Kamis, 01 Maret 2012

LSM LEKAT : MEMINTA PEMERINTAH PUSAT TURUNKAN TIM PENCARI FAKTA, KASUS BANDARA PERINTIS BARU TANA TORAJA DI MENGKENDEK SEMAKIN SEMRAWUT


TNO-TANA TORAJA, Iming-iming mengharapkan Bandara Baru di Mengkendek-Tana Toraja, justru menuai masalah. sampai hari ini Sidang Gugatan Sengketa Lahan bandara yang sudah dibayarkan Pemkab Tana Toraja semakin menghangat. Sebut saja, Gugatan keluarga ahli waris Puang Mengkendek,AYK Andilolo, melawan Bupati Tana Toraja,Tim 9 Pembebasan Lahan Bandara, diikuti Gugatan Intervensi Adam Palayukan dkk, Kasus Rantedada.

Joni Paulus,SH
Berangkat dari beberapa persoalan diatas, menunjukkan bahwa ada perbedaan kepentingan yang muncul pada akhirnya, persoalan yang diuraikan terdahulu akan memunculkan persoalan-persoalan baru dalam masyarakat, perselisihan keluarga serumpun, antar keluarga dan bahkan camat Mengkendek sudah pernah diburu oleh oknum masyarakat yang kecewa terhadap proses pemberkasan pembebasan lahan. Kalau hal ini tidak segera di tangani serius Pemerintah Pusat dengan menurunkan Tim Pencari Fakta, akan timbul masalah yang lebih besar, tatkala sudah putusan pengadilan dikeluarkan. 

LSM Lekat,melalui Ketuanya Ferryanto Belopadang,menyayangkan kelalaian dan pembiaran yang dilakukan Pemkab Tana Toraja, dengan alasan Kebutuhan akan bandara, sehingga mengorbankan masyarakat. Sebut saja, Marthina Bangapadang, mengeluhkan pelayanan Pemkab Tana Toraja, lanjut dikatakannya sudah berulang kali kami menghadap Pemkab tana Toraja melalui Sekda selaku Ketua Tim 9 Pembebasan lahan Bandara, tapi tidak ada perhatian, sehingga jalan terakhir yang ditempuh adalah berperkara di pengadilan.
Yohanis Tunde' (anak Martha Ruruk)
Hal yang sama diungkapkan, Penasehat Hukum pengugat Intervensi, Joni Paulus,SH, mengungkapkan beberapa prosedur yang tidak dilakukan Pemkab Tana Toraja melalui Tim 9, amenjadikan banyaknya masyarakat yang resah akan keberadaan tanahnya yang terkena rencana bandara, bahkan ada beberapa orang yang belum teridentifikasi berkasnya, diungkapkannya, status tanah di simbuang lokasi Pitu Lombok Pitu Tanete yang termasuk kawasan rencana Bandara adalah Tanah Adat, dan setiap pembangunan yang akan dilakukan di Wilayah Simbuang Pemkab bermohon ke Parengnge' dalam hal ini Martha Ruruk. Jadi seharusnya Pemkab tana Toraja lebih jeli dalam memproses berkas-berkas yang akan dibebaskan, kuncinya.
»»   Selengkapnya...

Senin, 27 Februari 2012

TNO-Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menyatakan akan membantu melacak akun anonim pelaku penghinaan di jejaring sosial twitter yang mulai bermunculan.
"Kami akan membantu melacak pelaku penghinaan dan membantu kerja aparat hukum jika diperlukan," kata Tifatul dalam akun twitternya yang diakses dari Jakarta, Sabtu.
Ia juga menyarankan, bagi masyarakat yang mengetahui secara persis pelaku di balik akun penghina agama bisa mulai mengumpulkan bukti-bukti yang kuat lalu melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.
Sedangkan bagi mereka yang merasa terganggu dengan akun twitter pelaku penghinaan, kata menteri, disarankan untuk melakukan prosedur "report as spam" agar secara otomatis akun penghina itu dapat ditutup oleh pengelola twitter.
"Harus tetap tenang, jangan terprovokasi," katanya.
Menurut dia, masyarakat tidak boleh terprovokasi karena pada dasarnya penghinaan terhadap suatu agama tak akan mengurangi kemuliaan agama tersebut.
"Karena penghinaan bukti si pelaku kehabisan argumen," katanya.
Pihaknya mengaku sedang terus memantau dan mempelajari akun di jejaring sosial twitter anonim yang mulai bermunculan.
Pantauan terutama dilakukan terhadap akun twitter anonim yang kerap mengeluarkan kata-kata penghinaan bernada SARA (suku, agama, ras dan antargolongan).
Tifatul menegaskan, meskipun akun twitter anonim, jika kemudian meresahkan dapat diproses ke jalur hukum.
"Pada pinsipnya setiap pemilik akun bisa dikejar, diketahui posisinya di mana dan menggunakan apa," katanya.
Berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terdapat lima pelanggaran di dunia maya yang bisa dikenakan tuntutan hukum dan akun twitter anonim adalah salah satunya.
Hal pertama yakni pornografi, kedua judi, ketiga ancaman, keempat penipuan, dan kelima "blasphemy" atau penistaan terhadap agama.
Sesuai UU ITE perbuatan itu bisa dijerat ancaman hukuman tujuh sampai 12 tahun penjara. (rr)


Posting : (ANTARA)
»»   Selengkapnya...

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Bukan Karena Syahrul

Anis Matta Lc
TNO,MAKASSAR - Wakil Ketua DPR RI Anis Matta Lc mengatakan, tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi Sulsel yang didengung-dengunkan pemerintah provinsi (pemprov) Sulsel saat ini bukan atas hasil kinerja pemprov Sulsel.
Sekertaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini saat menjadi pembicara dialog kebangsaan Senat Kemahasiswaan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Kampus Unhas Makassar, Tamalanrea, Senin (27/2/2012)
"Bilang pertumbuhan ekonomi tinggi tapi tidak dirasakan masyarakat, masalahnya angka jumlah orang terkaya di republik ini baru angka pembaginya adalah rakyat miskin, akhirnya angka itu tidak dirasakan orang miskin," kata pria asal Bone ini disambut aplaus ribuan mahasiswa kampus Unhas.
"Inilah yang membuat kita marah. Di Sulsel itu juga begitu, kita marah karena yang menghasilkan pertumbuhan itu bukan pemerintah tapi privat sektor (sektor swasta). Jadi tanpa pemerintah pun Sulsel  itu bisa kaya," tambah penulis buku Serial Cinta ini.
Selain ribuan mahasiswa Unhas, hadir pula mendengarkan pidato penulis buku berjudul Dialog Peradaban ini, Pembantu Rektor III Unhas Nasruddin MT, Ketua DPW PKS Sulsel Andi Akmal Pasluddi, Tamsil Linrung beserta puluhan dosen Unhas.


Posting : Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham
              TRIBUNTIMUR.COM


»»   Selengkapnya...

Minggu, 26 Februari 2012

DPR Kritik KPK Soal Moratorium Pendaftaran Haji

 TNO-JAKARTA, Usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang penghentian sementara (moratorium) pendaftaran calon haji lantaran pengelolaan keuangan yang tidak transparan, terus mendapat kritikan. Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Radityo Gondo Gambiro, menyatakan bahwa pendaftaran haji dengan pengelolaan keuangan adalah hal yang berbeda.
Radityo mengatakan bahwa dalam beberapa kali kunjungan kerja Komisi VIII ke daerah, sebenarnya wacana tentang moratorium itu sudah sering ditanyakan ke para ulama ataupun tokoh masyarakat. Namun para ulama termasuk yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) di daerah, melontarkan reaksi keras.
"Mereka tak setuju kalau pendaftaran itu harus dihentikan karena haji kan urusan syariat. Melaksanakan rukun Islam kelima itu bukan persoalan mampu atau tidak mampu, tapi juga soal undangan Allah," kata Radityo kepada wartawan di Jakarta, Ahad (226/2).
Ketua Divisi Pendidikan dan Pelatihan di DPP PD  itu justru menilai hal yang mendesak untuk dilakukan saat ini adalah perbaikan sistem pengelolaan keuangan dari setoran awal calon jemaah haji. Menurutnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perlu melakukan audit investigatif. "Ini bukan untuk mencari-cari kesalahan, tapi bagaimana membangun sistem yang lebih sehat," cetusnya.

