Oleh : Drs. Hasanuddin, M.Hum dan Tim
Mulut gua menghadap tenggara dengan orientasi 130º yang ukuran lebarnya 132,2 m, tinggi 340 cm dan kedalaman 23 m. Di langit-langit gua terlihat masih ada tetesan air dengan kondisi gua agak lembab. Di lantai gua terlihat banyak kotoran kalelawar.Terdapat 27 Duniyang ditemukan dalam gua. Sebagian besar Duni tersebut masih terisi tulang belulang manusia. Kayu Duni berasal dari kayu bitti dan cendana.
Berdasarkan tabel di atas, terdapat tiga bentuk Duniyang ditemukan di Leang Datu, yakni atap rumah, perahu, dan perahu ujung melingkar.Bentuk atap rumah terlihat menyerupai bentuk atap rumah adat suku toraja secara umum.Sedangkan bentuk perahu menyerupai perahu yang dasarnya berbentuk setengah oval, namun di bagian ujungnya masing-masing terlihat rata. Perahu ujung melingkar, hampir sama bentuknya dengan perahu. Namun di bagian ujung masing-masing berbentuk lingkaran.Menurut informasi salah satu masyarakat setempat, bahwa bentuk perahu ujung melingkar diperuntukkan untuk wadah penguburan perempuan.
Berdasarkan data tersebut di atas, terlihat bahwa persentase bentuk atap rumah 26%, dibandingkan dengan perahu hanya 7% dan perahu ujung melingkar hanya 4%. Sedangkan 63 % di antaranya tidak diketahui, yakni tanpa penutup 26% dan tidak teridentifikasi karena rusak 37 %.Pada bagian wadah, 63% di antaranya berbentuk balok, sedangkan yang tidak teridentifikasi karena rusak 37 %.Kondisi penutup duni48% yang telah rusak, sedangkan yang utuh hanya 19 %.Pada bagian wadah yang utuh hanya 33 %, sedangkan yang rusak 67 %.
Sumber : Balai Arkeologi Makassar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar