Kamis, 07 September 2017

BERITA GAMBAR : SD NEGERI FOLANGKAI, APA KATA DUNIA?

Masihkah ada sekolah seperti ini?
TNO-NTT, SEKOLAH INI BERADA DI DESA WOLWAL TENGAH KEC. ALOR BARAT LAUT KAB ALOR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR,

Melihat bangun sekolah yang megah di daerah lain, pastilah menjadi impian para sisa di sekolah ini. Siapa yang tidak geram melihat KORUPSI dimana-mana? sementara "Anak Bangsa" menanis dalam kesederhanaan yang amat dalam. Apakah tidak ada pihak yang mau tergerak hatiny melihat situasi ini? Kita nantikan Putra Bangsa yang peduli. Tidak percaya, kunjungi langsung,,!!!,,(info : Yesaya Famay/WA.+6281355145864)
»»   Selengkapnya...

Jumat, 03 Maret 2017

BUPATI TANA TORAJA : JANGAN BIARKAN RAKYATKU MISKIN,BODOH,DAN SAKIT !!!

Makale-TNO, Setelah memimpin Pemerintahan di Bumi Lakipadada satu tahun, Lelaki yang piawai memainkan rangkaian kata-kata indah bak puisi kembali memberikan pernyataan yang sangat strategis. Saat ditemui di kediamannya, Nico berucap " Jangan biarkan rakyatku Lapar, Jangan biarkan rakyatku bodoh, Jangan biarkan rakyatku Sakit".

Ir Nicodemus Biringkanae
Ungkapan ini penuh makna, diantaranya dia tidak ingin rakyatnya  miskin, dia tidak ingin rakyatnya tidak berpendidikan, dan dia tidak ingin rakyatnya tidak sehat. Ungkapan itu menjawab situasi yang selama ini terjadi sekian lama di daerah ini. Lanjut Nico, dia juga mengajak masyarakat untuk merubah pola pikir dalam pembangunan. Ditekankan Nico, dia ingin mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini hanya berpikir tentang pembangunan fisik saja, tetapi dalam pelaksanaan pembangunan yang diinginkannya adalah investasi dalam pembangunan.

Lanjut dijelaskannya, investasi pembangunan yang diterapkannya adalah untuk menjawab kendala-kendala yang dihadapi masyarakatnya. Dicontohkan, seperti di daerah yang jauh, ada sejumlah produksi hasil bumi yang akan dipasarkan, jelas membutuhkan transportasi yang memadai sehingga dapat mengurangi biaya produksi. Penghematan inilah yang dikatannya sebagai investasi. Bupati yang dilantik februari tahun lalu, sangat memahami kondisi masyarakt sampai wilayah terluar yang berbatasan dengan kabupaten tetangga. "Tidak ada lagi kata terisolir" ucap Nicodemus Biringkanae.(excl)
»»   Selengkapnya...

Senin, 24 Oktober 2016

VICTOR GERAH TERKAIT MANIPULASI DATA PAUD

ilustrasi PAUD
TNO-Makale, Pendidikan anak di usia dini sangat dibutuhkan untuk menyiapkan seorang anak menghadi bangku pendidikan pada usia sekolah. Trend PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sudah menggeliat sejak beberapa tahun silam, bahkan diTana Toraja sudah menyebar di seluruh Kecamatan dan Kelurahan, bahkan Lembang sampai ke polosok Tana Toraja.

Terkait pengelolaan PAUD yang ada, dikelolah oleh yayasan yang menaunginya. Namun dalam pelaksanaannya ditemukan ketimpangan data. Di beberapa titik yang dipantau ditemukan beberapa kejanggalan yang ada. Sebut saja Victor Datuan Batara, Wakil Bupati Tana Toraja yang gerah terhadap kondisi pengelolaan PAUD di Tana Toraja selama ini. Diungkapkan Victor saat ditemui di selah tugasnya mengungkapkan, " PAUD yang ada di beberapa tempat memanipulasi data anak didik, misalkan ada PAUD yang cuma beberapa anak didik, sementara di data terdapat 25 orang anak yang terdata. Ini sudah memanipulasi data, karena yang aktif cuma beberapa orang anak didik, sementara syarat minimal diberikannya Izin Pendirian PAUD terdapat minimal 10 orang anak didik. Ini juga berpoteni pada penyalagunaan dana pengelolaannya. Saya akan pantau terus !" Sebagaimana diketahui,PAUD termasuk dalam lingkup kerja  Diknas Tana Toraja, dan Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia  (HIMPAUDI) Tana Toraja saat ini dijabat Hj. Nurliah Victor Datuan Batara. (rian)
»»   Selengkapnya...

VICTOR GERAH TERKAIT MANIPULASI DATA PAUD

ilustrasi PAUD
TNO-Makale, Pendidikan anak di usia dini sangat dibutuhkan untuk menyiapkan seorang anak menghadi bangku pendidikan pada usia sekolah. Trend PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sudah menggeliat sejak beberapa tahun silam, bahkan diTana Toraja sudah menyebar di seluruh Kecamatan dan Kelurahan, bahkan Lembang sampai ke polosok Tana Toraja.

Terkait pengelolaan PAUD yang ada, dikelolah oleh yayasan yang menaunginya. Namun dalam pelaksanaannya ditemukan ketimpangan data. Di beberapa titik yang dipantau ditemukan beberapa kejanggalan yang ada. Sebut saja Victor Datuan Batara, Wakil Bupati Tana Toraja yang gerah terhadap kondisi pengelolaan PAUD di Tana Toraja selama ini. Diungkapkan Victor saat ditemui di selah tugasnya mengungkapkan, " PAUD yang ada di beberapa tempat memanipulasi data anak didik, misalkan ada PAUD yang cuma beberapa anak didik, sementara di data terdapat 25 orang anak yang terdata. Ini sudah memanipulasi data, karena yang aktif cuma beberapa orang anak didik, sementara syarat minimal diberikannya Izin Pendirian PAUD terdapat minimal 10 orang anak didik. Ini juga berpoteni pada penyalagunaan dana pengelolaannya. Saya akan pantau terus !" Sebagaimana diketahui,PAUD termasuk dalam lingkup kerja  Diknas Tana Toraja, dan Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia  (HIMPAUDI) Tana Toraja saat ini dijabat Hj. Nurliah Victor Datuan Batara. (rian)
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 19 Maret 2016

Pramuka SDN 189 Malimbong-Balepe Perbaiki Jalan Rusak

Torajanewsonline.com, Makale-sekitar 27 siswa yang tergabung dalam PRAMUKA SDN 189 Malimbong Kec. Malimbong Balepe' melakukan kegiatan bakti sosial dengan menimbun jalan rusak dan berlubang disepanjang poros Rembon- Malimbong Balepe' tepatnya di lembang Kole Sawangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda PERSAMI (Perkemahan Sabtu Minggu) yang merupakan bagian dari kurikulum sekolah kata Pak Asminarto selaku pembina Pramuka. Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali setahun,termasuk kegiatan rohani dan kesenian tambahnya. Pak Asminarto juga mengatakan kegiatan ini merupakan ajang untuk membangun kepekaan anak didik terhadap persoalan lingkungan.//(Arsyad*)
»»   Selengkapnya...

Jumat, 17 Oktober 2014

DPD KNPI Tator Gelar Muskab XII

Alexander Patandean
TNO-Makale, Tak terasa sudah, 3 tahun Alexander Patandean memimpin KNPI Tator sejak dirinya terpilih sebagai Ketua Pada tahun 2011. Berbagai halangan dan rintangan dilaluinya, dalam memimpin Induk Organisasi OKP sebagai wadah berhimpun. Saat ini oleh Tim Kerja yang dibentuk akan menyelenggarakan Muskab KNPI Tator ke - 12 bertempat di Hotel Sangalla', Makale, Tana Toraja.

