Jumat, 15 Maret 2013

Lahan Kritis Toraja Potensial Bencana

TNO-Toraja, Penyebaran Lahan Kritis di Kabupaten Tana Toraja hampir pada semua kawasan hutan baik hutan produksi maupun hutan lindung, Lahan Kritis terjadi pula pada lahan-lahan di luar kawasan hutan sehingga secara kumulatif akan berakibat pada semakin kritisnya kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS).

Luas lahan kritis (di dalam maupun di luar kawasan hutan) di Kabupaten Tana toraja sampai Tahun 2010 meliputi : kriteria sangat kritis 68.643 Ha, kritis mencapai 43.235 Ha, agak kritis seluas 16.707 Ha dan Tidak kritis seluas 79.919 Ha. lahan kritis tersebut sebagian besar tersebar di didalam kawasan hutan terutama pada Kawasan hutan Lindung yaitu seluas 43.885 Ha dengan tingkat kekritisan mulai dari Sangat Kritis (SK) sampai dengan Agak Kritis (AK), pada Kawasan hutan produksi terbatas lahan kritis seluas 13.115 Ha, sedangkan pada Areal penggunaan lain (APL) terdapat lahan kritis seluas 71.585 Ha dengan tingkat kekritisan Agak Kritis sampai Sangat Kritis. Sebagian besar lahan kritis yang ada di kabupaten Tana Toraja terdapat di Kecamatan Simbuang, Kecamatan Bonggakaradeng dan Kecamatan Masanda.

Berdasarkan Peta Penujukan Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan No.SK.434/KPTS-II/2009 Tanggal 23 Juli 2009. Alokasi penggunaan lahan dan kawasan hutan di Kabupaten Tana Toraja adalah sebagai berikut
,  Kawasan Hutan Lindung seluas 92.628 ha,  Kawasan Hutan Produksi Terbatas  seluas 20.175 ha, Kawasan Penggunaan Lainnya/APL (Perkebunan, Pertanian, Peternakan, Pertambangan, Pemukiman dan Industri, dll) seluas 95.447 ha.
Kawasan hutan tersebut terbagi dalam beberapa kelompok hutan antara lain : Kelompok Hutan  Buntu Massila/Buntu Karua (HL dan HPT), Kelompok Hutan Latimojong (HL), Kelompok Hutan Tumborera (HL), Kelompok Hutan Batualu (HPT), Kelompok Hutan Mapongka (HPT), Kelompok Hutan Ponean (HPT), Kelompok Hutan Buntu Gasing/Buntu Ambeso (HPT).(FMC)
»»   Selengkapnya...

Kamis, 14 Maret 2013

Dangke, Keju Khas Satu-satunya Di Indonesia

Humanity | Indra J Mae

TNO-Enrekang, Keju merupakan salah satu makanan bernutrisi tinggi yang paling terkenal didunia dan menjadi bahan pangan utama di Eropa. Keju merupakan hasil produksi dari pengentalan susu murni dan diduga pertama kali ditemukan di timur tengah. Di Indonesia, Keju menjadi salah satu makanan pelengkap bergengsi untuk masyarakat menengah keatas.
Tahukah anda bahwa di Indonesia, satu-satunya daerah penghasil makanan seperti keju ini ada di Enrekang Sulawesi Selatan. Keju lokal ini merupakan makanan tradisional yang populer di masyarakat Sulsel dengan nama Dangke.  Makanan khas masyarakat Enrekang ini dibuat dengan menggunakan susu kerbau atau sapi sebagai bahan bakunya dan diolah melalui proses penggumpalan susu dengan bantuan enzim protease dari daun dan buah pepaya.
Prosesnya sederhana yaitu air susu sapi/kerbau disaring untuk memisahkan kotoran dengan susu sebelum dilakukan fermentasi. Air susu kemudian dimasak dengan suhu minimal 70 derajat Celsius, kemudian dicampur getah pepaya. Getah ini untuk memisahkan lemak, protein, dan air. Selain itu, getah pepaya berfungsi untuk memadatkan bahan susu. Setelah lemak, protein, dan air dipisahkan, barulah dilakukan proses mencetak. Alat yang digunakan untuk mencetak dangke juga menggunakan alat tradisional, yakni tempurung kelapa. Usai proses tersebut, Dangke yang berwarna keputihan dengan bentuk kerucut itu pun dibungkus daun pisang agar tahan lama.
Sampai saat ini, Dangke masih diproduksi oleh industri-industri kecil masyarakat setempat dengan cara tradisional. Kendati Dangke menjadi produk komoditi unggulan Kabupaten Enrekang dan cukup digemari namun pola produksi dan strategi pemasarannya belum memadai sama sekali. Dinas Pariwisata Enrekang mengakui bahwa produk Dangke ini sudah menyeberang ke negara Malaysia dan Jepang namun pengembangan produksinya masih berjalan dilevel industri kecil. Belum ada investasi besar yang meliriknya karena minim promosi dan belum menjadi skala perioritas.
Masalah utama penyebab tidak populernya makanan tradisional dangke adalah karena kurangnya sentuhan teknologi produksi dan pengemasan tata saji. Produk dangke akan memiliki nilai jual dan selera yang tinggi jika disajikan dengan cara yang lebih kontemporer melalui sentuhan teknologi dan tangan-tangan pemasak-pemasak handal.Selain itu, ketersediaan bahan baku yang berasal dari ternak sapi dan kerbau harus menjamin stok kebutuhan produksi dengan jaminan kualitas yang tinggi.
Kebijakan dan program jangka pendek yang diperlukan dalam mengembangkan makanan tradisional adalah menciptakan kondisi agar para konsumen lokal pulih kembali untuk mengkonsumsi makanan tradisional. Hal ini dapat ditempuh dengan penyuluhan pangan dan gizi, sosialisasi di warung makan lokal, Hotel dan restoran, Supermarket melalui tata saji, tata makan dan strategi promosi yang profesional. Penanganan ini tentunya bukan hanya pemerintah daerah Enrekang saja yang harus berjibaku namun perlu perhatian khusus dari pemerintah propinsi untuk mendukung pelestarian nilai-nilai pencitraan pariwisata dan industri masyarakat.
Sumber : Hasil penelitian Muh. Ridwan – www.damandiri.or.id
Enrekang info
»»   Selengkapnya...

Sutra Lokal sulawesi Selatan Punah?