Posting : REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA
»»   Selengkapnya...

Rabu, 22 Februari 2012

Mantan Gubernur Sulsel Akan Diperiksa Terkait Kasus CCC


TNO-Makassar, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat akan memeriksa Mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Amin Syam terkait korupsi pembebasan lahan Celebes Convention Center (CCC) senilai Rp3,4 miliar.
"Kami sudah melayangkan surat pemanggilan kepada yang bersangkutan. Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi atas dugaan korupsi pembebasan lahan. Keterangannya sangatlah kami butuhkan dalam kasus yang merugikan negara Rp3,4 miliar ini," ungkap Asisten Pidana Khusus Kejati Sulselbar, Chaerul Amir Selasa (21/02).
Selain mantan gubernur tersebut, Kejati Sulselbar akan memintai keterangan mantan Kepala Bappeda Sulsel, Sangkala Ruslan dan seluruh tim yang termasuk dalam tim rekomendasi pembebasan lahan itu pun akan dipangil.
Sebelumnya, penyidik Kejati Sulselbar telah memeriksa lima orang yang masuk dalam tim sembilan. Mereka adalah mantan Sektetaris Daerah Provinsi Sulsel, Andi Tjoneng, mantan Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Tajudding Noor, mantan Lurah Mattoanging Andi Toto Pajung, mantan Camat Mariso, Agus AS, serta Sidik Salam.



(Sumber: Tim Redaksi Website Kejaksaan RI/ Kejati Sulselbar)
»»   Selengkapnya...

Senin, 20 Februari 2012

Sebulan Lagi Rutan KPK Siap Pakai

Berita KPK : Sebulan Lagi Rutan KPK Siap Pakai
Posted by humas on 2012/2/20 10:10:44
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyiapkan rumah tahanan (rutan) di ruangan bawah tanah gedungnya. Rutan yang akan menampung para tersangka kasus korupsi ini siap digunakan dalam waktu satu bulan ke depan. "KPK sedang membangun rutan di basement gedung. Finishing nya tinggal 80 sampai 90 persen ya. Mungkin kurang dalam sebulan ini sudah bisa dipakai,"kata Kabiro Humas KPK kepada Jurnal Nasional, Minggu (19/2).

Johan menjelaskan, ada lima ruang tahanan yang disiapkan komisinya.Tiap ruangan berukuran 3,1 x 3,5 meter persegi diisi dengan ranjang kayu berisi kasur busa serta lemari. Saat ini ada tiga kamar sel tahanan yang telah selesai dikerjakan.

Masih lanjut Johan, rutan KPK ini termasuk dalam lingkup rutan cabang Salemba. Fasilitas serta sistem keamanaYi di rutan KPK disesuaikan dengan persyaratan yang diatur oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

"Ini adalah rutan cabang Salemba, jadi persyaratan semua harus memenuhi syarat yang ada di Kemenkumham," papar Johan.

KPK akhirnya bisa memiliki cabang rutan sendiri setelah mendapat persetujuan atau izin dari Kemenkumham pada Januari lalu. Cabang rutan ini diharapkan bisa memudahkan kelancaran penyidikan kasus korupsi yang ditangani KPK.

Saat ini beberapa tersangka kasus korupsi belum ditahan oleh KPK. Diantaranya merupakan tersangka "kelas kakap" yakni eks Deputl Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Miranda Swaray Goeltom dan anggota DPR Rl Angelina Sondakh.

Jika keduanya ditahan dalam waktu sebelum ke depan, maka mereka akan tercatat sebagai angkatan pertama penghuni rutan KPK.

Sumber : Jurnal Nasional, 20 Februari 2012
»»   Selengkapnya...