Dari keterangan yang dihimpun, kegiatan Muskab akan berlangsung pada 18-19 Oktober 2014 di Hotel Sangalla' Makale dan akan diikuti oleh 29 OKP dan 19 DPK. Menurut Alexander, sang Ketua, " Muskab kali ini akan diikuti oleh OKP berhimpun yang dinyatakaan secara nasional, maupun yg sudah ikut sebagai peninjau pada Muskab sebelumnya". saat ditanya harapannya terhadap pelaksanaan Muskab kali ini, dia mengharapkan kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini nantinya serta mengharapkaan terpilihnya ketua secara baik dan benar.(tim)


»»   Selengkapnya...

Minggu, 02 Maret 2014

Jejeran Arsip Indonesia di Belanda Sudah Sepanjang 11 Kilometer

ilustrasi
AyoGitaBisa.com - Pada masa penjajahan Belanda, banyak arsip-arsip Indonesia yang di bawa ke Belanda. Arsip-arsip yang jumlahnya ribuan tersebut, sampai sekarang masih tersimpan rapi di Belanda.
Rektor Universitas Leiden, Prof. Carel Stolker mengatakan, kondisinya sekarang sangat rapuh, sehingga harus disimpan dengan hati-hati. Di Universitas Leiden sendiri, koleksinya semakin bertambah banyak karena juga mendapat sumbangan dari Universitas Amsterdam.
Untuk menyelamatkan arsip-arsip penting yang merupakan sejarah Indonesia dan juga Belanda, maka dilakukan digitalisasi naskah dan bisa diunggah di internet. Sehingga siapapun bisa membaca dan menelusurinya.
"Jumlahnya cukup banyak, jika dijejer itu panjangnya mencapai 12 Kilometer. Dosen-dosen di Indonesia, banyak yang belajar arsip ini langsung ke Leiden," kata Prof. Carel Stolker usai menyerahkan penghargaan Diploma untuk Sri Sultan HB IX di Keraton Yogyakarta, Kamis(27/2/2014).
Menurutnya, arsip-arsip tersebut sangat penting, karena merupakan sejarah bersama antara Indonesia dan Belanda. Sehingga untuk menjaga keawetan agar tidak rapuh, adalah dengan digitalisasi naskah.
[asa]
»»   Selengkapnya...

Senin, 28 Oktober 2013

PERINGATAN SUMPAH PEMUDA DI TATOR DILAKSANAKAN SECARA SANGAT SEDERHANA

Makale-TNO, Peringatan hari Sumpah Pemuda untuk Kabupaten Tana Toraja dilaksanakan secara sederhana di Lapangan Kantor Bupati Tana Toraja. Upacara peringatan hari Sumpah Pemuda ke-85, dipimpin Dandim 1414/Tator, Letkol.Inf. Erwin Ferdinan.B, dihadiri Bupati Tana Toraja, Perwakilan Kejari Makale, Pengadilan Negeri Makale, serta Polres Tator. Juga diikuti oleh para kepala SKPD, siswa-siswi dari beberapa sekolah. Dandim membacakan Amanat Menpora yang pada intinya mengajak semua unsur, utamanya Pemuda untuk tetap menjiwai Tekad Pemuda Indonesia tahun 1928. Sementara Ikrar Pemuda dibacakan Ketua KNPI Tana Toraja, Alexander Patandean.

Setelah pelaksanaan Upacara tersebut, dilanjutkan dengan penyerahan Piala Juara 2 Olympiade Persaingan Usaha yang diraih siswa SMAN 3 Makale, dan diserahkan oleh Perwakilan SMAN 3 Makale kepada Bupati Tana Toraja.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, untuk Kabupaten Tana Toraja dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang seharusnya diperingati pada 1 Oktober yang lalu, dan Upacara Hari Kesadaran Nasional yang diperingati pada tanggal 17 setiap bulannya. (r1an)
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 13 April 2013

