Oleh : Drs. Hasanuddin, M.Hum dan Tim
Di depan mulut gua yang terlihat adalah perkebunan, lereng dan pegunungan. Di sebelah timur yang terlihat adalah perkebunan, lereng dan pegunungan, sedangkan di sebelah barat gua yang terlihat adalah perkebunan dan pemukiman.Di langit-langit gua tidak terlihat adanya tetesan air.
Terdapat 2 ruang yang dipisahkan oleh dinding gua.Ruang pertama terlihat berbentuk huruf "Y" yang memiliki tembusan hingga ke sebelah utara gua. Kedalamannya hingga 17 m, lebar130 cm dan tinggi 2 m. Di ruang gua ini terdapat 1 duni dari bahan kayu bitti. Wadah duni tersebut telah rusak sehingga bentuknya sulit diidentifikasi. Panjang duni tersebut adalah 2 m dengan lebar 30 cm. Penutup duni pertama berbentuk menyerupai atap rumah yang memiliki panjang 260 cm, lebar 30 cm dan tinggi 28 cm. Tengkorak manusia yang tampak tidak utuh ditemukan berada di dekat mulut gua.
Ruang kedua berada di sebelah timur ruang pertama yang tinggi lantainya dari pelataran gua adalah 1 m. Ruang ini memiliki ukuran lebar 150 cm, tinggi 2 m dan kedalaman 18 m.Di ujung ruang kedua terdapat tembusan yang menghubungkannya dengan ruang pertama, ditemukan 2 duni.Duni kedua berada di dekat mulut gua dengan kondisi mulai rapuh dan rusak.Wadahnyaberbentuk balok dengan ukuran panjang 190 cm, tinggi 15 cm dan lebar 30 cm. Di dalam duni tersebut terlihat sebaran fragmen tulang manusia. Wadahnya berbentuk menyerupai atap rumah dengan ukuran panjang 260 cm, tinggi 35 cm dan lebar 30 cm.
Duni ketiga berada di bagian dalam ruang gua dengan kondisi mulai rapuh dan rusak. Wadah duni ini berbentuk lesung dengan ukuran panjang 250 cm, lebar 28 cm dan tinggi 32 cm. Di dalamnya terlihat beberapa fragmen tulang manusia. Penutupnya berbentuk menyerupai atap rumah dengan ukuran panjang 280 cm, lebar 42 cm dan tinggi 32 cm.
Sumber : Balai Arkeologi Makassar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar