Jumat, 20 Juni 2014

Jalan Menuju Bandara Pongtiku Dibiarkan Rusak Berat, 1 Mobil Terjun Ke Jurang


Rantetayo-TNO, Bandara Rantetayo sebagai satu-satunya akses udara menuju Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, namun berbagai infrastruktur sudah sangat tidak memadai lagi. Layaknya jalan menuju dan dari bandara merupakan jalur strategis, namun tidak bagi Pemerintah Kabupaten Tana Toraja. Akses jalan yang menghubungkan kecamatan Makale dan Rantetayo, Rembon dan ke Toraja Utara ini sudah sekian lama dibiarkan terbengkalai, bahkan diperparah lagi dengan dilaluinya Kendaraan Truk yang muatannya melebihi kapasitas. 



Kondisi jalan yang rusak, dijalur strategis menambah ketidak-percayaan masyarakat terhadap pemimpinnya, salah seorang tokoh masyarakat setempat yang sangat peduli dengan kondisi ini sangat menyayangkan lambannya penanganan. dikatakan Daud, jalan ini sudah rusak berat, ini jalur strategis, semua pejabat yang menggunakan jasa transportasi udara akan memaluinya, sangat disayangkan, seharusnya ini jadi prioritas karena konsekwesni daerah kita menjadi tujuan wisata andalan di Sulawesi Selatan". 


Melihat kondisdi ini, sangatlah tidak wajar kalau Pemkab Tana Toraja selalu mengatasnamakan Pariwisata, sementara infrastruktur strategisnya dibiarkan terbengkalai. Dan saat ini Bandara Baru yang ditunggu-tunggu masih terhambat proses pembangunannya karena anggarannya belum turun, dan lokasi masih bermasalah, bahkan Sekda Tator dan Mantan camat Mengkendek yang sekarang menjabat Kepala BPMPL masih tersangkut kasus Bandara, ini sungguh mencoreng wajah pariwisata yang kita promosikan selama ini.

Mobil Terjun Ke Jurang
mobil amgkutan terjun ke jurang -dok.TNO

Rusaknya jalan yang menuju dan dari Bandara Pongtiku di Kecamatan Rantetayo, sangat membahayakan pengendara, seperti yang terjadi siang tadi. Sebuah mobil angkutan sejenis Bus terjun ke jurang karena menghindari jalan yang rusak. Dari hasil pantauan TNO di sekitar lokasi, masyarakat sangat kesal dengan Pemerintah utamanya Dinas PU yang tidak segera membenahi jalan ini, sementara Anggaran pekerjalan jalan tahun 2013 malah batal dilaksanakan karena alasan waktu yang tidak cukup, ada apa? Inilah yang harus diusut Legislator di daerah ini, karena ada anggaran yang sudah ditetapkan malah batal dilaksanakan tahun 2013. 
»»   Selengkapnya...

Minggu, 20 April 2014

Bila Betul, Pelanggaran Pileg di Parodo Paling Berat


TNO-Torut- Pelangggaran pileg yang ditengarai terjadi di Parodo, kecamatan Baruppu’, Toraja Utara, termasuk pelanggaran terberat yakni adanya upaya yang mengarahkan masyarakat memilih caleg tertentu di wilayah tersebut. Pimpinan Divisi Hukum dan Penindakan Panwas Toraja Utara (Torut), Aser Naning, S.Th, mengatakan santer kabarnya pelanggaran di wilayah itu masih simpang siur. Panwas Torut mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi disana.
“Ditemukan alat bukti, ada berita acara yang ditulis tangan isinya tokoh masyarakat untuk memilih caleg tertentu. Diindikasi ada petugas KPPS yang bermain, nama petugas itu ada dalam berita acara. Sepertinya mengarahkan warga satu kampung untuk memilih caleg tertentu,” ungkap Aser Naning Selasa (15/4/2014).
Untuk itu pihaknya juga telah bekerjasama dengan pihak kepolisian guna menuntaskan hal ini. Selain  telah berkordinasi dengan KPU Torut, ucap Aser Naning.
Sebelumnya Koalisi Masyarakat Untuk Pemilu Bersih (KMUPB) di Toraja Utara, sudah berkoar koar mengenai adanya indikasi pelanggaran tersebut. melalui juru bicaranya Brikken Linde Bonting, yang mengatakan dari info yang didapatkan teman teman relawan dilapangan, di Parodo penyelenggara Pileg hanya memberikan 2 lembar kertas suara DPRD dan DPD.
“Itu terjadi di lembang Parodo Kecamatan Baruppu’. Ironisnya untuk DPRD Provinsi dan DPR RI dicoblos bukan oleh pemilih,” kami menengarai kuat ada pihak yang bermain karena pesanan khusus oleh Caleg tertentu, ini tak boleh dibiarkan, “ ujar Brikken Senin (14/4/2014).
Tak hanya indikasi adanya kongkalikong caleg tertentu dengan oknum penyelenggara tersebut. Panwas Torut juga menemukan surat suara C1 yang diralat datanya menggunakan tipe x. Pelanggaran pileg terjadi di lima wilayah lingkup Toraja Utara yakni Tondon, Nanggala, Sa’dan, Balusu dan Baruppu’.

posting : Kabar-Toraja.Com
Ditulis oleh Editor: KTC02/Reporter: So' Jef on Rabu, 16 April 2014 22:53     
»»   Selengkapnya...

Senin, 18 November 2013

Aswas Segera Periksa Jaksa Kasus Korupsi Raskin Toraja Utara

Aswas Segera Periksa Jaksa Kasus Korupsi Raskin Toraja Utara
Tgl: 15/11/2013 21:57 Reporter: Kamaru Rahman
KBRN, Makassar: Kasus korupsi penyaluran raskin di Toraja Utara dengan Tulen Ranteupa sebagai tervonis 2 tahun 6 bulan penjara yang belum dilakukan penahanan oleh Jaksa meski dalam putusan memerintahkan penahanan akan dilakukan pemeriksaan oleh Asisten Pengawasan Kejati Sulsel Sugeng Purnomo.
Menurut Sugeng pihaknya belum bersedia memberikan keterangan yang lebih rinci karena belum melihat putusan dan menjadi bidang Pidana Khusus untuk melaksanakan putusan.
“Masalah teknis seharusnya ke Asipidsus dulu dan Saya selaku Asisiten Pengawasan akan menanyakan juga, Saya tidak mau berkomentar banyak dulu tapi yang jelas jaksanya akan diperiksa begitupun amar putusannya” Ungkap Sugeng Purnomo Jumat (15/11/2013).
Kasus Korupsi penyaluran beras miskin di Kecamatan Sanggalangi kabupaten Toraja utara berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar dinyatakan terbukti menyalahgunakan jatah beras miskin ke-13.
Tervonis selaku penyalur raskin bekerjasama dengan Camat Sanggalangi dan satuan kerja raskin membuat Berita Acara Serah Terima Seolah-olah sudah menyalurkan raskin ke-13 di Kecamatan Sanggalangi. Kerugian negara akibat perbuatan terdakwa senilai Rp100 juta. (KMR/YY)

Audio http://rri.co.id/index.php/berita/78063/Aswas-Segera-Periksa-Jaksa-Kasus-Korupsi-Raskin-Toraja-Utara#.UpuP5Cf_bdA

»»   Selengkapnya...

Sabtu, 26 Oktober 2013

LEPAS-SAMBUT KAPOLRES TATOR DI RUJAB BUPATI TANA TORAJA

Bupati Toraja Utara-Ir. F.B. Sorring memberikan Sambutan
Makale-TNO, Beberapa waktu yang lalu, Kapolres Tator resmi diganti, dari pejabat lama AKBP. Yudhi Sinanloe Lae ke pejabat baru AKBP Yuliar Kus Nugroho,SIK. Namun baru hari ini (26/10)  dilaksanakan Acara Lepas-Sambut Kapolres Tator. Kegiatan yang berlangsung sederhana ini, dihadiri Bupati Toraja Utara FB Sorring, Ketua DPRD Toraja Utara, Ir. Sri Krisma Pirade, Bupati Tana Toraja,Theopilus Allorerung,SE, Kapolres yang lama yang saat ini menduduki jabatan baru sebagai Wadir Reskrimsus di Polda Sulteng, Kapolres yang baru dimana sebelumnya menduduki jabatan di Direktorat Reskrim Mabes Polri, para Kepala SKPD, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, serta ibu-ibu Bhayanghari.
Para Pimpinan SKPD Se Tana Toraja-Toraja Utara


Dalam sambutannya, Bupati Toraja Utara mengungkapkan apresiasi yang luar biasa terhadap kinerja AKBP. Yudhi Sinanloe Lae, dikatakannya " Saya sangat merasakan peran Pak Kapolres ( Yudhi-red) terutama saat pilbup, Pilgub dan beberapa kegiatan lain, dimana Kapolres mampu mengamankan event-event tersebut". Lanjut diungkap, dulu waktu masih sekolah Pejabat Polres sudah ubanan, sekarang masih muda dan begitu juga Dandimnya ( Dandim 1414/Tator-red). Senada dengan itu, Bupati Tana Toraja, Theopilus Allorerung,SE memuji kinerja Kapolres yang lama dimana banyak kegiatan mereka lakukan bersama, termasuk kegiatan diluar kedinasan. 
Jajaran Polres Tana Toraja dan Ibu-Ibu Bhayangkari

Selama kurun waktu 3,5 tahun, AKBP Yudhi Sinanlo Lae menjabat Kapolres, beberapa kegiatan besar sukses diamankannya, diantaranya IMT, Lovely Desember dan beberapa kegiatan lainnya. Dalam sambutannya, Kapolres yang baru, AKBP. Yuliar Kus Nugroho mengungkapkan apresiasinya terhadap keindahan Toraja dan kondisi masyarakat Toraja, diungkapkannya " Toraja sangat indah, bahkan tingkat kriminal yang menonjol di daerah ini relatif sedikit, diantaranya, Curas dan Curanmor, Saya bisa enak tidur". Juga diungkapkannya akan meminimalisir "Penyakit Masyarakat" seperti Judi Sabung Ayam.

Keiatan ini diakhiri dengan memberikan cindera-mata kepada Kapolres Lama, masing-masing dari Bupati Tana Toraja, Toraja Utara, Ketua DPRD Tana Toraja dan Toraja Utara, bahkan dari Dandim 1414/Tator, Ketua Pengadilan dan Kajari. Ikut juga memberikan cindera-mata, Ka Kesbangpol Tana Toraja.(r1an)


»»   Selengkapnya...