Perlu Hadiah 1 Milyar bagi Yang Menemukan Pelanngaran Unas

Upaya pemerintah nampaknya tak henti-hentinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan.Ebtanas/Unas yang sekarang diganti istilah UN (ujian nasional) sebagai salah satu alat ukur keberhasilan pendidikan nasional nampaknya perlu mendapatkan penjagaan sangat ketat mulai dari pembuatan soal,pengetikan,penggandaan sampai dengan distribusi.
Belajar dari tahun ajaran terdahulu kalau mau jujur sebenarnya dari SMS yang beredar malam hari sebelum pelaksanaan UN sangatlah mudah menentukan bocor tidaknya naskah UN, tapi nampaknya banyak pihak tidak berani resiko, karena jika benar-benar dibuktikan ada jawaban yang kebenarannya mendekati 100% dan tanggal dan jam SMS terjadi sebelum pelaksanaan Unas maka secara logika itu berarti soal UN bocor dan resikonya harus mengulang dengan biaya tinggi.Rekaman data sirkulasi pengiriman SMS tentunya masih bisa di buka ulang melalui provider masing-masing operator telepun seluler.
Terus sampai kapan ketidak jujuran pendidikan ini di jalankan. Karena sekolah menerima siswa atau mahasiswa hanya berdasar nilai UN maka nilai UN harusnya akurat mencerminkan kompetensi seorang siswa,namun faktanya tidak jarang di temukan sejumlah siswa adalah dari siswa yang tidak layak, di temukan beberapa siswa yg pengetahuan dasar berhitungnya sangat lemah tapi nilai UN matematikanya mendekati nilai sempurna 10 bahkan ada yang sempurna 10. Ditunjang dengan sistem penilaian di sekolah yang mengacu pada pemberian remidi secara terus menerus sampai siswa mencapai nilai KKM (Kriteriaketuntasan minimal) yang ditetapkan sekolah, maka biasanya guru praktis tidak memberi remidi berlebihan karena sangat membebani tugas guru dan secara praktis siapapun siswanya,seminim apapun niat dan kemampuanya menjadi tidak pernah diperhitungkan selemah apapun kondisi siswa nilai minimalnya tetap KKM. Bahkan beberapa sekolah supaya kelihatan punya kualitas yang baik mematok nilai KKM 85, itulah sebuah kondisi sinergi yang melemahkan pendidikan.Kalimat yang paling ekstrim adalah Pendidik-pendidik yang tidak jujur tidak akan pernah melahirkan generasi yang jujur.
Upaya pemerintah mengangkat kualitas UN dengan membuat 20 variasimodel soal berbeda harusnya di sambut oleh kejujuran sekolah,tapi sayang banyak sekolah dalam keseharian tidak menjalankan pembelajaran dengan baik,maka ketika UN di kumandangkan maka kepanikan luar biasa akan terjadi pada siswa, guru dan kepala sekolah. Hal ini sangatlah berbeda dengan sekolah favorit yang terbiasa disiplin. Pembelajaran yang optimal dalam keseharian mengakibatkan banyak terjadi tranfer ilmu dari guru ke siswa. Keadaan pendisiplinan belajar inilah yang mengakibatkan ketika UN di kumandangkan sekolah-sekolah tersebut tidak pernah panik. Sungguh sangat berbeda dengan sekolah yang amburadul yang biasa ditunjukan dengan tak terkontrolnya siswa bolos tak terkontrol ke ajegan guru mengajar di kelas,tak terkontrol kompetensiguru. Sekolah yang amburadul biasanya gurunya mati-matian berusaha membantu siswa dengan segala cara curang. Guru pemalas memandang tindakan membantu curang siswa dalam UN adalah tindakan mulia. Menjadi sangat mengerikan jika jumlah sekolah yang amburadul jauh lebih banyak dibanding sekolah yang ideal.
Kalau sistem UN yang baru ini berjalan sesuai program dan kecurangan pelaksanaan UN bisa di limitkan dan grade nilai ditiadakan secaraumummaka dapat di prediksi jika nanti harus ada ujian ulang masal, karena sebagian besar hasil UN di bawah standar,dan ini bukan salah pak Menteri Pendidikan karena ini adalah akumulasi dari kualitas pendidikan beberapa tahun sebelumnya yang selalu bangga dengan lulus 100% walau harus menanggalkan kejujuran. Jika betul ada her masal sebuah langkah cerdas adalah tetap membedakan anak yang lulus langsung dan anak yang lulus dari ujian ulang, sebuah konsep yang sangat lemah dan tidak bijak jika nilai hasil her (ujian ulang) melebihi nilai anak yang lulus tanpa ujian ulang. Alternatif lain adalah menyerahkan sepenuhnya kelulusan siswa pada menegemen sekolah masing-masing,sedangkan nilai murni UN hanya dokumen pelengkap, sehingga jika seorang anak nilainya UN redah maka masih bisa lulus sekolah dengan langkah ini ujian ulang masal bisa di hindari.Hal ini masih sangat mungkin karena masyarakat dunia usaha akan menyeleksi kualitas seseorang minimalnya dari 3 unsur yakni: 1.Nilai dari sekolah ijasah/raport 2.Nilai Unas/UN 3.Kecakapan/kompetensi individu yang bisa diketahui melalui tes langsung.
Beberapa catatan langkah-langkah yang berindikasi curang yang biasa dilakukan beberapa sekolah menjelang ebtanas/unas tahun-tahun terdahulu seperti dibawah ini:
a.Menghimpun no HP siswa untuk tujuan komunikasi dengan siswa,bisa perwakilan di tiap ruang atau seluruhnya.sekolah yang demikian ini biasanya siswa di biarkan membawa HP masuk ruang UN.
b.Mengkondisi tempat duduk lebih mampat dan sudah diatur anak yang lebih pandai di kelilingi anak yang kurang untuk tujuan siswa bisa saling contoh secara alami.
c.Untuk menulis jawaban yang didapat malam hari ketika dengan 5 model soal siswa hanya butuh 3 cm x 5 cm kertas.dengan 20 model soal berarti siswa hanya butuh kertas seluas 12x 5 cm.Jikabenar-benarkodesoal di menggunakanbarkut maka distribusi bocoran jawab akan sulit jika dg sms, diprediksi lebih banyak menggunakan Foto copy atau scaner dan didalam ruang UN akan semarak banyak kertas-kertas repekan (kertas jawab untuk curang).
d.Kepala sekolah dalam pertemuan sub rayon secara langsung atau tidak biasanya mengarahkan atau mengharapkan guru mengawas seperti anaknya sendiri, ini biasanya bergeser menjadi anjuran yang agak memaksa, karena faktanya ada guru yang berseberangan dan nyatanya tahun ajaran berikutnya tidak di beri jam mengajar.
e.Kecurangan dengan cara sengaja menetapkan pola pembagian soal sehingga anak tertentu akan mendapat soal tertentu sesuai pola yang direncanakan.
f.Petugas TIM Independen pengawasan UN sangat heterogen ,kurang profesional dan kurang bisa diharapkan fungsinya,terkondilsi terlalu dekat dengan managemen sekolah yang berimbas ewuh-pakewuh berlebihansehingga dalam tugasnya memantau pelaksanaan UN kurang optimal dan kurang objektif.
Upaya curang dari banyak pihak di tingkat manapun untuk lulus 100% sebenarnya hanya karena tertanamnya paradigma lama, karena pucuk pimpinan hanya melihat keberhasilan pengelolaan pendidikan dengan indikator kelulusan 100% dan sebaliknya jarang melihat keberhasilan dari proses pendidikan dan ini adalah bentuk paradigma yang salah mutlak, oleh karena itu dilapangan, kepala sekolah mati-matian harus mempertahankan siswanya lulus 100% dengan cara apapun karena pertanggung jawabanya pada managemen Dinas Pendidikan kota dan karena Dinas Penndidikan harus mempertanggung jawabkan keberhasilanya pada bupati atau wali kota, dan seterusnya sampai pada tingkat Propinsi, menteri, pemerintah,dan juga masyarakat punya kebiasaan harapan lulus 100%.Apa artinya lulus 100% jika faktanya kompetensi siswa masih lemah dan kerusakan moral di masyarakat semakin nyata baik dari kuantitas maupun kualitasnya.Paradigma baru mengharapkan pendidikan yang rasional profesional dapat meluluskan siswa yang memiliki kompetensi optimal nyata dengan mengedepankan kejujuran proses. Sudah saatnya semua permasalahan pendidikan dan khususnya pro kontra tentang kebocoran soal UN harus di selesaikan dengan hati yang jujur tanpa mengedepankan kepentingan pribadi atau melindungi jabatan.
Konsep baru UN di kawal dengan peraturan-peraturan yang mengikat semua pihak untuk takut curang karena adanya ancaman sampai di pidanakan, InsyaAllah pelaksanaan UN tahun ajaran sekarang 2012-2013 ini tidak sia-sia membuang dana tanpa bisa memilah kualitas generasi prestasi .Kita semua harus siap malu jika dengan konsep pelaksanaan UN yang rapi dan terkontrol di tahun ajaran 2012-2013 ini ternyata hasilnya banyak siswa yang nilainya di bawah standar itulah kondisi nyata yang harus kita terima salah satu penyebabnya adalah saking lamanya kita semua terbuai dengan kepalsuan.ini awal untuk introspeksi diri untuk kedepanya berbenah diri untuk kebaikan pendidikan yang menjadi tulang punggung pembangunan negara dan bangsa.
Hadiah 1 Milliar untuk yang menemukan pelanggaran UN hanyalah sebuah wacana dan angan-angan karena melihat betapa pentingnya pelaksanaan UN dengan jujur karena dengan kejujuran dapat memilah mengklasifikasi anak-anak yang berbakat untuk mengembangkan negeri ini. bukanlah sesuatu harus diserahkan pada ahlinya ?,maka melindungi anak cerdas dan mengarahkansesuaibakatnya adalah sangat mulia dibanding guru pemalas yang dalam keseharian malas mengajar danbiasanyalebihsenangmenjadipahlawankesiangan mermembantu kecurangan, tindakan itu sebenarnya adalah kebaikan yang sia-sia bahkan berdosa karena merampas hak anak yang lebih pandai .Tidak jarang siswa yang lebih pandai dianjurkan memberitahu jawab pada siswa yang kurang dan faktanya hasil UN jauh lebih tinggi nilai anak yang nyontoh dari pada yang menycontohi. Disini peran siswa pandai adalahikut mengawasi, melaporkan siapa saja yang curang/memberi jawab ,hal ini harus benar-benar di jaga supaya semuanya adil sesuai upaya &kemampuannya. Semoga pendidikan menjadi lebih baik. Amin. (08.00/ 10april2013)
Surabaya,10 april 2013
Penulis Drs.Nuryanto
 nuryantodrs at gmail.com
08819000123/03170884406
»»   Selengkapnya...

