Makale-TNO, Pemilihan Legislatif tinggal menghitung jari, tanggal 9
April adalah momentum bersejarah bagi masyarakat Indonesia, khusnya di
Kabupaten tana Toraja dan Toraja Utara. Banyak sudah yang dilalui, mulai
dari penentuan Daftar Pemilih Sementara (DPS), Daftar Calon Sementara
(DCS), kemudian pemutahiran data Pemilih dan penetapan Daftar Pemilih
Tetap (DPT). Diteruskan ke tahapan penetapan Daftar Calon Tetap (DCT),
dan masih ada lagi tahapan perbaikan data pemilih.
Tahapan tersebut banyak memakan waktu, biaya dan
pemikiran dari para Penyelenggara Pemilu, Peserta Pemilu dan masyarakat
yang kesemuanya menghabiskan anggaran yang tidak sedikit. Tujuan
utamanya adalah rakyat Indonesia bisa menentukan pilihannya untuk
memilih wakil-wakilnya di Lembaga Legislatif. Kesuksesan penyelenggaraan
adalah pada tanggal 9 April nanti masyarakt berbondong-bondong menuju
TPS masing-masing dan menggunakan hak suaranya. Memang, masih ada saja
yang apriori terhadap Pemilu, dengan tidak menggunakan hak pilihnya
alias GOLPUT, tetapi saat ini Golput tidak populer lagi sebagai suatu
kekuatan pernyataan dan sikap politik. Pasalnya, dalam UU Pemilu, yang
dihitung adalah suara sah dari jumlah pemilih, golput tidak punya
kekuatan lagi disini!
Terkait pelaksanaan Pileg 2014 yang akan dilaksanakan pada 9 April mendatang, Ketua LSM LEKAT, Ferryanto Belopadang yang ditemui TNO beberapa saat yang lalu, mengungkapkan pemahamannya terhadap pelaksanaan momentum ini, diungkpakannya " Pileg tahun ini bagi saya adalah sarana pengungkapan niat,minat dan sikap politik saya". Saat ditanya mengenai kekuatan Partai-partai yang bertarung di Tana Toraja dan Toraja Utara, dengan gamblang diungkapkannya bahwa semua partai ingin tampil sebagai "Pemenang" dengan meraih suara yang menghasilkan kursi terbanyak menuju pimpinan DPRD, lanjut Ryan,"Para elit Parpol beserta calegnya dan calon anggota DPD sudah melaksanakan sosialisasi dan kampanye yang cukup melelahkan, hasilnya kita tunggu 9/4 nanti. Siapa yang terbanyak mendapatkan kepercayaan itulah pemenangnya, terkadang di dua kabupaten ini menjadi parameter politik di Sul-Sel. Hal ini wajar karena kecenderungan berpolitik masyarakat Toraja sangat tinggi dan didukung kecerdasan dalam memilih. Apapun itu hasil harus diterima karena itulah pilihan rakyat, walupun terkadang masih dibayangi kekuasaan dan keserakahan?"kuncinya.
Dan yang paling utamanya Pileg 2014 pada tanggal 9 April nanti, cipatakanlah situasi yang kondusif karena ini adalah pesta demokrasi yang harus dihargai oleh semua kita dalam bingkai NKRI. (tim)
»» Selengkapnya...
| Ketua LSM LEKAT |
Terkait pelaksanaan Pileg 2014 yang akan dilaksanakan pada 9 April mendatang, Ketua LSM LEKAT, Ferryanto Belopadang yang ditemui TNO beberapa saat yang lalu, mengungkapkan pemahamannya terhadap pelaksanaan momentum ini, diungkpakannya " Pileg tahun ini bagi saya adalah sarana pengungkapan niat,minat dan sikap politik saya". Saat ditanya mengenai kekuatan Partai-partai yang bertarung di Tana Toraja dan Toraja Utara, dengan gamblang diungkapkannya bahwa semua partai ingin tampil sebagai "Pemenang" dengan meraih suara yang menghasilkan kursi terbanyak menuju pimpinan DPRD, lanjut Ryan,"Para elit Parpol beserta calegnya dan calon anggota DPD sudah melaksanakan sosialisasi dan kampanye yang cukup melelahkan, hasilnya kita tunggu 9/4 nanti. Siapa yang terbanyak mendapatkan kepercayaan itulah pemenangnya, terkadang di dua kabupaten ini menjadi parameter politik di Sul-Sel. Hal ini wajar karena kecenderungan berpolitik masyarakat Toraja sangat tinggi dan didukung kecerdasan dalam memilih. Apapun itu hasil harus diterima karena itulah pilihan rakyat, walupun terkadang masih dibayangi kekuasaan dan keserakahan?"kuncinya.
Dan yang paling utamanya Pileg 2014 pada tanggal 9 April nanti, cipatakanlah situasi yang kondusif karena ini adalah pesta demokrasi yang harus dihargai oleh semua kita dalam bingkai NKRI. (tim)




