Camat Sanggalangi dan satuan kerja raskin membuat Berita Acara Serah Terima Seolah-olah sudah menyalurkan raskin ke-13 di Kecamatan Sanggalangi. Kerugian negara akibat perbuatan terdakwa senilai Rp100 juta. (KMR/YY)

Audio http://rri.co.id/index.php/berita/78063/Aswas-Segera-Periksa-Jaksa-Kasus-Korupsi-Raskin-Toraja-Utara#.UpuP5Cf_bdA

»»   Selengkapnya...

Sabtu, 13 April 2013

Kabur dari tahanan, oknum polisi di Toraja terancam dipecat

TNO-MAKALE— Oknum anggota Polres Tana Toraja, Bripka NS yang tersandung kasus narkoba terancam dipecat sebagai anggota Polri. Kaburnya NS dari tahanan Mapolres Tana Toraja memperkuat dugaan kalau NS merupakan bandar narkoba. 
Wakapolres Tana Toraja, Kompol Novly F Pitoy menyatakan Bripka NS terancam dipecat karena sudah dua kali tersangkut kasus narkoba. Kasus pertama yang menjerat Bripka NS saat bertugas di Polres Pare-pare dan sudah selesai menjalani hukuman pidana. 
Baru sekitar lima bulan bertugas di Polres Tana Toraja, NS kembali tersandung kasus yang sama karena diduga kuat sebagai pemakai dan pengedar sabu di Toraja. NS kemudian diamankan di sel tahanan Polres Tana Toraja

Dengan kaburnya NS dari sel tahanan, kuat dugaan yang bersangkutan sebagai pengedar sabu. Selain pidana, Ns juga akan diproses karena pelanggaran kode etik sebagai anggota Polri. 
“Karena ancamannya diatas sepuluh tahun penjara, NS jika terbukti sebagai pemakai dan pengedar sabu terancam dipecat dari anggota Polri. Apalagi NS sudah dua kali terjerat kasus narkoba dan kabur dari sel tahanan,” jelas perwira menengah Polri itu di kantornya, Jumat (12/4/2013).
Novly mengatakan, tim gabungan satuan narkoba dan propam Polres Tana Toraja masih melakukan pengejaran terhadap Bripka NS yang kabur dari tahanan. Polres Tana Toraja juga sudah memeriksa seluruh anggota Polres Tana Toraja yang piket saat Bripka Ns kabur dari sel tahanan.
“Ns sudah ditetapkan sebagai DPO Polres Tana Toraja. Sudah ada tim khusus yang ditugaskan untuk memburu  Ns,” tandasnya.
Sumber: Sindonews.com
»»   Selengkapnya...

Minggu, 30 Desember 2012

Ophirtus Sumule : " Jadikan SMK-SPP Pala'-Pala Sebagai Simpul "

TNO-Makale, Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) Pala'-Pla' yang dulunya bernama SPP Pala"-Pala" adalah satu-satunya Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian di daerah ini. Sebagai Sekolah "Tanpa Saingan", SMK / SPP Pala'-Pala' seharusnya menjadi Primadona bagi siswa-siswi yang ada di daerah ini. namun kejadiannya tidak semulus itu, kini SPP Pala'-Pala' membina siswa yang sangat sedikit. Apa yang sebenarnya terjadi? Hal ini terungkap saat dilaksanakannya "Sarasehan Alumni yang diadakan baru-baru ini. Hadir dalam kegiatan tersebt, DR IR Ophirtus Sumule, pemerhati Pertanian yang getol memperjuangkan kembalinya masa kejayaan SPP Pala'-Pala' seperti dahulu kala.

Ophirtus Sumule sebagai moderator, sangat kompak memandu kegiatan ini, beberapa hal yang terungkap dalam Sarasehan Reuni yang pertama kali dilakukan di SPP Pala'-Pala' diantaranya kuranagnya minat siswa ke sekolah ini, kurangnya anggaran utk membiayai peremajaan fasilitas di sekolah ini.

Add caption
Yang membanggakan, hadirnya perwakilan Dinas Pertanian Toraja Utara, ditengah-tengah kesibukan Pemkab Toraja Utara menerima tamu Menteri Pertanian dan rombongan. Sementara tidak satupun utusan dari Pemkab Tana Toraja yang hadir, sementara SMK-SPP Pala'-Pala' ini berada dalam wilayah Kabupaten Tana Toraja.

Mengakhiri kegiatan sarasehan ini, Ophirtus Sumule mengungkapkan kerinduannya akan kejayaan SMK Pala-Pala', dikatakannya " Jadikanlah SPP-SMK Pala'-Pala' sebagai simpul pertanian di dua kabupaten ini. Semoga tujuan pendirian SMK-SPP Pala'-Pala' ini tetap terwujud dan menjadi motivasi bagi semua tenaga pendidik dan pengelolanya.(fer)
»»   Selengkapnya...