Minggu, 17 Maret 2013

Sejarah perang Saudara, Bugis dan Toraja

TNO-Sulsel, Putusnya hubungan dengan pedagang asal Jawa sekitar awal abad ke-16 akibat adanya persaingan yang keras maka pedagang Bugis pun leluasa memasuki daerah Toraja terutama pedagang dari Bone, Sidenreng dan Luwu’. Para bangsawan Toraja yang banyak menyimpan bijih emas yang ditukar dengan porselen, tenunan halus dan bentuk perhiasan emas oleh pedagang asal Jawa menjadi daya tarik yang menggiurkan.
Masuknya pedagang asal Bugis berbarengan dengan berkembangnya Kerajaan Bone di bawah pimpinan Arung Palakka yang menaklukkan Kerajaan – Kerajaan kecil di daerah dataran Bugis, maka pada pertengahan abad ke-17 (1675) pasukan Arung Palakka juga menginvasi Tondok Lepongan Bulan dan terus menduduki daerah bagian selatan. Kedatangan invasi Bone ini dikenal dengan “Kasaeanna To Bone”.  Dengan masuknya tentara Arung Palakka dan pedagang Bugis, mereka pun menguasai sebagian besar Tondok Lepongan Bulan beberapa tahun lamanya.
Berkuasanya invasi BUgis ini mengakibatkan terjadi transformasi budaya yaitu beberapa sendi budaya Bugis yang diterapkan dalam masyarakat Toraja antara lain permainan judi dengan menggunakan Dadu dan Kartu (Buyang), karena yang telah dikenal masyarakat Toraja adalah Silondongan (Sabung Ayam) dan Sire’tekan (Loterei), maka judi dadu dan kartu kemudian mulai disukai oleh bangsawan di Toraja.  Disamping menanamkan permainan judi tersebut, pengaruh dari Arung Palakka makin kuat dan ditakuti sejak adanya perjanjian kerjasama serta persekutuan yang diadakan oleh seorang bangsawan Toraja yaitu Pakila’ Allo atau Pong Bu’tu Bulaan dari Randan Batu, yang bersekutu membuka tempat – tempat perjudian dan dijaga oleh pasukan Arung Palakka.
Meluasnya daerah yang dikuasai oleh pasukan Arung Palakka dan Pakila’ Allo yang terus mengadakan arena perjudian, mulai terjadi kekacauan, pencurian dan penekanan terhadap bangsawan yang tidak suka dengan judi. Hal ini berlangsung beberapa tahun sehingga menimbulkan keinginan untuk melawan pasukan Arung Palakka dengan terlebih dahulu mematahkan kekuatan Pakila’ Allo.  Ide perlawanan ini muncul dari seorang bangsawan dari Randan Batu yaitu Pong Kalua’. Setelah Pakila’ Allo meninggal dengan cara meracuni, maka para bangsawan kemudian menyusun kekuatan untuk melawan pasukan Arung Palakka yang tersebar di Toraja.  Persekutuan ini dikenal dengan nama Topada tindo, tomisa’ pangimpi (persatuan yang seia sekata, dan satu cita – cita) dengan semboyan “Misa’ Kada dipotuo, pantan kada dipomate” (Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh) dan perlawanan ini disebut “Untulak Buntunna Bone, Ullangda’ To Sendana Bonga” (menentang pengaruh dan kekuasaan Bone). Persekutuan ini dipelopori oleh 3 orang masing-masing :  1)    Siambe’ Pong Kalua’ dari Randan Batu  2)    Siambe’ Pong Songgo dari Limbu, Sarira  3)    Tominaa Ne’ Sanda Kada dari Limbu sebagai juru penerangan.  Berkat dukungan dan persatuan dari bangsawan Toraja maka mereka berhasil menaklukkan dan menghalau pasukan Arung Palakka pada tahun 1680, setelah mengadakan perlawanan beberapa lama sampai ke daerah Bambapuang.
Sejak berakhirnya peperangan antara Topadatindo dengan pasukan Arung Palakka, maka dalam beberapa tahun  tidak ada hubungan antara Tondok Lepongan Bulan dengan Bugis (Bone dan Sidenreng). Dengan putusnya hubungan itu maka muncullah seorang bangsawan dari perbatasan Tondok Lepongan Bulan di daerah selatan yang bernama Puang Kabere’. Ia mengadakan hubungan dengan kedua daerah tersebut untuk mempertemukan pendapat, dan membuat perdamaian hubungan antara Tondok Lepongan Bulan dengan Bugis. Adapun perjanjian ini berbunyi “  “Dilenten Tallo’ tama Bone tang rassak tang beluakan anna di sorong pindan tama Lepongan Bulan tang ramban tang unnapa”  Artinya :  “Hubungan kedua daerah tersebut baik dalam segala hal yaitu orang Bone bebas keluar masuk ke Toraja demikian pula sebaliknya orang Toraja tak akan diganggu jika masuk ke Bone”  Pertemuan untuk mengadakan perjanjian tersebut diadakan di perbatasa Toraja dengan Bugis yaitu daerah yang bernama Malua’ sehingga perjajian ini disebut “Basse Malua’” dimana Bugis diwakili oleh utusan raja Bone dan Arung – Arung dari Sidenreng, dan Tondok Lepongan Bulan diwakili oleh pemimpin Topadatindo.
Sejak hubungan kedua daerah pulih kembali pada awal abad ke-18, pedagang Bugis pun kembali masuk ke Toraja dan bangsawan Tondok Lepongan Bulan banyak belajar pada raja di Bugis tentang hukum pemerintahan dan ilmu perang. Mereka saling bertukar benda pusaka sebagai rasa persaudaraan antara mereka. Bangsawan dari Tondok Lepongan Bulan juga mengirimkan anak – anak mereka untuk belajar mempergunakan senjata – senjata api yang telah ada di Bugis dan ini berlangsung sampai pertengahan abad de-19. Pada saat senjata api banyak dimiliki oleh bangsawan Tondok Lepongan Bulan maka  mulailah terjadi perang saudara dan penjualan budak yang ditukar dengan senjata api.  Perang terjadi dimana – mana diantara para bangsawan, dan membuat beberapa bangsawan Tondok Lepongan Bulan bersekutu dengan pemimpin Bugis sekaligus mengadakan penyewaan tentara dan alat persenjataan untuk melawan sesama bangsawan di Tondok Lepongan Bulan. Datangnya para ahli perang Bugis ke Tondok Lepongan Bulan atas undangan bangsawan Toraja dikenal dengan datangnya Ande – Ande Guru di Toraja. Seorang panglima perang dari Bone yang sangat terkenal nernama Petta Punggawae, disamping seorang dari Sidenreng yang bernama Wa’ Situru’ yang sangat lama tinggal di Toraja dan oleh sekutunya diberi gelar “Andi Guru”. (sumber: http://www.blogger.com)
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 16 Maret 2013

Kerajaan Besar Sulawesi Selatan Sebelum Gowa-Tallo

Sebuah sejarah kerajaan di Sulawesi Selatan yang pernah mencapai puncak kejayaannya sebelum besarnya kerajaan Gowa – Tallo adalah kerajaan Siang.  Siang diperkirakan mengalami “masa keemasan” sekitar abad XV – XVI — sedangkan masyarakat Bugis Makassar nanti mengenal tradisi tulis “lontarak” di abad XVII.  Kerajaan Siang hanya sedikit dikenal dan hanya sedikit yang baru bisa diungkap lewat penelitian arkeologi di bekas pusat wilayah pemerintahan dan pelabuhan Siang Situs Sengkae, Bori Appaka, Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep ( 70 km dari Kota Makassar)
Dari minimnya hasil penelitian, diperkirakan bahwa kerajaan Siang ini telah dikunjungi oleh Kapal – kapal Portugis antara tahun 1542 dan 1548 jauh sebelum kerajaan Gowa memproklamirkan kekuatan maritimnya.  Seorang peneliti sejarah dari Portugis yakni Pelras mengemukakan bahwa selama masa pengaruh Luwu di semenanjung timur Sulawesi Selatan, kemungkinan dari Abad X hingga Abad XVI, terdapat kerajaan besar lain di semenanjung barat, dikenal dengan nama Siang, yang pertama kali muncul pada sumber manuskrip Eropa dalam peta Portugis bertarikh 1540. Nama “Siang” berasal dari kata “ kasiwiang” , yang berarti persembahan kepada raja (homage rendu a’ un souverain).
Pada tahun 1540 atau jauh sebelumnya, pelabuhan Siang sudah banyak dikunjungi pedagang dari berbagai penjuru kepulauan nusantara, bahkan dari Eropa. Pengamat Portugis, Manuel Pinto, memperkirakan pada tahun 1545, kerajaan Siang memiliki jumlah penduduk sekitar 40.000 jiwa.
Menurut catatan Portugis dari dokumen abad 16, Gowa dan Tallo pernah jadi pengikut dari kerajaan Siang. Tradisi lisan setempat mempertahankan pandangan ini. Penemuan arkeolog berharga di bekas wilayah Siang kelihatannya lebih memperkuat asumsi bahwa kerajaan ini adalah bisa jadi merupakan kekuatan besar di pantai barat Sulawesi Selatan sebelum bangkitnya Gowa dan Tallo (Pelras, 1973 : 54).
Raja Siang yang pertama disebut Tu-manurunge Ri Bontang (A. Razak Dg Mile, PR : 1975). Sementara M. Taliu menyebut periode pertama Kerajaan Siang, digagas seorang tokoh perempuan, Manurunga ri Siang , bernama Nasauleng atau Nagauleng bergelar Puteri Kemala Mutu Manikkang. Garis keturunan Tomanurunga Ri Siang inilah yang berganti-ganti menjadi raja di Siang (asossorangi ma’gauka) sampai tiba masanya Karaengta Allu memerintah di Siang paska Kerajaan Siang dibawah dominasi Kerajaan Gowa. (Taliu, 1997 dalam Makkulau, 2005).
Pelras dari penelitian awalnya terhadap sumber Eropa dan sumber lokal, menyatakan Siang, sebagai pusat perdagangan penting dan mungkin juga secara politik antara Abad XIV – XVI. Pengaruhnya menyebar hingga seluruh pantai barat dan daerah yang dulunya dikenal Kerajaan Limae Ajattapareng hingga ke selatan perbatasan Makassar, yakni Gowa-Tallo.
Pada pertengahan Abad XVI, Kerajaan Siang menurun pengaruhnya oleh naiknya kekuatan politik baru di pantai barat dengan pelabuhannya yang lebih strategis yaitu Pelabuhan Sombaopu . Kerajaan itu tak lain Kerajaan Gowa, yang mulai gencar melancarkan ekspansi pada masa pemerintahan Raja Gowa IX,Karaeng Tumapakrisika Kallonna. Persekutuan Kerajaan Gowa dan Tallo akhirnya membawa petaka bagi Siang, sampai akhirnya mati dan terlupakan, di penghujung Abad XVI. (Pelras 1977 : 252-5).
Pusat kerajaan Siang tumbuh berkat adanya sumber-sumber alam : kelautan, hasil hutan dan mungkin mineral serta padi ladang yang dieksploitasi oleh suatu populasi penduduk Makassar yang telah lama mengenal jaringan perdagangan laut yang luas dengan memanfaatkan muara sungai sebagai akses komunikasi utama (Makkulau, 2005, 2007).
Sejalan dengan semakin jauhnya garis pantai akibat pengendapan sungai Siang sebagai akses utama memasuki kota itu, dan kepindahan koloni pedagang Melayu ke Gowa di pesisir barat, bahkan sampai Suppa dan Sidenrengdi daratan tengah Sulawesi Selatan membuat kerajaan Siang kehilangan fungsi utamanya sebagai sebuah pelabuhan penting, pengaruh pusat politiknya meredup.  Nasib kerajaan Siang kemudian tidak berbeda dengan kerajaan Bantaeng, kendati eksis tetapi berada dibawah bayang-bayang kontrol kekuasaan Gowa-Tallo. (Fadhillah et, al, 2000 dalam Makkulau, 2005).
Hasil penelitian Balai Arkeologi Makassar dan Universitas Hasanuddin (UNHAS) menyebutkan bahwa ibukota Kerajaan Siang dulunya terletak pada sebuah lokasi yang dikelilingi oleh benteng kota (batanna kotayya). Bentengnya mengelilingi lahan yang sekarang menjadi kompleks kuburan yang dikeramatkan. Alur benteng Siang (batanna kotayya) diperkirakan berbentuk huruf U, kedua ujungnya bermuara di Sungai Siang yang telah mati. (Fadhillah, et.al, 2000 : 27).
Indikasi arkeologis pada lokasi situs berupa gejala perubahan rupa bumi dan proses pengendapan telah menjauhkan pusat Kerajaan Siang dari pesisir. Kemunduran Siang diperkirakan terjadi pada akhir abad 16 saat masuknya ekspansi politik kerajaan Gowa dan mempengaruhi otorisasi sistem pemerintahannya. 
(berbagai sumber )
»»   Selengkapnya...

Jumat, 15 Maret 2013

Mengenal Legenda Bugis, Nene' Mallomo

Nene’ Mallomo merupakan salah satu tokoh cendekiawan terkemuka di Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan dan telah menjadi simbol yang melegenda di daerah Bugis tersebut. Nene’ mallomo hidup di masa Kerajaan Sidenreng sekitar abad ke-16 M, pada masa pemerintahan La Patiroi, Addatuang Sidenreng. Beberapa referensi sejarah juga menyebutkan bahwa Nene’ Mallomo lahir sebelum masa pemerintahan Raja La Patiroi, yaitu pada masa Raja La Pateddungi. Nene’ Mallomo wafat pada tahun 1654 M di Allakuang, Sidrap dengan mewariskan salah satu slogannya yang terkenal dan menjadi pedoman hidup orang Bugis yakni “Resopa Temmangingngi Namalomo Naletei Pammase Dewata”.
Pada zaman dahulu, setiap kerajaan memiliki cendekiawan yang merupakan pembimbing masyarakat dalam mencapai kesejahteraan dan kemakmuran bersama. Ada 5 orang cendekiawan yang terkenal dalam perjalanan sejarah kerajaan Bugis, yaitu Kajao Laliddo (cendekiawan kerajaan Bone), Nene’ Mallomo (cendekiawan kerajaan Sidenreng), Arung Bila (cendekiawan kerajaan Soppeng), La Meggu’ (cendekiawan kerajaan Luwu) dan Puang ri Maggalatung (cendekiawan kerajaan Wajo).
Para cendekiawan tersebut sering melaksanakan pertemuan untuk mengadakan diskusi, sambil tukar menukar pengalaman yang nantinya menjadi pedoman wawasan setiap orang Bugis. Salah satu kegiatan pertemuan mereka yang terkenal digelar di Cenrana dimana pertemuan tersebut dihadiri oleh Kajao Laliddo dari Bone, Nene’ Mallomo dari Sidenreng, Puang ri Maggalatung dari Wajo, Topacaleppang dari Soppeng, Macca e dari Luwu dan Boto Lempangan dari Gowa. Dari pertemuan tersebut, Nene’ Mallomo kemudian melahirkan buah pikirannya yang disepakati oleh para cendekiawan yang hadir. Buah pikirannya berupa sebuah prinsip yang harus dijalankan oleh aparat kerajaan dalam mewujudkan masyarakat yang taat hukum. Prinsip tersebut dikenal dengan ungkapan “Naiya Ade’ Temmakkeana’ Temmakkeappo” (hukum tidak mengenal anak cucu).
“Pangadereng dapat diartikan sebagai keseluruhan norma-norma, meliputi bagaimana seseorang harus bertingkah laku terhadap sesamanya manusia dan terhadap pranata sosialnya secara timbal balik dan yang menyebabkan adanya gerak (dinamis) masyarakat. Pangadereng dibangun oleh banyak unsur yang saling menguatkan. Pangadereng meliputi hal ihwal ade’ (adat), bicara, rapang (contoh), wari (tata cara) dan sara’. Semua diperteguh dalam satu rangkuman yang melatarbelakanginya, yaitu satu ikatan yang mendalam ialah siri”. (Mattulada, 1968)
Nene’ Mallomo hanyalah sebuah gelar bagi seseorang, dimana dalam bahasa Bugis Sidrap, kata Mallomo berarti mudah, yang maksudnya bahwa Nene’ Mallomo mudah memecahkan suatu permasalahan yang timbul. Nene’ Mallomomerupakan seorang laki-laki, walaupun kata Nene’ menunjuk pada istilah wanita yang telah lanjut usia (tua). Dalam budaya Bugis dahulu, kata Nene’ digunakan untuk pria/wanita yang telah lanjut usia. Nama asli Nene’ Mallomo adalah La Pagala, namun ada juga yang mengatakan bahwa nama asli Nene’ Mallomoadalah La Makkarau.
Nene’ Mallomo dikenal sebagai seorang intelektual yang mempunyai kapasitas dalam hukum dan pemerintahan serta berwatak jujur dan adil kepada seluruh masyarakatnya. Dalam konteks masalah hukum, Nene’ Mallomo mempunyai prinsip yaitu “Ade Temmakkeana Temmakkeappo”, yang berarti bahwa hukum tidak mengenal anak dan cucu. Hal ini menunjukkan sisi keadilan dan ketegasan dari seorang Nene’ Mallomo, yang juga merupakan salah seorang penyebar agama Islam di daerah Sidrap.
Salah satu petuah dari Nene’ Mallomo mengatakan bahwa orang Sidrap harus mempunyai sifat Macca (pintar), Malempu (jujur), Magetteng (konsisten), Warani (berani), Mapato (rajin), Temmapasilengeng (adil) serta Deceng Kapang (menghormati orang lain).
Nene’ Mallomo juga merupakan penggagas falsafah hidup masyarakat Bugis Sidrap, yang terkenal yaitu Massappa (mencari rezeki yang halal), Mabbola (membangun rumah dari rezeki yang halal), Mappabotting (mempererat silaturrahmi dengan ikatan pernikahan), Mappatarakka Hajji (menunaikan ibadah haji) dan Mattaro Sengareng (merendahkan diri dan keikhlasan).
Salah satu pappaseng (pesan) Nene’ Mallomo bagi aparat kerajaan adalah “Tellu tau kupaseng : Arung Mangkau’e, pabbicara e, suro e. Aja’ pura mucapa’i lempu e o arung mangkau’. Malempuko mumadeceng bicara, mumagetteng, apa’ riasengnge malempu, madeceng bicara e lamperi sunge’. Apa’ teammate lempu e, temmaruttung lappa e, teppettu malompennge, teppolo masselomo e”,  (Aku berpesan kepada tiga golongan: Maharaja, Juru Bicara dan Utusan. Jangan sekali-kali engkau meremehkan kejujuran itu, hai maharaja. Berlaku jujurlah serta peliharalah tutur katamu, engkau harus tegas. Sebab yang disebut kejujuran, tutur kata yang baik itu memanjangkan usia. Oleh karena takkan mati kejujuran itu, takkan runtuh yang datar, takkan putus yang kendur, takkan patah yang lentur).
Oleh karena kearifan serta kebijaksanaannya, Nene’ Mallomo sampai saat ini telah menjadi ikon dari Kabupaten Sidenreng Rappang, yaitu Bumi Nene’ Mallomo.  (sumber : I Lagaligo Passompe’E / pelajarpro.com)
»»   Selengkapnya...

Riwayat Rumah Adat, Bola Soba

TNO-Sul-Sel, Rumah adat Bangsawan Bugis di Watampone, Sulawesi Selatan yang disebut Bola Soba’. Arsitekturnya hampir mirip dengan rumah Adat Gowa yakni Balla Lompoa. Bola soba atau dalam bahasa Indonesia yang diartikan “rumah persahabatan” merupakan salah satu peninggalan sejarah masa lampau.
Bangunan tradisional Bugis bermaterial kayu ini berdiri di atas lahan seluas hampir 1/2 hektar di ruas Jalan Latenritatta, Watampone. Kokohnya bangunan ini menandakan bahwa masyarakat Bone pada masa lampau telah menguasai pengetahuan teknik arsitektur dan sipil yang mumpuni.
Bola Soba dibangun pada masa pemerintahan Raja Bone ke-30, La Pawawoi Karaeng Sigeri sekitar tahun 1890. Awalnya, diperuntukkan sebagai kediaman raja. Selanjutnya, ditempati oleh putra La Pawawoi, Baso Pagilingi Abdul Hamid yang kemudian diangkat menjadi Petta Ponggawae (Panglima perang) Kerajaan Bone. Seiring dengan ekspansi Belanda yang bermaksud menguasai Sulawesi, termasuk Kerajaan Bone pada masa itu, maka Saoraja Petta Ponggawae ini pun jatuh ke tangan Belanda dan dijadikan sebagai markas tentara. Tahun 1912, difungsikan sebagai mes atau penginapan untuk menjamu tamu Belanda. Berawal dari sinilah penamaan Bola Soba’ yang berarti rumah persahabatan.
Bola Soba memiliki panjang 39,45 meter terdiri dari empat bagian utama, yakni lego-lego (teras) sepanjang 5,60 meter, rumah induk (21 meter), lari-larian/selasar penghubung rumah induk dengan bagian belakang (8,55 meter) serta bagian belakang yang diperuntukkan sebagai ruang dapur (4,30 meter). Dindingnya dilengkapi dengan ukiran pola daun dan kembang sebagai ciri khas kesenian Islam dan banji (model swastika) yang diperkenalkan oleh orang Tionghoa.
Bola Soba telah mengalami tiga kali pemindahan lokasi. Awalnya, terletak di Jalan Petta Ponggawae yang saat ini menjadi lokasi rumah jabatan bupati Bone. Selanjutnya, dipindahkan ke Jalan Veteran dan terakhir di Jalan Latenritatta sejak tahun 1978. Peresmiannya dilakukan pada 14 April 1982 oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saat itu, Prof Dr Daoed Joesoef. Sebagai bangunan peninggalan sejarah, Bola Soba didesain untuk mendekati bangunan aslinya. Namun demikian, beberapa bagian juga mengalami perubahan, baik perbedaan bahan maupun ukurannya aslinya.
Memasuki bagian dalam bangunan, tak ada benda-benda monumental yang bisa menjelaskan historis bangunan tersebut dengan detail, sedangkan di bagian lain ruangan terdapat ‘bangkai’ meriam tua, potret lukisan Arung Palakka, silsilah raja-raja Bone, serta beberapa benda-benda tertentu yang sengaja disimpan pengunjung sebagai bentuk melepas nazar. Nampak yang jelas hanya beberapa perlengkapan kesenian, seperti kostum tari dan gong dimana setiap harinya bangunan Bola Soba telah ini menjadi tempat latihan salah satu sanggar kesenian yang ada di kota ini. (sumber: bolasoba.blogspot.com / foto: Hasbi Photographer)

posting : kabarkami.com
»»   Selengkapnya...