TNO-Sul-Sel, Budi daya sutera alam telah dikenal sejak tahun 1950-an di Sulawesi Selatan dan sampai sekarang masih digeluti oleh sebagian masyarakat pedesaan. Menurut Balai Persuteraan Alam,terdapat 3.214 kepala keluarga yang menggeluti usaha tani murbei dan kokon, dengan luas areal tanaman murbei 1.713 hektar yang tersebar di 11 kabupaten.
Sampai saat ini produksi benang sutera lokal Sulawesi Selatan masih merupakan yang terbesar di Indonesia dengan produksi 54,53 ton dari 64,02 ton produksi nasional atau 86% (Departemen Kehutanan, 2008) namun ironis dengan kondisi yang terjadi di lapangan ketika produksi bahan lokal mulai mengalami penurunan akibat gencarnya impor bahan dari negara lain.
Selembar kain sutera menggunakan dua jenis benang yaitu benang lungsi dan benang pakan. Umumnya, pengrajin sutera Sengkang mengimpor benang lungsi dari Hongkong. Benang sutera lokal sekarang sudah jarang dijumpai, harganya sangat mahal dengan keuntungan tidak sebanding.
Untuk benang pakan, para pengrajin sutera sudah menggunakan benang lokal yang berasal dari Soppeng atau Enrekang. Di peternakan kokon, bayi ulat sutera dipelihara di atas bale-bale beralas daun murbei yang merupakan makanan ulat. Setelah kenyang, ulat akan diam dan siap mengeluarkan liur hingga ulat menjadi kepompong. Bentuknya seperti telur puyuh, berwarna putih dan lembut yang disebut kokon. Kokon inilah yang dipintal menjadi benang sutera dan selanjutnya akan menjadi kain sutera.
dalam perjalanannya sejak 1950-an, perkembangan industri persuteraan alam beberapa tahun belakangan ini mengalami kemorosotan akibat kelangkaan bahan baku sutera lokal (sutera asli). Akibatnya, para pengrajin harus beralih menggunakan benang sutera India. Selain harganya yang cukup murah juga proses pengelolaan sampai menghasilkan kain juga relatif singkat. Sekilas tidak ada perbedaan, namun produk sutera lokal lebih lembut kainnya.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Wajo, Andi Ampa Passamula mengakui kondisi tersebut. Menurut dia mahalnya benang sutera lokal, karena daerah asal bahan baku seperti Enrekang dan Soppeng sudah tidak mampu menyuplai lagi. Sehingga, terjadi kelangkaan. Bahan baku sutera lokal ini menggunakan ulat peru. Ada juga ulat China.
Pengolahan bahan baku mulai dari bibit atau telur ulat sehingga bisa menghasilkan sutera yang sudah dipintal hanya bisa dijumpai di Kecamatan Sabbangparu, misalnya lingkungan Salojampu Kelurahan Sompe, Desa Mellusesalo Kelurahan Salotengnga Wajo Sulawesi Selatan.
Namun kondisi saat ini yaitu para pegusaha ulat tersebut sudah banyak yang gulung tikar. Lahan murbei yang luasnya puluhan hektar sudah dibabat habis dan mereka ramai-ramai beralih jadi petani kakao.
“Dulu hampir semua masyarakat di sini memelihara ulat, tapi banyak yang tidak berhasil, sebab bibit ulat peru yang dibeli dari Balai Persuteraan Alam (BPA) kualitasnya tidak bagus bahkan banyak yang rusak, sehingga masyarakat lebih memilih mencari pekerjaan lain, karena ongkosnya tidak sebanding dengan hasilnya. Kami berharap Pemkab menyuplai ulat China yang jauh lebih bagus kualitasnya, kendati harganya mahal” Ujar salah seorang petani di Wajo.
Saat ini, Dinas Kehutanan dan Perkebunan mulai mensubsidi telur ulat (bibit) kepada petani secara cuma-cuma, juga mensosialisasikan pembersihan ruang pemeliharaan telur. Malah sebelumnya Dishutbun hanya mampu menyuplai 6o box bibit, namun saat ini sudah mampu menyediakan 70 box bibit. Dalam 1 box, biasa menghasilkan sampai 5 kilogram benang.


»»   Selengkapnya...

Kopi Enrekang Lebih Mahal Dari Kopi Luwak?

