Kamis, 13 September 2018

Betulkah Kunjungan Menhub di BBK, Garansi BBK Akan Selesai?


Menhub Budi Karya Sumadi tiba di Bandara Pongtiku
Makale, LEKAT-NEWS.COM. Sejak dimulai pembangunannya pada 2011, baru kali ini akan ditinjau langsung Menhub,  setelah berapakali berganti Menteri. Dulu Ignatius Jonan, kini Budi Karya Sumadi. Dijadwalkan Budi Karya Sumadi akan mengunjungi Pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK) Tana Toraja di Kecamatan Mengkendek, Rabu (12/9).
Informasi yang diterima LEKAT-NEWS.COM, Menteri Perhubungan akan berkunjung langsung ke Lokasi Pembangunan Bandara Buntu Kunik untuk melihat langsung pelaksanaan pembangunan BBK, dan sekaligus kunjungan pendahuluan sebelum Kedatangan Presiden RI.
“Benar, Besok (Rabu,12/9), Menteri Perhubungan dijadwalkan meninjau BBK” tulis Alek Rudi Nainggolan dari bilik Whatsapp pribadinya. Sebagaimana diketahui, Alek Rudi Nainggolan selaku Ka Bandara Pongtiku, sangat getol memperjuangkan kelanjutan pembangunan BBK, bersama Wakil Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara,SH beberapa kali menerobos Jakarta untuk kepentingan Penyelesaian Pembangunan Bandara Buntu Kunik, walaupun aral melintang.  Alhasil, 2017 pembangunan BBK dilanjutkan kembali.
Dilain pihak, kunjungan kali ini bukan hal biasa. Pasalnya, Sejak dimulai pembangunannya 2011, dan terhenti sekitar 2 tahun, kemudian dimulai kembali 2017, lanjut 2018. Semoga dengan kunjungan ini, akan menuntaskan “Kerikil-kerikil tajam” yang masih melekat di kasut BBK, Akankah? (R1AN)
»»   Selengkapnya...

Jumat, 31 Agustus 2018

Pagelaran Adat Menandai Pembukaan HUT Kabupaten Tana Toraja ke-61 dan Hari Jadi Toraja Ke-771


ket: Ritual Adat

Tana Toraja. LEKAT-NEWS.COM - Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Kabupaten Tana Toraja dan Hari Jadi ke-771 Toraja dimeriahkan dengan atraksi budaya dan pesta rakyat, yang dipusatkan di lapangan sepak bola Getengan, Kelurahan Rantekalua, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja.

Perayaan HUT Kabupaten Tana Toraja ke 61 dan Hari Jadi Toraja ke 771 yang digelar secara besar-besaran dalam bentuk pesta rakyat  dan dihadiri puluhan ribu masyarakat baik yang berasal dari 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tana Toraja maupun masyarakat dan undangan dari luar Toraja.

Adapun rangkaian kegiatan dalam acara puncak Perayaan HUT Kabupaten Tana Toraja ke 61 dan Hari Jadi Toraja ke 771 yang mengambil tema "Budaya Toraya Perekat Bangsa".

Ritual Tradisional berupa : Kapuran Pangngan, Sesajen Kurban, Ma’nasu kurban, Belundak, Katupa’, Massura’ Tallang, Aluk Ma’pesung, Masserek Bane’, Ma’kurinni, Ma’ mammang, dipimpin oleh Pemangku Adat (Tominaa) menandai dimulainya kegiatan.

Mujayanto Panglaa, salah seorang dari 2 penyuluh agama Hindu pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja yang berperan pada Ritual Massura' Tallang.

Penyuluh Non PNS itu, satu minggu sebelum puncak acara digelar, dia sering kali bolak balik ke Ge'tengan yang berjarak 15 kilometer dari Kantor Kemenag guna mempersiapkan pemondokan dan propertiritual leluhur yang akan dilakukan.

Kakan Kemenag Tana Toraja H.Muhammad yang turut hadir, mensupport penuh keterlibatan Mujayanto Panglaa pada ritual yang digelar oleh pemeluk "agama" aluk todolo di lokasi perayaan hari jadi Tana Toraja ini.

"Walau Aluk Todolo belum diakui pemerintah sebagai sebuah agama, dan dinyatakan berafiliasi kedalam agama Hindu, namun ritual peninggalan leluhur atau nenek moyang orang Toraja ini patut
diapresiasi. Karena ini adalah keyakinan mereka. Untuk itu saya mendukung salah satu penyuluh agama hindu yang turut mengambil andil pada ritual ini", ungkap Muhammad. (MOR)
»»   Selengkapnya...

