Senin, 26 Maret 2012

Kapolsek Bojong Gede Digugat Rp 32,827 juta

TNO-Jakarta, Masih ingat siswa SD di Bojong Gede, Bogor, SR (15), yang dianiaya polisi supaya mengaku sebagai pencuri? Setelah diputus bebas dan tidak bersalah, SR kini menggugat Kapolsek Bojong Gede Rp 32,827 juta.

"Kami sudah menunggu itikad baik Kapolsek selama 2 tahun untuk mengganti kerugian SR seperti biaya pengobatan, biaya pemulihan dan kerugian lainnya," kata kuasa hukum SR, Maruli Tua Rajaguguk, saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/3/2012).

Bermodal putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang membebaskan SR, Maruli yakin jika SR merupakan korban rekayasa polisi. Yaitu SR dipaksa mengaku sebagai pencuri dengan cara diintimidasi, dipukul hingga disuruh gigit sandal. Pada 20 Januari 2010, MA menyatakan SR tidak bersalah dan memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya.

"SR selaku anak yang telah dibebaskan dari segala dakwaan oleh hakim, selain menggugat polisi juga menggugat kejaksaan," tambah Maruli.

Setelah habis kesabaran, SR menggugat Kapolsek dan Kepala Kejaksaan Tinggi Cibinong untuk membayar kerugian materiil Rp 32.625.000 dan kerugian imateriil Rp 232.002. Nilai kerugian imateriil ini sesuai dengan nomor UU Perlindungan Anak.

"Serta meminta majelis hakim memerintahkan kedua institusi itu untuk memasang spanduk permohonan maaf di depan kantor kepolisian dan kejaksaan selama 7 hari berturut-turut yang bertuliskan 'Kami dari Kepolisian Sektor Bojong Gede meminta maaf atas tindakan kami yang melakukan penahanan terhadap SR dan kami berjanji akan menghargai hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum'," ujar Maruli.

(asp/nvt)

Posting: detikNews
»»   Selengkapnya...

Minggu, 25 Maret 2012

Libatkan TNI Halau Massa, SBY Dinilai Panik


TNO-DEPOK – Pengamat Politik Universitas Indonesia Donny Gahral menilai, pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menghalau aksi unjuk rasa menjelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terlalu berlebihan, dan bentuk kepanikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“TNI itu tugasnya hanya pertahanan dari ancaman bersenjata, TNI tak boleh hadapi demonstran, cukup polisi. Kalau seperti ini kelihatan bahwa pengerahan alat negara menunjukkan kepribadian kepala negara, SBY terlalu paranoid,” tegasnya , Minggu (25/03/12).

Menurut Donny, dengan mengerahkan TNI, SBY merasa posisinya seperti terancam.

“Kepribadiannya lebih dominan dengan mengacuhkan undang – undang, meminta alat negara yang bukan sesuai fungsinya. Saya contohkan dulu Presiden Soekarno juga akan digranat di Cikini, tetapi Presiden Soekarno tak pernah gunakan militer untuk menghadapi lawan politiknya. Ini namanya SBY terancam,” tutur suami artis dan politisi Rieke Diah Pitaloka ini.

Donny menambahkan, kepemimpinan Presiden SBY justru lebih parah dari era Presiden Soeharto di massa orde baru. Sebab Presiden SBY selalu berkeluh kesah kepada rakyatnya.

“Bukan mengingatkan pada orde baru, justru ini lebih parah. Pak Harto meskipun menggunakan operasi intelijen, tetapi enggak pernah berkeluh kesah. SBY selalu curhat ke rakyatnya,” tukasnya.

Padahal, kata Donny, Presiden SBY merupakan aktor intelektual dari dibentuknya Undang-Undang yang mengatur fungsi TNI. Karena itu, kata dia, mahasiswa tidak boleh takut menghadapi barikade TNI.

“Justru SBY lah aktor intelektual, dia tahu persis Undang-Undang fungsi TNI, mahasiswa tak boleh takut, pengerahan TNI tidak pada tempatnya karena tak sesuai amanat reformasi. Saya tetap memprediksi gelombang unjuk rasa tetap akan terjadi karena langsung pada akar rumput permasalahnya. Pemerintah ibarat rakit di tengah hiu, massa tak bisa dibendung dan SBY semakin terjepit,” ungkapnya.

Marieska Harya Virdhani - Okezone
Minggu, 25 Maret 2012 13:11 wib
»»   Selengkapnya...