Kamis, 17 Oktober 2013

Ratusan Masyarakat Lembang Sangkaropi Datangi DPRD Torut, Terkait Tambang Sangkaropi

TNO-Rantepao, Hari ini, Kamis (17/10) Seratusan masyarakat Lembang Sangkaropi mendatangi Kantor DPRD Toraja Utara, pasalnya masyrakat menolak Tegas Pengangkutan Material Tambang Sangkaropi, dan Perusahaan Pengelola Tambang tersebut, PT Makale Toraja Mining (MTM) harus keluar dari Sangkaropi. Ratusan masyarakat Sangkaropi dipimpin Patto Pongsitammu, dan Korlapnya Massolo Pongsitanan, tuntutannya sangat jelas dan tegas, massa diterima oleh Tim Penerima Aspirasi DPRD Toraja Utara, dan pihak Pemerintah melalui DPRD akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan pengunjuk rasa dan akan memparipurnakan masalah ini pada 19 Oktober mendatang.

Jalan Rantekesu dipadati masyarakat yang datang membawa aspirasi terkait aktifitas tambang di Sangkaropi, massa memadati halaman Kantor DPRD Toraja Utara sejak pukul 10.30 wita, massa yang terpimpin dan solid itu berjumlah seratusan orang datang menyampaikan aspirasi dengan baik dan teratur. Sekitar pukul 13.00 wita, massa yang sudah menyampaikan aspirasinya membubarkan diri dalam keadaan tertib dan aman. Sekedar info, kegiatan unjuk rasa hari ini diamankan oleh 147 personil dari Polres Tator dipimpin langsung Kapolres yang baru, AKBP Yuliar Kus Nugroho,SIK.(tim)
»»   Selengkapnya...

Kamis, 19 September 2013

Rantepao Berbenah Diri, Semarakkan malam Bertaburan Cahaya

Tampak leadernya- Daud K Tangdilintin
Rantepao-TNO (19/9) Kala kita melintas di jalur utama Rantepao, utamanya di malam hari terkesan gelap, dan penataan yang tidak maksimal. Hal ini akan tergantikan oleh ornamen lampu sebagai penerangan jalan di jalur utama. Kota Rantepao seharusnya sudah menjadi sebuah Kota seperti Palopo, tapi bukan itu intinya. Intinya adalah nyatakan kecantikan Rantepao kota idola para wisatawan.(tim)
»»   Selengkapnya...

Senin, 16 September 2013

Bupati Toraja Utara Melantik 5 Kepala Lembang Terpilih

Bupati mengambil Sumpah dan melantik Kalem Terpilih
Rantepao(16/9)TNO,Rombongan Bupati Toraja Utara menuju Kecamatan Buntu Pesasan yg terletak di bagian Utara Rantepao. Tampak hadir dalam iring-iringan itu, Wakil Bupati Toraja Utara, sungguh pemandangan yang luar biasa. Kemudian disusul Para Kepala SKPD, dan juga Ketua Tim Penggerak PKK.Belasan mobil beriringan melewati jalan yang sudah sangat tidak layak dilalui. Puluhan tahun jalan ini rusak, tetapi oleh Pemerintahan FB Sorring dan FB Rombelayuk jalan  ini sementara diperbaiki.

Setelah menempuh puluhan kilo dimana jalan berkelok dan rusak, sampailah rombongan di perbukitan, tampak Para Pemenang pemilihan Lembang di 5 Lembang berdiri berjejer menyambut kedatangan "01" dan "02" Torut. Keceriaan tampak di semua hadirin yg melihat kedatangan Bupati dan Wkil Bupati beserta rombongan. Dalam Sambutannya, Sorring sangat bangga dengan hadirnya beberapa orang peserta pemilihan Kalem yang belum terpilih, dikatakannya " Saya bangga, Demokrasi sudah berjalan sangat baik di wilayah ini, dibuktikan dengan hadirnya para rival yang bertarung dalam pemilihan lembang kali ini. Mereka yang dilantik, masing-masing Bertha Sanda Sampe Rompon sebagai Kalem Sarambu, Sangka' sebagai Kalem Ponglu periode kedua, Yunus Misi' sebagao Kalem Talimbangan, dan Sampe Limbong sebagai Kalem Pangkung Batu serta Piter Boro sebagai Kalem Roroan Barra'-Barra' untuk periode yang kedua. Setelah selesai melantik, Bupati dan rombongan meninjau beberapa lokasi termasuk SD 7 Buntu Pepasan kelas jauh, dan sesekali berdialog dengan masyarakat.(r1an)
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 13 April 2013

1.914 K2 Dinyatakan Lolos

1.914 K2 Dinyatakan Lolos
Kepala Bidang Data dan Penerimaan Pegawai BKD Tana Toraja, Fransiska Situru, menyebutkan, jumlah tenaga honorer K2 di lingkup Pemkab Tana Toraja sebanyak 1.986 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.914 orang dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan berhak mengikuti tahapan uji publik.
Sisanya, 72 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) administrasi, seperti usia yang sudah di atas 46 tahun dan tidak memenuhi syarat dari sisi lama mengabdi.
''Ada juga beberapa syarat lain yang tidak terpenuhi,'' katanya.
Kondisi di BKD Tana Toraja ini berbeda dengan BKD Toraja Utara, yang mengumumkan nama-nama serta unit kerja honorer K2 di media cetak. Kepala BKD Toraja Utara, Yosephina Pali, menyatakan pihaknya mengumumkan nama-nama tenaga honorer K2 di media massa dengan tujuan agar proses uji publik ini berlangsung transparan dan akuntabel. Selain di media cetak, pihak BKD juga menempel nama-nama honorer K2 di kantor BKD Toraja Utara .
''Biar semuanya jelas dan terbuka. Namanya juga uji publik, ya harus diketahui oleh masyarakat banyak. Kalau ada yang keberatan dengan nama-nama yang sudah kami umumkan itu, silahkan memasukan keberatannya ke BKD,” kata Yosephina.
Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Tana Toraja, tidak mengumumkan nama-nama tenaga honorer kategori dua (K2) di media massa untuk kepentingan uji publik.
Alasannya, BKD tidak memiliki cukup anggaran untuk membayar iklan pengumuman di media cetak.
''Anggaran kami sangat kecil untuk kepentingan pengurusan honorer K2 ini. Sedangkan harga iklan di media cetak sangat mahal. Sehingga kami hanya pengumumannya saja yang kami muat di media cetak,'' jelas Kepala Bidang Data dan Penerimaan Pegawai BKD Tana Toraja, Fransiska Situru, kepada Palopo Pos.(rp6/ary/d)
»»   Selengkapnya...