Sabtu, 21 April 2018

Itjen Kemenhub Kunjungi BBK

Tator-TNO. Inspektur Jenderal (Itjen) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Wahju Satrio Utomo dan rombongan tiba di Rumah Jabatan (Rumdis) Bupati Tana Toraja dan disambut Bupati Nicodemus Biringkanae dan Wakil Bupati Victor Datuan Batara berserta seluruh Kepala OPD, Jumat malam, (20/4/2018).Kunjungan Itjen Kemenhub, Wahju Satrio Utomo ke Kabupaten Tana Toraja dalam rangka memastikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja terhadap Pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK).Dalam sambutannya Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae mengatakan bahwa dirinya sangat berterima kasih atas kunjungan kemenhub ke Kabupaten Tana Toraja. “Kehadirannya membawa kejelasan dan harapan rakyat Tana Toraja, saya yakin itu," ucap Nicodemus."Pada suasana yang sejuk ini dan harapan itu mulai terkuak, sekaligus kami berharap mudah-mudahan di Toraja mendapat suasana yang sejuk pula, dan tentunya kami berharap bahwa dalam paparan nantinya kita lebih banyak berdialog," ujar Nicodemus.Wahju mengatakan bahwa kunjungan kerja kami kali ini adalah dalam rangka melihat secara langsung sebetulnya dan ingin mendengar secara langsung tentang progres pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK) karena memang bandar udara yang pembangunannya agak terlambat.“Permasalahan bisa diselesaikanlah dan kedepan tidak lagi ada hambatan tinggal ngebut aja pembangunannya, jadi tinggal ngebut aja ya, dan bapak Menteri Perhubungan sendiri sudah komitmen akan menyelesaikan Bandara Buntu Kunik (BBK) dan beliau langsung mengutus saya untuk mendengar dari Bapak Bupati," kata Wahju.Ia berharap infrastruktur yang dibangun itu harus punya manfaat langsung bagi rakyat."Dan tentunya saya yakin dan sudah melihat dalam perjalanan tadi bahwa potensi cukup besar hanya belum tergali saja dengan baik potensi wisatanya.Mudah-mudahan dengan keberadaan Bandara ini tentunya mampu mendongkrak lebih baik potensi-potensi yang ada di Tana Toraja ini," ujar Wahju.Ia juga menghimbau bahwa apapun yang dilakukan tentunya menjadi yang terbaik untuk bangsa ini.Usai sambutan dilanjutkan dengan presentase Pemerintah bersama Kementerian Perhubungan terkait kelanjutan Bandara Buntu Kunik (BBK).(FB/Hc)
»»   Selengkapnya...

Kamis, 15 Maret 2018

Gadis Cantik Asal Toraja Dianiya Di Papua, Lapor Polisi Diabaikan

Helmy Yongelen (26 thn)
Tator-TNO. Mencari nafkah di Papua memang sangat menjanjikan, itu juga dirasakan gadis alas Toraja, yang selama ini bekerja di Perusahaan Swasta di Kabupaten Boven Digul.

Namun, kenyamanan Helmy Yongelen (26 thn) terusik. Dirinya dianiaya istri Oknum Polisi yang mendatanginya di tempat kerjanya. Kedatangan CS bersama beberapa oknum istri Polisi lainnya membuat dirinya tersiksa, Sabtu (10/3) sekitar pkl.15.00 WIT.

 "Saya didatangi CS istri Bripka An, beserta beberapa orang temannya yang juga istri Polisi, menanyakan nama saya, dan langsung menganiaya saya"tangis Helmy. Lanjutnya, segumpal rambut lepas dari kepalanya yang membuat dirinya merintih kesakitan. Saya minta visum namun ditolak dengan alasan sudah lewat 3 hari.

Saat dirinya melaporkan ke Polsek, dirinya diperlihatkan surat pernyataan damai dan meminta maaf, bahkan dirinya diminta berempati.

Hendrik Theodor Yongelen, salah seorang penggiat LSM di Toraja, menyesalkan kejadian tersebut. "Saya tidak terima anak saya dianiaya, mohon pihak Kepolisian mengusut tuntas demi keselamatan anak saya"harap Hendrik.(FB)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 14 Februari 2018

Usai Melantik 13 Pejabat Eselon II dan 15 Pejabat Eselon III, Bupati Tator : Saya Mengajak Kita Semua Untuk Satu Kendaraan

Ket. foto :Bupati Tator saat melantik, menggunakan pakian adat Toraja, diikuti semua yang dilantik
Tator-TNO. Mutasi menjadi sesuatu momentum yang dinanti-nanti bagi sebagian besar ASN, namun tidak jarang para ASN yang trauma dengan mutasi. Demikian pula yang terjadi di Pemkab Tana Toraja, mutasi yang dihadiri Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara, Plt. Sekda Tana Toraja DR. Ir. Samuel Tande Bura, MM, Pastor, Pendeta , Ustaz. Dan Beberapa OPD, bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Rabu (14/02) pkl. 16.00wita.

Nico dalam sambutannya mengatakan persoalan mutasi adalah persoalan perubahan, mutasi itu tidak jauh dengan yang namanya perubahan, dan oleh karena itu perubahan apapun yang terjadi pasti menimbulkan berbagai hal dan berbagai tafsiran.

Lanjut Nico, saya mengajak untuk kita satu kendaraan, kalau mau sampai ke tujuan pimpinan yang harus introspeksi diri sendiri, bahkan Bupati, Wakil Bupati, Sekda harus introspeksi diri sendiri.

"Saya mendorong pejabat yang baru dilantik ini untuk tetap bekerja bersama-sama dan saya mohon maaf bahwa saya bukan hanya butuh ketaatan, tapi saya butuh kepatutan, dan saya mulai bergerak dari Lembang/Lurah" tegas  Nico.

Dalam sambutannya, Mantan Kadis PU era Amping ini mengajak Aparat yang baru dilantiknya, dirinya butuh kearifan untuk kerja bersama-sama, dan hari ini  mudah-mudahan tidak ada ketersinggungan pergesekan di antara mutasi ini, karena sekali lagi saya katakan mutasi itu adalah wewenang pimpinan dalam penilaian kinerja staf. "Marimi kita sebagai pegawai negeri yang baik bahwa perputaran itu sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan kinerja" ajak Nico.

Dalam pelantikan tersebut, Pakiding Karaeng Baan S.H, MH, menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohanis Titting S.Pd, M.Min sebagai  Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia
Selanjutnya, Haris Paridi menduduki jabatan Kepala Dinas Pertanian,  sementara Anton Toding dipercaya menahkodai Dinas Pendidikan. Sedangkan Armi Lenggo menjadi Kepala Dinas Perhubungan.