Mantan Kapolri: Toraja Berpotensi, Namun Kebersihannya Perlu Dibenahi

-Mantan Kapolri: Toraja Berpotensi, Namun Kebersihannya Perlu Dibenahi-





Untuk itu, himbaunya, Objek wisata yang belum terkelolah dengan baik sebaiknya segera dilakukan pembenahan oleh pemerintah setempat. Hingga melalui wisata ekonomi rakyat bisa terbangun.

Sebanyak 30 orang anggota IMBI hadiri Rakernas, masing-masing dari daerah Surabaya, Solo, Jogya, DKI, Bandung, Pontianak, Medan, hingga Makasar, yang bertempat di Hotel Misiliana Toraja Utara.

Posting : kabartoraja.com
»»   Selengkapnya...

Jumat, 23 Maret 2012

Hadapi Pilgub Kosgoro 1957 Tana Toraja Akan Gelar Musda

Ketua Musda II Kosgoro Tana Toraja Zeth Jhon Tolla. Foto: KTC/PE
TNO-Tana Toraja- Keseriuasan Partai Golongan Karya (Golkar) kabupaten Tana Toraja mendukung penuh dan menangkan calon gubernur Syahrul Yasin Limpo pasca deklarasi Sabtu (17/3/2012) lalu di seputar kolam Makale, ditunjukkan dengan akan digelarnya musawarah daerah (Musda) ke dua PDK Kosgoro 1957. 
Ketua panitia penyelenggara Musda Ir.Zeth John Tolla, kepada kabar-toraja.com, di sekretariat panitia didampingi sekretaris Drs Kaddas Baso Alloeng Rabu (21/3/2012) siang tadi, menuturkan Musda dilaksanakan untuk memilih ketua dan jajarannya, sebab periode pengurus sebelumnya dijabat mantan bupati J.A.Situru 2003-2008, yang telah habis masa kepengurusannya.
Untuk mengaktifkan kembali organisasi sayap Golkar, yang sempat stagnan empat tahun ini, Musda kedua segera digelar. Pesertanya dari pimpinan Kosgoro kecamatan, dan dihadiri PDK Kosgoro Provinsi Sulawesi Selatan, terang Jhon Tolla.
Pengurus Kosgoro baru rencananya akan dilantik Syahrul Yasin Limpo ketua PDK Kosgoro yang juga Gubernur Sulsel, pada 7 April mendatang.Rencananya Musda akan digelar pada Sabtu (24/3/2012) di Aula kantor Partai Golkar Jalan Pongtiku No.39 Pantan Makale.   

Posting : Kabartoraja.com


»»   Selengkapnya...

Kamis, 22 Maret 2012

Cuaca Ekstrem-Pemprov Sulsel Tetapkan Status Siaga 1

MAKASSAR–Pemprov Sulsel menginstruksikan seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kabupaten/ kota menetapkan status siaga 1 menyikapi cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Sulsel.

Kepala BPBD Sulsel Mappagio mengungkapkan, instruksi siaga 1 telah disampaikan ke seluruh kabupaten/kota di Sulsel sejak sepekan lalu, menyusul adanya imbauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai ancaman cuaca ekstrem. “Siaga 1 ini sudah disampaikan ke seluruh daerah di Sulsel sejak sepekan lalu, terhadap bencana banjir, longsor,dan puting beliung.”

”Pokoknya kita siap siaga dan posko masing-masing diaktifkan,” kata Mappagio kepada SINDO,kemarin. Seluruh BPBD dan instansi terkait lainnya diminta untuk standby24 jam di posko masingmasing dan bisa bergerak cepat jika terjadi bencana angin kencang dan hujan deras menimpa wilayahnya. Dia juga meminta seluruh petugas BPBD dan relawan bencana alam untuk ikut membantu di wilayah sekitarnya, jika tenaga di daerah bencana mengalami kekurangan personel untuk melakukan proses evakuasi.

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang saat dikonfirmasi, membenarkan mengenai instruksi siaga 1 di Sulsel menghadapi cuaca ekstrem yang bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. “Semua sudah kami minta siaga 1.Seluruh petugas bencana dan masyarakat harus waspada dan siaga cuaca ekstrem,” ujar Agus saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel,kemarin.

Mantan Ketua DPRD Sulsel itu juga mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah jika terjadi hujan deras disertai angin kencang. Jika sesuatu terjadi, warga diminta untuk bisa tanggap dan mencari lokasi yang paling aman untuk menyelamatkan diri. Sebagaimana diberitakan, cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras melanda sebagian besar wilayah pesisir barat dan selatan Sulsel sejak akhir pekan.