TNO-Enrekang, Kopi kalosi Dp (Arabika tipika) merupakan salah satu jenis kopi terbaik yang dihasilkan dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Tak heran jika kopi ini sangat digemari masyarakat dunia, khususnya Benua Eropa dan Amerika. Harganyapun selangit, untuk satu kilogram kopi kalosi mencapai 180 dollar atau setara dengan Rp180 ribu per kilogram jika kurs dollar yang berlaku Rp10 ribu per dolar. Sedangkan harga kopi biasa hanya Rp9.300 per kilogram.
Kondisi Kabupaten Enrekang dengan ketinggian hingga 2.000 meter di atas permukaan laut (dpl) ini memang sangat memungkinkan tumbuhnya tanaman perkebunan dan sayuran yang subur. Salah satu tanaman perkebunan di daerah ini yang terkenal hingga Benua Eropa dan Amerika yaitu Kopi. Jenis tanaman ini, hanya bisa tumbuh di dataran tinggi, seperti halnya di Kabupaten Enrekang.
Pengembangan kalosi DP dilakukan sebagai ikon dan brand mark Kabupaten Enrekang. Sayangnya, menurut Bupati Enrekang, H La Tinro Latunrung, tanaman kopi ini hampir punah. Pohon kopi istimewa ini kini tersisa beberapa pohon saja. “Rata-rata setiap rumah tangga tersisa satu hingga dua pohon saja,” ungkap La Tinro. Semakin berkurangnya pohon kopi ini membuat bupati merasa prihatin. “Jika ini (kopi kalosi Dp,-red) tak diatasi, saya yakin kopi kalosi akan punah dan hanya menjadi kenangan masa lalu,” katanya di Pendopo rumah jabatan Bupati, beberapa waktu lalu.
Berawal dari keprihatinan itulah, diapun berupaya mengembalikan kejayaan kopi kalosi dp ini melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan terkemuka di Sulsel, Universitas Hasanuddin (Unhas). Kerjasama ini dilakukan untuk pemurnian kopi arabika tipika atau lebih dikenal, kopi Kalosi Dp. Upaya ini terus dilakukan di tengah keprihatinan akan semakin punahnya pohon kopi jenis ini. Bahkan, tak tanggung-tanggung, Bupati Enrekang, H Latinro La Tunrung langsung menginstruksikan jajarannya menyiapkan lahan 30 hektare untuk pembibitan Kopi Kalosi.
Pemerintah Kabupaten Enrekang benar-benar serius ingin mengembalikan citra Kopi Kalosi, sebagai kopi terbaik yang ada di dunia. La Tinro mengungkapkan, semakin punahnya kopi kalosi dp akibat produksinya yang sangat rendah. Produksi kopi kalosi hanya mampu memproduksi 300-500 kg per hektre. Sementara kopi biasa mampu memproduksi 2 ton per hektare. Perbedaan jumlah proksi inilah yang membuat masyarakat lebih memilih membudidayakan kopi biasa.
Namun dia tidak berputus asa dan pesimis. Sebagai bupati dengan latar belakang pengusaha, justru membuatnya tertantang mengatasi masalah ini. Ayah empat anak ini yakin, nilai ekonomi yang tinggi dari jenis tanaman ini justru akan mengangkat perekonomian masyarakat sekaligus mengangkat citra Enrekang khususnya dan Indonesia di mata dunia.
Hal senada dikatakan Kepala bidang Perkebunan, Dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten Enrekang, UmarSappe.
“Harga di pasaran dunia, untuk kopi kalosi DP sebesar 180 dolar per kilogram, sementara kopi arabika biasa hanya Rp9.300,” ungkapnya. Untuk itu, lanjutnya, Dinas pertanian dan perkebunan Enrekang terus berupaya melakukan pembenahan dan pengembangan kopi kalosi Dp. “Beberapa daerah kita akan jadikan sebagai tempat pengembangan kopi arabika tipika (kalosi Dp-red), seperti di Nating, Bone-bone, Masalle, Buntumondong dan Bungin,” katanya. Dia menambahkan, sesuai instruksi bupati, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 30 hektare di Desa Sawitto Kecamatan Bungin untuk pemurnian dan membuat sumber benih. “Hasilnya nanti akan menjadi sumber benih kopi arabika tipika (kalosi) yang sudah hampir punah. ( Arizal Alamsyah, Sumber Foto : enrekang.com)
»»   Selengkapnya...

Makanan Penghancur Kolesterol Jahat

TNO-Jakarta, MENGONSUMSI jenis makanan tertentu bisa mencegah penumpukan kolesterol. Beberapa makanan sehat berikut ini bisa menjadi pilihan untuk memerangi kolesterol jahat.

Salmon

Penelitian mengungkap, jenis lemak tertentu pada dasarnya melawan kolesterol tinggi. Asam lemak omega-3 misalnya, yang banyak terkandung dalam ikan salmon, membantu menurunkan kadar kolesterol jahat LDL, menurunkan kadar trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol baik HDL.

Salmon merupakan sumber protein yang baik karena kaya asam lemak omega-3 EPA dan DHA. Kedua jenis lemak ini baik untuk jantung. Asosiasi Jantung Amerika, bahkan menganjurkan konsumsi paling tidak dua takar ikan setiap minggu, khususnya ikan yang kaya omega-3.

Avokad.

Avokad  kaya lemak tunggal tidak jenuh, jenis lemak yang membantu menaikkan kadar kolesterol baik HDL dan menurunkan kadar kolesterol jahat LDL. Selain itu, buah ini mengandung paling banyak beta-sitosterol (lemak tumbuhan yang bermanfaat) dibandingkan jenis buah lainnya. Beta-sitosterol mengurangi jumlah kolesterol yang diserap dari makanan. Jadi, kombinasi beta-sitosterol dan lemak tunggal tidak jenuh membuat buah satu ini menjadi pilihan yang baik dalam memerangi kolesterol.

Avokad juga cenderung kaya kalori. Jadi, ada baiknya menggunakan buah ini sebagai penganti makanan berlemak lain yang sering Anda konsumsi. Asosiasi Jantung Amerika menganjurkan agar Anda memenuhi 15 persen kalori harian dari lemak tunggal tidak jenuh, seperti yang terkandung dalam avokad.