Kamis, 14 Maret 2013

Bupati Nilai Apel Pagi Belum Bagus

RANTEPAO --- Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring, mengharapakan di semua SKPD agar apel pagi terus diaktifkan di kantornya, masing-masing. Apel pagi ini sebagai salah satu bentuk kedisplinan PNS untuk tepat wakt pimpinan SKPD dalam apel itu memberikan arahan-arahan dan bimbingan kepada stafnya ke bawah untuk melakukan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing dalam bekerja sepanjang hari kerja itu, sehingga ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan dapat tepat waktu.
Untuk itu, kata Sorring, dalam persiapan apel pagi di kantor SKPD masing-masing, harusnya pimpinan SKPD lebih awal hadir di kantornya dari pada stafnya ke bawah, itu dimaksudkan selain memberi contoh kedisplinan waktu, juga pimpinan SKPD dapat merumuskan dengan baik tentang materi-materi yang akan disampaikan di depan stafnya saat apel.
“Persiapan yang baik dalam melakukan sesuatu, merupakan salah satu strategi dalam pencapaian hasil dari semua program. Inilah yang saya maksudkan pimpinan SKPD harus lebih dahulu hadir di kantornya sehingga persiapannya dalam memimpin apel dan arahan-arahannya ke pada stafnya juga lebih tepat dan matang, sehingga staf yang bekerja pada hari itu mendapat inspirasi dan motivasi dari pimanannya,” katanya.
Sorring juga dalam penilaiannya terhadap semua SKPD, katanya sudah ada yang bagus dalam apel paginya, dan juga masih ada yang belum bagus. “SKPD yang belum bagus dalam pelaksanaan apel paginya di kantor agar ditingkatkan sehingga ke depan semuanya bagus sehingga harapan tingkat kedisplinan mulai dari pimpinan SKPD hingga pada stafnya ke bawah dapat tercapai,” harap Sorring, dalam pertemuan sosialisasi sensus pertanian, di ruang pola bupati.(rp7/ary/d)

posting: palopo pos
»»   Selengkapnya...

Rabu, 13 Maret 2013

LSM LEKAT : PEMKAB TATOR "JANGAN MALU" MENCONTOH TORUT, REFORMASI BIROKRASI

TNO-Makale, Salah satu tonggak keberhasilan suatu pemerintahan adalah birokrasinya, dan modal utamanya adalah komitmen pemimpinnya terhadap kompetensi dan akuntabilitas yang dimiliki aparatnya. Terkait hal tersebut, di Tana Toraja dari hasil pantauan TNO dan beberapa tanggapan masyarakat terkait pelayanan publik dan birokrasi sangat tidak maksimal, bahkan terkesan AMBURADUL. Seperti halnya, Penerapan Rangkap Jabatan, sampai ada oknum yang sudah mengendalikan 3 SKPD sekaligus, ini sungguh sebuah kegagalan yang mungkin saja terkondisi karena peranan pihak-pihak diluar birokrasi.

Sementara di Kabupaten pemekarannya, Toraja Utara, walaupun masih berusia sangat muda, tetapi disentuh secara profesional, menghasilkan pemerintahan yang kuat. Pada suatu kesempatan, FB Sorring mengungkapkan "Bukan zamannya lagi pendelegasian tugas yang tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, seperti tugas si anu dilimpahkan ke si anu", dan lebih ditekankan pada pelayanan di kecamatan-kecamatan dibawah kendali para Camat-nya.

Menanggapi kondisi di Tana Toraja, Ferryanto Belopadang, selaku Ketua LSM LEKAT mengungkapkan seharusnya Pemkab Tana Toraja mencontoh kepemimpinan Di Kabupaten Toraja Utara, dimana Bupati dan Wakilnya Seiring sejalan dan pelaksanaan birokrasi yang baik akan menghasilkan standar pelayanan prima "excellent service". Lanjut dikatakannya " Kalau di Tana Toraja sepertinya tanpa konsep dan tidak harmonisnya Bupati dan Wakilnya semakin menambah kesemrawutan birokrasinya. Saat ditanya tentang dominasi oknum non struktural dalam pengambilan keputusan, dengan guyon dijawabnya "Yang cuma punya posisi di dapur, jangan urus-urus pemerintahan, apalagi urus proyek, nanti menyesal" dan pada akhirnya yang korban jelas masyarakatnya, dan tagline kampanye Reformasi Birokrasi oleh Theopilus Allorerung pada saat pilbup, cuma hisapan jempol belaka".(tim)
»»   Selengkapnya...

Jumat, 08 Maret 2013

GMKI Toraja : " Pluralisme Terkoyak, KORUPSI Makin Berjamaah "


Wajah Indonesia hari ini menyiratkan berbagai masalah serius, yang menghambat kesejahteraan rakyat segera harus diatasi. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme laksana penyakit kronis yang masih menggerogoti, turut mendorong perjalanan bangsa menuju kehancuran.
Demikian diungkapkan oleh Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Toraja, Natalianus.
Ditemui malam di Rantepao, Natalianus banyak mengungkapkan akar persoalan bangsa yang hingga kini belum tuntas penyelesaiannya.
Dikatakannya, GMKI melihat pancasila sebagai dasar negara perlu dipertahankan. Benang merahnya dengan Korupsi dan pluralisme menjadi sorotan GMKI, oleh karenanya menjadi salah satu agenda utama. Untuk dicarikan penuntasannya.
Nilai pluralisme yang selama ini dijunjung tinggi, imbuh dia, mulai tenggelam. Hal itu ditandai dengan minimnya para aparatur negara melindungi rakyatnya.

"Pluralisme dan Nasionalisme harus menjadi pencerahan bagi masyarakat yang mudah dipecah oleh isu SARA," tutur Natalianus.
Menurutnya hari kemerdekaan yang diperingati dengan upacara bendera, jangan hanya rutinitas belaka. Memaknai akar kemerdekaan wajib tuntas hingga mengenalnya secara hakekat, maupun secara sosial.
Lanjut dijelaskannya kemerdekaan yanag diraih dengan pengorbanan para pendahulu, akan semakin nyata hasilnya jika KKN dibasmi. " Itu bisa tercapai jika KKN diperangi," singkat Pengurus Pusat PPGT Koordinator kota Rantepao, Tikala dan Sesean ini.
Dalam pandangan lain ia mengatakan, saat ini pendidikan dan kesehatan menjadi PR bagi bagi negara. Penghianatan terhadap republik melalui penyelewengan kekuasaan hingga Korupsi berjamaah menggerus kualitas pendidikan.
"Banyak model paket program yang dihasilkan pemerintah, namun tetap saja belum menjawab kebutuhan kesehatan. Pemerintah harus re-evaluasi program indonesia sehat 2010. Menjadi kebutuhan mendesak penanganan masalah kesehatan yang berhubungan dengan hukum," beber Natalianus.

Lebih jauh Natalianus menilai perjalanan bangsa ditentukan oleh pemuda. Sejarah jelas mengatakan itu. Para Pemuda dan mahasiswa perlu mengkaji ulang apakah sudah dilakukan sesuai rel yang sebenarnya.
Perjalanan bangsa oleh Natalianus menuturkan telah terjadi pengingkaran, terhadap proklamasi serta konstitusi. Oleh sebab itu, kata dia, kedepan, harus ada penyadaran melalui pemuda.
Tak hanya KKN hingga peran pemuda disoroti oleh Natalianus.  Lemahnya penegakan hukum yang diujudkan makin banyaknya para koruptor, memaksa beberapa elemen pemuda dan mahasiswa turun kejalan. akibatnya, tutur dia, tindakan anarkisme terjadi. Kejadian itu perlu dikaji mengapa tindakan anarkisme oleh kebanyakan mahasiswa dan pemuda bisa terjadi.
"Pergerakan oleh pemuda jangan bersifat momentum, pijakannya harus berangkat dari proses dan akar masalah," tandasnya.(Editor: KTC01, Reporter: Papa Okira-kabar-toraja.com)
»»   Selengkapnya...

Senin, 28 Januari 2013

Gara-Gara Galian Proyek Drinase, Tiang Listrik Tumbang Melintang Di Jalan Poros Tallunglipu

Tiang Travo Yang Tumbang
TNO-Rantepao, Masyarakat di sekitar Tallunglipu dikagetkan bunyi letusan dan kilatan api, pasalnya dua buah tiang listrik penopang Travo PLN ambruk dan melintang di poros jalan Tallung lipu kelurahan Tampo. Sore kemarin sekitar pukul 17.00 wt, kejadian yang diakibatkan galian proyek drinase tidak menelan korban jiwa, tetapi rumah salah seorang warga sempat diterba hantaman tiang listrik yang ambruk.

Dari keterangan salah seorang warga, kejadian ini memang sudah dihawatirkan, sebab beberapa waktu ini pelaksana proyek drinase terus menggali dan mengakibatkan pondasi tiang longsor.Sarese,BA mantan Kepala BPS Tana Toraja yang rumahnya bersebelahan dengan rumah yang terkena hantaman tiang listrik mengngkapkan, " Kejadian sekitar pukul 17.00wt tiang ambruk, bunyi dentuman keras disertai kilatan api menyambar beruntung pengendara sepeda motor yang lewat tidak terkena. Padahal jalan ini biasanya ramai kalau jam-jam sore".
Pondasi yang terkena longsor


Sempat Mengenai Rumah Warga
Kepala PLN Ranting Rantepao yang menghubungi TNO mengungkapkan " Ada kejadian Tiang Travo Tumbang dan melintang di Jalan Poros Tallunglipu, kami sementara di lokasi  untuk pengalihan Tegangan supaya bisa nyala sebagian Kota Rantepao bagian Utara". (fer)
»»   Selengkapnya...

Minggu, 18 November 2012

KALEM TADONGKON, DIKELUHKAN WARGANYA

Kalem Tadongkon-Yuli Songga'
TNO-Tana Toraja, Di era sekarang ini, kepemimpinan adalah sebuah pelayanan, hal itu tidak dirasakan sebagian besar masyarakat yang berada di wilayah Lembang Tadongkon Kecamatan Kesu' Kabupaten Toraja Utara. Pasalnya, Kepala Lembang yang saat ini menjabat tidak menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakatnya. Beberapa hal yang sangat dikeluhkan warganya, disebutkan salah seorang wargannya, Marthen, (56) beberapa proyek yang masuk di Lembang Tadongkon dikelola langsung Kepala Lembang, tiga kelompok tani yang ada di Sarira, Pa'besenan, Londa tidak jelas pengelolaannya, bahkan pernah terjadi Bendaharanya tidak ditempat, tetapi istri bendahara yang tandadatangan utnuk pencairan dana di bank dan istri bendahara tidak tahu berapa jumlah dana yang dicairkan.

Hal lain yang dikeluhkan sejumlah warga adalah biaya tandatangan Rp.15 ribu pertandatangan, Bibit ternak babi yang masuk dikelola sendiri sejak 2008, hingga saat ini tidak ada transparansi posisi keuangannya, dan PNPM yang masuk untuk masyarakat tidak tepat sasaran.

Kesemua hal diatas, dibantah oleh Kalem tadongkon, Yuli Songga', saat ditemui di rumahnya, membantah informasi dari warganya dikatakannya " Semua itu tidak benar!".

Ditemui di rumahnya yang sekarang dijadikan kantornya, tetapi komputernya tetap di kantornya di Sarira,Kalem terlihat kikuk, terkesan mengelak dan enggan mnjelaskan detail persoalan yang dikeluhkan warganya.

Seharusnya aparat terkait utamanya Inspektorat Toraja Utara  turun tangan menangani keluhan warga disana, supaya tidak ada kesan pembiaran.(fer)
»»   Selengkapnya...

Selasa, 06 November 2012

Problematika Penyerahan Asset PDAM Tana Toraja ke Toraja Utara


TNO-MAKALE, Gonjang ganjing penyerahan sebagian asset PDAM Tana Toraja ke Toraja Utara masih terus berlanjut. Direktur  Jaringan Hukum Layanan Damai “ Pither Ponda Barany,SH,MH” menegaskan hal itu tidak perlu terjadi. Penyelesaian masalah ini harus terfokus pada penerapan UU No. 28 tahun 2008 Tentang  Pembentukan Kabupaten Toraja Utara Pasal 14 ayat 7 ( b )   Aset dan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3) meliputi: (b). Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tana Toraja yang kedudukan, kegiatan, dan lokasinya berada di Kabupaten Toraja Utara;”
Penyerahan ini telah melanggar batas waktu yang ditentukan oleh UU No. 28 Tahun 2008 Pasal14 ayat 3 “ Penyerahan aset dan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lambat 3 (tiga) tahun sejak pelantikan penjabat bupati.”

Pither menjelaskan penyelesaian masalah yang diwariskan kepada kedua Bupati, ini sebaiknya diselesaikan secara damai, hindari penyelesaian secara politis dan hukum. Agar komitmen untuk mewujudkan percepatan pembangunan Toraja dengan pemekaran dapat tercapai.(pit)



»»   Selengkapnya...

Toraja Utara blokir pendapatan PDAM


Joni Lembang - Koran Sindo

Jum'at,  19 Oktober 2012  −  17:06 WIB
foto: dok. sindonews
foto: dok. sindonews
Sindonews.com - Persoalan aset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tana Toraja yang ada di wilayah Toraja Utara belum juga selesai. Bahkan, pemerintah kabupaten (Pemkab) Toraja Utara sudah 'pasang badan' terkait pengelolaan aset PDAM yang masih berstatus milik pemkab Tana Toraja yang ada di daerah pemekarannya itu.


Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring mengakui sejak dua bulan terakhir, pemkab Toraja Utara sudah memblokir seluruh pendapatan PDAM yang ada di wilayah Toraja Utara. Pemkab Toraja Utara sudah membuat rekening khusus PDAM Toraja Utara. Semua pendapatan PDAM di Toraja Utara disetor langsung ke rekening khusus PDAM Toraja Utara



“Semua setoran kami sudah blokir dan tidak ada lagi pendapatan PDAM di wilayah Toraja Utara disetor ke Tana Toraja,” jelas Sorring dalam sidang paripurna usai pemandangan akhir fraksi terhadap RAPBD-P tahun anggaran 2012, Jumat (19/10/2012).



Sorring mengatakan pihaknya tidak menampik jika sebagian besar petugas PDAM di Toraja Utara mendapat intimidasi dan ancaman terkait kebijakan pemkab Toraja Utara memblokir pendapatan PDAM di wilayahnya. Petugas PDAM di wilayah Toraja Utara diancam akan dipecat atau dicopot jabatannya. Namun begitu, bupati tidak mengungkapkan siapa dan penyebab adanya ancaman terhadap petugas PDAM di wilayahnya.



“Pemkab Toraja Utara siap membantu jika ada petugas PDAM Toraja Utara yang akan dicopot atau dipecat terkait kebijakan pemkab Torut tidak lagi menyetor rekening PDAM ke Tana Toraja,” katanya



Mantan wakil bupati Asmat, Papua itu mengatakan kebijakan pemblokiran pendapatan PDAM di wilayah Toraja Utara disebabkan pemkab Toraja Utara sebagai kabupaten pemekaran Tana Toraja sudah lama menunggu pengalihan aset PDAM dari kabupaten induknya. Tetapi, sudah empat tahun Toraja Utara menjadi daerah otonom, pemkab Tana Toraja belum juga menyerahkan aset PDAM di kabupaten pemekarannya.



“Kami meminta pemkab Tana Toraja segera menyerahkan semua aset PDAM di wilayah Toraja Utara. Pemerintah dan masyarakat Toraja Utara sudah lama menunggu,” tegasnya.



Ketua komisi II DPRD Toraja Utara, JK Tondok juga mendesak pemkab Tana Toraja segera menyerahkan aset PDAM yang ada di wilayah pemekarannya kepada pemkab Toraja Utara. Berdasarkan undang-undang nomor 28 tahun 2008 tentang pemekaran Toraja Utara, aset badan usaha milik derah (BUMD) yang ada di wilayah pemekaran paling lambat tiga tahun sudah diserahkan kabupaten induk kepada kabupaten pemekarannya.



“Toraja Utara sudah siap mengelolah aset PDAM yang ada di wilayahnya. Pemkab Tana Toraja harus segera menyerahkan aset PDAM ke Toraja Utara,” katanya.



Menyikapi desakan pemkab Toraja Utara kepada pemkab Tana Toraja terkait pengelolaan aset PDAM di Toraja Utara, Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi meminta pemkab Toraja Utara bersabar menunggu rekomendasi badan pengawasan keuangan dan pembangunan (BPKP) Sulawesi selatan dalam memfasilitasi pembagian aset PDAM Tana Toraja yang ada di wilayah kabupaten pemekarannya.



“DPRD Tana Toraja sudah merekomendasikan kepada pemkab Tana Toraja agar mempercepat penyerahan aset PDAM yang ada di wilayah Toraja Utara,” jelas Welem. 



(azh)

posting : 

Joni Lembang - Koran Sindo

Jum'at,  19 Oktober 2012  −  17:06 WIB
    »»   Selengkapnya...

    Minggu, 04 November 2012

    Lapor Jika Ada Orang Asing yang Mencurigakan

    Bupati Torut : Waspadai Teroris
    RANTEPAO--- Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring menyerukan kepada semua masyarakat Toraja Utara agar menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian serta selalu mewaspadai ancaman terorisme. Apalagi, Toraja Utara sebagai salah satu daerah tujuan wisata, perlu dijaga dan menjamin kondisi keamanan.
    ''Kita perlu menjaga ini, demi kenyamanan dan keamanan wisatawan yang datang ke Toraja, khususnya di Toraja Utara,'' kata Sorring dalam pertemuan antara pengusaha angkutan bus dengan pemerintah daerah, Polsek Rantepao serta Kodim 1414 Tana Toraja di Rantepao, belum lama ini di ruang pola bupati.
    Dikatakan Sorring, bila ada orang asing ditemukan dan mencurigakan, agar segera menghubungi pihak kepolisian.
    Hal itu kata dia, sebagai salah satu cara efektif mendukung dan mengantisipasi adanya ancaman terorisme yang ingin masuk di wilayah Toraja Utara.
    Salah satu kesepakatan dalam rapat pertemuan itu, disepakati semua pengusaha angkutan bus diwajibkan memasang semacam papan informasi di atas kendaraan masing-masing yang intinya penyampaian informasi kepada para penumpang untuk lebih waspada dan berhati-hati terhadap keselamatan, keamanan, dan kenyaman penumpang.
    ''Dalam papan informasi teresebut, salah satu yang terpenting untuk diinformasikan adalah nomor-nomor telepon penting yang mudah dihubungi bila ada hal-hal yang mencurigakan dan mengancam keselamatan penumpang,'' kata Sorring.
    Dalam hal penulisan papan informasi, agar seragam tulisannya dan mudah dimengerti oleh para penumpang.
    Makanya, perlu ada kerjasama antara Dinas Perhubungan, para pengusaha angkutan bus dan kepolisian.
    ''Mengenai model dan bentuk penulisan, supaya seragam,'' harap Kapolsek Rantepao, Kompol. Y. Lute Lantang. (cr6/uce/t)





    posting : Dat Palebangan
    »»   Selengkapnya...

    Senin, 15 Oktober 2012

    Ilham Tak Persoalkan Berapapun Kandidat Gubernur


    TNO-MAKASSAR - Bakal calon Gubernur Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin menanggapi hasil penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel terhadap calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel. Hasil penetapan KPU, tiga pasangan calon akan mengikuti pemilihan gubernur yang akan berlangsung, 22 Januari 2013.
    Ilham A Sirajuddin

    Ilham mengaku tak mempersoalkan berapapun jumlah pasangan calon. Ia hanya menargetkan, perolehan suara pada pemilihan sebanyak 50 persen plus satu.

    “Kami tak pernah persoalkan berapa calon, mau dua, mau tiga. Kalau tiga pasangan berarti 30 persen suara dapat diperoleh. Kalau dua, 50 persen plus satu. Jadi berapapun calon, kami targetkan 50 persen plus satu,” kata Ilham saat dimintai tanggapannya terkait penetapan tiga pasangan calon, termasuk dirinya dan Aziz Qahhar Muzakkar di Balai Kota, Makassar, Senin(15/10/2012).(*/tribun-timur.com)

    Penulis : Edi Sumardi
    Editor : Muh. Irham

    posting : TRIBUN–TIMUR.COM

    »»   Selengkapnya...

    Minggu, 14 Oktober 2012

    KEMATIAN IRFAN MASIH MISTERI, JASADNYA DITEMUKAN MEMBUSUK

    TNO-Makale (14/10) Sudah seminggu sejak ditemukan pendaki gunung di Buntu Burake Kecamatan Makale, Jasad Irfan Mangando (16) masih disemayamkan di rumah duka yang terletak di lingkungan Sipate - Kelurahan Bungin Kecamatan Makale Utara.
    Tim Reskrim Polres Tator
    Irfan Mangando (alm)

    Jasad yang ditemukan hari Minggu (7/10) di Rencana Lokasi Objek Wisata Rohani Kawasan Buntu Burake Kecamatan Makale, hingga saat ini kematian anak Keempat dari ayahnya bernama Simon, pensiunan DEPAG Tana Toraja masih meninggalkan misteri.