Sejak Minggu hingga Selasa, daerah yang diterjang angin kencang adalah Makassar, Maros,Pangkep, Barru, Parepare, Sidrap, Pinrang, Enrekang,Toraja Utara, Wajo, Soppeng, Bone,Gowa,Takalar, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar. Bangunan hancur berupa rumah, kantor pemerintahan, dan masjid sebanyak 2.000 unit, sedangkan korban jiwa dua orang.

Satu orang warga Lautang Salo,Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap,Abdullah Laipi,80,tewas. Purnawirawan TNI ini tewas tertimpa dinding rumahnya yang rubuh saat angin menerjang, Senin (19/3) sekitar pukul 21.00 Wita.Korban lain adalah Made Amin, 70,warga Desa Binuang, Kelurahan Binavang, KecamatanBalusu, KabupatenBarru.Korban tewas tertimpa material bangunan, Selasa (20/3).

Terjangan Susulan

Diperkirakan, jumlah rumah yang rusak akibat terjangan angin kencang terus bertambah. Selain karena adanya terjangan angin susulan yang terjadi kemarin, juga ada penambahan data terbaru. Seperti di wilayah Ajatappareng. Koordinator Tagana Barru Gunawan Yunus mengatakan, bencana angin kencang di Kabupaten Barru menyebabkan 62 rumah warga rusak yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Barru, Balusu,dan Kecamatan Tanete Rilau.

Jumlah itu semakin bertambah saat angin kencang kembali menerjang kemarin, sekitar pukul 17.30 Wita. Kecamatan yang terkena di antaranya Kecamatan Tanete Rilau, Tellumpanua, dan Mallusetasi. Data hingga pukul 19.38 Wita tadi malam, 14 rumah di Desa Marelleng, Kecamatan Tanete Rilau rusak. Empat di antaranya rusak berat.Di Desa Kupa,Kecamatan Mallusetasi, dua rumah rusak.

Sehari sebelumnya, Selasa (20/3) pukul 15.30 Wita, angin kencang juga menerjang Kabupaten Soppeng, tepatnya di dua kelurahan di Kecamatan Lalabata.Di Kelurahan Bila,10 rumah warga dan 2 sekolah rusak, di Kelurahan Lapajung 9 rumah dan 1 bangunan koperasi unit desa rusak. Di Kabupaten Sidrap, data rumah rusak akibat terjangan angin bertambah.

Sebelumnya, informasi yang didapatkan dari Kabag Humas Pemkab Sidrap Ambo Ela menyebutkan, mencapai 273 rumah. Namun data terakhir yang diterima SINDO hingga pukul 17.34 Wita kemarin, dari Kepala BPBD Sidrap Siarah Barang, jumlah itu menjadi 429 unit rumah. Rumah yang rusak terbanyak di Kecamatan Tellu Limpoe mencapai 103 unit rumah, disusul Baranti sebanyak 97 rumah, Panca Rijang 88 rumah, Sidenreng 81 rumah,Kulo 28 rumah, Dua Pitue 20 rumah, Watang Pulu 9 rumah, dan Maritengae 3 rumah.

Penambahan data kerusakan juga terjadi di Kabupaten Wajo. Sebelumnya hanya terdata 398 rumah dan kini bertambah 95 unit rumah, sehingga menjadi 493 unit rumah rusak.“ Sebelumnya hanya enam kecamatan.Setelah di data,ternyata di Kecamatan Tanasitolo juga terkena angin kencang dan merusak 88 rumah di wilayah tersebut,” kata Kepala Bidang Kesetiakawanan Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Wajo, Sahran, kemarin.

Di Makassar cuaca buruk masih berlanjut.Mendung dan hujan disertai angin kencang sepanjang hari kemarin, menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik di Makassar. Seperti di Jalan Veteran, pohon tumbang yang menimpa dua unit mobil yang terparkir di bawahnya.

Penyaluran Bantuan

Kepala BPBD Sulsel Mappagio mengatakan,seluruh kabupaten yang mengalami bencana sehari sebelumnya, telah mendapatkan distribusi bantuan, seperti makanan siap saji, tenda darurat,dan air bersih. Tahun ini, Pemprov Sulsel menyiapkan anggaran sebanyak Rp5 miliar untuk tanggap bencana bantuan bahan makanan dan tenda darutat.