Kamis, 16 Agustus 2012

Kisah di balik Proklamasi 17 Agustus 1945 : "Tiga Foto Legendaris Proklamasi Karya Frans Mendur"


Tiga foto proklamasi legendaris karya Frans Mendur
Pekik kemerdakaan Indonesia telah berkumandang 67 tahun lalu setelah di proklamirkan oleh Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Banyak peran serta dari pejuang-pejuang dan rakyat Indonesia untuk terciptanya kemerdekaan bangsa ini. Nama-nama besar telah kita ketahui menjadi orang-orang di balik layar dalam terciptanya Kemerdekaan bangsa Indonesia dan pembuatan teks Proklamasi. Diantaranya adalah kakak beradik Alex dan Frans Mendur, siapakah mereka dan apa perannya?
 Dua saudara Frans dan Alex Mendur adalah satu-satunya juru foto yang memotret peristiwa bersejarah proklamasi tanggal 17 Agustus 1945.
Tanggal 16 Agustus, berita seputar proklamasi akan diumumkan sudah santer terdengar di kalangan pemuda. Namun belum pasti, dimana proklamasi keesokan harinya akan dibacakan. Apakah di lapangan Ikada, atau di rumah Soekarno. Barisan Pelopor bahkan sudah diperintahkan untuk mengamankan lapangan Ikada yang saat ini dikenal sebagai kawasan Monas.

Ketika itu Frans Mendur adalah juru foto Asia Raya sedangkan saudara kandungnya, Alex Mendur, adalah juru foto kantor berita Domei. Keduanya mendapat informasi soal proklamasi di kediaman Soekarno, Jl Pegangsaan Timur nomor 56, Jakarta Pusat.

Kedua saudara kandung itu menempuh jalan yang berbeda ke lokasi pembacaan proklamasi. Saat itu Frans Mendur hanya memiliki tiga buah plat film (dulu belum ada rol film). Dia menjepret peristiwa bersejarah itu tiga kali. Saat Soekarno membacakan teks proklamasi bersama Hatta. Ketika Latief dan Suhud mengerek bendera merah putih dan satu lagi sama-sama foto pengibaran bendera, namun dengan latar belakang kumpulan masyarakat yang berjejal menyaksikan proklamasi.

Keduanya baru menyadari, hanya merekalah juru foto di tempat itu. Saat itu memang proklamasi berlangsung dengan spontan. Tanpa ada persiapan-persiapan khusus. Apalagi panitia, master of ceremony (MC) atau seksi acara. Mereka pun lupa mengundang jurnalis, kameramen atau wartawan untuk meliput peristiwa maha penting tersebut.

Usai proklamasi, nasib nahas menimpa Alex Mendur ia ditangkap dan kameranya dirampas oleh tentara Jepang. Pelat-pelat negatif karya Alex pun langsung dihancurkan. Beruntung Frans dapat lolos dan ia mengubur pelat-pelat negatif miliknya di halaman Kantor Asia Raya. Ketika tentara Jepang menggeledahnya, Frans berbohong. Dia mengaku negatif filmnya telah dirampas Barisan Pelopor pendukung Soekarno.
Setelah suasana aman, Frans mengambil negatif foto itu. Bukan perkara mudah untuk mencetak foto-foto tersebut. Jika ketahuan, sudah pasti tentara Jepang akan menghukum mati kedua saudara itu.

Alex dan Frans mencuri-curi kesempatan untuk mencetak foto itu di kamar gelap Kantor Berita Domei. Tanpa kerja keras keduanya tidak ada dokumentasi proklamasi kemerdekaan.

Kedua bersaudara ini merintis pendirian IPPHOS (Indonesia Press Photo Service) pada 2 Oktober 1946 di Jakarta.

Lewat lensa kamera miliknya berbagai momen penting seputar kemerdekaan terabadikan. Foto Soekarno saat hijrah ke Yogyakarta, Bung Tomo di Surabaya, hingga kembalinya pemerintahan republik ke Jakarta.

Frans pulang pergi Jakarta-Yogyakarta untuk mengabadikan berbagai peristiwa bersejarah. Berbagai hasil jepretannya kemudian ia titipkan kepada sejumlah pilot Filipina. Foto-foto itu kemudian termuat dalam berbagai media massa luar negeri. Hal inilah yang membuka mata dunia ada sebuah negara baru di Asia Tenggara yang tumbuh dan perjuang melawan penjajahan.
Jika Frans Mendur dulu tidak berbohong pada tentara Jepang, tidak akan ada foto-foto proklamasi Republik Indonesia. Frans Mendur adalah satu-satunya fotografer yang berhasil mengabadikan momen paling penting bagi Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 itu.
Lewat kameranya, Alex dan Frans Mendur berjuang banyak untuk republik ini.

Sumber : www.merdeka.com
»»   Selengkapnya...