Minggu, 03 Maret 2013

Inilah Foto Foto Kutu Yang Membuat Gatal Alat Kelamin


Gambar Inilah Foto Foto Kutu Yang Membuat Gatal Alat Kelamin rambut kemaluan pubic lice Pubic Pthirus pediculus humanus capitis parasit kutu jembut alat kelamin  crabs
Gambar Inilah Foto Foto Kutu Yang Membuat Gatal Alat Kelamin rambut kemaluan pubic lice Pubic Pthirus pediculus humanus capitis parasit kutu jembut alat kelamin  022
Gambar Inilah Foto Foto Kutu Yang Membuat Gatal Alat Kelamin rambut kemaluan pubic lice Pubic Pthirus pediculus humanus capitis parasit kutu jembut alat kelamin  pubiclice cdcar
TNO-int, Pthirus atau Phthirus pubis (disebut juga Pubic lice atau kutu Pubic) adalah serangga parasit penghisap darah yang hidup di kulit sekitar kelamin manusia. Manusia adalah satu-satunya tuan rumah parasit ini. Manusia dapat juga penuh dengan kutu tubuh (Pediculus humanus corporis) dan kutu kepala (Pediculus humanus capitis).
Kutu kelamin biasanya menular melalui hubungan seksual. Penularan dari orang tua kepada anak lebih mungkin terjadi melalui rute pemakaian handuk, pakaian, tempat tidur atau closets yang sama secara bergantian. Orang dewasa lebih sering terkena daripada anak-anak.
Gejala
Gejala utamanya adalah gatal, biasanya di daerah jembut. Itu hasil dari sentuhan liur kutu dengan kulit kita, dan (rasa gatal) menjadi semakin kuat pada dua minggu atau lebih. Kutu Pubic menyebar melalui keringat saat kontak tubuh atau seksual. Oleh karena itu, siapa pasangan seks si pasien dalam waktu 30 hari sebelumnya harus dievaluasi dan diobati, dan kontak seksual harus dihindari sampai perawatan berakhir dangan kesembuhan.
Gigitan kutu dapat menimbulkan luka pada kulit yang menjadi jalan masuk bagi organisme lainnya sehingga terdapat hubungan yang kuat antara keberadaan kutu pubic dengan IMS. Dalam hal ini adalah keharusan bagi pasien untuk mau diperiksa apakah terjangkit jenis IMS lainnya.
Walaupun salah satu bagian tubuh menjadi koloni kutu ini, mereka tetap lebih menyukai daerah rambut kemaluan dan anal. Pada pasien laki-laki, kutu dan telur juga dapat ditemukan pada rambut di daerah perut, kumis dan janggut. Sementara pada anak-anak mereka biasanya ditemukan di bulu mata.
Pthirus atau Phthirus pubis (disebut juga Pubic lice atau kutu Pubic) adalah serangga parasit penghisap darah yang hidup di kulit sekitar kelamin manusia. Manusia adalah satu-satunya tuan rumah parasit ini. Manusia dapat juga penuh dengan kutu tubuh (Pediculus humanus corporis) dan kutu kepala (Pediculus humanus capitis).
Kutu Pubic biasanya menular melalui hubungan seksual. Penularan dari orang tua kepada anak lebih mungkin terjadi melalui rute pemakaian handuk, pakaian, tempat tidur atau closets yang sama secara bergantian. Orang dewasa lebih sering terkena daripada anak-anak.
Kutu Pubic biasanya didiagnosis seksama dengan memeriksa di rambut kemaluan (jembut) apakah terdapat kutu Pubic dalam bentuk telur, anak (nymph), dan kutu dewasa. Kutu dan telur dapat dihilangkan baik dengan memotong seluruh rambut (dengan pengecualian pada daerah mata). Sebuah kaca pembesar atau stereo-mikroskop dapat digunakan untuk identifikasi yang tepat. Jika kutu telah terdeteksi dalam satu anggota keluarga, maka seluruh anggota keluarga harus diperiksa dan perawatan dilakukan untuk orang-orang yang mengidap kutu tersebut.
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 02 Maret 2013

LSM LEKAT : WASPADAI ORANG ASING DISEKITAR ANDA

ilustrasi
TNO-Makale, Kondisi keamanan yang kondusif, dan kesejahteraan masyarakat serta pendidikan yang gratis selalu menjadi janji Pemerintah kepada masyarakat. Tetapi hal ini bukan hal yang mudah, semisal keamanan, terlalu banyak indikasi yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat, yang sampai meresahkan dan terkadang orang lain yang jadi korban. Beberapa waktu yang lalu marak pencurian dan perampokan, kini persoalan penculikan ataupun tipu daya sesama teman facebooker, ini trend baru dan bahkan penculikan anak.

Di Tana Toraja, kasus penculikan anak memang belum merebak, menjadi kondisi luar biasa seperti di kota-kota besar. Akan tetapi sangat perlu diwaspadai, seperti yang diungkapkan Ketua LSM Lekat, Ferryanto Belopadang. Diungkapkannya " Setiap orang tua harus waspada akan keamanan anak mereka baik itu di lingkungan rumah, sekolah dan tempat ibadah, bahkan tempat umum lainnya. Ini tanggungjawab bersama, bukan hanya pihak kepolisian, karena dimana ada kelengahan, disitulah muncul masalah, Waspadalah ! Terhadap keberadaan orang asing di sekitar anda, laporkan jika ada yang mencurigakan !

Tempat yang paling rawan adalah sekolah, dimana para murid yang masih kebanyakan di bawa umur, sangat rentan ditipu daya dan bahkan diminta untuk mengikuti keinginan orang tertentu dan bahkan bisa beresiko fatal, waspada adalah kata kuncinya. WASPADALAH !...WASPADALAH !.....(tim)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 09 Januari 2013

SEBAGIAN BESAR PROYEK DIKNAS TATOR AMBURADUL

SDN 117 RORRE Makale Utara - Tana Toraja
TNO-Makale, Seperti dilansir beberapa waktu lalu di Media ini, Tender Diknas yang sarat Kolusi membuahkan hasil. Beberapa proyek yang seharusnya sudah selesai sesuai kontrak yang ditandatangi Kontraktor pada Desember lalu, sampai saat ini masih belum rampung. Dari haasil pantuan beberapa LSM di daerah ini, terdapat pekerjaan pembangunan rahabilitasi SD sangat tidak maksimal.

Dari hasil pemantauan LSM di daerah ini, terdapat beberapa sekolah yang belum tuntas pekerjaannya, L Salinding, salah seorang aktifis LSM yang getol menyorot pekerjaan rhabilitasi di SD dari dana DAK sangat berang, dikatakannya " Kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak harus di-blacklist, dan segera diperiksa perkerjaannya. Pengawasan sangat lemah, dan terindikasi kolusi dari Bobot pekerjaan yang sebagian sudah dibayarkan 100%, sementara kondisi fisik pekerjaan belum memenuhi, ada apa?"

Senada dengan itu, Irwan, PPK proyek ini menyesalkan beberapa proyek yang sudah dibayarkan 100% sementara fisiknya belum memenuhi bobot tersebut, diungkapkannya " Memang beberapa proyek sudah terlanjur dibayarkan 100% sebelum akhir kontrak, waktu itu saya sakit. Yang melalui saya, saya tidak setujui!". Demikian ungkap Irwan saat ditemui TNO di rumahnya. (fer)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 05 Desember 2012

Ratusan Guru Datangi Pengadilan Negeri Makale

Ketua LPPA, Andi Fatma bersama sejumlah Guru di PN Makale.(Lis)

TNO-Makale (512)Seratusan Guru dari berbagai Sekolah di Tana Toraja yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Sangalla, Kabupaten Tana Toraja melakukan aksi solidaritas di halaman Pengadilan Negeri Makale Tana Toraja, Rabu (4/12/12) pagi tadi. Aksi itu digelar sehubungan dengan dugaan penganiayaan oleh oknum guru Bernadeth Bandaso’ (45) pada muridnya Jasmin Tandiarrang (9) sehingga menyebabkan pipi murid tersebut mengalami biru akibat dicubit. Akibat perbuatannya, Bernadeth harus mempertanggung jawabkan di hadapan hakim.
Kejadian tersebut berawal ketika Bernadeth menanyakan kepada para siswanya siapa saja yang tidak ke gereja, kemudian Jasmin mengangkat tangan. Selanjutnya pelaku menghadiahi korban dengan cubitan di pipi. Karena tidak menerima perbuatan pelaku, M Dolla (35) orang tua korban langsung berinisiatif melaporkan kasus tersebut ke Polres Tana Toraja.
“Selaku orang tuanya, melihat pipi anak kami yang dicubit sudah membiru akhirnya saya laporkan ke pihak berwajib sesuai dengan visum dokter, yang sidangnya hari ini dilaksanakan”. Ujarnya pada luwuraya.com
Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Luwu Raya, Andi Fatmawati Syam mangatakan meski perbuatan pelaku termasuk tindak pidana ringan, namun hal tersebut menurutnya tidak bisa dibiarkan. Bahkan, pihaknya berjanji akan terus mengawal kasus tersebut
“UU No. 23 tahun 2003 Perlindungan Anak kita harus ditegakkan. Kasus seperti ini bisa di kenakan 3 tahun kurungan penjara.” Tegas Fatmawati.
Massa yang tergabung dalam PGRI tersebut mengancam akan terus melakukan aksi solidaritas dan akan membawa lebih banyak massa pada sidang lanjutan yang akan digelar pada Rabu (12/12/12) pekan depan untuk memberikan dukungan moril pada tersangka.(b)

posting :
Elis Mangesa
»»   Selengkapnya...