Sementara dari APBN, Sulsel mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp71 miliar.“Hari ini (kemarin), sudah ada delapan laporan kabupaten yang mengalami bencana. Kami akan teruskan ke BNPB untuk mencairkan bantuannya,” katanya. Di Pinrang, pihak BPBD sudah menyerahkan bantuan makanan dan bantuan biaya perbaikan rumah.“Bantuan telah kami serahkan kepada para korban.

Namun pendataan masih berjalan,” kata Kepala BPBD Pinrang Andi Mattalatta. Terdapat 100 rumah yang rusak di Pinrang. Hari ini, Pemkab Bone berencana menyerahkan bantuan terhadap korban bencana angin kencang yang terjadi Selasa lalu.Kepala BPBD Bone M Idris mengatakan,pemerintah menggunakan dana bantuan tanggap darurat.Di daerah ini, rumah rusak akibat terjangan angin sebanyak 19 unit, tiga rusak berat.

Begitu juga dengan Pemkab Pangkep yang baru hari ini akan menyerahkan bantuan. Sekadar diketahui, tercatat 278 rumah warga dan dua kantor pemerintah rusak di Kabupaten Pangkep. Kepala Pelaksana Tugas BPBDPangkep Syafei Yasin mengatakan, pihaknya baru melakukan verifikasi data kerugian.“ Pendataan dilakukan oleh Dinas PU (Pekerjaan Umum). Kalau sudah lengkap, besok (hari ini), kami akan bagikan bahan-bahannya,seperti seng dan balok,”ujarnya. wahyudi/darwiaty/ najmi s limonu/jumardi nurdin/yos naiobe/ baharuddin/syamsir 
Posting : Sindo

Thursday, 22 March 2012
»»   Selengkapnya...

Rabu, 21 Maret 2012

10 JAM PLN "MOGOK" MASYARAKAT KESAL

TNO-MAKALE (21/3) Masyarakat Tana Toraja, utamanya di Makale tampak lesu, pasalnya, 10 jam listrik padam,mulai pkl 09.00-19.00 wita, ada apa? Saat TNO mengkonfirmasi ke PLN Makale, jawabannya Ada Gangguan. Itu alasan klasik setiap saat listrik PLN "Mogok" nyala. Beberapa jam kemudian kembali TNO mengkonfirmasi padamnya listrik, kembali dari balik telepon dijawab seadanya listrik memang padam dan belum tahu kapan bisa nyala lagi. Ini sangat meresahkan masyarakat, sebagai energi paling strategis, ketergantungan pasokan listrik ke rumah-rumah dan kantor-kantor memang sangat tinggi, bahkan pelayanan di semua instansi ngadat akibat padamnya listrik yang tidak disampaikan sebelumnya. Alasan pemadaman memang masuk akal, tetapi apakah itu bisa dijadwalkan? Sudah  3 hari masyarakat di Lembang Buntu, Kecamatan Gandasil "Gelap Gulita" dikarenakan tumbangnya pohon yang menerpa jaringan listrik. sampai kapan kondisi ini dipertahankan oleh PLN, karena tidak ada sanksi bagi PLN bila tidak memasok Listrik kepada pelanggan, akan tetapi "Tidak Ada Ampun" bagi pelanggan yang menunggak, pastilah di segel, dimanakah keadilan?

Beberapa waktu yang lalu, hal serupa dirasakan Panitia Deklarasi SYL, yang tidak dapat melihat langsung "Live Event" dan Telekonferens kegiatan Deklarasi SYL dari Makassar, layar sudah terkembang, apa daya listrik padam. Masyarakat yang tidak sempat ke lokasi Deklarasi di Sekitar Kolam Makale, kecewa! Mereka tidak dapat menyaksikan acara itu dari rumah mereka. Beberapa orang Panitia didengar keluhannya, salah seorang diantaranya mengungkapkan , " Kenapa PLN padam, ini acara penting bagi kami dan pendukung, jangan-jangan ada unsur kesengajaan?" menimpali itu beberapa orang yang terlihat sibuk mondar-mandir sekitar panggung tidak mempedulikan listrik padam, pasalnya hiburan Artis Lokal "Trio Macan Toraja" tetap semangat menghibur para simpatisan SYL.

Perilaku padamnya listrik secara mendadak, bagaikan sebuah rutinitas yang tak teratasi, bahkan suatu ketika, saat listrik padam, Pimpinan Redaksi TNO sempat menelpon ke PLM Makale, dijawab sekenanya," Di Kantor PLN juga listriknya Padam", sontak Pimred Kesal, " Tidak ada Urusan Kantor PLN listriknya Padam, kami butuh layanan maksimal!" seraya membanting telepon.(fer)
»»   Selengkapnya...