Selanjutnya, Oktavina S. Rante Allo, M.Si, memegang jabatan Kepala dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, Marianus Batara, SE sebagai Kepala Dinas Sosial.

Sementara, Joni Tonglo, SE, M.Si menjadi Kepala Badan Pendapatan Daerah, Yohanis Napan , SE dilantik sebagai Sekretaris DPRD Tana Toraja. Tupa Batara Randa S.Sos, MH dilantik Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sumartin, SE M.Si dilantik Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpada Satu Pintu.

Eric Crystal Sa’pang Ranteallo, S.Pi sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, sedangkan Yurinus Tangkelangi, SH, MH dilantik Kepala Dinas Perdayaan Masyarakat dan Lembang.

Selain itu, turut dilantik Pejabat Eselon III, Ir Marta Limbulangi Sampelino, M.Si selaku Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Emma Bassa S.Pt, M.Si menduduki jabatan baru Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tana Toraja, Nirus Nikolas Sakke Palungan S.Sos, M.Si sebagai Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Kabupaten Tana Toraja, Mendila Randa Bunga menjabat Sekretaris Dinas Sosial.

Lanjut, Aris Parinding selaku Camat Rantetayo, Andi Palloan menduduki Sekretaris Camat Sangalla Selatan. Hiskia Batika BA untuk Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Selanjutnya, Sumedi Pasorong, ST dilantik  sebagai Kepala Bagian Holtikultura Dinas Pertanian, Agnes Bitti sebagai Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Yohanis Rahman Ganepo dilantik Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian. Dan Agustinus Tuppak, SE, M.Si selaku Kepala bagian Hubungan Industrial dan jaringan sosial dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Masih eselon III, Drs Semuel Rembon Toding dilantik Kepala Bidang Penanaman modal dinas Penanaman Modal dan pelayanan terpadu satu pintu. Sementqra Yahya Rahmadi dilantik Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga. Lanjut, Fahri Allo, ST sebagai Kepala Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Krisrianti Paongan SH menjabat Sekretaris Camat Makale Utara. (FB)

»»   Selengkapnya...

Minggu, 11 Februari 2018

Direktur dan Pengelola Mangkir dari Undangan DPRD? Pimpinan DPRD Ungkap PANSUS !

Wakil Ketua DPRD Tator - Kendek Rante di hadapan Perwakilan Perawat
Makale - TNO. Kemelut berkelanjutan di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Lakipadada belum juga usai. Persoalan yang sudah berbulan-bulan ditangani Komisi 2 DPRD Tana Toraja buntu. Pasalnya, Manajemen BLUD RS Lakipadada mangkir dari Undangan DPRD Tana Toraja, Sabtu (11/2).

Puluhan Solidaritas Perawat mendatangi DPRD Tana Toraja yang hendak mendengarkan tuntutan mereka akhirnya tidak menemukan jawaban. Perwakilan Solidaritas Perawat, Jeany, mengungkapkan perasaan para perawat yang tidak mendapatkan insentif seperti yang telah dibayarkan kepada Pengelola, Dewan Pengawas dan para dokter. Menurutnya, harus adala keadilan, dan sebisanya kami ini diberikan 50% dari yang diterimakan dokter umum. "Kami yang merawat, kami juga merasa berhat untuk mendapakan insentif, kami diintimidasi dengan telpon bahwa akan dimutasi" ujar perwakilan Solidaritas Perawat, disambut tepuk tangan.

Sebelumnya, Plt. Sekda Tana Toraja yang dikonfirmasi terkait diterbitkannya 11 SK mutasi di lingkup kerja BLUD RS Lakipadada, dirnya baru tahu setelah pertemuan dengan para Perwakilan Perawat. "Saya baru tahu kemarin (Jumat,10/2) makanya tidak ada paraf saya"jelas DR Semuel Tande Bura. Lanjutnya, ada prosedur dalam mutasi yang dikeluarkan BKPSDM (BKD dulunya,Red). "Harus ada penilaian kinerja dari Tim Penilai Kinerja, dan ada SOP yang berlaku" Plt. Sekda.

Menanggapi ketidak hadiran Menejemen BLUD RS Lakipadada, Kendek Rante menyesalkan hal tersebut. Dikatakannya. kami Lembaga Dewan, Undangan ditandatangani Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi,SE, kami merasa diabaikan! "Karena ketidak hadiran Direktur (dr Safari), rapat ini tidak dapat dilanjutkan, padahal kami mencari solusi terbaik" kesalnya. Dirinya juga akan menyampaikan pada rapat pimpinan terkait ketidak hadiran direktur dan akan memanggil juga kepala BKPSDM untuk dimintai keterangan tentang SK Sakti (diantarkan ke rumah masing-masing penerima). "Kalau pimpinan Dewan menetapkan akan ada RDP,  kalau tidak dimungkinkan kami PANSUS-kan !, "tegas Wakil Ketua DPRD Tana Toraja.

Menimpali itu, Wakil Ketua Komisi 2, Pantan Ranteallo, menyayangkan ketidakhadiran direktur, menurutnya, kita akan panggil direktur. "Untuk berikutnya kita akan panggil, bukan diundang lagi"kesal Pantan Ranteallo. (r1an)
»»   Selengkapnya...

Jumat, 09 Februari 2018

Usai Aksi Mogok Solidaritas Perawat, Sebanyak 150-an SK Magang di Bagikan Direktur BLU RS Lakipadada

Aksi Mogok Solidaritas Perawat (dok.LSM LEKAT)
Tator-TNO. Berbagai polemik yang melanda menejemen Rumah Sakit Umum Daerah Lakipadada Tana Toraja tidak menyurutkan niat Direkturnya dalam menata Badan Layanan Umum (BLU) yang dipimpinnya sejak Mei 2017.

Setelah menerima aspirasi dari ratusan Solidaritas Perawat RS Lakipadada yang menuntut insentif yang tidak diberikan manejemen dan pembatalan SK mutasi terhadap belasan ASN di lingkup kerjanya, dr Safari Daniel Mangopo, Sp.B memberikan 150an SK Magang, Jumat (9/12).

Kegiatan penyerahan SK dihadiri langsung Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tana Toraja Damoris Sembiring di Ruang Pertemuan RS Lakipadada.

Dalam pengarahannya, Safari menegaskan kepatuhan dalam menjalankan tugas di bidang pelayanan. "Kesadaran dalam menjalankan tugas bukan oleh orang lain, tetapi dari dalam diri sendiri" ungkapnya.
Direktur RS Lakipadada dihadapan magang

Terkait masalah yang membelitnya terhadap tuntutan para perawat di lingkup tugasnya, Safari meminta kesadaran para perawat untuk mengedepankan pelayanan terhadap pasien. Dia juga mengaku kewalahan dengan tuntutan perawat yang tertalu tinggi. " Tahun 2017 memang dianggarkan untuk tenaga medis, dalam perubahan diubah menjadi tenaga dokter"jelas Safari. Dirinya juga menampik tudingan yang mengatakan ketidak-peduliannya terhadap keberadaan perawat. "Sejak Desember, saya sudah menyarankan untuk ketemu Bupati, karena Bupati sebagai pemilik rumah sakit" jelasnya. (FB)

»»   Selengkapnya...

Rabu, 07 Februari 2018

Rapat Koordinasi Kelanjutan Pembangunan Bandara Baru Buntu Kunik Disorot Warga

Ket. Foto : Ka Bandara Pongtiku - Alex Rudi Nainggolan (kanan)
Tator - TNO. Kelanjutan pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK) menemui titik terang, setelah mangkrak sekian lamanya. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya Rapat Koordinasi Kelanjutan Pembangunan Bandara Baru Buntu Kunik, Rabu (7/2) pagi tadi di Heritage Hotel Toraja Utara.

Rapat Koordinasi (Rakor) tersebut diikuti Kepala Otoritas Bandar Udara Wil V Makassar, Bupati Tana Toraja, Wakil Bupati Tana Toraja, Dandim 1414/Tator. Juga ikut dalam pertemuan Ketua PN Makale, dan Kajari Makale. Sesuai undangan yang ditandatangani Ka Bandara Pongtiku, Alex Rudi Nainggolan, turut menghadirkan Bupati Toraja Utara, namun tidak tampak hadir begitupun wakilnya.

Salah satu hal krusial yang selama ini masih menjadi salah satu kendala kelanjutan Pembangunan BBK, Bupati mengungkapkan bahwa terkait pembebasan lahan tidak ada masalah lagi dan itu semua sudah dibayarkan. Pernyataan ini ditampik oleh Ir.Palagian Ranteallo mewakili para Pemenang terhadap Gugatan Lahan BBK. Menurutnya, nilai ganti rugi yang dibayarkan belum semuanya. "Kami masih menunggu niat baik dari Pemkab Tana Toraja membayarkan kepada kami, dari nilai yang sudah dibayarkan kepada pihak lain, itu salah bayar" tegasnya. Masih Palagian, mereka sudah berkoordinasi dengan Pengacara tentang hal tersebut dan kalau tidak dipenuhi, kembali akan melayangkan gugatan.

Dilain pihak, salah seorang dari perwakilan warga juga merasa heran dengan kegiatan yang dilakukan di hotel, bukan di Kantor Kecamatan atau bahkan di Lokasi BBK. Menurutnya (enggan disebut namanya), mereka harus juga mengetahui apa saj yang dibicarakan dan mewanti-wanti terhadap lahan yang belum dibebaskan jangan sampai masuk pengukuran untuk disertifikatkan.(FB)
»»   Selengkapnya...

Rabu, 25 Oktober 2017

PANGLIMA TNI RESMIKAN MUSEUM KEMANUNGGALAN TNI - RAKYAT DAN MESJID BESAR DARUSSALAM KABERE

TNO - ENREKANG, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Marsma TNI Yuyu Sutisna, Brigjen TNI Gatot Triswanto, para Asisten panglima TNI, Kapuspen TNI, Pangdam XIV/Hsn Mayjen TNI Agus Surya Bakti, mendarat di lapangan sepakbola taulan Kabere, Kab. Enrekang, kamis (25/10/2017).
Kedatangan Panglima TNI Gatot Nurmantyo disambut langsung oleh Danrem 142/Tatag, Kolonel Inf Taufiq Shobri, Bupati Enrekang Drs. H. Muslimin Bando, Para Dandim Jajaran Korem 142/Tatag, Bupati Enrekang Dan/Kabalak ajukorem 142/Tatag, Serta Kapolres Enrekang.
Kedatangan Panglima TNI untuk Meresmikan Masjid Besar Darussalam Kabere, dilanjutkan sholat dhuhur berjamaah, Peresmian tersebut di tandai dengan pemotongan pita oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, selain peresmian Masjid juga dilaksanakan peresmian baruga Pak Letnan yang diubah menjadi museum kemanungalan TNI-RAKYAT, bertempat di jalan poros makassar-toraja, persisnya Dusun kabere, Desa Taulan Kec. Cendana, Kab Enrekang. “Kekuatan TNI ada pada kemanungalan TNI dengan rakyat, karena rakyat adalah ibu kandung TNI, “Tutur Panglima TNI dalam sambutannya.
Salah satu warga Kabere, Irmayanti mengatakan Rasa bangganya sebagai masyarakat sulawesi selatan, khususnya warga kabere dan bersyukur bisa melihat langsung bapak panglima TNI penuh dengan wibawa, santun dan bermasyarakat .
Nampak hadir pula Irdam XIV/Hsn Kol. Kav Bueng Wardadi S.Ip .M.H, Aster Kasdam XIV/Hsn kol. Inf juniras lumban toruan, Kapendam XIV/Hsn kol. Inf Drs. Alamsyah, Waasintel Kasdam XIV/Hsn Letkol Inf Wirawan Eko Prasetyo, Waaslog Kasdam XIV/Hsn letkol Inf Erwin F. Barends, Danyonif 721/Makkasau Letkol Inf Mustamin. Para Forkopimda Kab. Enrekang, Kasi Ter Korem 142/Tatag, Para SKPD Kab. Enrekang, Para Tokoh Masyarakat, Agama dan Pemuda serta Tamu Undangan. (Penrem 142/Tatag)
»»   Selengkapnya...

SYL GUBERNUR SULSEL GEMILANG

SYL: GUBERNUR SULSEL GEMILANG
Oleh Aswar Hasan
Pada tahun 2011 bulan Oktober tanggal 19, Portal Online Harian Tribun Timur menulis berita bahwa Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai gubernur peraih penghargaan terbanyak dalam tiga tahun kepemimpinannya.
Pengumuman rekor MURI tersebut, dibacakan disela-sela upacara HUT ke-342 Provinsi Slawesi Selatan oleh Senior Manager MURI, Paulus Pangka. Rekor Syahrul ini tercatat dalam buku besar rekor MURI nomor 5142.
Menurut data penulis, Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah ditaburi kurang lebih 200  penghargaan. Tetapi yang paling mengejutkan diantaranya, adalah diraihnya penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tujuh kali berturut-turut dengan klasifikasi Clear and Clean.
Ketika ditanya oleh wartawan apa tanggapannya atas seabrek penghargaan yang telah diterimanya itu, SYL dengan merendah, menjawab; " itu semua karena kerja keras segenap aparat di Pemprov  dan dukungan masyarakat Sulsel. Penghargaan tersebut, sesungguhnya dari dan untuk mereka juga."
Setidaknya, sebuah penghargaan, memiliki nilai fungsi dalam empat hal, yaitu: Pertama, memperkuat motivasi agar bekerja lebih berprestasi. Kedua, memberi label bahwa orang atau lembaga bersangkutan memiliki kemampuan lebih jika dibandingkan dengan lainnya. Ketiga, sebagai alat atau sarana untuk berkompetisi agar kerja tidak stagnan atau malah terdevaluasi. Keempat, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi kerja.
Penghargaan itu, penting, sebagaimana halnya menghargai sebuah penghargaan. Maka dalam pada itu, menghargai prestasi SYL sebagai Gubernur berdasarkan sederet penghargaan yang telah diraihnya, adalah sebuah kewajaran dan kepantasan. Untuk itu, warga Sulsel patut berbangga. Karena itu adalah sebuah kegemilangan kepemimpinan pemimpinnya.
Di balik gelimang penghargaan tersebut, pasti ada gemilang pribadi dan karakter yang menjadi akar pemicu munculnya sejumlah penghargaan. Untuk itu, dalam tulisan pendek ini, penulis akan menganalisisnya dalam aspek studi komunikasi dan kepemimpinan dengan tujuan, mencari latar sebab atau penjelasan ilmiah atas prestasi kepemimpinan SYL sehingga ditaburi seabrek penghargaan.
Warren Bennis, profesor bidang manajemen di Universitas of Southern California Graduat School of Business Administration, melakukan penelitian selama empat tahun terhadap sembilan puluh pemimpin yang berhasil dengan berfokus pada kualitas yang menunjang keberhasilan mereka. Usia sampel penelitiannya antara 50 hingga 60 tahun. Bennis pun membedakan secara tajam antara pemimpin dan manajer. Menurutnya, pemimpin yang sukses itu, selalu melakukan sesuatu yang benar. Sementara manajer yang sukses, selalu melakukan sesuatu dengan benar.
Kita tentu pernah menemukan orang yang melakukan sesuatu dengan benar, namun tidak melakukan hal yang benar. Contohnya, adalah pejabat yang mengorupsi anggaran negara, secara rapih dan "benar," tanpa bisa tersentuh-dibuktikan- oleh aparat penegak hukum. Atau melaksanakan hasil kesepakatan atau perencanaan yang salah secara benar. Mereka ini bukan kategori pemimpin. Pemimpin, adalah orang yang selalu melakukan sesuatu yang benar, dengan cara yang benar, sehingga publik membenarkannya, dan mengakuinya.
Menurut Bennis, ada lima kualitas kepemimpinan yang berhasil, yaitu; Pertama, memiliki harga diri dan tahu mengukur kekuatan/potensi diri. Ia sangat mengetahui kemampuannya, dan tahu kapan dan dimana ia bisa memanfaatkan kemampuannya itu. Kata Bennis, dalam upayanya menjadi pemimpin yang unggul, sejak muda mereka sudah mengidentifikasi bidang kekuatan apa yang harus dikuasai dan mengasuhnya dengan baik. Mereka sangat mahir untuk menghitung kesesuaian antara apa yang mereka dapat lakukan dengan sangat baik dan untuk kebutuhan lembaga dimana mereka bekerja. Jika itu tidak sesuai, maka mereka tahu kapan harus berhenti. Mereka sangat puas dengan dirinya (percaya diri). Dan selalu merasa tidak perlu membuat kasus. Profesor Bennis pun menguncinya dengan kalimat; "kedengarannya, mereka terlalu berbangga diri, tetapi sebenarnya tidak. Indiv

FERRYANTO BELOPADANG, [25.10.17 18:38]
idu ini, sangat mengetahui kemampuannya dan ia memanfaatkannya."
Kedua, memiliki kemampuan untuk menerjemahkan niatnya (ambisinya) menjadi kenyataan dan mempertahankannya. Bennis menjelaskan, bahwa sebelum mereka menerjemahkan niatnya menjadi nyata, mereka terlebih dahulu menyatakannya secara meyakinkan agar menarik dan memotivasi pengikut. Pandangannya (niatnya) itu, disampaikan dengan meyakinkan, dengan kekuatan penetrasi yang kuat ke seluruh lapisan, sehingga membawa organisasi yang dipimpinnya ke level yang diinginkannya itu.
Ketiga, memiliki kemampuan mengkomunikasikan pandangannya, sehingga dengan mudah mendapatkan simpati dan pendukung. Dari ciri ketiga ini, kita bisa menebak bahwa yang bersangkutan pasti bisa dengan baik tampil di podium untuk berpidato tanpa persiapan konsep atau berbicara tanpa konsep. Ia pun piawai menuliskan ide-idenya. Ia seorang komunikator sekaligus orator yang ulung.
Keempat, ciri pemimpin unggul adalah juga karena mereka memiliki kemampuan dan kapasitas untuk memberi kuasa  (mendelegasikan) kepada kepada orang lain. Ia melipatgandakan energi dan kemampuannya demi mendapatkan hasil yang diinginkan melalui penciptaan lingkungan yang mendukungnya.
Kelima, pemimpin yang unggul adalah pemimpin yang memiliki kegigihan, konsistensi dan selalu fokus pada keinginannya. Sekali ia menyatakan keinginannya, pantang menyerah surut ke belakang, sebelum cita-citanya terwujud.
Dia juga pribadi yang konsisten dan bertanggung jawab memikul risiko, berani berbuat, juga berani menanggung akibatnya. Tidak lari dari tanggung jawab. Karakternya kuat dan tidak mudah goyah. Dalam mengejar cita-citanya, ia fokus dan tidak mudah terpengaruh dari hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan target pencapaiannya.
Demikianlah lima faktor karakter ciri pemimpin unggul, berdasarkan hasil penelitian Profesor Warren Bennis selama empat tahun, terhadap 90 pemimpin dan eksekutif yang sukses.
Pertanyaannya kemudian, bagaimana halnya dengan model kepemimpinan Gubernur SYL jika dikaitkan dengan lima karakter pemimpin unggul menurut Profesor Bennis? Untuk mendapatkan jawaban yang akurat secara ilmiah -akademis-, tentu dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan menjadikan model kepemimpinan Gubernur SYL sebagai objek penelitian.
Namun, jika boleh penulis mengetengahkan sebuah hipotesis berdasarkan kriteria Prof. Bennis tersebut, maka boleh jadi seluruh ciri yang disebutkan oleh Bennis tersebut, juga terdapat pada diri Gubernur SYL. Bahkan, tidak mustahil muncul temuan yang merupakan tambahan ciri pemimpin unggul. Tidak percaya?  silakan teliti, dan buktikan.
----------------------------
*) Penulis adalah Dosen Departemen Komunikasi FISIP UNHAS
    Saat ini menjabat sebagai Ketua KIP Sulsel.
»»   Selengkapnya...

Jumat, 13 Oktober 2017

ASN TATOR : "INI TIDAK MANUSIAWI, KAMI AKAN GELAR TIKAR, KAMI TIDAK ADA KURSI DAN MEJA"


TNO-Tator (13/10) Jangan heran bila memasuki areal Kantor Bupati Tana Toraja, puluhan orang berseragam Putih-Hitam, akan menyambut kita dengan wajah lesu, memelas dan terkesan putus asah. Mereka adalah bagian dari ASN Tator yang mendapat predikat "Non Job". Kondisi ini menurut beberapa orang yang ditemui Tim Liputan TNO, sangat mengharapkan adanya perhatian dari Kemendagri dan Ombudsman. Menurutnya, kondisi ini sudah berjalan hampir setahun, praktisnya per 31Desember 2016. Lanjut Pria yang akrab dengan awak media di Bumi Lakipadada ini " Sudah hampir setahun kami diperlakukan seperti ini, tidak ada kejelasan, selama ini kami bekerja dengan taat kepada pimpinan, kami menuntut keadilan, beberapa dari kami adalah ASN pada jabatan struktural yang sangat strategis, kami laksanakan tugas dengan baik". Masih akunya, lelaki yang sangat bermohon identitasnya ditutup, demi objektifitas penilaian pimpinan, "Kami para senior, diganti oleh junior yang belum siap, sangat mengganggu kinerja pelayanan kepada masyarakat, bahkan ada diantara kami yang belum ada pengganti di jabatan yang dicopot dari kami, ada apa?".


Kondisi ke 58 ASN Tator yang lebih sering menyebut diri mereka "Kelompok 58", sehari-hari hanya bercengkerama, ada beban sosial yang mereka tanggung, ada rutinitas kinerja yang dicopot dari mereka, hidup dengan beban mental seperti ini, akan menyiksa mereka yang punya dedikasi,punya kepedulian, dengan nada kesal, salah seorang ASN menyelutuk "Kami tidak akan tinggal diam, kalau Ambudsman tahu ini, akan menjadi masalah, karena ada beberapa orang yang sangat tidak memenuhi aturan, tetapi dipaksakan"

Apa Tanggapan Pemkab Tator?
Beberapa sumber di Pemkab Tator sulit dimintai keterangan terkait hal ini, namun Plh. SEKDA Tator masih sempat memberikan penjelasan, walaupun sementar tugas di luar daerah, dijelaskan DR.Semuel Tande Bura "Sebanyak ASN dmaksud itu belum 2 minggu kami terima SK penempatan di Setda. Penjelasan detail harap bersabar dulu, skrg lg tugas luar setelah di tempat tugas /di Toraja sy infokan".

Dari berbagai sumber berita dan informasi yang didapatkan, beberapa ASN senior Gol.IV/C diganti Gol.III/d, bahkan masih ada yang belum mendapatkan SK Pemberhentiannya, namun sudah 10 bulan berlalu Mutasi Akhir Tahun yang menjadi momok bagi ASN (Aparat Sipil Negara) di daerah ini. Berbagai spekulasi bermunculan, apa dasar pemberhentian mereka, dan ini tentunya merugikan Negara, sebab ASN yang masih sangat produktif, di berhentikan dari jabatan yang diembannya, dan diganti, ataupun diberhentikan tanpa pengganti. Semoga kondisi ini tidak dibiarkan berlarut-larut, karena akan menjadi sandungan pelaksanaan Birokrasi yang baru menanjak ke tahun Kedua Pemerintahan Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae. Begitu juga dengan kinerja BKD Tator yang lamban menyampaikan SK para ASN, sebaiknya ditinjau keberadaannya. Demi kesuksesan dan pelayanan masyarakat yang maksimal sesuai Tagline "Unggul dan Sejahtera".(fb)
»»   Selengkapnya...

Selasa, 26 September 2017

JRM : "Saya Minta Maaf, Saya lakukan Karena Terpaksa, Saya Khilaf"

Jhon Rende Mangontan dan Joni Paulus,SH,MH
TNO-Tator (26/9) Setelah selesai melaporkan Djuli Mambaya ke Polres Tator, Jhon Rende Mangontan menggelar Temu Pers. Dalam keterangan Pers, JRM menyatakan permintaan maaf kepada Pengurus Pusat PPGT, Panitia Praya X PPGT, bahkan akan menemui langsung BPS-GT untuk menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi dalam rangkaian kegiatan Praya X PPGT. Diungkapkan JRM "Saya minta maaf, untuk alasan apapun, saya sudah berdosa, saya khilaf" Menurut JRM, dirinya terpaksa melakukan penempelengan terhadap Djuli Mambaya, karena dirinya sudah berkali-kali dihina,difitnah,bahkan diancam melalui medsos. "Saya sudah berkali-kali dihina,difitnah dan bahkan diancam, saya masih berusaha sabar, namun saat bertemu di sekitar areal Gereja Pelangi, saya berusaha meminta klarifikasi, Adinda saya, Djuli Mambaya tidak memberikan jawaban, bahkan saya suruh duduk didepan saya dan menanyakan apa maksudnya pernyataan-pernyataan di medsos selama ini,?". Masih JRM, "Karena tidak mendapatkan jawaban, ataupun permohonan maaf, bahkan berusaha mengelak, saya tempeleng".

Kejadian yang terjadi menimpa Djuli Mambaya, Kadis PU Provinsi Papua menjadi perbincangan viral di medsos. Saat menjelaskan kejadisn sebenarnya yang trjadi, mnurut JRM, dirinya tidak membenci Djuli Mambaya, bahkan menurutnya, "Saya tidak membenci Adik saya, Djuli Mambaya, di usia muda, sudah menduduki jabatan strategis di Propinsi Papua, baru kali ini diduduki Orang Toraja di Papua". Saat ditanya tentang laporan Djuli Mambaya ke Polres Tator, JRM berpendapat " Itu hak, dan dijamin UU" Lanjutnya" Kalau Adik saya, Djuli Mambaya merasa keberatan, itu kewajibannya melaporkan". "Saya sudah melaporkan terkait pencemaran nama baik, dan pengancaman yang dilakukan melalui medsos ke Polres Tator hari ini" ungkap JRM.

Saat berita ini dikonfirmasikan, Kapolres Tana Toraja membenarkan adanya pelaporan masing-masing pihak, dikatakan AKBP Yohanis Richard Adrian, " Memang benar ada pelaporan masing - masing pihak, dan akan kita tangani". (fb)
»»   Selengkapnya...

Selasa, 19 September 2017

Victor D Batara: "Saya perintahkan PK yang sudah dilantik segera pasang atribut Partai dan Calon Usungan Partai Golkar di Sekretariat masing-masing !"

 
Ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja membawakan
Sambutan Usai Melantik 19 Pengurus Kecamatan
 TNO-Makale. Bertempat di Sekretariat DPD II Partai Golkar Tana Toraja,hari ini,Selasa (19/9) Ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja, Victor Datuan Batara,SH melantik 19 Pengurus Kecamatan (PC) se Kabupaten Tana Toraja. Dalam sambutannya, Victor, yang juga Wakil Bupati Tana Toraja, menekankan, bahwa khusus di Tana Toraja, issue-issue tentang calon usungan Golkar mengemuka, baik itu di medsos, baik itu di WA (whatsapp), instagram, dan lain-lain.

     Lanjut Victor," Sebagai Pengurus Partai Golkar, kita harus memberikan informasi yang benar, apaun yang sudsh dilakukan orang tua terdahulu, tidak pantas dibebankan kepada anak-cucunya". Terkait ketidak hadiran Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Drs.HAM.Nurdin Halid, dijelaskan, Beliau ada banyak kesibukan, dan rencananya minggu depan, akan langsung melantik Pimpinan Kelurahan.

     Semua harus bergerak memenangkan Calon Usungan Partai Golkar. Bagi Anggota Fraksi Golkar, kembali Victor mengingatkan, "Jangankan mendua kaki, kalau tidak bekerja untuk pemenangan Calon Usungan Partai Golkar akan ada Sanksi Partai". Mejgakhiri samhutann5a, Victor memekikkan yel-yel, demi menyemangati Pengurus Kecamatan yang baru dilantik dan sem6a hadirin bersorak,menjawabnya.

     Kegiatan yang berlangsung dihadiri ratusan kader, Organisasi Sayap, dan simpatisan Partai Golkar.(fb)
»»   Selengkapnya...

Minggu, 17 September 2017

NORMALISASI SUNGAI TANPA PAPAN PROYEK, LEGITIMASI ILLEGAL MINING?, DISESALKAN WARGA



TNO-Toraja, (18/9) Sudah lebih sepekan, aktifis pengerukan sungai dilaksanakan sekelompok orang, di Kelurahan Lion Tondok Iring, Kecamatan Makale Utara,Kabupaten Tana Toraja. Melalui Kepala Lingkungan Lion, beberapa warga mempertanyakan aktifias pengerukan sungai dan pengangkutan material (sirtu-red). Masyarakat kaget tiba-tiba ada yang mengeruk di sungai, sementara selama ini mereka sudah memohonkan izin usaha pertambangan tersebut ke Provinsi, hanya kasih terkendala Rekomendasi Bupati. Sande Rupang, sang Kepala Lingkungan Lion saat ditemui mengungkapkan kekecewaan dan kekesalannya, menurutnya aktifitas pengerukan langsung dilakukan tiba-tiba, tanpa pemberitahuan apalagi kordinasi ke kami sebagai kepala lingkungan. 
      Dijelaskan Sande, "Mereka datang, langsung mengeruk, tanpa pemberitahuan, warga kami kaget, karena mereka tidak ada penjelasan. Sedangkan pelaksana proyek yang mengerjakan talud dipinggir sungai masih menemui kami." Kekesalan Sande diutarakan kepada tim peliputan TNO, disaksikan warga yang juga sebagai tetua adat. Masih menurut Sande," saat kami mengkonfirmasi Lurah dan Camat, dikatakan sudah rekomendasi dari Daerah, inilah yang kami sesalkan, seharusnya ada pemberitahuan kepada kami supaya kegiatan mereka, kami ketahui, itulah membuat saya melaporkan kegiatan ini". 


      Berdasarkan informasi tersebut, dikonfirkasi ke Plh.Sekda Tana Toraja, namun DR Semuel Tande Bura menapik informasi bahwa dia menyuruh. Dikatakannya, "Konfirmasi, Sekda tidak menyuruh, yang benar ada permintaan rekomendasi, 1 orang dari Lingkungan Hidup, 1 dari Pengelola". 

   Fakta lapangannya, ada aktifitas pengerukan material sungai, dan transaksi penjualan tanpa retribusi. Ini juga yang dikeluhkan warga, menurut Kepala Lingkungan Lion, harus ada saling menghargai, kami sebagai kepala lingkungan sangat mengharapkan kordinasi, baik dari Kelurahan, Kecamatan, apalagi yang akan mengerjakan sesuatu dalam wilayah kami".(tim)
»»   Selengkapnya...

Minggu, 10 September 2017

Rencana Asal Jadi, Irigasi Sangpolo Tak Bermanfaat di Petani

Keluhan masyarakat tani di Lembang Sangpolo, kecamatan Kurra, kabupaten Tana Toraja bukan tak beralsan, tapi bangunan irigasi yang dirintis Dinas Pertanian (Distan) sama sekali tak ada manfaatnya. Pasalnya, air bendungan mengaliri irigasi bukan untuk persawahan, tetapi dibangun untuk membuang air ke sungai saja.


Ini irigasinya yang dibuat untuk membuang
percuma air bendungan kembali ke sungai



MAKALE – Masyarakat Lembang Sangpolo berharap sangat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja untuk turun langsung kelapangan meninjau fungsi irigasi yang direncanakan dan di bangun Distan. Padahal warga, pembangunan irigasi seperti ini seharusnya dibicarakan ditingkat masyarakat sebagai pemanfaat. “Pembangunan irigasi pembuangan seperti itu tidak pernah diusulkan di musrembang,” ujar warga.


Menurut penyampaian warga tani di Lembang Sangpolo, air yang ditampung (dibendung) asalnya dari sungai dan dibuang kembali ke sungai. Lalu apa manfaatnya di masyarakat….?Paket proyek pembangunan irigasi di Sangpolo ini menghabiskan anggaran Rp164.950.000 tahun 2016 lalu yang asas manfaatnya sama sekali tidak bersentuhan dengan masyarakat tani. Kata warga, proyek tak bernilai ini dikerjakan CV .GRASKY PRATAMA waktu itu yang sumber dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Salah seorang warga Tato'(samaran) meminta agar pihak terkait meninjau ulang proyek pembangunan irigasi yang dianggapnya hanya pemborosan anggaran. “Kalu tak bermanfaat, jauh lebih baik kalau pemerintah menyantunkan anggarannya untuk pengembangan pertanian yang lebih menyentuh dan dinikmati langsung warga tani.
Sementara Kepala Dinas Pertanian ataupun instansi yang terkait hingga informasi ini kembali dipublish, masih belum berhasil dimintai tanggapannya. “Bicarakan dulu ke Distan dan apa solusinya,” pinta warga.   (int)
»»   Selengkapnya...