Rabu, 15 Februari 2012

Menkes: Dokter di Indonesia Tak Kalah dengan Luar Negeri

Endang Rahayu Sedyaningsih (kiri) (Foto: Koran SI)
Endang Rahayu Sedyaningsih (kiri) (Foto: Koran SI)


Dina Dhani - Okezone

PONTIANAK - Bukan rahasia umum jika masyarakat Kalimantan Barat kerap berobat ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Entah karena kebiasaan atau memang masyarakat belum sepenuhnya percaya kepada dokter yang di Kalbar, dibandingkan dokter di luar negeri.

Atas fakta tersebut, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih berjanji akan memperbaiki fasilitas rumah sakit di Indonesia.

Meski tidak setuju dengan pendapat dokter dan RS di luar negeri jauh lebih baik dibanding di Indonesia, namun Endang menganggap peningkatan mutu para dokter di Indonesia penting dilakukan.

“Kalau masyarakat kita lebih memilih berobat ke luar negeri, itu pilihan mereka karena kita tidak bisa memaksa. Tetapi tidak lantas mengatakan dokter dan RS yang ada di luar negeri lebih baik dari Indonesia,” ungkapnya kepada wartawan usai membuka Seminar dan Kongres Nasional VII Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia (Pormiki) di Santika Hotel, Pontianak, Rabu (15/2/2012).

Menurut Endang, Kementerian Kesehatan sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatan kualitas dokter dan prasarana kesehatan di daerah terpencil, terutama daerah perbatasan.

“Karena daerah perbatasan merupakan teras rumah kita, maka perbaikan kualitas di perbatasan untuk kesehatan jelas dilakukan. Salah satunya dengan perbaikan puskesmas-puskesmas termasuk pemberian insentif kepada para dokter yang ditugaskan di sana,” katanya.

Pemberian fasilitas kesehatan di daerah terpencil dan perbatasan, diakui Menkes, tidak saja diberikan langsung dari pemerintah pusat, namun juga pemerintah daerah.

“Karena anggaran juga ada di daerah. Harus dikeluarkan oleh masing-masing kabupaten/kota di mana para dokter itu ditempatkan. Sehingga kerja sama yang baik antarkabupaten dan provinsi dengan Pusat harus ada,” papar perempuan berambut pendek ini.

(ton)
»»   Selengkapnya...

Selasa, 14 Februari 2012

Mamasa, Pusat Kekuatan Mistik Terbesar Etnis Toraja

Mamasa, Pusat Kekuatan Mistik Terbesar Etnis Toraja

Pasha Ernowo - Okezone
Festival di Mamasa (foto: aryafatta.wordpress.com)
Bunga-bunganna Mamasa (foto: aryafatta.wordpress.com)
MENJELAJAHI Sulawesi Selatan jangan hanya Bugis, Tana Toraja, dan Makasar. Masih banyak yang menarik untuk dilihat, salah satunya yakni Mamasa.

Kota kecil yang sudah menjadi kabupaten ini adalah daerah gunung, hutan dan sungai, dalam ikatan kekerabatan dengan adat Toraja, tapi "bukan Toraja pada umumnya".

Mendatangi tempat ini seperti surga bagi yang gemar trekking, hiking, rafting, dan bisa juga mountain-biking, atau mau menjajal bawa mobil via jalan poros Sulawesi yang terkenal dengan jurang dalamnya dan rute yang "hancur".

Bagi yang merasa shape-up, dan suka outdoor activities, inilah tempat yang cocok buat mereka. Daerah masih perawan ini nyaris belum “diubek ubek" secara membabi buta.

Dari  Makasar larikan mobil ke arah kota penghasil beras Pinrang dan tancap terus melalui jalan mulus hingga kekota Polewali (waktu tempuh 5 jam). Rute ini adalah daerah dataran rendah melewati bibir pantai yang berudara panas garang.

Setelah lewat Pinrang tetap pacu kendaraan menuju Polewali.  Dari sini, belok masuk menanjak tajam, jalan rusak semi permanen ke Melabu dan terus mentok di Mamasa selama 4 jam lebih .