Bawang putih

Bawang putih telah digunakan sebagai bahan pengobatan selama ribuan tahun. Warga Mesir kuno mengonsumsi bawang putih untuk stamina. Dalam pengobatan modern, bawang ini ditemukan bisa menurunkan kolesterol, mencegah pengentalan darah, mengurangi tekanan darah, dan mencegah infeksi. Penelitian, seperti dikutip situs perevention.com, menemukan bahwa bawang putih membantu mencegah pembentukan plak di arteri.

Bawang putih mencegah partike kolesterol menempel ke dinding arteri.

Untuk mendapatkan manfaat, cobalah mengonsumsi dua hingga empat siung bawang putih segar sehari.

Bayam

Bayam kaya lutein, pigmen yang terkandung dalam sayuran berdaun hijau gelap dan kuning telur. Lutein telah terbukti efektif melindungi dari age-related macular degeneration (AMD), penyebab utama kebutaan. Penelitian baru-baru ini menemukan, setengah cangkir makanan kaya lutein sehari bisa mencegah serangan jantung dengan membantu dinding arteri melepaskan kolesterol , penyebab penyumbatan.

Teh

Teh, baik panas maupun dingin, mengandung komponen antioksidan. Studi-studi menemukan bahwa teh membantu menjaga kelenturan pembuluh darah dan mecegah pengentalan darah. Kandungan antioksidan flavonoid dalam teh terbukti mencegah oksidasi kolesterol jahat LDL, yang memicu pembentukan plak di dinding arteri. Antioksidan kuat ini juga dinyatakan menurunkan kolesterol dan tekanan darah.

Secangkir teh panas pada dasarnya mengandung lebih banyak antioksidan dibandingkan satu takar buah atau sayur. Teh hijau dan teh hitam mengandung kadar antioksidan yang sama. Cobalah menikmati paling tidak secangkir teh sehari.

Dark chocolate

Dibandingkan dengan cokelat susu, jenis dark chocolate mengandung antioksidan tiga kali lebih banyak. Kandungan antioksidan flavonoid di dalamnya bekerja mencegah pengentalan darah, sehingga mencegah penyumbatan arteri. (fol)

 
posting :infoindo.com
»»   Selengkapnya...

SULBAR DI JADIKAN CONTOH PEMBANGUNAN RUMAH LAYAK HUNI

TNO-Sulbar, Sulawesi barat di jadikan percontohan pembangunan rumah layak huni oleh Kementerian Perumahan Rakyat Republik Indonesia, yang bekerja sama dengan Federasi Serikat Buruh Indonesia Serta Jamsostek,  sebanyak lima ribuh  rumah layak huni yang akan di bangun di Sulawesi Barat.
Dan akan di jadikan   keberhasilan  pembangunan rumah layak huni di Indonesia. Saat di temui beberapa wartawan, Presiden Majelis Permusyawaratan Buruh Nasional Konfederensi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia  Profesor Doktor Abdul Azis Rimba mengatakan, Sulbar akan di jadikan percontohan untuk keberhasilan pembangunan rumah layak huni. Keberhasilan pembagunan rumah layak huni di sulbar akan di jadikan sampel di Daerah Provinsi lain seperti Papua, Aceh, Kalimantan, dan sejumlah daerah lainnya di Indoensia. Dari hal tersebut pembangunan yang dilakukan mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik itu Pemerintah dan masyarakat, sehingga memahami pembangunan yang akan dilaksanakan, agar Sulawesi Barat dapat di jadikan contoh untuk Daerah-Daerah lain  di Indonesia.
»»   Selengkapnya...

