Senin, 07 Oktober 2013

Bakal Calon Kalem Diwawancarai Muspida Tator


Wabup Tator Adhelhied Sosang Situru'.SP,M.Si
TNO-Makale (7/10) Sebanyak 57 lembang di Tana Toraja akan melaksanakan pemilihan Kepala Lembang tahun ini, dari 80 lembang yang habis masa tugas Kalemnya. Hari ini, tahap wawancara para calon Kalem berlansung di lantai 3 Kantor Bupati Tana Toraja. Hadir dalam wawancara tersebut, Wakil Bupati Tana Toraja, Adhelheid Sosang Situru', Ketua Pengadilan Negeri Makale, dari Kepolisisan dan Kodim 1414/Tator, serta Kejaksaan Negeri MAkale,
ikut juga dalam Tim Seleksi pada tahap wawancara adalah Inspektorat Kabupaten tana Toraja, Drs. Y Sumule,MH.
Beberapa orang yang selesai diwawancarai mengungkapkan perasaan mereka, Ardy salah seorang peserta calon Kalem dari Gandasil, merasa senang dengan tahapan ini, dikatakannya " Saya sangat senang bisa ikut ditahap ini, ini tahap terakhir, saya mengajukan diri menjadi calon Kalem karena beberapa persoalan di wilayah saya belum terselesaikan, bahkan terjadi pembiaran oleh pejabat sebelumnya". Lanjut Ardy,Tim Seleksi ini sangat aktif, kami sangat terbuka dan beberapa masukan dari Tim menambah wawasan kami jika terpilih nanti.
Sekedar info, hari ini masih berlangsung tahap wawancara dari para calon kalem yang mendapatkan giliran hari ketiga. Untuk Lembang Tonglo Kecamatan Rantetayo paling seru, karena dari tiga calon yang masuk tahapan seleksi dua orang diantaranya adalah saudara kandung, dimana Daniel Tulak pejabat sebelumnya akan bertatung dengan  Yohana Tulak saudara perempuannya dan seorang lagi Drs. Tondok adalah Pengurus PNPM Lembang Tonglo.(tim)
»»   Selengkapnya...

Kamis, 03 Oktober 2013

FORUM MASYARAKAT ADAT BA'LELE MENGGUGAT

Nathan Limbong  berbaju Adat sebagai Pimpinan Rombongan
TNO-Makale (3/10) Seratusan Massa berarakan berseragam merah melintas di seputaran Makale, pasalnya mereka  menggugat tanah milik adat mereka di Ba'lele yang dikenal dengan nama Tangditulak. Rombongan dipimpin Nathan Limbong. Arak arakan berseragam merah hitam yang tertib terdiri dari tikoh masyarakat, adat dan pemuda tersebut menuju kantor Pengadilan Negeri Makale. Setibanya di Pengadilan, mereka dengan tertib memasuki ruangan persidangan, tempat digelarnya sidang perdana Gugatan mereka. Salah seorang dari rombongan yang enggan disebut namanya terlihat memberikan arahan kepada semua rombongan untuk tertib.
Pengunjung penuh sesak

Sidang gugatan perdata dari Forum Masyarakat Adat  Ba'lele terhadap Ahli Waris Pong Maramba' tidak dihadiri Pihak tergugat, saat Sidang dibuka dan dipimpin Hakim Donald SH, ahli waris Pong Maramba' tidak menunjukkan diri saat Hakim menanyakan kehadirannya. Sidang yang berlangsung sekitar 1 jam akhirnya ditutup dan akan disidangkan lagi Kamis (10/10) ditempat yang sama. Rombongan anggota Forum Mayarakat Adat Ba'lele meninggalkan lokasi persidangan kembali ke Rantepao, beberapa orang pegawai di kantor Pengadilan Negeri Makale terlihat terkagum-kagum melihat kekompakan dan ketertiban mereka. (Rian)


»»   Selengkapnya...

Selasa, 24 September 2013

Sosialisasi Bahaya NAFSA dan HIV AIDS Dikalangan Pelajar SLTP,SLTA

Suasana Sosialisasi Bahaya Napsa dan HIV AIDS
Makale(24/9) Bertempat di ruang pola Kantor Bupati Tana Toraja, berlangsung Sosialisasi Bahaya Nafsa dan HIV AIDS dikalangan Pelajar SLTP,SLTA se Kabupaten Tana Toraja. Tampak hadir ratusan siswa(i) dari berbagai sekolah didampingi beberapa orang Guru. Kegiatan ini diselenggarakan Pemprov Sul-Sel bekerjasama dengan Pemkab Tana Toraja, dari hasil Pemaparan yang disampaikan secara apik oleh DR Arli A yang juga menjabat Dekan Fakultas FKM UVRI Makassar memberikan pencerahan dan disambut hangat oelh semua siswa(i) yang hadir, praktis 2 jam dipakai untuk membeberkan masalah ini, tetapi tak satupun siswa(i) yang tampak meninggalkan ruangan. 

Ditemui TNO, seusai memberikan petunjuk dan arahan, dr Ampera dari Biro Bina Napsa
Salah seorang pesera
Pemprov Sul-Sel, mengungkapkan di Tana Toraja sudah terjadi 37 orang penderita HIV AIDS dan estimasinya setiap 1 orang penderita akan menulari 200 orang lainnya, Bayangkan saja dampaknya. Mengakhiri bincang-bincang dengan TNO, dr Ampera memesankan " Barangsiapa yang sering gonta-ganti pasangan, teransfusi darah,injeksi sebaiknya segera memeriksakan dirinya, apabila ditemukan positif menderita HIV AIDS, segera akan diberikan AMP utntuk pengobatan seumur hidup",kuncinya.(r1an)
»»   Selengkapnya...

Kamis, 19 September 2013

Rantepao Berbenah Diri, Semarakkan malam Bertaburan Cahaya

Tampak leadernya- Daud K Tangdilintin
Rantepao-TNO (19/9) Kala kita melintas di jalur utama Rantepao, utamanya di malam hari terkesan gelap, dan penataan yang tidak maksimal. Hal ini akan tergantikan oleh ornamen lampu sebagai penerangan jalan di jalur utama. Kota Rantepao seharusnya sudah menjadi sebuah Kota seperti Palopo, tapi bukan itu intinya. Intinya adalah nyatakan kecantikan Rantepao kota idola para wisatawan.(tim)
»»   Selengkapnya...

Senin, 16 September 2013

Bupati Toraja Utara Melantik 5 Kepala Lembang Terpilih

Bupati mengambil Sumpah dan melantik Kalem Terpilih
Rantepao(16/9)TNO,Rombongan Bupati Toraja Utara menuju Kecamatan Buntu Pesasan yg terletak di bagian Utara Rantepao. Tampak hadir dalam iring-iringan itu, Wakil Bupati Toraja Utara, sungguh pemandangan yang luar biasa. Kemudian disusul Para Kepala SKPD, dan juga Ketua Tim Penggerak PKK.Belasan mobil beriringan melewati jalan yang sudah sangat tidak layak dilalui. Puluhan tahun jalan ini rusak, tetapi oleh Pemerintahan FB Sorring dan FB Rombelayuk jalan  ini sementara diperbaiki.

Setelah menempuh puluhan kilo dimana jalan berkelok dan rusak, sampailah rombongan di perbukitan, tampak Para Pemenang pemilihan Lembang di 5 Lembang berdiri berjejer menyambut kedatangan "01" dan "02" Torut. Keceriaan tampak di semua hadirin yg melihat kedatangan Bupati dan Wkil Bupati beserta rombongan. Dalam Sambutannya, Sorring sangat bangga dengan hadirnya beberapa orang peserta pemilihan Kalem yang belum terpilih, dikatakannya " Saya bangga, Demokrasi sudah berjalan sangat baik di wilayah ini, dibuktikan dengan hadirnya para rival yang bertarung dalam pemilihan lembang kali ini. Mereka yang dilantik, masing-masing Bertha Sanda Sampe Rompon sebagai Kalem Sarambu, Sangka' sebagai Kalem Ponglu periode kedua, Yunus Misi' sebagao Kalem Talimbangan, dan Sampe Limbong sebagai Kalem Pangkung Batu serta Piter Boro sebagai Kalem Roroan Barra'-Barra' untuk periode yang kedua. Setelah selesai melantik, Bupati dan rombongan meninjau beberapa lokasi termasuk SD 7 Buntu Pepasan kelas jauh, dan sesekali berdialog dengan masyarakat.(r1an)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 21 Agustus 2013

307 Analis Kepegawaian BKN Gunakan Aplikasi Baru CAT





TNO-Jakarta, Metode Computer Assisted Test (CAT) yang dikembangkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) kini memasuki “babak baru”, dengan digunakannya aplikasi teranyar. Untuk itu, 307 analis kepegawaian BKN berkesempatan menggunakan Aplikasi Baru CAT di lantai 2 gedung CAT BKN Jakarta, Selasa (31/7). Kegiatan ini dipantau langsung oleh Wakil Kepala Bima Haria Wibisana dan Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen PNS Aris Windiyanto.