Selasa, 20 Maret 2012

LSM LEKAT : Kami Mendukung Upaya Kajari Makale Meningkatkan Pembangunan Di Bidang Hukum

TNO-Makale (19/3), Setelah 1 bulan 18 hari bertugas di Kejari Makale, Ramel Jesaya, sudah menunjukkan kinerjanya. Buktinya, beberapa kali dia mengungkapkan keinginannya meningkatkan pembangunan dibidang Hukum, di beberapa kesempatan termasuk saat Musrenbang Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, dia memaparkan konsep penegakan hukum di wilayah kerjanya dengan begitu detailnya.Termasuk kesediannya menerima masukan-masukan dari elemen-elemen masyarakat yang datang menemuinya, atau dengan surat pengaduan terhadap kondisi di kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Saat kami bertandang ke kantornya, memberikan informasi dan berbagi informasi, dikatakannya" Kami sudah lebih dari 1 bulan bertugas, dan sudah 3 orang yang kami tetapkan sebagai tersangka dalam hal Dugaan Korupsi, kami tidak tawar-tawar memproses jikalau unsur - unsur yang berpotensi menimbulkan kerugian negara dapat kita buktikan, dengan segala pertimbangan hukum"  saat diminta menyebutkan siapa saja yang sudah ditetapkan tersangka, dia enggan mengungkapkannya lanjut dikatakannya " Saya sudah melakukan pembinaan kedalam, saya perintahkan anggota saya untuk tidak menyulitkan para terperiksa, kalau ada indikasi menguatkan pelanggaran, kami akan segera proses dan kalau terlapor tidak terbukti, kami tidak akan mencari-cari kesalahan". 

Menanggapi keseriusan Kajari Makale mengungkap kasus-kasus mandek dan memproses para pelaku yang merugikan negara, Ferryanto Belopadang, Ketua LSM Lekat, mengungkapkan" Kami mendukung upaya Kajari menuntaskan kasus-kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri makale, dan langkah majunya memeriksa dan menetapkan tersangka tindak pidana, patut diacungi jempol, selain kajari adalah Putra daerah yang masih muda, diperukan juga keseriusan dari masyarakat mendukung upaya ini, karena saat ini di lingkup Pemkab Tana Toraja, dan Torut, sudah terlalu banyak perilaku menyimpang, sulitnya dilacak karena mereka rapih dan profesional serta kurangnya LSM yang mau mengungkap perilaku yang menyimpang itu", lanjut ditegaskan Ryan, kami sudah melaporkan beberapa kasus mengenai pelaksanaan Proyek dan Pengadaan barang dan jasa, " Kami sudah melaporkan ke Kejaksaan Negeri dan Kejaksaan Tinggi beberapa proyek yang bermasalah berikut pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai prosedur, sebagai upaya pencegahan perulangan kondisi yang sama setiap tahunnya" (fer)
»»   Selengkapnya...

Syahrul: Insiden Gowa Tak Terkait Pilgub

DR H SYAHRUL YASIN LIMPO,SH,M.Si,MH
MAKASSAR– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyatakan insiden penghadangan konvoi kendaraan Ilham Arief Sirajuddin di Gowa tidak terkait rivalitas dirinya dengan Wali Kota Makassar tersebut menjelang Pilgub Sulsel.
Syahrul mengatakan, mungkin saja kasus tersebut terkait dengan masalah politik lokal oleh kelompok yang tak bertanggung jawab kemudian digandengkan dengan isu Pilgub Sulsel. “Mari kita tenang.
Jangan hanya kaitkan semata-mata karena pilgub. Siapa tahu ada masalah lokal, yang diboncang-boncengkan dengan pilkada, atau politik lokal yang dikaitkan dengan pilgub,” kata Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini saat ditemui di RSIA Fatimah Makassar, kemarin.
Syahrul yang baru saja mendeklarasikan pencalonannya sebagai gubernur pada Pilgub Sulsel 2013 ini mengatakan, para pelaku penyerangan iringiringan Ilham tersebut tak terkait dengan tim pemenangannya. “Itu tak terkait dengan tim-tim. Saya tegaskan, saya tak ada pada posisi menyetujui, memberikan kesempatan (penyerangan). Bahkan tidak boleh kepada semua bentuk kekerasan dan cara-cara seperti itu,”ujarnya.