Kamis, 29 November 2012

LSM YPMT : TIM MONEV DIKNAS BERTINDAK AROGAN

TNO-Makale, Dunia Kependidikan di Tana Toraja semakin seret dengan masuknya SKPD ini dalam masalah yang menjerat Pemkab Tana Toraja dibawah Pimpinan Bupati Theopilus Allorerung menjadi DISCLAIMER, hal-hal lain yang sangat fatal dilakukan pimpinan SKPD DIKNAS Tana Toraja adalah Saat Proses Pelelangan yang biasa disebut Tender, Panitia ditunjuk seadanya, bahkan memasukkan orang dari SKPD lain ( SA, notabene Ipar Bupati) untuk mengetuai Tender di dinasnya, ada apa? Hasilnya tidak lebih baik, bahkan menambah masalah yang terjadi.

Demikian halnya, Pembentukan Tim Monev, yang terdiri dari Oknum-oknum Kejaksaan dan Kepolisian serta LSM yang direkrut tanpa diketahui Prasyaratnya, tiba-iba muncullah Tim Monev dengan beban biaya APBD 90juta, waow, ada apa lagi in? sementara dalam prakteknya, mereka masih dikumpulkan dana 300 per sekolah (contoh kasus : Bittuang). Setelah di-SK-kan,Tim Monev berbagi tugas ke Wilayah yang ditetapkan oknum tertentu, bahkan atraksi yang dilakukan begitu arogan bahkan memarah-marahi Kepsek yang dijumpai. meminta data dan segala macamnya. Hal ini membuat gerah pemerhati pendidikan Titus Tato' Samara, aktifis LSM YPMT (Yayasan Pendidikan Masyarakat Toraja), dikatakannya " Tim yang terbentuk mendatangi sekolah - sekolah dan meminta Data dan segala macamnya, sayangnya oknum tertentu bertindak berlebihan memarah-marahi Para Kepsek dan Guru yang dijumpai, tujuannya apa? tetapi ada juga yang bingung, bagaimana harus bertindak karena direkrut mendadak, bagaimana bisa monitor dan evaluasi kalau menggunakan dana internal, ini bisa akal-akalan saja".

Kondisi Dikna tana toraja seharusnya menjadi perhatian Bupati, terlalu banyak info yang masuk, bahkan beberapa orang pejabat teras di Bumi Lakipadada ini sudah merekomendasikan perubahan - perubahan pengelolaan, jangan jadikan Diknas Tana Toraja cuma sebagai bulan-bulanan kepentingan, akhirnya semua berujung KORUPSI.(fer)
»»   Selengkapnya...

Senin, 26 November 2012

Seminar Master Plan Pendidikan Tana Toraja Digelar Hari Ini

TNO-Makale, Bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja,  hari ini (27/11) dilaksanakan Seminar Master Plan Pendidikan Tana Toraja. Kegiatan ini akan dihadiri para Pendidik dan Pemerhati Kependidikan di daerah ini. kegiatan ini sangat strategis, sebagai dasar pengelolaan kependidikan di Bumi Lakipadada.
Ilustrasi Korupsi
Seperti yang selama ini terjadi, Pembangunan dibidang Kependidikan di daerah ini seakan-akan tanpa format yang jelas, semuanya dilaksanakan sesuai keinginan, bukan berdasarkan Kebutuhan yang menggunakan skala prioritas. Seperti yang dilansir Media Duta beberpa hari lalu, terjadi praktek sindikat tender dan dilakukan oleh oknum-oknum non struktural yang tidak bertanggungjawab yang punya dominasi terhadap birokrat di dinas Kependudukan Tana Toraja. Ini adalah praktek Kolusi secara Nepotisme dan berpotensi KORUPSI.

LSM LEKAT,alah satu LSM yang eksis menyorot Pemerintahan Theopilus Allorerung turut berkomentar, melalui Ketuanya Ferryanto Belopadang menanggapi dingin kegiatan ini, dikatakannya"Sudah banyak seminar yang dilakukan, dan pembuatan perencanaan yang holistik, tetapi terpulang ke Sikap Pemerintah di Tana Toraja, tidak berkomitmen yang jelas, akhirnya SKPD Diknas Tana Toraja hanya jadi lahan pemenuhan Kepentingan sekelompok orang." Lanjut dikatakan Ryan, sapaan Akrbnya, kegiatan ini jelas mengandung konsekwensi Biaya yang diperoleh dari uang rakyat, jadi jangan dijadikan saja sebagai ceremonial belaka,  harus ada keberanian bupati untuk menjadikan Pendidikan sebagai andalan pembangunan yang diurus secara profesional karena sudah melibatkan para pakar.

Sebagaimana kita ketahui bersama, selama ini  Diknas Tana Toraja sangat rentan terhadap intervensi dari oknum-oknum Legislatif dan Birokrat yang hanya berorientasi pada Proyek, semoga melalui kegiatan ini, dicapai format pengelolaan kependidikan yang maksimal.(tim)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 07 November 2012

Tana Toraja Kekurangan Ribuan Guru


TANA TORAJA, KOMPAS.com - Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan kekurangan ribuan guru kelas berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dari berbagai jenjang mulai taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Tana Toraja, kebutuhan guru PNS TK sebanyak 120 orang, guru PNS SD 871 orang, SDLB PNS 24 orang, SMP PNS 830 orang, SMA PNS 99 orang dan SMK PNS 253 orang.
Sementara itu, jumlah sekolah SD sebanyak 231 unit, SMP 72 unit, SMA 18 unit dan SMK 23 unit.
"Saat ini, kebutuhan guru di Tana Toraja sebanyak 2.197 orang. Data-data kebutuhan guru di Tana Toraja sudah dikirim ke kementerian pendidikan dan dilaporkan ke lembaga penjaminan mutu pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Selatan," kata Kepala Dinas Pendidikan Tana Toraja, Yohanis Titing, Kamis (1/11/2012).
Yohanis menambahkan jumlah guru kelas dan bidang studi di berbagai jenjang sekolah masih jauh dari ideal, bahkan ada sekolah yang hanya memiliki dua guru berstatus PNS.
Kebutuhan guru di sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa di satu sekolah dan jumlah guru PNS di sekolah bersangkutan, kebutuhan guru yang jumlahnya mencapai ribuan itu belum termasuk kekurangan guru di sekolah MI, MTs dan MA.
Akibat kurangnya tenaga guru PNS ini maka proses belajar mengajar terganggu. "Sekolah yang tenaga gurunya kurang terpaksa mengandalkan tenaga sukarela. Itu dimungkinkan selama ada kesepakatan dari kepala sekolah, guru dan komite sekolah. Kecuali sekolah mengangkat tenaga guru kontrak, tidak diperbolehkan," tutur Yohanis.

Editor :
Ervan Hardoko
»»   Selengkapnya...