Dengan lama perjalanan seperti itu dan kondisi jalan "hancur" dari  Polewali ke Mamasa, ada baiknya tidak membawa anak kecil karena akan membuat mereka kelelahan dan menderita.

Perjalanan paling berat terasa ketika lepas dari Polewali menuju Mamasa. Panjang jalan yang hanya 90 km itu terasa amat lambat dan cukup berat karena kondisi jala yang tidak bagus. Rute Polewali ke Mamasa juga jarang dijumpai rumah penduduk, tidak ada warung, tidak ada pom bensin, dan udara terasa kian dingin dan dingin ketika posisi ketinggian makin naik kepegunungan.Karena itu, sangat disarankan utk mengisi penuh bahan bakar di Polewali sebelum belok masuk.

Selain terkenal dengan alam perawannya dan udara yang dingin menyengat, Mamasa juga dianggap sebagai pusat kekuatan mistik terbesar bagi etnis Toraja. Banyak orang Toraja mengakui bahwa mereka segan jika berhadapan dengan kekuatan mistik Mamasa yang dianggap lebih hebat dari apa yang ada dalam khasanah ilmu gaib orang Tator.

Kabar kehebatan mistik orang Mamasa memang kondang, selama disana cerita itu juga terdengar dan diutarakan dengan gaya biasa saja. Salah satunya yang terkenal adalah membangkitkan mayat dari kematiannya dan disuruh berjalan sendiri.  Ratusan tahun silam, banyak orang Mamasa pergi merantau memotong gunung dan hutan. Dalam perantauan bisa saja terjadi salah satu kawan dalam perjalanan mendadak meninggal dunia.

Karena kondisi alam yg berat melewati hutan dan gunung, maka teman-teman (yang masih hidup) bisa membawa pulang si mati dengan membuat upacara pembangkitan mayat. Dan jadilah mayat itu berjalan sendiri pulang kerumahnya, melewati hutan dan jurang berhari hari

Sesampainya dikampung halaman, mayat itu disambut dengan upacara tertentu. Setelah itu si mayat didudukan didalam rumahnya hingga beberapa hari kemudian sebelum dikuburkan. Urusan "bangkit-membangkitkan" mayat ini bukan cuma kepada manusia saja. Binatang seperti kerbau yang sudah dipotong kepalanya dan dikuliti habis, masih bisa dibuat berdiri dan berlari kencang, mengamuk kesana sini!

Bedanya, jika membangkitkan mayat manusia itu bertujuan untuk kebaikan, sedangkan jika membuat kerbau tanpa kepala mengamuk adalah kerjaan orang berilmu yang iseng hendak mengacau sebuah pesta dirumah orang lain karena dendam pribadi. (dari berbagai sumber)
(uky)
»»   Selengkapnya...

Senin, 13 Februari 2012

Balikpapan Kembangkan Trem untuk Wisata Coastal Road

Balikpapan Kembangkan Trem untuk Wisata Coastal Road

Amir Sarifudin - Okezone
Pelabuhan Semyang, Balikpapan (Foto: blogspot)
Pelabuhan Semyang, Balikpapan (Foto: blogspot)
Badan Perencanaan Pembangunan Kota Balikpapan menyatakan pembangunan coastal road (kawasan bisnis dan jalan pinggir pantai) kemungkin juga akan dilengkapi fasilitas trem. Sejak zaman Belanda, Balikpapan sendiri sudah memiliki trem untuk angkutan masyarakat.

Kepala Bappeda Kota Balikpapan Suryanto mengatakan bahwa fasilitas trem rencananya akan dibuat melintas sepanjang 8,5 kilometer dari pantai Pelabuhan Semyang hingga Bandara Sepinggan. "Dulu, zaman Belanda kan kita sudah punya. Nanti gambaran trem coastal road itu rute Kebon Sayur, Jalan Minyak, terus menyusuri pesisir pantai hingga bandara berbelok ke Manggar," papar Suryanto di Balikpapan, baru-baru ini.