Seperti diberitakan kemarin, konvoi kendaraan Ilham Arief Sirajuddin dihadang massa di jalan poros Limbung, Kecamatan Bontonompo, Gowa, Minggu (18/3) lalu. Massa melempari dan merusak mobil bernomor polisi DD 224 MB yang ditumpangi adik Ilham, Hendra Sirajuddin. Kini,kasus tersebut sudah diproses di Polres Gowa. Menurut Syahrul, apa yang terjadi di Gowa itu merupakan dinamika politik.

Karena itu, Syahrul meminta seluruh pihak tidak saling menghasut satu sama lain, sehingga situasi di lapangan bisa kembali normal. Syahrul mengatakan, pasca insiden tersebut,dirinya langsung melakukan komunikasi viatelepon dan SMS dengan Ilham. “Saya dan Ilham teleponan setiap saat. Kita sangat ksatria lah. Olehnya itu, saya harap masing-masing bisa baca situasi.

Insiden itu dinamika.Yang penting segera cooling semua,”katanya. Hal senada diungkapkan Ilham kepada SINDO usai menjadi narasumber di Program SINDO Hari Ini di Studio SUN TV Makassar, kemarin. Ketua DPD I Partai Demokrat ini mengatakan, insiden di Gowa tersebut murni tindakan kriminal. Sehingga, siapapun pelakunya harus diproses sesuai ketentuan hukum yang ada.

Ilham yang menjadi sasaran dalam insiden itu mengaku tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut. Dia berjanji tak membawa kasus tersebut ke ranah politik dengan pertimbangan sudah ditangani aparat kepolisian.“Saya mengharapkan, masalah itu tidak dipolitisasi. Kami di tim pendukung sudah sepakat tidak akan memanfaatkan momentum itu. Biarkan ditangani secara hukum,”tandas Ilham Mengenai dugaan keterlibatan pendukung salah satu kandidat, Ilham tidak ingin mempermasalahkan.

Sebab bila kejadian seperti itu terus dibesar-besarkan, justru bisa dimanfaatkan kelompok tertentu yang tidak menginginkan Pilgub Sulsel berjalan damai dan kondusif. Hanya, dia mengingatkan masalah seperti itu harus mendapat perhatian semua pihak, baik tim pemenangan, maupun aparat kepolisian, agar tidak terulang lagi di tempat lain. Pasalnya, kejadian seperti itu bisa memancing kelompok lain melakukan tindakan balasan.

“Memang kita tidak bisa pungkiri, kalau di setiap daerah ada kelompok yang tidak ingin menerima kedatangan kandidat tertentu.Tetapi tidak serta merta ada klaim kawasan. Kehadiran kandidat itu bisa dijadikan momentum bagaimana memberikan pendidikan politik,” terang Wali Kota Makassar dua periode ini.

Dia mengimbau agar tim dan pendukungnya tidak terpancing dengan melakukan tindakan yang justru merugikan dan menambah masalah baru. “Biarkanlah ini berlalu dan kita songsong ke depan.Saya dan Pak Syahrul setiap saat berkomunikasi, termasuk pascakejadian itu. Kami selalu mengajak kepada warga menciptakan pilkada yang damai,” katanya.

Polres Gowa Buru Pelaku 

Polres Gowa sudah mengantongi nama pelaku yang terlibat dalam kasus penghadangan konvoi kendaraan Ilham Arif Sirajuddin di Kelurahan Tamallayang, Kecamatan Bontonompo, Minggu (18/3) lalu. “Kami segera memeriksa pelaku dugaan penyerangan dan perusakan mobil Wali Kota di Kelurahan Tamallaeng.

Namun kami belum dapat menyebutkan nama pelaku penyerangan tersebut untuk kepentingan penyelidikan,”kata Kapolres Gowa AKBP Totok Lisdiarto usai menerima pengurus DPD Partai Demokrat Gowa di Mapolres, kemarin.
 
Dia mengatakan, selain akan memeriksa sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kasus penyerangan kandidat gubernur Sulsel tersebut, polisi juga akan memintai keterangan Camat Bontonompo Alimuddin Tiro dan Lurah Tamallayang. “Camat Bontonompo dan Lurah Tamallayang merupakan pejabat yang dianggap mengetahui kejadian tersebut karena penyerangan dan perusakan mobil milik Wali Kota berada di wilayahnya. Apalagi kejadian itu tidak jauh dari rumah Camat,” katanya.


Sumber :http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/479345/
Akses : Selasa, 20-03-2012
Penulis : wahyudi/ baharuddin
»»   Selengkapnya...