Porman Simatupang yang menjabat Kepala Sub Bidang Standardisasi dan Prosedur Rekrutmen menjelaskan bahwa para analis kepegawaian mengerjakan 80 soal Tes Kompetensi Dasar dalam kurun waktu 60 menit. “Kegiatan ini dimaksudkan sebagai uji coba terhadap aplikasi baru CAT yang lebih canggih, dan upaya konkret BKN dan 12 kanreg BKN dalam mempersiapkan CAT guna penerimaan CPNS tahun 2013 ini,”ucapnya.

Dijelaskan pula bahwa CAT terbukti mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap instrumen tes kepegawaian  secara transparan, obyektif, cepat, dan dapat dipercaya. Dalam tes berbasiskan komputer ini, para peserta menjawab amat mudah, yakni dengan mengklik (memilih) jawaban soal dengan mouse yang disediakan. Dengan demikian, tidak diperlukan lembar jawaban komputer (LJK) dan pensil khusus untuk komputer. (aman-subali).Jakarta-Humas BKN
»»   Selengkapnya...

Senin, 19 Agustus 2013

Bupati Tana Toraja : " Dibalik Penghargaan Satya Lencana, Ada Beban Psikologis Bagi Penerimanya"

TNO-Makale (16/8) 158 PNS dilingkup Pemkab Tana Toraja menerima Penghargaan Satya Lencana Karya Satya XXX,XX dan X tahun. Bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Theopilus Allorerung,SE menyerahkan Piagam Penghargaan sebagai bentuk penghargaan dari Negara kepada para PNS terbaik dalam pengabdiannya di bidang masing-masing.

Pemberian Penghargaan itu dalam rangka HUT Proklamassi RI ke - 68 Tahun 2013, yang sudah diusulkan sejak tahun 2010 silam. Dalam sambutannya, Theopilus memberikan dorongan kepada para penerima penghargaan tersebut untuk lebih meningkatkan pengabdiannya walaupun sudah pensiun. Dikatakannya " Pengabdian sebagai PNS akan berakhir, tetapi jiwa Pamong Praja tetap melekat di pikiran semua Pamong".

Ke-158 PNS penerima penghargaan ini, diharapkan kehadirannya pada Upacara Peringatan HUT RI Ke-68 Kabupaten Tana Toraja yang dipusatkan di Lapangan Sangalla' (17/8).
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 20 Juli 2013

Longsor Kembali Menimbun Mobil dan Pengendaranya Di Tana Toraja

Tana Toraja (TNO), Jumat(19/7) terjadi bencana longsor di Kecamatan Rembon, dimana 2 mobil tertimbun tanah longsor. Korban Siten (58) masih dicari keberadaannya. Sementara Bahar yang bermaksud membantu menarik mobil yang tertimbun menggunakan mobil dinas Pemkab Tana Toraja ikut tertimbun, beruntung masih bisa diselamatkan cuma mengalami luka ringan di bagian tangannya, saat ini masih dirawat di RSUD Lakipadada Makale. Beberapa orang anggota Pasukan Siaga Bencana (PSB) juga ikut membantu pencarian korban.

ilustrasi
Dandim Tator,Letkol (Inf) Erwin Ferdinand yang baru menjawab langsung merespon dengan menurunkan pasukannya membantu di lokasi longsor. Bahkan terjadi pula bencana longsong di Kecamatan Sangalla' Selatan, dimana kurang lebih 7 rumah rusak akibat tanah longsor beruntung tidak menyebabkan korban jiwa.

Saat dikonfirmasi, Dandim Tator membenarkan adanya bencana Tana longsor di Kecamatan Rembon dan Sangalla' Selatan, dikatakannya " Aggota kita sudah di lokasi untuk membantu masyarakat dan korban akibat longsor ini".(fer)
»»   Selengkapnya...