Ia menambahkan, pada zaman Belanda, rute trem hanya Kebon Sayur-Karang Anyar. Namun untuk coastal road bisa juga dimanfaatkan untuk wisata pantai. Paling tidak, rutenya bisa dari pelabuhan Semayang hingga Bandara Sepinggan.

Menurutnya, investor coastal road sudah ada, namun di Badan Percepatan Perencanaan Pembangunan coastal road yang kini diketua Rini Sumarno (mantan Mendag era Megawati).

Secara terpisah, Kepala Kadin Balikpapan Rendi Ismail menyatakan kurang sependapat jika dibangun trem di proyek coastal road. Ia lebih setuju dibangun jalan dua atau tiga lajur seperti disejumlah negara yang mengembangkan proyek coastal road. Syaratnya, di depan jalan yang dibangun tidak boleh lagi ada bangunan yang menghalangi pandangan ke laut.

Soal reklamasi pantai yang akan dilakukan dengan lebar sekira 500 meter, Rendy meminta agar dilakukan kajian mendalam termasuk kemungkinan dampak bagi abrasi di Pulau Tanjung Jumlay, Susungku kabupaten PPU.

"Perencanaan tidak semata-mata untuk kepentingan Balikpapan, tapi juga daerah lain seperti PPU," tutupnya.
(ftr)
»»   Selengkapnya...

Minggu, 12 Februari 2012

Gubernur Sulsel Hargai Rencana Deklarasi Wali Kota

TNO-Makassar  - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyampaikan penghargaannya terhadap rencana Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin bersama pasangannya Aziz Kahar Muzakkar melakukan peluncuran sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 2013.


"Ilham adik saya, dia baik, dia mau maju sebagai calon gubernur, kita saling menghargai. Dia datang baik dalam kapasitas saya sebagai kakaknya maupun saya "komandan"-nya," katanya di Makassar, Kamis.

Keduanya, lanjut dia, saling menghargai rencana deklarasi dan langkah ini ia nilai sebagai langkah yang sangat baik untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa demokrasi dan dinamika tidak boleh membenturkan rasa kekeluargaan, kebersamaan. Ia berharap, masyarakat pun dapat menangkap hal yang sama.

Masyarakat, lanjutnya, memiliki kebebasan untuk menentukan pilihannya secara baik dan cerdas karena hal ini juga terkait dengan kepentingan masyarakat. "Kalau semua baik-baik, luar biasa Sulsel dan itu menjadi hal paling utama," katanya.

Sebelum pertemuan di ruang kerja di kantor gubernur, keduanya juga telah bertemu di Rumah Sakit Akademis Kota Makassar, saat gubernur menjenguk Ibu dari Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Djohra Sirajuddin.

"Sudah lama sakit, katanya masalah di pencernaan. Ibunya beliau (wali kota) ibu saya juga. Saya justru dari kecil sama-sama," katanya.

Saat menjenguk, kata gubernur, Djohra Sirajuddin, mengatakan, bahwa Syahrul dan Ilham bersaudara dan harus saling menghormati. "Yang kakak harus sayang adiknya, adik hormati kakaknya. Kira-kira seperti itu. Ada juga Ilham tadi, tidak tahu siapa yang beritahu, akhirnya ketemulah," katanya.

Ia menilai, pertemuan di rumah sakit tersebut sebagai tanda-tanda baik. Ia mengaku pasrah dengan pemilihan Gubernur Sulsel 2013.

"Sampai sekarang saya belum punya tim. "Dont Stop" itu bukan jargon saya, sekedar tes-tes ilmu. Itu bukan jargon, tapi yel-yel," ujar calon Gubernur Sulsel incumbent dari Partai Golkar ini.

Terkait sejumlah alat peraga bergambar dirinya dan bertuliskan "Mari Kita Tuntaskan Pembangunan,", ia mengatakan, bahwa itu adalah salah satu jargon politiknya. "Tapi kan belum, saya lagi mencari, kasih tahu saya apa yang baik dan bagus," katanya.
Ditulis pada 09-02-2012 19:59:16 WIB
(Sumber: PhinisiNews/Ant)
»»   Selengkapnya...