Bupati Nilai Apel Pagi Belum Bagus

RANTEPAO --- Bupati Toraja Utara, Frederik Batti Sorring, mengharapakan di semua SKPD agar apel pagi terus diaktifkan di kantornya, masing-masing. Apel pagi ini sebagai salah satu bentuk kedisplinan PNS untuk tepat wakt pimpinan SKPD dalam apel itu memberikan arahan-arahan dan bimbingan kepada stafnya ke bawah untuk melakukan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing dalam bekerja sepanjang hari kerja itu, sehingga ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan dapat tepat waktu.
Untuk itu, kata Sorring, dalam persiapan apel pagi di kantor SKPD masing-masing, harusnya pimpinan SKPD lebih awal hadir di kantornya dari pada stafnya ke bawah, itu dimaksudkan selain memberi contoh kedisplinan waktu, juga pimpinan SKPD dapat merumuskan dengan baik tentang materi-materi yang akan disampaikan di depan stafnya saat apel.
“Persiapan yang baik dalam melakukan sesuatu, merupakan salah satu strategi dalam pencapaian hasil dari semua program. Inilah yang saya maksudkan pimpinan SKPD harus lebih dahulu hadir di kantornya sehingga persiapannya dalam memimpin apel dan arahan-arahannya ke pada stafnya juga lebih tepat dan matang, sehingga staf yang bekerja pada hari itu mendapat inspirasi dan motivasi dari pimanannya,” katanya.
Sorring juga dalam penilaiannya terhadap semua SKPD, katanya sudah ada yang bagus dalam apel paginya, dan juga masih ada yang belum bagus. “SKPD yang belum bagus dalam pelaksanaan apel paginya di kantor agar ditingkatkan sehingga ke depan semuanya bagus sehingga harapan tingkat kedisplinan mulai dari pimpinan SKPD hingga pada stafnya ke bawah dapat tercapai,” harap Sorring, dalam pertemuan sosialisasi sensus pertanian, di ruang pola bupati.(rp7/ary/d)

posting: palopo pos
»»   Selengkapnya...

Selingkuhi Istri Orang, Anggota DPRD Digerebek - Fajar Online

»»   Selengkapnya...

Rabu, 13 Maret 2013

Pelaku Pembakaran Bus Terlihat di CCTV

TNO-MAKASSAR -- Penyebab terbakarnya satu unit bus Perusahaan Otobus (PO) Bintang Prima, Rabu, 13 Maret, mulai terkuak. Dari rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang diperoleh polisi, bus diduga sengaja dibakar.

Kanit Reskrim Polsekta Tamalanrea, AKP Salim yang datang di lokasi kejadian menjelaskan, terbakarnya bus Bintang Prima sangat besar indikasinya aksi pembakaran. Dari pengamatan pada CCTV, pelakunya dua orang menggunakan helm.

Menurut Salim, kemungkinan besar aksi ini dilakukan setelah melakukan pelemparan pada kantor perwakilan Bus Bintang Prima yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan 18.

Aksi ini dilakukan dengan mudah dan sulit dideteksi karena saat kejadian tidak ada penjagaan dan pintu pagar juga tidak tertutup. "Tiba-tiba bus yang terparkir terbakar hingga hangus," katanya.

Salim mengatakan, untuk kepentingan penyelidikan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu, juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan melakukan olah TKP. Namun tidak ditemukan tanda-tanda adanya pelemparan bom molotov sehingga diduga sengaja dibakar, " jelas Salim.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, beberapa waktu lalu sempat terjadi kesalapahaman antara warga sekitar PO itu dengan karyawan. Namun, hingga saat ini motif dan penyebab terjadinya kebakaran, kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman. (arm/rif)


»»   Selengkapnya...

Brankas Dinkes Dilarikan Maling, Kadiskes Ke Jakarta

TNO-Rantepao, Modus kejahatan pelaku dengan membawa lari brankas milik Dinkes Torut ini sudah diketahui Kepala Dinas Kesehatan Torut, dr. Hendrik Kala'timang. Walau mengetahui brankas Dinas yang dipimpinnya berisi ratusan juta rupiah, milik sebagian gaji pegawai serta operasional Dinkse Torut dibawa lari, namun kekeh pergi ke Jakarta dalam rangka dinas.
Salah satu staff Dinkes Torut diwawancarai kabar-toraja.com di TKP yang meminta namanya tidak disebutkan, mengakui Kadis ke Jakarta pada Senin (11/3/2013).
“Ya, pak Kadis ke Jakarta dalam rangka Dinas,” singkat Staf Dinkes Torut tersebut membenarkan.

posting : kabartoraja.com
»»   Selengkapnya...