    Pagi ini, dilakukan olah TKP yang bertujuan untuk mengumpulkan kembali bukti-bukti yang terkait penemuan mayat tersebut, dan juga dalam upaya pengungkapan Kasus Penemuan Mayat.
    TKP sudah di-Policeline

    Puluhan Keluarga ikut menyaksikan olah TKP yang dilaksanakan anggota Reskrim Polres Tator, bahkan dibantu masyarakat setempat yang peduli dan prihatin terhadap kasus ini. (fer)
    »»   Selengkapnya...

    Jumat, 21 September 2012

    Kejari Tana Toraja Ancam Jemput Paksa Anggota DPRD Sulsel



    Kedua anggota DPRD itu, adalah Yosafat Tandi Linting (Golkar) dan Martinus G Lebang (PDK). Ancaman ini, disampaikan Kepala Kajari Tana Toraja, Ramel Jesaja, di kantor Kejati Sulsel, Kamis (13/9/12). 
    Yosafat dan Martinus merupakan tersangka kasus korupsi penyelewengan dana mobilitas yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tana Toraja tahun 2002-2003.

    “Jika selama dalam panggilan ketiga, yang bersangkutan tidak bersikap kooperatif atau menghadiri pemeriksaan tanpa alasan, maka kejaksaan akan bertindak tegas dengan melakukan upaya paksa alias proses penahanan,” tegas Ramel.
    Mantan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Makassar ini, mengatakan, saat ini penyidik bagian pidana khusus Kejari Tana Toraja telah mengagendakan jadwal pemeriksaan kedua tersangka tersebut.
    "Dalam waktu dekat ini, kami akan panggil mereka untuk diperiksa,” ujarnya kepada Tribun.
    Yosafat dan Martinus terlibat kasus ini saat masih berstatus anggota DPRD Tana Toraja periode 1999-2004. Seluruh anggota DPRD Tana Toraja saat itu yang berjumlah 37 orang diduga menerima dana mobilitas atau biaya operasional senilai Rp 2,5 miliar.


    Sejak penetapan tersangka, MG Lebang dan Yosafat Tandilintin belum pernah diperiksa sebagai tersangka. Alasannya, karena proses pemeriksaan keduanya harus mendapatkan izin dari Menteri Dalam Negeri (Mandagri). 

    “Namun ada aturan baru bahwa dalam melakukan pemeriksaan anggota DPRD tingkat I tidak usah seizin Mendagri, berdasarkan surat edaran Kejagung” ungkapnya.
    Diketahui, pada tahun anggaran 2002-2003 puluhan anggota DPRD Tator menerima dana dari APBD melalui pos anggaran pemberdayaan perempuan dan anggaran barang jasa dengan total anggaran mencapai Rp 2,5 miliar.
    Dalam perkara ini, Kejari Makale menetapkan 37 mantan anggota DPRD Tana Toraja periode 1999-2004 sebagai pihak yang paling bertanggungjawab secara pidana. Namun dari 37 orang yang ditetapkan tersangka, empat orang sudah meninggal dunia, sementara tiga tersangkanya diserahkan ke institusi TNI/Polri, dan 26 tersangka sedang menjalani proses di pengadilan.
    Yosafat dan Martinus belum bisa dikonfirmasi lantaran telepon genggam keduanya dalam keadaan tidak aktif.

    Penulis : Nashrudin
    Editor : Imam Wahyudi
    posting :tribunimur.com
    »»   Selengkapnya...

    Kamis, 13 September 2012

    Polres Tator dan Pemkab Tana Toraja Gelar Operasi PEKAT

    TNO-Makale, Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam wilayah kerja Polres tana Toraja, dan sinergitas antara Muspida di Bumi Lakipadada ini, secara rutin diadakan Operasi Penertiban THM dan tempat-tempat yang berpotensi rawan lainnya.
    Seperti malam ini dipimpin Wakapolres Tator Kompol. Novly F Pitoy, berkekuatan 100 personil gabungan dari Polres Tator, TNI, Satpol PP, dan Kesbang, serta beberapa dinas terkait. Setelah menerima Breefing dari Kapolres Tator AKBP Yudhi Sinanloe Lae, tim bergerak menuju sasaran dan berhasil menjaring 9 orang wanita pramuria dibeberapa tempat. Termasuk mendapatkan sebuah tempat Karaoke di Kecamatan Makale Utara yang Izinnya sudah tidak berlaku lagi. Setelah diadakan pendataan kesembilan wanita pramuria yang terjaring, dikembalikan ke tempat kerja mereka masing-masing.

    Beberapa orang masyarakat yang melihat operasi penertiban tersebut, berpendapat beragam, diantaranya  Marthen di sekitar Karaoke Laruna mnghimbau pihak penegak hukum untuk lebih intensif melakukan operasi serupa, tidak hanya sekedar dilakukan, tetapi secara rutin, dan juga mnginginkan diaktifkannya penjagaan malam di lingkungan sekitar THM,demikian harapannya. Ada pula Hendrik, warga Makale yang selama ini berusaha di sekitar terminal, menyarankan penertiban penjual "Ballo'" (tuak-red) yang juga menjual minuman dalam kemasan (Bir/Anggur) tanpa izin, karena ini berpotensi meniimbulkan masalah.  (fer)
    »»   Selengkapnya...