Jumat, 17 Mei 2013

KEPADA PEMERINTAH INDONESIA: Segera Laksanakan Putusan MK No. 35/PUU-X/2012 dan Sahkan RUU Masyarakat Adat

KEPADA PEMERINTAH INDONESIA: Segera Laksanakan Putusan MK No. 35/PUU-X/2012 dan Sahkan RUU Masyarakat Adat

    1. Simon Pabaras
    2. Petisi oleh
      Jakarta, Indonesia

Pada tanggal 16 Mei 2013 yang lalu, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia telah membacakan keputusan atas Judicial Review terhadap UU 41/1999 tentang Kehutanan yang diajukan oleh AMAN dan 2 Komunitas masyarakat adat. Dalam Putusan No. 35/PUU-X/2012, Mahkamah Konstitusi menegaskan bahwa Hutan Adat adalah Hutan yang berada di wilayah adat.
Masyarakat adat di seluruh Indonesia menyambut gembira Putusan MK tersebut dengan melakukan pemasangan plang di wilayah adat secara serentak. Plang itu bertuliskan: “Hutan adat bukan lagi hutan Negara. Masyarakat adat melaksanakan Putusan MK No. 35/PUU-X/2012”. Selain melakukan pemasangan plang, masyarakat adat juga memulai gerakan rehabilitasi wilayah adat yang telah rusak oleh aktivitas perusahaan pemegang ijin dari Negara.
Sudah 4 bulan berlalu sejak Putusan MK 35/PUU-X/2012 itu dibacakan oleh Mahkamah Konstusi. Namun belum kelihatan langkah konkrit pemerintah untuk melaksanakan Putusan MK tersebut. Surat Edaran Menteri Kehutanan No SE.1/Menhut-II/2013 tentang Putusan Mahkamah Konstitusi No 35/PUU-X/2012 tanggal 16 Mei 2013 yang ditujukan kepada Gubernur, Bupati/Walikota dan Kepala Dinas Kehutanan seluruh Indonesia menegaskan bahwa penetapan kawasan hutan adat tetap berada pada Menteri Kehutanan. Surat Edaran tersebut mensyaratkan Peraturan Daerah untuk untuk penetapan kasawan hutan adat oleh Menhut.
Jika demikian, pengukuhan hutan adat masih sangat panjang sementara proses pelepasan dan konversi kawasan hutan bagi kepentingan industri masih marak dilakukan. Sehingga Keadilan bagi masyarakat adat terus menerus terbaikan.
Oleh karena itu:
Kami menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki hak penuh atas tanah, wilayah dan sumber daya alam, termasuk atas hutan adat. Pengakuan terhadap hak-hak ini, merupakan bagian dari pemenuhan hak asasi yang melekat pada masyarakat adat dan dijamin oleh UUD 1945.
Kami menyambut baik dan mendukung Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 35/PUU-X/2012 yang menegaskan kembali bahwa Hutan Adat adalah hutan yang berada dalam wilayah masyarakat adat, dan bukan lagi sebagai hutan negara.
Kami mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012 baik di tingkat nasional maupun daerah. Kami juga menuntut DPR RI untuk segera mengesahkan RUU tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat.
Kami mendukung sepenuhnya upaya Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bekerja sama dengan gerakan masyarakat sipil lainnya dan siapapun untuk memastikan terpenuhinya hak-hak konstitusional masyarakat adat di Indonesia
Untuk:
Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia
Gubernur Seluruh Indonesia
Bupati/Walikota seluruh Indonesia
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Kami menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki hak penuh atas tanah, wilayah dan sumber daya alam, termasuk atas hutan adat. Pengakuan terhadap hak-hak ini, merupakan bagian dari pemenuhan hak asasi yang melekat pada masyarakat adat dan dijamin oleh UUD 1945.

Kami menyambut baik dan mendukung Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 35/PUU-X/2012 yang menegaskan kembali bahwa Hutan Adat adalah hutan yang berada dalam wilayah masyarakat adat, dan bukan lagi sebagai hutan negara.

Kami mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi No. 35/PUU-X/2012 baik di tingkat nasional maupun daerah. Kami juga menuntut DPR RI untuk segera mengesahkan RUU tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat.

Kami mendukung sepenuhnya upaya Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bekerja sama dengan gerakan masyarakat sipil lainnya dan siapapun untuk memastikan terpenuhinya hak-hak konstitusional masyarakat adat di Indonesia.
Salam,
[Nama Anda]

»»   Selengkapnya...